{"id":4632,"date":"2017-05-10T16:00:02","date_gmt":"2017-05-10T09:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4632"},"modified":"2017-05-10T12:52:54","modified_gmt":"2017-05-10T05:52:54","slug":"sepak-bola-bukan-hanya-penguasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/","title":{"rendered":"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa"},"content":{"rendered":"<p>Ada apa di sepak bola Asia Tenggara? Pertanyaan ini bakal terdengar sangat asing untuk pencinta sepak bola di luar negara anggota ASEAN. Di balik jawaban yang beragam, salah satu yang kemungkinan besar jadi respons mayoritas adalah: Rumah bagi banyak pemilik klub Eropa.<\/p>\n<p>Tak salah memang. Fenomena ini mulai mengemuka kala sosok yang pernah jadi Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, mengambil alih saham mayoritas klub Liga Primer Inggris, Manchester City. Berkat kucuran dana segar, The Citizens memulai dinasti kejayaan yang akhirnya dilanjutkan Abu Dhabi United Group, tepat setelah Thaksin tersangkut kasus politik.<\/p>\n<p>Konglomerat Indonesia tak mau kalah. Eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, melalui Cronus Sports Management, pernah membeli saham Leicester City sebanyak 20 persen saat masih tampil di Divisi Championship atau kasta kedua liga Inggris, 2010 lalu. Lantas, kita juga ingat bagaimana Bakrie Group memiliki tak hanya satu tapi dua klub di luar Indonesia: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/10\/c-s-vise-yang-kini-tinggal-kenangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">CS Vise<\/a> di Belgia dan Brisbane Roar yang berlaga di A-League Australia.<\/p>\n<p>Bergeser ke negeri jiran, Malaysia, ada nama pengusaha kontroversial, Vincent Tan. Setelah sukses membawa FK Sarajevo meraih kesuksesan di Bosnia serta K.V. Kortrijk di Belgia, dia sempat jadi sorotan usai mengubah warna kostum utama Cardiff City. Masih dari Malaysia, hadir Tony Fernandes. Bos maskapai Air Asia itu merupakan pemegang saham mayoritas Queens Park Rangers.<\/p>\n<p>Kejutan terjadi di penghujung 2013 di mana pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir mengumumkan akuisisi saham mayoritas klub top Serie-A Italia, Internazionale Milan. Taipan bisnis media dan hiburan ini bahkan sempat dilantik jadi presiden klub menggantikan Massimo Moratti. Sontak nama Thohir menghiasi hampir semua pemberitaan olahraga kala itu.<\/p>\n<p>Sebagai salah satu negara dengan rasio kesejahteraan tinggi, Singapura, memiliki wakil dalam konstelasi pemilik klub Eropa. Pada musim panas 2014 lalu, Peter Lim resmi membeli 70,4 persen saham klub La Liga Spanyol, Valencia. Teranyar, ada nama pengusaha Malaysia, Noordin Ahmad, yang memiliki setengah dari saham keseluruhan klub Serie-B, Bari.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4633\" aria-describedby=\"caption-attachment-4633\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4633 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/482893203.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"419\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/482893203.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/482893203-319x225.jpg 319w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/482893203-539x380.jpg 539w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/482893203-560x395.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4633\" class=\"wp-caption-text\">Vincent Tan<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Tak semua sukses<\/strong><\/h3>\n<p>Munculnya para pemilik klub Eropa di atas jelas mendongkrak pamor Asia Tenggara. Namun, tak semua sukses mengelola klub sepak bola, bahkan beberapa tergolong gagal. Kucuran dana Thaksin di City tak lantas membuat klub jadi nomor satu di Inggris. Sementara Bakrie Group turut berperan dalam krisis finansial yang menimpa Vise dan Brisbane Roar. Nama pertama bahkan sudah dinyatakan bangkrut.<\/p>\n<p>Duo Malaysia, Tan dan Fernandes, harus rela melihat klubnya terdegradasi dari Liga Primer Inggris. Suara penolakan bahkan deras menimpa Tan yang mengubah kostum Cardiff dari warna tradisional biru menjadi merah. Bagaimana dengan Thohir? Sejak kehadirannya ke Giuseppe Meazza, Inter belum bisa meladeni hegemoni Juventus. Jangankan juara, lolos Liga Champions saja sulit.<\/p>\n<p>Belakangan, posisi Lim di Valencia juga digoyang mayoritas suporter menyusul hasil buruk di La Liga. Sempat kembali tampil di Liga Champions, Los Che terjerembab dengan finis di urutan ke-12 atau terburuk sejak 1987\/1988, musim lalu. Satu yang secara mengejutkan sukses malah datang dari sosok yang minim pemberitaan, Vichai Srivaddhanaprabha, asal Thailand.<\/p>\n<p>Setelah membeli saham mayoritas, termasuk dari Iman Arif, Vichai perlahan membangun skuat Leicester City. Semua pasti tahu bagaimana dongeng klub yang tadinya medioker, berhasil meraih sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil, yakni juara Liga Primer Inggris, mengalahkan pesaing tajir nan bertabur bintang seperti Chelsea, City, Manchester United, Arsenal, hingga Liverpool.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Belum beranjak jauh<\/strong><\/h3>\n<p>Lantas, bagaimana posisi sepak bola Asia Tenggara di mata dunia? Ironisnya meski punya pengusaha seperti disebutkan di atas, perkembangan si kulit bundar di ASEAN belum beranjak jauh atau tidak merata. Mayoritas orang luar kawasan ini pasti bakal geleng-geleng saat diminta menyebutkan pemain lokal dari salah satu negara, kecuali dia memang suporter penganut<em> anti-mainstream<\/em>.<\/p>\n<p>Kecuali Indonesia dengan nama Hindia Belanda tahun 1938, belum ada satu pun negara di Asia Tenggara yang mampu lolos Piala Dunia. Di regional Asia, Vietnam sempat tampil jadi juara empat pada dua perhelatan awal. Namun, itu karena pesertanya hanya empat.<\/p>\n<p>Tahun 1968, Myanmar yang kala itu bernama Burma, jadi <em>runner-up <\/em>di atas Israel dan Tiongkok lewat format <em>round-robin<\/em> dengan lima kontestan. Berselang empat tahun, tuan rumah Thailand dan nama lama Kamboja, Republik Khmer, sama-sama lolos ke semifinal. Sayangnya, keduanya gagal ke fase puncak pada turnamen yang diikuti enam negara tersebut.<\/p>\n<p>Seiring penambahan jumlah peserta, prestasi negara Asia Tenggara perlahan sunyi senyap. Saat menjadi tuan rumah bersama tahun 2007, Vietnam jadi satu-satunya wakil ASEAN yang lolos dari fase grup Piala Asia meski akhirnya dibungkam Irak.<\/p>\n<p>Bahkan ironisnya dalam dua perhelatan terakhir, tak ada wakil Asia Tenggara yang lolos ke putaran final. Sebelum disanksi FIFA, Indonesia bahkan sempat berada pada titik nadir dengan kalah 10 gol tanpa balas dari Bahrain tahun 2012. Tiga tahun berselang dengan skor serupa, Malaysia dihantam Uni Emirat Arab.<\/p>\n<p>Thailand sempat jadi harapan baru dengan lolos ke fase kedua Pra-Piala Dunia 2018 usai jadi juara grup F mengalahkan Irak. Sayangnya di ronde selanjutnya, The War Elephant masih tak berdaya dan sementara menduduki posisi terakhir tanpa kemenangan sekalipun, meski sempat menahan imbang Australia 2-2 di Bangkok, November tahun lalu. Indonesia sendiri hanya jadi penonton mengingat sanksi yang kala fase pertama dilangsungkan masih belum dicabut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4635\" aria-describedby=\"caption-attachment-4635\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4635 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/faf4d8c77563bb6ff3413eb9302fb125-1.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/faf4d8c77563bb6ff3413eb9302fb125-1.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/faf4d8c77563bb6ff3413eb9302fb125-1-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/faf4d8c77563bb6ff3413eb9302fb125-1-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/faf4d8c77563bb6ff3413eb9302fb125-1-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4635\" class=\"wp-caption-text\">Chanatip \u2018Jay\u2019 Songkrasin<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Segitiga esensial<\/strong><\/h3>\n<p>Apa yang bisa membuat sepak bola Asia Tenggara diingat tidak hanya lewat penguasa klub bukanlah sesuatu yang mudah pun tak terlalu sulit. Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa kawasan ini maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.<\/p>\n<p>Ketiganya adalah sinergi yang dihasilkan dari pemain, liga, dan tim nasional atau representasi negara.<\/p>\n<p>Dahulu, semua berbondong-bondong membawa pemainnya ke Eropa. Namun, adakah yang sukses? Mungkin segelintir, di mana sebagian besarnya adalah gagal. Perbedaan yang cukup besar antara sepak bola Asia Tenggara dan Eropa bukanlah sebuah hal yang bisa dengan mudah diatasi. Kini, paradigma mulai sedikit diubah. Para pemain yang bermimpi tampil di liga benua biru, harus mulai melewati fase yang lebih jauh, yakni liga pada negara maju di Asia.<\/p>\n<p>Witthaya Laohakul, Ricky Yakobi, hingga Le Cong Vinh jadi contoh yang mengalami pencapaian lumayan dengan klub-klub J1 League Jepang. Pada fase ini, pemain dituntut memiliki fisik dan mentalitas yang prima.<\/p>\n<p>Irfan Bachdim contohnya. Ketidakberuntungan menaungi pemain ulet ini saat berkarier bersama Ventforet Kofu dan Consodale Sapporo, sama halnya dengan Stefano Lilipaly, dan Nguyen Cong Phuong. Di K-League Korea, kompatriot Cong Phuong asal Vietnam, Luong Xuan Truong, juga belum sering dipercaya tampil oleh klub sebelumnya, Incheon United, dan membuatnya hijrah ke Gangwon FC.<\/p>\n<p>Contoh di atas tentu jadi pembelajaran bagi Chanatip \u2018Jay\u2019 Songkrasin. Bintang muda Thailand itu bakal menjalani peminjaman selama satu setengah musim di Sapporo. Songkrasin punya modal bagus mengingat mulai kompetitifnya Thai League T1.<\/p>\n<p>Liga Thailand bahkan merupakan yang terbaik di Asia Tenggara saat ini. Malaysia Super League lewat kebangkitan tim semisal Johor Darul Ta\u2019zim (JDT) dan Felda United pantang dikesampingkan.<\/p>\n<p>Keberadaan liga yang sehat dan kompetitif memang jadi syarat wajib untuk menghasilkan pemain berkualitas. Bagi para pemain Indonesia yang baru saja kembali merasakan bergulirnya liga, Go-Jek Traveloka Liga 1, atau negara lain seperti Filipina dan Myanmar, ambisi tampil di Thai League T1 merupakan salah satu cara untuk menggapai cita-cita bermain di Eropa, via Jepang atau Korea, atau bahkan Liga Super Cina.<\/p>\n<p>Terakhir, imbas positifnya ada di tim nasional dan representasi negara. Hegemoni Thailand di ASEAN tak lepas dari keseriusan membangun liga yang profesional. Keseriusan juga membuat Myanmar U-19 lolos Piala Dunia U-20 berkat pengembangan usia muda yang terstruktur rapi. Dari Malaysia, JDT sukses jadi juara kompetisi Asia, AFC Cup 2015, setelah menjalani musim yang kompetitif.<\/p>\n<p>Andai bisa diterapkan di masing-masing negara, ingatlah bahwa Asia Tenggara tak hanya jago memasok pengusaha yang siap jadi pemilik klub favorit Anda.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada apa di sepak bola Asia Tenggara? Pertanyaan ini bakal terdengar sangat asing untuk pencinta sepak bola di luar negara anggota ASEAN. Di balik jawaban yang beragam, salah satu yang kemungkinan besar jadi respons mayoritas adalah: Rumah bagi banyak pemilik klub Eropa. Tak salah memang. Fenomena ini mulai mengemuka kala sosok yang pernah jadi Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, mengambil alih saham mayoritas klub Liga Primer Inggris, Manchester City. Berkat kucuran dana segar, The Citizens memulai dinasti kejayaan yang akhirnya dilanjutkan Abu Dhabi United Group, tepat setelah Thaksin tersangkut kasus politik. Konglomerat Indonesia tak mau kalah. Eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, melalui Cronus Sports Management, pernah membeli &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4636,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[171,129,105,126,224,522,122,111],"class_list":["post-4632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-asean","tag-featured","tag-indonesia","tag-malaysia","tag-sepak-bola","tag-singapura","tag-slider","tag-thailand"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa sepak bola ASEAN maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa sepak bola ASEAN maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-10T09:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"395\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa\",\"datePublished\":\"2017-05-10T09:00:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/\"},\"wordCount\":1240,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"keywords\":[\"ASEAN\",\"Featured\",\"Indonesia\",\"Malaysia\",\"Sepak Bola\",\"Singapura\",\"Slider\",\"Thailand\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/\",\"name\":\"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-10T09:00:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa sepak bola ASEAN maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/630182924.jpg\",\"width\":594,\"height\":395,\"caption\":\"Thailand, salah satu kontestan ASEAN yang paling serius dalam membangun budaya sepak bola.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa | Football Tribe Indonesia","description":"Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa sepak bola ASEAN maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa sepak bola ASEAN maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-10T09:00:02+00:00","og_image":[{"width":594,"height":395,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa","datePublished":"2017-05-10T09:00:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/"},"wordCount":1240,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","keywords":["ASEAN","Featured","Indonesia","Malaysia","Sepak Bola","Singapura","Slider","Thailand"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/","name":"Agar Sepak Bola ASEAN Tak Hanya Dikenal Karena Penguasa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","datePublished":"2017-05-10T09:00:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Terdapat segitiga esensial yang bisa membawa sepak bola ASEAN maju dan tak hanya jadi bulan-bulanan negara elite dalam setiap ajang kualifikasi.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/sepak-bola-bukan-hanya-penguasa\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/630182924.jpg","width":594,"height":395,"caption":"Thailand, salah satu kontestan ASEAN yang paling serius dalam membangun budaya sepak bola."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4632\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}