{"id":4625,"date":"2017-05-10T14:00:26","date_gmt":"2017-05-10T07:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4625"},"modified":"2017-05-16T00:46:25","modified_gmt":"2017-05-15T17:46:25","slug":"analisis-juventus-2-1-monaco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/","title":{"rendered":"Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves"},"content":{"rendered":"<p>Juventus kembali memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang juga menggunakan pola dasar 4-4-2 yang menjadi formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.<\/p>\n<h3><strong>Monaco<\/strong><\/h3>\n<p>Bentuk 4-4-2 yang dipakai oleh Monaco kali ini sedikit berbeda dari apa yang biasanya kita lihat. Bila biasanya Jardim memainkan Bernardo Silva dan Thomas Lemar sebagai sepasang nomor 10 yang beroperasi di sekitar <a href=\"http:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/09\/half-space-sebagai-ruang-strategis-dalam-sepak-bola-bagian-4\/\"><strong><em>halfspace<\/em><\/strong><\/a> dan sayap, di <em>leg <\/em>kedua ini, Jardim memilih menempatkan Djibril Sidibe di gelandang kanan.<\/p>\n<p>Dengan memainkan Sidibe di kanan (pos nomor 7), Monaco hanya \u201cmemainkan\u201d satu nomor 10, yaitu Silva, karena Sidibe sendiri lebih banyak beroperasi di koridor sayap. Karakter bermain dan peran kedua pemain Monaco ini membuat tim tamu bermain dengan 4-4-2 atau 3-4-1-2 yang sangat asimetris.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Silva yang bukan hanya diberikan kebebasan lebih untuk bergerak dari satu sisi ke sisi lain lapangan, pemain Portugal tersebut bahkan (terlihat lebih aktif) terlibat dalam fase membangun (<em>build-up<\/em>) serangan Monaco dari lini belakang. Dalam satu-dua kesempatan Silva turun hingga ke pos nomor 6 Monaco untuk menjemput bola di ruang yang tidak diisi oleh Joao Moutinho atau Tiemoue Bakayoko.<\/p>\n<p>Bersama Moutinho, Silva menjadi pilihan kedua ketika Monaco membutuhkan akses untuk memprogres serangan mereka ke wilayah pertahanan Juventus. Dalam banyak situasi, Moutinho akan turun hingga ke pos nomor 6 Monaco untuk menjemput bola , di sekitar <em>halfspace <\/em>kanan, didampingi Bakayoko yang berjaga di area tengah. Silva sendiri mengokupansi area tengah kemudian <em>halfspace <\/em>sisi bola di wilayah Juventus untuk bersama dengan Moutinho, Sidibe, dan dua penyerang Monaco yang di-<em>cover <\/em>oleh Bakayoko melakukan <strong><em><a href=\"https:\/\/fandom.id\/analisis\/taktik\/2015\/05\/apa-itu-overload\/\">overload<\/a>\u00a0<\/em><\/strong>di sisi kiri Juventus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4626\" aria-describedby=\"caption-attachment-4626\" style=\"width: 863px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4626 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg.png\" alt=\"\" width=\"863\" height=\"550\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg.png 863w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg-768x489.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg-800x510.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg-350x223.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg-596x380.png 596w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg-560x357.png 560w\" sizes=\"(max-width: 863px) 100vw, 863px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4626\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-size: 12pt\"><em>Overload Monaco di sisi kiri sepertiga awal Juventus<\/em><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam <em>overload <\/em>Monaco, kita bisa melihat ada dua tujuan utama yang ingin mereka peroleh. Yang pertama, menciptakan ruang bagi Kylian Mbappe di <em>halfspace <\/em>kiri sisi jauh dari bola atau, kedua, memberikan ruang lebih bagi Benjamin Mendy di sayap kiri agar bek kiri Monaco tersebut bisa melepaskan umpan silang mendatar dalam posisi yang lebih \u201cnyaman\u201d.<\/p>\n<p>\u201cRencana Mbappe\u201d menjadi semakin jelas, bila kita bandingkan dengan penempatan posisinya sejak <em>leg <\/em>pertama<em>. <\/em>Nampaknya Jardim banyak menempatkan Mbappe di sisi kanan Juventus dengan tujuan untuk meningkatkan kemungkinan Mbappe menggunakan kecepatan <em>dribble-<\/em>nya memanfaatkan Andrea Barzagli yang kalah cepat.<\/p>\n<p>Di <em>leg <\/em>pertama, sering ditemui bagaimana Mbappe berdiam di <em>halfspace <\/em>kanan Juve menunggu distribusi bola untuk mendapatkan kesempatan duel satu lawan satu dengan Barzagli. Atau, di kesempatan lain, Mbappe mengokupansi area tengah di lini belakang Juve untuk kemudian ia berlari memutar ke sisi kanan untuk menerima umpan terobosan dari gelandang Monaco.<\/p>\n<p>Di <em>leg <\/em>kedua, strategi serupa masih terlihat. Monaco memang tidak banyak mencoba masuk langsung dari sisi kiri mereka, karena kali ini Monaco banyak mencoba membuka akses dari <em>halfspace<\/em> kanan dan menempatkan Mbappe di area tengah atau <em>half-space <\/em>kiri.<\/p>\n<p>Perhatikan ketika Mbappe berada di <em>halfspace <\/em>kiri setelah menerima sodoran dari <em>halfspace<\/em> sisi kanan. Penyerang muda Monaco ini akan segera mencoba melakukan pergerakan eksplosif. Ia akan dengan segera mencoba untuk melakukan penetrasi cepat dengan melewati pemain Juventus yang menjaganya.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan \u201crencana Mendy\u201d? Perpindahan bola dari kanan ke kiri (dari Silva ke bek sayap kiri) merupakan salah satu pola umum dalam taktik serang Monaco di sepertiga awal lawan. Bedanya, kali ini, perpindahan dari Silva dilakukan dengan tempo lebih lambat. Biasanya, menghadapi City dan Dortmund, misalnya, Silva akan dengan segera men-<em>dribble <\/em>bola dari koridor sayap masuk ke <em>halfspace <\/em>kanan untuk kemudian melepaskan umpan diagonal mendatar ke sayap kiri menyasar kepada Mendy yang bergerak vertikal dari belakang. Menghadapi Juventus Monaco melakukannya dengan ritme lebih lamban.<\/p>\n<p>Bila bola berhasil dipindahkan ke sisi kiri, situasi selanjutnya, seperti yang sudah-sudah, Monaco akan melepaskan umpan silang ke tiang dekat atau kepada Radamel Falcao.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/860690482636013570\">http:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/860690482636013570<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Skema dasar dalam proses penciptaan peluang dari sayap kiri<\/em><\/p>\n<p>Untuk mencegah Monaco memainkan skema seperti ini, ada tiga hal utama yang diterapkan oleh Si Nyonya Tua. Pertama, meladeni <em>overload <\/em>Monaco di sisi bola berada. Juventus sendiri memang terkenal dengan <em>pressing <\/em>berorientasi pada posisi bola yang sangat kuat.<\/p>\n<p>Orientasi bola Juventus ditandai dengan pergeseran serta penumpukan pemain di sayap dan <em>halfspace <\/em>di mana bola berada (perhatikan infografik <em>overload <\/em>Monaco di sisi kiri Juventus). Sehingga, pada dasarnya, <em>overload <\/em>Monaco sudah sewajarnya mampu diladeni oleh Juventus.<\/p>\n<p>Kedua, menarik satu atau dua nomor 9-nya (Paulo Dybala atau Gonzalo Higuain) untuk turun hingga ke sepertiga awal dan menjaga ruang di area tengah (4-4-2 menjadi 4-4-1-1). Dengan turunnya nomor 9 Juventus ke sepertiga awal untuk menutup area tengah, kecepatan perpindahan bola Monaco dari kanan ke kiri, yang banyak dilakukan oleh Moutinho atau Silva, bisa sedikit diredam (perhatikan <em>cover-shadow <\/em>Dybala dalam infografik <em>overload <\/em>Monaco di sisi kiri Juventus).<\/p>\n<p>Ketiga, menempatkan Dani Alves di sisi sayap untuk melakukan penjagaan orang per orang (<em>man to man<\/em>) kepada Mendy. Walaupun usaha Juventus terhitung cukup sukses, tetapi, Monaco pun sempat nyaris memaksimalkan skema ini. Salah satunya, kejadian di menit ke-41.<\/p>\n<p>Prinsip lain dalam model serang Monaco adalah memainkan umpan jauh langsung dari lini belakang ke lini depan menggunakan Falcao sebagai sasaran untuk melakukan <em>flick-on <\/em>udara ke wilayah depan atau menggunakan Mbappe, di sayap kiri, sebagai sasaran untuk masuk melalui tepi lapangan ke kotak penalti lawan.<\/p>\n<p>Di satu sisi, menempatkan Mbappe yang memiliki kecepatan dan olah bola mumpuni, di tepi lapangan, merupakan keputusan taktik yang tepat, karena dari sayap Mbappe memiliki lebih banyak ruang untuk memanfaatkan kemampuan individualnya menghadapi Barzagli yang lebih lamban.<\/p>\n<p>Apa yang Monaco coba peragakan di sisi kiri mereka pun sangat logis, selain kehadiran Mbappe di kiri, di pos bek kanan, Jardim memainkan Andrea Raggi yang pada dasarnya, tidak memiliki daya eksplosif seperti Mendy. Padahal, eksplosivitas semacam itu yang diperlukan dalam taktik penetrasi Monaco yang biasa dilakukan oleh bek sayap. Raggi kurang memiliki kemampuan ini, sehingga, wajar bila Jardim berfokus ke kiri untuk memainkan taktik yang dimaksudkan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Juventus<\/strong><\/h3>\n<p>Tim tuan rumah banyak mendapatkan peluang tembak memanfaatkan kesempatan dalam fase transisional. Gol pertama menjadi contoh. Dalam transisi menyerang, Juve melakukannya secepat mungkin melalui Alex Sandro.<\/p>\n<p>Bola yang diterima Dybala, dari Alex Sandro, diumpan balik kepada Miralem Pjanic. Proses penciptaan peluang diakhiri ini dengan umpan silang oleh Alves, dari <em>halfspace<\/em> kanan, yang menghasilkan gol pertama oleh Mario Mandzukic.<\/p>\n<p>Berbeda dengan ketika Massimiliano Allegri memainkan Juan Cuadrado, Dani Alves tidak diberikan peran sebagai pemain yang menjadi sasaran untuk melakukan penetrasi ke kotak 16 lawan setelah Juventus melakukan perpindahan dari sisi berseberangan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/860491495287029760\">http:\/\/twitter.com\/ryantank100\/status\/860491495287029760<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Contoh pola asimetris serangan Juventus ketika menghadapi Porto dan Barcelona.<\/em><\/p>\n<p>Di <em>leg <\/em>kedua melawan Monaco, serangan Juventus terlihat lebih simetris. Namun demikian, <em>overload <\/em>Juventus dari sisi kiri masih terlihat di beberapa kesempatan. Bila dengan Cuadrado, Juventus berusaha masuk ke kotak penalti melalui sayap atau <em>halfspace <\/em>sisi jauh dari bola, di sepertiga akhir, tanpa Cuadrado, penetrasi Juventus lebih beragam.<\/p>\n<p>Terkadang mereka melakukannya melalui <em>halfspace <\/em>sisi bola berada. Menit ke-28 contohnya. Gonzalo Higuain mengisi celah vertikal antarlini tengah dan belakang Monaco. Dybala yang melihat Higuain berdiri bebas, segera memberikan umpan kepada kompatriotnya tersebut. Higuain kemudian melepaskan umpan terobosan kepada Mario Mandzukic. Sayangnya, Mandzukic gagal memaksimalkan peluang.<\/p>\n<p>Dalam momen ini, Monaco cukup sukses menghadapi <em>overload <\/em>Juventus, walaupun memang ada celah yang tercipta di depan lini belakang mereka. Celah tesebut, pada dasarnya, merupakan risiko karena bermain dengan empat gelandang <em>flat<\/em> tanpa nomor 6 \u201cpaten\u201d.<\/p>\n<p>Untuk mereduksi kemungkinan lawan memanfaatkan celah semacam ini, merupakan tugas pemain belakang untuk melakukan <em>onward-press <\/em>(<em>press <\/em>ke arah depan) kepada pemain lawan penerima bola. Di momen ini, intensitas <em>press <\/em>Kamil Glik kepada Higuain terhitung kurang dan menyebabkan Higuain mampu mengakses Mandzukic di lini terakhir.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4627\" aria-describedby=\"caption-attachment-4627\" style=\"width: 512px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4627 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-3.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-3.png 512w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-3-291x225.png 291w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-3-491x380.png 491w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4627\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-size: 12pt\"><em>Celah vertikal pertahanan Monaco.<\/em><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Cara lain Juventus dalam menciptakan akses masuk ke sepertiga akhir adalah memanfaatkan kemampuan udara Mario Mandzukic. Bila Monaco sukses membangun <em>press <\/em>tiga pemain dalam situasi yang terstruktur dan statis, Juventus akan memainkan bola-bola udara jauh ke depan kepada Mandzukic untuk mendapatkan bola-bola kedua hasil sundulan penyerang Kroasia tersebut.<\/p>\n<p>Taktik ini, secara umum, cukup sukses memberikan akses serangan bagi Juventus. Karena Mandzukic diplot di sisi kiri, Higuain yang berada di tengah yang sering menjadi sasaran <em>flick-on <\/em>Mandzukic.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan sisi kanan Juventus? Secara umum, di babak pertama, sisi kanan Juventus sukses berperan sebagai sebagai \u201cpemberi umpan kepada eksekutor\u201d dalam proses penciptaan peluang. Gol Mandzukic atau peluang Higuain (<em>offside<\/em>) sekitar menit ke-35 merupakan sedikit contoh.<\/p>\n<p>Alves yang sangat terlatih dalam sistem permainan posisional ala Pep Guardiola di Barcelona berperan besar dalam fase-fase serangan semacam ini. Kehadiran bek sayap begitu kuat di sekitar <em>halfspace, <\/em>sisi sayap, dan area tengah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Babak kedua<\/strong><\/h3>\n<p>Di awal babak kedua, Monaco masih terlihat melakukan progresi <em>build-up <\/em>belakang mereka melalui duo nomor 6 (Bakayoko dan Moutinho). Dalam prosesnya, salah satu nomor 6 bergeser ke <em>halfspace <\/em>sisi bola berada sementara nomor 6 lainnya mengisi area tengah.<\/p>\n<p>Kehadiran pemain di ruang-ruang ini dimanfaatkan oleh bek tengah Monaco di sisi bola untuk membentuk segitiga dan memainkan umpan perlahan untuk memungkinkan nomor 6 di sisi tengah melakukan progres serangan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4628\" aria-describedby=\"caption-attachment-4628\" style=\"width: 669px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4628 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-3.png\" alt=\"\" width=\"669\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-3.png 669w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-3-350x184.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-3-560x295.png 560w\" sizes=\"(max-width: 669px) 100vw, 669px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4628\" class=\"wp-caption-text\"><em>Salah satu struktur posisional dalam progresi Monaco. Setelah menerima sodoran umpan Bakayoko, progres bola Moutinho diarahkan kepada salah stau dari Silva\/Falcao yang turun menjemput bola.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Perubahan (pergantian pemain) dilakukan oleh Jardim. Sidibe digeser sebagai bek kiri. Komposisi pemain berubah. Pada gilirannya, hal ini kemudian membawa efek kepada struktur posisional serangan mereka.<\/p>\n<p>Modal Monaco untuk memainkan bek sayap yang difungsikan untuk melalukan penetrasi langsung ke kotak penalti Juventus menjadi kurang maksimal. Karena Sidibe, yang dimainkan sebagai bek kiri, berkaki kanan, sementara di bek kanan, Raggi, pada dasarnya, merupakan bek tengah.<\/p>\n<p>Efek ini terlihat dalam <em>overload <\/em>Monaco di sisi kanan Juventus, misalnya. Sidibe lebih fleksibel bergerak ke tengah sementara sisi sayap, secara situasional, dilindungi oleh Fabinho. Ini juga menyebabkan Monaco tidak lagi menggunakan model serang <em>overload <\/em>kanan-pindah-ke-kiri sebagai prinsip taktik mereka.<\/p>\n<p>Struktur posisional mereka sangat masif ditujukan untuk mendorong Juventus bertahan semakin dalam. Kedua bek sayap Monaco masuk hingga sepertiga akhir, tetapi tidak mengokupansi sisi sayap secara kaku. Hanya Raggi yang mengokupansi tepi kanan lapangan, sementara Sidibe bergerak masuk sampai ke <em>halfspace <\/em>atau tengah. Dalam hal ini, Monaco memilih mengesampingkan aspek <em>width <\/em>(tidak ada pemain di koridor tepi lapangan atau pos sayap) demi kebutuhan meng-<em>overload <\/em>area tengah dan <em>halfspace<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam <em>overload <\/em>ini Monaco menggunakan satu atau dua pemain yang menjadi konektor vertikal dalam <em>overload <\/em>mereka. Secara prinsip, anak asuh Jardim memainkan bentuk dinamis 2-2-2-4 atau 2-3-1-4 menghadapi blok rendah Juventus.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4629\" aria-describedby=\"caption-attachment-4629\" style=\"width: 425px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4629 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-3.png\" alt=\"\" width=\"425\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-3.png 425w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-3-240x225.png 240w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-3-406x380.png 406w\" sizes=\"(max-width: 425px) 100vw, 425px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4629\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-size: 12pt\"><em>Contoh 2-2-2-4 Monaco vs 5-3-2 blok rendah Juventus.<\/em><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Sedikit perubahan juga dilakukan Jardim kepada Mbappe. Penyerang muda timnas Prancis ini lebih banyak bergerak sampai ke sayap kiri ketimbang yang ia lakukan di babak pertama.<\/p>\n<p>Juventus sendiri juga terlihat mengandalkan kombinasi antara Dybala dan Alves di sekitar <em>halfspace <\/em>kanan untuk masuk ke kotak penalti Monaco. Sampai akhirnya di menit ke-54, Allegri melakukan perubahan dengan menarik keluar Dybala dan menggantikannya dengan Cuadrado.<\/p>\n<p>Dengan kondisi yang bugar ditambah kemampuannya yang eksplosif, Cuadrado banyak dimanfaatkan Juventus dengan mengombinasikannya dengan Alves guna membuka akses serang di sepertiga awal lawan, di sisi kanan.<\/p>\n<p>Keduanya bergantian mengisi sisi sayap dan <em>halfspace <\/em>kanan untuk mendapatkan kesempatan masuk (baik lewat <em>crossing <\/em>atau <em>dribble <\/em>melalui <em>halfspace <\/em>terdekat) ke kotak 16 Monaco. Perubahan lain dengan masuknya Cuadrado (ditambah keunggulan agregat) adalah perubahan dalam bentuk <em>pressing <\/em>Juventus. Yang awalnya lebih ke 4-4-2, dengan masuknya Cuadrado, bentuk <em>pressing <\/em>Juventus lebih ke 5-4-1.<\/p>\n<p>Dengan keunggulan agregat 4-1 dan pertandingan tersisa 15 menit, Juventus semakin memperlihatkan betapa mereka berfokus ke blok menengah dalam <em>pressing <\/em>mereka. Menggunakan pola dasar 5-4-1 Juventus akan segera turun ke sepertiga tengah memancing Monaco untuk naik menyerang.<\/p>\n<h3><strong>Catatan akhir<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam usaha Juventus memanfaatkan kemampuan sundulan Mandzukic untuk memenangkan bola kedua, terkadang tidak didukung oleh kerapatan formasi yang memberikan jaminan keamanan terkait siapa yang akan mengambil bola kedua. Contoh, setelah sundulan Mandzukic, baik Higuain, sebagai sasaran, maupun pemain dari lini tengah berada terlalu jauh dari bola dan lawan yang menyebabkan Juventus kehilangan akses terhadap bola dan lawan. Hasilnya, Monaco yang memenangkan bola kedua.<\/p>\n<p>Kalau harus memilih pemain terbaik, tidak lain tidak, Dani Alves menjadi pilihan pribadi. Lepas dari ia membuat gol dan berperan dalam gol Mandzukic, lebih dari itu, Alves berkali-kali memenangkan duel satu lawan satu dan Alves berkali-kali melakukan <em>backward-press <\/em>(<em>press <\/em>ke arah gawang sendiri) yang membuat Juventus merebut penguasaan bola. Penempatan posisinya terkait permainan posisional dalam fase menyerang pun tepat dalam menjamin \u201cbersihnya\u201dpola sirkulasi dan progresi Juventus.<\/p>\n<p>Sampai jumpa di final, Juventini!<\/p>\n<p>[perfectpullquote align=&#8221;full&#8221; cite=&#8221;&#8221; link=&#8221;&#8221; color=&#8221;&#8221; class=&#8221;&#8221; size=&#8221;&#8221;]Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/11\/analisis-derby-madrid-ucl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Atletico Madrid 2-1 Real Madrid, Superioritas Jumlah di Lini Tengah Banyak Membantu El Real<\/a>[\/perfectpullquote]<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Ryan Tank (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank100\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">ryantank100<\/b><\/a>)<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Juventus kembali memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang juga menggunakan pola dasar 4-4-2 yang menjadi formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim. Monaco Bentuk 4-4-2 yang dipakai oleh Monaco kali ini sedikit berbeda dari apa yang biasanya kita lihat. Bila biasanya Jardim memainkan Bernardo Silva dan Thomas Lemar sebagai sepasang nomor 10 yang beroperasi di sekitar halfspace dan sayap, di leg kedua ini, Jardim memilih menempatkan Djibril Sidibe di gelandang kanan. Dengan memainkan Sidibe di kanan (pos nomor 7), Monaco hanya \u201cmemainkan\u201d satu nomor 10, yaitu Silva, karena Sidibe sendiri lebih banyak beroperasi di koridor sayap. Karakter bermain dan peran kedua pemain Monaco ini membuat tim &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4630,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[1008,281,129,102,122,155],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Juventus memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang menggunakan pola 4-4-2, formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Juventus memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang menggunakan pola 4-4-2, formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-10T07:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-15T17:46:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"421\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/\",\"name\":\"Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-10T07:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-15T17:46:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Juventus memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang menggunakan pola 4-4-2, formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg\",\"width\":594,\"height\":421,\"caption\":\"Dani Alves (tengah) menjadi salah satu pemain penting Juventus dalam merebut penguasaan bola.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves | Football Tribe Indonesia","description":"Juventus memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang menggunakan pola 4-4-2, formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves | Football Tribe Indonesia","og_description":"Juventus memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang menggunakan pola 4-4-2, formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-10T07:00:26+00:00","article_modified_time":"2017-05-15T17:46:25+00:00","og_image":[{"width":594,"height":421,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/","name":"Juventus 2-1 Monaco: Perihal Superioritas Dani Alves | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg","datePublished":"2017-05-10T07:00:26+00:00","dateModified":"2017-05-15T17:46:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Juventus memainkan bentuk dasar 3-4-3 atau 4-4-2 menghadapi Monaco yang menggunakan pola 4-4-2, formasi dasar pakem mereka selama era Leonardo Jardim.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/analisis-juventus-2-1-monaco\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/681031716.jpg","width":594,"height":421,"caption":"Dani Alves (tengah) menjadi salah satu pemain penting Juventus dalam merebut penguasaan bola."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4625"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}