{"id":46261,"date":"2020-02-14T15:53:41","date_gmt":"2020-02-14T08:53:41","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=46261"},"modified":"2020-02-14T16:03:00","modified_gmt":"2020-02-14T09:03:00","slug":"9-timnas-hilang-dari-muka-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/","title":{"rendered":"Barisan Timnas Legendaris yang Kini &#8216;Hilang&#8217; dari Muka Bumi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau menghilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu terjadi berabad-abad lamanya, mulai dari zaman sebelum Romawi berjaya hingga pertarungan antarnegara adikuasa dewasa ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pun dengan sepak bola. Beberapa negara pernah ada dan bertanding dengan negara lainnya. Berikut adalah negara-negara yang dulu memiliki timnas yang kuat, tapi sekarang hilang ditelan bumi.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/04\/leverkusen-menjadi-neverkusen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketika Leverkusen Menjadi Neverkusen<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Uni Sovyet<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara adikuasa pada masanya ini membuka keran pemenang Piala Eropa. Uni Sovyet memenangkan gelar pada Piala Eropa edisi 1960. Sayangnya, itu sekaligus menjadi gelar satu-satunya yang dimiliki Uni Sovyet. Selain itu, Uni Sovyet menjadi 3 kali <em>r<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Piala Eropa pada edisi 1964, 1972, dan 1988.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kiprah di Piala Dunia, negara ini hanya pernah sekali masuk semi-final tahun 1966. Di luar torehan-torehan tersebut, sang legenda kiper dunia, Lev Yashin, juga berasal dari Uni Sovyet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini Uni Sovyet pecah menjadi belasan negara. Persemakmuran CIS awalnya dianggap penerus Uni Sovyet karena terlanjur lolos ke Piala Eropa edisi 1992. Kini hanya Rusia yang dianggap sebagai pewaris utama Uni Sovyet dan CIS.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/04\/jika-saja-uni-soviet-tidak-terpecah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Saja Uni Soviet Tidak Terpecah\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Yugoslavia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yugoslavia menjadi salah satu pendiri Gerakan Non-blok bersama Indonesia. Negara ini pernah dua kali menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">runner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Piala Eropa. Hal itu berlangsung pada Piala Eropa edisi 1960 dan edisi 1968. Sementara pada gelaran Piala Dunia, mereka bisa dua kali masuk babak semi-final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serbia-Montenegro menjadi penerus Yugoslavia setelah Kroasia, Slovenia, Makedonia Utara, dan Bosnia Herzegovina. Kini Serbia menjadi penerus Serbia-Montenegro setelah Montenegro memisahkan diri. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kosovo kemudian memilih berpisah meski masih ada sengketa Serbia bekas negara induknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serbia mungkin dianggap penerus langsung dari Yugoslavia, namun Kroasia yang memiliki prestasi lebih cermelang dibanding bekas pecahan negara Yugoslavia lain. Kroasia sukses masuk 10 kali turnamen besar (terbaru lolos ke Piala Eropa 2020).<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/31\/jika-yugoslavia-masih-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seandainya Yugoslavia Masih Ada\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Cekoslowakia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cekoslowakia menjadi salah satu negara Eropa Timur yang pernah memenangkan Piala Eropa. Mereka memenangkan Piala Eropa pada edisi 1976 lewat adu penalti atas Jerman (Barat) di final.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemenangan itu ditandai dengan penalti fenomenal Anton\u00edn Panenka saat menjadi penendang terakhir. Penalti congkel tersebut yang sekaligus penentu kemenangan Cekoslowakia. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Negara ini juga pernah menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">runner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Piala Dunia edisi 1934 dan 1962.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini Cekoslowakia terpecah menjadi Republik Ceska dan Slovakia. Republik Ceska yang dianggap penerus langsung dari Cekoslowakia, tetapi pada partai final Piala Eropa 1976 yang berhasil dimenangi tersebut banyak didominasi pemain Slowakia.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/30\/jan-koller-raksasa-dua-meter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jan Koller, Raksasa Dua Meter yang Mematikan di Depan Gawang Lawan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Saarland dan Jerman Timur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua negara tersebut tumbuh pasca-kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II. Tak banyak prestasi mencolok kedua negara dalam sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saarland merupakan Protektorat Prancis di Jerman. Mereka sendiri memilih bergabung dengan Jerman Barat. Namun dalam sepak bola, Saarland sempat tampil pada Piala Dunia 1954.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu Jerman Timur berumur agak panjang daripada Saarland, tapi mereka akhirnya turut menggabungkan diri ke Jerman Barat pada dekade 1990-an. Beberapa pemain Jerman Timur lalu membela negara Jerman Bersatu yang baru. Jerman Timur sendiri lebih berprestasi dalam ajang Olimpiade.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/01\/skuat-jerman-barat-dan-jerman-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Jerman Barat dan Jerman Timur Tidak Kembali Bersatu\u2026<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Austro-Hungaria<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu negara besar Eropa sebelum bubar karena Perang Dunia I. Kontribusi negara ini ada pada dua pewaris utama negara yaitu Austria dan Hungaria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara berurutan, kedua negara ini dianggap yang terkuat dengan permainan unik pada abad lampau. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wunderteam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Austria salah satu timnas kuat pada pada dekade 1930-an. Sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aranycsapat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mighty Magyar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Hungaria melegenda karena permainannya di dekade 1950-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, keduanya sama-sama gagal juara pada turnamen resmi saat era kejayaannya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/17\/ketika-ferenc-puskas-berpulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">17 November: Ketika Ferenc Pusk\u00e1s Berpulang<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Turki Usmani<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Turki Usmani juga merupakan salah satu negara besar yang sempat menguasari sebagian wilayah Asia, Eropa dan Afrika. Banyak negara yang sempat berabad-abad berada di bawahnya akhirnya lepas. Puncaknya kekalahan dalam Perang Dunia I membuat banyak daerah menjadi negara baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sepak bola, hingga penghapusan Kekhalifaan Turki Usmani, belum banyak diadakan turnamen sepak bola internasional resmi. Negara penerus dan pecahan Turki Usmani seperti Turki, Yugoslavia dan Mesir yang kemudian menonjol dalam sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/08\/hamit-dan-halil-altintop\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hamit dan Halil Alt\u0131ntop, Saudara Kembar Andalan Turki yang Berbeda Nasib<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Vietnam Utara dan Vietnam Selatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vietnam pernah terpecah menjadi dua negara saat Perang Dingin, yaitu Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Vietnam Utara tak banyak bermain dalam pertandingan resmi, sedangkan Vietnam Selatan pernah bermain dalam kualifikasi Piala Dunia 1974 dan menjadi juara edisi pertama SEA Games<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(saat masih bernama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">SEAP <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Games<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">) cabang sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vietnam lalu bersatu saat Vietnam Utara menguasai Vietnam Selatan. Namun dalam sepak bola, Vietnam Bersatu mengisi posisi Vietnam Selatan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/02\/sepotong-kegembiraan-pelabuhan-vietnam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sepotong Kegembiraan dari Pelabuhan Vietnam<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Yaman Utara dan Yaman Selatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perang Dingin turut memisahkan Yaman menjadi Yaman Utara dan Yaman Selatan. Kedua tim nasional sempat berpartisipasi dalam beberapa turnamen resmi, tapi kedua Yaman tak terlalu memiliki prestasi cemerlang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat bersatu, Yaman dianggap mengisi posisi Yaman Utara. Timnas Yaman Bersatu pun belum memiliki prestasi bagus apa lagi dibandingkan dengan negara-negara tetangganya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/29\/yaman-di-antara-perang-dan-piala-asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yaman, di Antara Perang dan Piala Asia 2019<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><b>Kerajaan Inggris Raya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasukkan nama Kerajaan Inggris Raya mungkin sedikit diperlukan. Kerajaan Inggris Raya terdiri atas empat \u201ckonstituen\u201d yang masing-masing memiliki tim nasional sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat \u201ckonstituen\u201d tersebut yaitu Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara, yang memiliki posisi unik dalam sepak bola sehingga bisa memiliki tim nasional sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, pada masa lalu pernah dilakukan beberapa pertandingan persahabatan oleh tim nasional Kerajaan Inggris Raya \u201cBersatu\u201d. Selain itu, timnas ini juga dibentuk saat Olimpiade dengan membawa nama Britania Raya seperti waktu menjadi tuan rumah Olimpiade London 2012.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prospek membentuk lagi timnas Kerajaan Inggris Raya masih mungkin terjadi. Hanya saja relatif ada penolakan dari beberapa \u201ckonstituen\u201d seperti saat pembentukan tim nasional untuk Olimpiade London 2012. Mereka khawatir status istimewa tim nasional akan terganggu karena pembentukan timnas bersatu.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/23\/jati-diri-bangsa-kita-bukan-liga-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jati Diri Bangsa Kita Bukan Liga Inggris, tapi Liga Tarkam<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau menghilang. Hal itu terjadi berabad-abad lamanya, mulai dari zaman sebelum Romawi berjaya hingga pertarungan antarnegara adikuasa dewasa ini. Begitu pun dengan sepak bola. Beberapa negara pernah ada dan bertanding dengan negara lainnya. Berikut adalah negara-negara yang dulu memiliki timnas yang kuat, tapi sekarang hilang ditelan bumi.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":46263,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[213,1643,122,598,4110],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Barisan Timnas Legendaris yang Kini &#039;Hilang&#039; dari Muka Bumi | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Barisan Timnas Legendaris yang Kini &#039;Hilang&#039; dari Muka Bumi | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-02-14T08:53:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-02-14T09:03:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/\",\"name\":\"Barisan Timnas Legendaris yang Kini 'Hilang' dari Muka Bumi | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg\",\"datePublished\":\"2020-02-14T08:53:41+00:00\",\"dateModified\":\"2020-02-14T09:03:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Timnas Yugoslavia di Piala Eropa 1976\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Barisan Timnas Legendaris yang Kini 'Hilang' dari Muka Bumi | Football Tribe Indonesia","description":"Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Barisan Timnas Legendaris yang Kini 'Hilang' dari Muka Bumi | Football Tribe Indonesia","og_description":"Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-02-14T08:53:41+00:00","article_modified_time":"2020-02-14T09:03:00+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/","name":"Barisan Timnas Legendaris yang Kini 'Hilang' dari Muka Bumi | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg","datePublished":"2020-02-14T08:53:41+00:00","dateModified":"2020-02-14T09:03:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Negara juga memiliki siklus hidup. Mulai dari lahir, berkembang, jaya, menurun dan hancur. Tahapan siklus tersebut tak jarang melompat-lompat atau.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/02\/14\/9-timnas-hilang-dari-muka-bumi\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/02\/Yugoslavia.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Timnas Yugoslavia di Piala Eropa 1976"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46261"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46261"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46268,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46261\/revisions\/46268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}