{"id":4609,"date":"2017-05-10T13:42:05","date_gmt":"2017-05-10T06:42:05","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4609"},"modified":"2017-05-10T06:53:54","modified_gmt":"2017-05-09T23:53:54","slug":"mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/","title":{"rendered":"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger"},"content":{"rendered":"<p>Begitu membuat perubahan, banyak suporter Arsenal yang terperanjat. Maklum, setelah banyak melewati hasil buruk, tragis, tangis, dan nestapa, Arsene Wenger dipandang terlalu lambat membuat perubahan. Melawan Middlesbrough, Wenger bermain dengan tiga bek dalam skema 3-4-3 atau 3-4-2-1. Tulisan ini mengajak Anda mencicipi sedikit hasil racikan manajer asal Prancis tersebut.<\/p>\n<p>Beberapa malam yang lalu, sahabat sekaligus guru saya, <em>coach<\/em> Noval Aziz berseloroh bahwa meski sudah bermain dengan tiga bek, Arsenal masih sama saja. Masih sama saja bermasalah dengan okupansi ruang, jarak pemain yang tidak terjaga, lini tengah yang berlubang, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Meski beberapa kali menang dengan skema ini, Arsenal belum menunjukkan perubahan. Mengubah skema itu mudah, namun implementasinya bukan perkara gampang. Melawan Tottenham Hotspur dan Manchester United, terlihat masih banyak aspek yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki, baik untuk sisa musim 2016\/2017 atau untuk musim depan, jika Wenger masih akan meneruskan kariernya bersama Arsenal.<\/p>\n<p>Melawan Spurs dan United, Wenger menurunkan dua komposisi pemain yang berbeda.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4610 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"839\" height=\"588\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.jpg 839w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-768x538.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-800x561.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-321x225.jpg 321w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-542x380.jpg 542w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-560x392.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 839px) 100vw, 839px\" \/><\/p>\n<p>Melawan Spurs, cukup sering Arsenal menekan lawan dari depan, terutama ketika Hugo Lloris menerima bola. Tiga pemain terdepan, Alexis Sanchez, Olivier Giroud, dan Mesut Ozil akan menempati tiga koridor lapangan. Alexis banyak menempatkan diri di <em>halfspace<\/em> kiri, Giroud di sentral, dan Ozil di <em>halfspace <\/em>kanan.<\/p>\n<p>Tujuan upaya ini sebenarnya baik. Sayang, tidak didukung sistem <em>pressing<\/em> yang ideal. Spurs, terutama Lloris, dapat dengan mudah \u201cmelewatkan\u201d bola di antara tiga pemain Arsenal tadi. Kenapa mudah? Karena Aaron Ramsey dan Granit Xhaka tak menyediakan diri mendukung pergerakan ketiga pemain yang menekan.<\/p>\n<p>Pun menyalahkan keduanya tidak sepenuhnya benar. Untuk menekan lawan dari depan, sebuah tim harus bergerak bersamaan, saling mendukung dan mengurangi opsi lawan untuk mengumpan bola.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Soal kemampuan Arsenal melakukan <em>pressing<\/em>, terutama dengan sistem 3-4-2-1 masih perlu dipertajam. Bergerak sebagai sebuah tim adalah keharusan. Karena bukan hanya soal menekan lawan saja, bergerak secara tim berkaitan dengan kemampuan tim melakukan banyak hal. Mulai dari bertahan, melakukan jebakan <em>offside<\/em>, hingga upaya membongkar pertahanan lawan yang bertahan cukup dalam. Perhatikan grafis di bawah:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4611 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2.png\" alt=\"\" width=\"854\" height=\"482\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2.png 854w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2-768x433.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2-800x452.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2-350x198.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2-673x380.png 673w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-2-560x316.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 854px) 100vw, 854px\" \/><\/p>\n<p>Lima pemain Arsenal berupaya mencegah Spurs melakukan progresi dari tengah. Ketika Jan Vertonghen membawa bola, Giroud mendekat dan (berupaya) menutup jalur umpan kepada Eric Dier.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ramsey membayangi Victor Wanyama supaya Spurs tak memanfaatkan dirinya sebagai opsi. Di sisi kanan, Ozil menutup jalur umpan ke bek kiri yang ditempati Ben Davies. Bentuk ini sudah ideal untuk memaksa Vertonghen memainkan bola lambung ke depan atau ke sisi lapangan. Seharusnya begitu.<\/p>\n<p>Namun perhatikan gerakan Ramsey yang berusaha \u201cmembaca\u201d arah umpan Vertonghen. Bek asal Belgia tersebut memang bisa men-<em>chip<\/em> bola melewati kepala Ozil karena jarak keduanya cukup jauh. Gelagat ini yang memengaruhi Ramsey untuk bergerak sedikit ke kanan.<\/p>\n<p>Gerakan tersebut tak disia-siakan Vertonghen untuk mengoper bola kepada Wanyama. Ketika sudah keluar dari posisinya, Ramsey kesulitan untuk kembali menekan Wanyama, yang dengan cerdik menggunakan badannya untuk menutup bola.<\/p>\n<p>Mampu berprogresi dari tengah, Spurs mendapatkan banyak keuntungan sepanjang laga. Dua poros Arsenal dalam 3-4-2-1, Xhaka dan Ramsey, sering kesulitan mengamankan area tengah yang terlalu luas. Kedua bek sayap, Alex Oxlade-Chamberlain dan Kieran Gibbs tak selalu bisa bermain <em>narrow<\/em> untuk menambah jumlah pemain di tengah. Keduanya tampak selalu kerepotan meladeni Christian Eriksen di kiri dan Son Heung-min di kanan, ditambah dua bek sayap Spurs yang rajin membantu serangan.<\/p>\n<p>Pemosisian diri Xhaka dan Ramsey juga tak selalu ideal. Ramsey sering melibatkan diri dalam usaha Arsenal menekan lawan di daerah sendiri. Tapi, jika lawan berhasil melewatkan bola dari <em>pressing<\/em> ini, Xhaka akan \u201csendirian\u201d di area <em>#8<\/em>. Lawan, yang berhasil melewati keduanya, akan langsung berhadapan dengan bek (tengah) Arsenal. Sebuah situasi yang berbahaya.<\/p>\n<p>Maka ketika dijamu Spurs, saya berseloroh bahwa jika lawan mampu mem-<em>bypass<\/em> usaha <em>pressing<\/em> Ramsey, Arsenal hanya bisa \u201cbersandar\u201d kepada Tuhan supaya tidak kebobolan.<\/p>\n<p>Untuk alasan ini juga, Arsenal bisa bermain \u201ccukup baik\u201d ketika melawan Manchester City. Karena harus bertahan cukup dalam, jarak antarlini menjadi lebih dekat. Dua poros di tengah tidak mudah terbuka. Kasus serupa juga terjadi ketika menjamu Manchester United, di mana Arsenal bermain dengan garis pertahan yang cukup tinggi. kerapatan terjaga dan Arsenal tidak mudah ditembus dari tengah.<\/p>\n<p>Jika lawan bermain seperti Tottenham, di mana tidak terlalu dalam ketika bertahan dan tidak terlalu tinggi ketika menyerang, Arsenal kesulitan menjaga jarak antarlini dalam rentang yang ideal. Padahal, banyak tim besar, terutama di Eropa, dengan sistem yang lebih matang, yang bermain seperti Spurs.<\/p>\n<p>Selain soal <em>pressing<\/em> dan kerapatan antarlini, Arsenal juga kesulitan ketika progresi menyerang. Melawan Middlesbrough dan Stoke City, sistem ini masih belum berfungsi dengan sempurna. Mulai dari okupansi ruang, hingga eksekusi bola mati perlu perbaikan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Melawan United, setidaknya ada dua masalah yang perlu dibenahi ketika Arsenal mencoba masuk ke sepertiga akhir. Pertama, tidak adanya konektor yang berada atau masuk di celah antarlini United.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4612 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2.png\" alt=\"\" width=\"853\" height=\"482\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2.png 853w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2-768x434.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2-800x452.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2-350x198.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2-672x380.png 672w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-2-560x316.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 853px) 100vw, 853px\" \/><\/p>\n<p>Perhatikan grafis di atas. Sebelum Mesut Ozil mengirim umpan ke sisi lapangan yang lain, ada dua pemain Arsenal yang berdiri sejajar. Idealnya, salah satu dari Ramsey atau Xhaka masuk ke lokasi yang diberi tanda X. Tujuannya, ia bisa menjadi konektor.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4614 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/0.png\" alt=\"\" width=\"419\" height=\"291\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/0.png 419w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/0-324x225.png 324w\" sizes=\"auto, (max-width: 419px) 100vw, 419px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika Ramsey atau Xhaka masuk ke zona 5 (lihat gambar di atas), daerah di depan kotak penalti, Arsenal akan mendapatkan akses mengantarkan bola kepada Welbeck. Pun, salah satu dari keduanya punya kesempatan untuk membidik gawang. Keberadaan konektor juga akan memaksa salah satu dari Ander Herrera atau Michael Carrick untuk turun lebih dalam. Arsenal akan mendapatkan ruang yang semakin luas.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Tidak adanya konektor juga membuat siapa saja yang berusaha masuk ke kotak penalti menjadi terisolasi. Inilah permasalahan yang kedua ketika Arsenal menyerang. United bertahan sangat dalam, sehingga agak sulit untuk memaksakan umpan terobosan ke dalam kotak penalti.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4615 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2.png\" alt=\"\" width=\"855\" height=\"479\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2.png 855w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2-768x430.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2-800x448.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2-350x196.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2-678x380.png 678w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/4-2-560x314.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 855px) 100vw, 855px\" \/><\/p>\n<p>Ada dua kesempatan di mana Ramsey bisa masuk ke kotak penalti. Satu kesempatan berbuah tembakan ke arah gawang yang bisa ditahan De Gea, satunya ketika ia mendapatkan momen untuk <em>cut back<\/em>. Dua situasi tersebut tercipta ketika ada konekor yang bermain di sekitar depan kotak penalti. Dalam momen tersebut adalah Alexis Sanchez.<\/p>\n<p>Ia menyediakan diri di sekitar depan kotak penalti United. Mau tak mau, lawan akan mendekati Alexis, pemain yang mampu menahan bola atau melepaskan umpan berbahaya. Oleh sebab itu, ruang Alexis harus dibatasi. Pancingan seperti inilah yang akan disediakan konektor. Ramsey dan Danny Welbeck, meski menghadapi tiga bek lawan, akan mendapatkan ruang yang dipicu keberadaan konektor tersebut.<\/p>\n<p>Bagaimana jika sudah ada konektor, namun tak dimanfaatkan? Perhatikan pergerakan dan keputusan Ramsey berikut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4616 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00.png\" alt=\"\" width=\"853\" height=\"484\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00.png 853w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00-768x436.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00-800x454.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00-350x199.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00-670x380.png 670w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/00-560x318.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 853px) 100vw, 853px\" \/><\/p>\n<p>Sepanjang melawan United, Ramsey berkali-kali membuat pergerakan vertikal-diagonal yang bagus. Ia pandai menemukan ruang dan mengeksploitasinya. Namun, terkadang, pengambilan keputusannya tak terlalu bijak.<\/p>\n<p>Contohnya adalah grafis di atas. Ketika ia mendapatkan umpan terobosan dari Ozil, Ramsey \u201cdikepung\u201d dua pemain United. Situasi ini sangat ideal untuk Arsenal, <strong>APABILA<\/strong> Ramsey langsung memberikan bola dengan sekali sentuh kepada Xhaka. Jika langsung mengumpan kepada Xhaka, Ramsey akan mendapatkan momentum, dan sekali lagi, ruang, untuk dieksploitasi dengan berlari diagonal seperti yang ditunjukkan tanda panah.<\/p>\n<p>Namun, Ramsey justru menahan bola sekian detik. Waktu yang sempit sudah cukup bagi dua pemain United untuk merebut bola dari kaki pemain Wales tersebut. Sebuah kesempatan membongkar <em>deep block<\/em> lawan terbuang percuma.<\/p>\n<p>Ketiadaan konektor bisa disebabkan oleh Wenger yang tak memberikan instruksi secara detail. Selama ini, Arsenal terlalu terlanjur dikenal sebagai tim yang \u201ccair\u201d ketika menyerang. Padahal, tak selalu cara tersebut berhasil, secara spesifik, ketika menghadapi lawan dengan sistem bertahan dan sistem <em>pressing<\/em> yang bagus.<\/p>\n<p>Selain itu, pengambilan keputusan yang tepat menjadi pekerjaan rumah bagi para pemain. Hal ini sangat fundamental mengingat struktur Arsenal tak selalu bagus, atau kalau boleh dibilang jarang bagus.<\/p>\n<p>Nah, penjelasan sederhana terkait cara bertahan dan menyerang Arsenal dalam skema 3-4-2-1 di atas masih jauh dari detail. Masih dibutuhkan beberapa bahan untuk membuat racikan <em>chef<\/em> Arsene Wenger terasa lebih sedap. Sedikit garam, gula, dan lada mungkin bisa membuat perbedaan.<\/p>\n<p>Tapi Anda harus selalu ingat, kuncinya, jika tak mampu bergerak sebagai tim, skema apa pun yang digunakan Wenger hanya cocok untuk lawan tertentu, padahal kita berbicara jangka panjang, ketika <em>endurance<\/em> sebuah tim diuji dan kemampuan pelatih mengaplikasikan sebuah sistem menjadi kunci.<\/p>\n<p><em>#COYG<\/em><\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begitu membuat perubahan, banyak suporter Arsenal yang terperanjat. Maklum, setelah banyak melewati hasil buruk, tragis, tangis, dan nestapa, Arsene Wenger dipandang terlalu lambat membuat perubahan. Melawan Middlesbrough, Wenger bermain dengan tiga bek dalam skema 3-4-3 atau 3-4-2-1. Tulisan ini mengajak Anda mencicipi sedikit hasil racikan manajer asal Prancis tersebut. Beberapa malam yang lalu, sahabat sekaligus guru saya, coach Noval Aziz berseloroh bahwa meski sudah bermain dengan tiga bek, Arsenal masih sama saja. Masih sama saja bermasalah dengan okupansi ruang, jarak pemain yang tidak terjaga, lini tengah yang berlubang, dan lain sebagainya. Meski beberapa kali menang dengan skema ini, Arsenal belum menunjukkan perubahan. Mengubah skema itu mudah, namun implementasinya bukan perkara &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4617,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[120,381,286,129,122],"class_list":["post-4609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-arsenal","tag-arsene-wenger","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-10T06:42:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Wenger.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger\",\"datePublished\":\"2017-05-10T06:42:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/\"},\"wordCount\":1325,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Wenger.jpg\",\"keywords\":[\"Arsenal\",\"Arsene Wenger\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/\",\"name\":\"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Wenger.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-10T06:42:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/10\\\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Wenger.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Wenger.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Arsene Wenger.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia","description":"Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia","og_description":"Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-10T06:42:05+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Wenger.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger","datePublished":"2017-05-10T06:42:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/"},"wordCount":1325,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Wenger.jpg","keywords":["Arsenal","Arsene Wenger","English Premier League","Featured","Slider"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/","name":"Mencicipi Skema 3-4-2-1 Racikan Arsene Wenger | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Wenger.jpg","datePublished":"2017-05-10T06:42:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Tulisan sederhana ini tidak akan menjelaskan secara detail skema 3-4-2-1 ala Wenger. Namun akan fokus ke masalah dasar yang bisa segera diperbaiki.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/10\/mencicipi-skema-3-4-2-1-arsene-wenger\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Wenger.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Wenger.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Arsene Wenger."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}