{"id":4547,"date":"2017-05-08T15:00:52","date_gmt":"2017-05-08T08:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4547"},"modified":"2017-05-08T13:25:19","modified_gmt":"2017-05-08T06:25:19","slug":"kombinasi-kegilaan-nelson-vivas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/","title":{"rendered":"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas"},"content":{"rendered":"<p>Posisikan diri Anda sebagai seorang pelatih sepak bola yang baru saja diusir wasit dari <em>bench<\/em>. Apa yang akan Anda lakukan? Langsung menuju tribun, protes keras, atau menendang botol minuman terdekat? Bagi pelatih Estudiantes de la Plata, Nelson Vivas, jawabannya lebih dari itu.<\/p>\n<p>Di tengah laga Divisi Primera Argentina kontra pemuncak klasemen, Boca Juniors, akhir pekan ini (6\/5), protes keras Vivas membuat wasit memberikan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.<\/p>\n<p>Bukannya langsung meninggalkan lapangan, pria berusia 47 tahun itu melakukan aksi yang bakal dikenang seumur hidupnya: Merobek kemeja putihnya ala pahlawan super Hulk, mempertontonkan otot serta tato di punggungnya, dan akhirnya menuju lorong stadion sambil melontarkan kata makian.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=QmZhbuTf__4\">http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=QmZhbuTf__4<\/a><\/p>\n<p>Sontak, aksi Vivas membuat seantero jagat sepak bola merasa heran sekaligus terkejut. Bagaimana bisa seorang pelatih yang mestinya bisa jadi contoh malah meledak sedemikian rupa sampai merobek pakaian yang dikenakannya? Namun, bagi yang sudah mengenal sosoknya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru.<\/p>\n<p>Sepanjang kariernya baik sebagai pemain maupun pelatih, nama Nelson Vivas tak lepas dari agresivitas dan kekerasan. Hal ini tak lepas dari obsesi besarnya terhadap sepak bola, serupa dengan dua gurunya, Marcelo Bielsa dan Diego Simeone.<\/p>\n<h3><strong>Kegilaan yang menular<\/strong><\/h3>\n<p>Gaya meledak-ledak Vivas di lapangan sedikit banyak hasil pengalamannya ditangani pelatih sekaliber Bielsa di timnas Argentina, medio 1998 sampai 2003 lalu. Beberapa dari kita mungkin tahu gaya kepelatihan serta kepribadian tak lazim sang guru di mana pun dia berkarier.<\/p>\n<p>Saat melatih Newell\u2019s Old Boys, Bielsa sukses mempersembahkan trofi Divisi Primera Argentina pada kurun 1990\/1991. Sayangnya kekalahan telak dari San Lorenzo di Copa Libertadores membuat rumahnya jadi sasaran demonstrasi suporter Newell\u2019s. Tanpa pikir panjang, Bielsa membuka pintu sambil memegang sebuah granat! Dia mengancam bakal meledakkannya andai kerumunan suporter tak segera bubar.<\/p>\n<p>Rupanya perilaku pelatih berjuluk El Loco atau Si Gila itu cukup memengaruhi Vivas terkait hubungannya dengan suporter. Pada 2013 silam, eks Arsenal dan Internazionale Milan itu sempat merasakan pengalaman pahit ketika melatih klub profesional pertamanya saat jadi pemain, Quilmes.<\/p>\n<p>Sejak awal laga, sosok kelahiran Granadero Baigorria itu memang beberapa kali meminta seorang suporter untuk turun dari tribun. Ketika peluit panjang dibunyikan wasit, Vivas yang berdiri di depan bangku cadangan tak dinyana langsung berlari ke tribun dan memukul habis sang suporter. Dia akhirnya dilerai oleh aparat keamanan dan tragisnya, langsung dipecat oleh presiden klub meski baru sebentar dipercaya melatih.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=IM5FM0Rq09Y\">http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=IM5FM0Rq09Y<\/a><\/p>\n<p>Meski demikian, ada satu hal positif yang diteruskan Vivas dari Bielsa, yakni kegemaran dalam menganalisa permainan lawan. Seperti diketahui, Bielsa dikenal sebagai pelatih yang terobsesi dengan persiapan sempurna, salah satunya lewat rekaman video laga. Bahkan demi persiapan sempurna, dia pernah meminta lapangan latihan dibuat jadi basah karena mendengar ramalan cuaca bahwa pertandingan bakal digelar dalam kondisi hujan.<\/p>\n<p>Obsesi ini pula yang membuat Vivas diminta jadi asisten Diego Simeone kala melatih Estudiantes musim 2006\/2007. Ketika itu dirinya berada pada titik terendah kehidupan setelah tiga tahun pensiun. Keputusannya tak lepas dari sebuah gambar keluarga yang dibuat anaknya, tapi tanpa kehadirannya. Vivas sempat kembali dari masa pensiun meski hanya sebentar, mengingat aksi tamparannya kepada rekan setim setelah tak diterima di-<em>nutmeg <\/em>saat sesi latihan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Gila + gila: Trofi<\/strong><\/h3>\n<p>Vivas yang pernah setim dengan Simeone di timnas Argentina pada ajang Piala Dunia 1998 dan Copa America 1999, sukses membantu Estudiantes meraih gelar liga pertama dalam 23 tahun terakhir. Sayangnya, keengganan meninggalkan anak perempuannya yang masih kecil, ditambah dengan perceraian, membuatnya berpisah dengan Simeone yang menerima pinangan klub Italia, Catania, Januari 2011.<\/p>\n<p>Meski demikian, Vivas dan Simeone masih sosok yang sama: Kerap menunjukkan kegilaannya di sisi lapangan. Contoh teranyar saat Vivas menarik kemejanya sampai robek memang belum pernah dilakukan Simeone, tetapi kartu merah bukanlah hal asing bagi keduanya.<\/p>\n<p>El Cholo, sapaan Simeone, pernah dikartu merah wasit saat dianggap sengaja melempar bola ke dalam lapangan saat laga berlangsung. Belum lagi saat <em>entrenador<\/em> Atletico Madrid itu dengan usil mendorong perangkat pertandingan. Tak hanya sekali, melainkan dua kali saat memegang kepala hakim garis saat laga derbi kontra Real Madrid tahun 2014 atau menekan dada wasit keempat di partai Liga Champions melawan Bayern Muenchen musim lalu.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Diego Simeone sent off - pats linesman on the head | Atletico Madrid vs Real Madrid | Super Cup 2014\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/zm7XBkJZabo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Belajar dari pengalaman bersama Simeone, Vivas akhirnya mendapat kesempatan kedua sebagai pelatih utama, yakni ketika diminta melatih tim cadangan Estudiantes. Musim ini, presiden klub, Juan Sebastian Veron, menunjuknya sebagai pelatih tim utama. Kesuksesan akhirnya datang.<\/p>\n<p>Vivas berhasil mendongkrak posisi Estudiantes ke papan atas dan meraih tiket Copa Libertadores. Pemain yang sempat membela dua rival terbesar Argentina, Boca dan River Plate, itu juga mengantarkan klub berjuluk Los Pincharratas atau Si Penikam Tikus tersebut mencatatkan lebih dari 20 laga tak terkalahkan.<\/p>\n<h3><strong>Agresif sejak awal<\/strong><\/h3>\n<p>Sayangnya, kegilaan Vivas kumat tatkala merobek kemejanya akhir pekan lalu. Meski demikian, sikap meledak-ledak memang tak bisa lepas dari <em>curriculum vitae<\/em>-nya. Saat berkarier di Arsenal, Vivas memang tak terlalu menonjol. Namun, dia sempat mendapat julukan fenomenal: Si Mesin Penendang, oleh Freddie Ljungberg.<\/p>\n<p>Tiga tahun di Arsenal, termasuk semusim dipinjamkan ke Celta Vigo, Vivas hijrah ke Internazionale Milano. Di awal kepindahannya, nuansa canggung terjadi ketika <em>fullback<\/em> kanan ini bersua dua rekan setim anyar yang pernah dikasarinya saat membela timnas Argentina: Ronaldo dan Alvaro Recoba. Perasaan aneh juga dialaminya saat tiba-tiba berada satu lift dengan korbannya di masa lampau: Rivaldo.<\/p>\n<p>Saat itu Vivas ternyata tinggal satu gedung dengan Rivaldo yang tengah memperkuat AC Milan. Bahkan, anaknya sempat kerap bermain dengan buah hati bintang timnas Brasil tersebut. Padahal berselang beberapa tahun, Rivaldo sempat nyaris jadi sasaran bogem mentah Vivas.<\/p>\n<p>Hingga kini, insiden yang terlihat sekilas seperti pemukulan pada Rivaldo diakuinya masih jadi perdebatan di jalanan. Namun jika masih ada yang coba meragukan kesaksiannya, Vivas sangat siap untuk menghajarnya bahkan di depan publik sekalipun. Si Gila akhirnya menemukan penerusnya.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Posisikan diri Anda sebagai seorang pelatih sepak bola yang baru saja diusir wasit dari bench. Apa yang akan Anda lakukan? Langsung menuju tribun, protes keras, atau menendang botol minuman terdekat? Bagi pelatih Estudiantes de la Plata, Nelson Vivas, jawabannya lebih dari itu. Di tengah laga Divisi Primera Argentina kontra pemuncak klasemen, Boca Juniors, akhir pekan ini (6\/5), protes keras Vivas membuat wasit memberikan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan. Bukannya langsung meninggalkan lapangan, pria berusia 47 tahun itu melakukan aksi yang bakal dikenang seumur hidupnya: Merobek kemeja putihnya ala pahlawan super Hulk, mempertontonkan otot serta tato di punggungnya, dan akhirnya menuju lorong stadion sambil melontarkan kata makian. Sontak, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4548,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[81,79],"tags":[995,993,129,994,122],"class_list":["post-4547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-amerika-latin","category-dunia","tag-diego-simeone","tag-estudiantes","tag-featured","tag-nelson-vivas","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada laga Divisi Primera Argentina kontra Boca Juniors (6\/5), protes keras Vivas membuahkan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada laga Divisi Primera Argentina kontra Boca Juniors (6\/5), protes keras Vivas membuahkan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-08T08:00:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/679780980.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"467\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas\",\"datePublished\":\"2017-05-08T08:00:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/\"},\"wordCount\":948,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/679780980.jpg\",\"keywords\":[\"Diego Simeone\",\"Estudiantes\",\"Featured\",\"Nelson Vivas\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Amerika Latin\",\"Dunia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/\",\"name\":\"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/679780980.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-08T08:00:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pada laga Divisi Primera Argentina kontra Boca Juniors (6\\\/5), protes keras Vivas membuahkan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/08\\\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/679780980.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/679780980.jpg\",\"width\":594,\"height\":467,\"caption\":\"Nelson Vivas\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas | Football Tribe Indonesia","description":"Pada laga Divisi Primera Argentina kontra Boca Juniors (6\/5), protes keras Vivas membuahkan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pada laga Divisi Primera Argentina kontra Boca Juniors (6\/5), protes keras Vivas membuahkan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-08T08:00:52+00:00","og_image":[{"width":594,"height":467,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/679780980.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas","datePublished":"2017-05-08T08:00:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/"},"wordCount":948,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/679780980.jpg","keywords":["Diego Simeone","Estudiantes","Featured","Nelson Vivas","Slider"],"articleSection":["Amerika Latin","Dunia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/","name":"Kombinasi Kegilaan Bielsa dan Simeone Pada Diri Nelson Vivas | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/679780980.jpg","datePublished":"2017-05-08T08:00:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pada laga Divisi Primera Argentina kontra Boca Juniors (6\/5), protes keras Vivas membuahkan kartu merah dan memaksanya terusir dari bangku cadangan.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/08\/kombinasi-kegilaan-nelson-vivas\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/679780980.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/679780980.jpg","width":594,"height":467,"caption":"Nelson Vivas"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}