{"id":45311,"date":"2020-01-06T14:19:57","date_gmt":"2020-01-06T07:19:57","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=45311"},"modified":"2020-01-06T14:27:53","modified_gmt":"2020-01-06T07:27:53","slug":"nestapa-klub-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/","title":{"rendered":"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukurannya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula di dunia sepak bola. Klub-klub kecil selalu menjadi santapan bagi klub raksasa. Tidak hanya melulu soal hasil pertandingan, namun juga mengenai perpindahan pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh yang paling nyata dan tak terbantahkan tentu &#8216;kasus&#8217; AS Monaco. Superioritas AS Monaco bermula ketika Leonardo Jardim (sang pelatih) harus memutar otak agar kebijakan transfer klubnya tak melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Niatnya mengisi komposisi AS Monaco dengan pemain-pemain bintang, justru Jardim mau tak mau kudu memanfaatkan para pemain muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jardim menerapkan formasi 4-4-2. Saat AS Monaco menyerang, formasi berubah menjadi 2-4-4, di mana <em>full-back<\/em> Benjamin Mendy dan Djibril Sidibe turut membantu serangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peran gelandang bertahan, Fabinho, sangat krusial dalam skema Jardim. Ketika Sidibe membantu serangan, Fabinho akan bertransformasi menjadi bek kanan. Begitu pula ketika Mendy <em>overlap<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/29\/fabinho-rekrutan-liverpool\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fabinho, Rekrutan Liverpool yang Datang tanpa Banyak Drama dan Rumor<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">AS Monaco membangun serangan dari bawah. Artinya, Fabinho kerap turun agar bek tengah dan kiper dapat menyalurkan bola.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-14161\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Fabinho.png\" alt=\"Fabinho laris di jendela transfer\" width=\"720\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Fabinho.png 720w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Fabinho-350x196.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Fabinho-677x380.png 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Fabinho-560x314.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali saat Fabinho mendapatkan bola, sudah ada empat pemain yang menusuk ke sentral pertahanan lawan, yakni Bernardo Silva, Kylian Mbappe, Radamel Falcao, Thomas Lemar bahkan Mendy dan Sidibe sudah dalam posisi siap di kanan-kiri pertahanan lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, Fabinho mempunyai empat hingga enam jalur umpan ke area lawan. Sepak bola aktraktif sekaligus menyerang ini menghasilkan rataan 2,8 gol per pertandingan dan 13,9 tembakan per laga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tangan Jardim, Monaco berubah jadi monster yang menakutkan kala itu. Tim sekelas Manchester City dan Borussia Dortmund menjadi korban keganasan AS Monaco di fase gugur <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/liga-champions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Liga Champions<\/strong><\/a> 2016\/2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melalui musim 2016\/2017 yang hebat dan indah, pemain-pemain AS Monaco dipreteli klub-klub raksasa Eropa. Gelontoran gaji selangit dan peluang mendapatkan trofi bergengsi menjadi lebih lebar, menjadi rayuan yang sulit ditolak dari klub raksasa. Pihak AS Monaco tentu tak bisa menahan ambisi pemainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lima pemain yang rajin mengisi <em>starting line-up<\/em> AS Monaco dirampok sejumlah klub. Valere Germain dibeli Marseille, Tiemoue Bakayoko dibajak Chelsea, Bernardo Silva dan Benjamin Mendy terbang ke Manchester City, sementara pemain muda AS Monaco yang paling menonjol, Kylian Mbappe, dipinjam Paris Saint-Germain dengan mahar 40 juta paun, dan dipermanenkan satu musim setelahnya dengan harga fantastis, 166 juta paun!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Monaco ibarat zebra yang dicabik-cabik kawanan harimau yang haus akan daging dan darah segar. Tak terbayangkan betapa sakitnya menjadi <em>fans<\/em> AS Monaco saat itu. Tanpa pilar-pilar andalan, AS Monaco harus rela bertengger di peringkat 2 Ligue 1 musim 2017\/2018.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/27\/monaco-mengalami-krisis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kehilangan Pemain-Pemain Kunci, Pantaskah Menyebut Monaco Mengalami Krisis?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus yang sama juga dialami Southampton. Klub Britania Raya itu memiliki musim yang mengesankan di bawah arahan nakhoda Mauricio Pochettino. Kala itu, Southampton berani menerapkan sepak bola menyerang dengan formasi 4-2-3-1. Hal ini sangat jarang dilakukan oleh klub sepak bola level menengah ke bawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola menyerang yang diterapkan Pochettino ini yang membuat total operan Southampton meningkat drastis sebanyak 7.151 kali dari total operan musim sebelumnya, yakni 6.360. Selain itu, Southampton tidak terlalu mengandalkan umpan silang seperti musim sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada musim 2013\/2014, Pochettino menginstruksikan anak asuhnya lebih sabar dan bermain umpan-umpan pendek untuk mengecoh lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuahkan penguasaan bola Soton tertinggi di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/liga-primer-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Liga Primer Inggris<\/strong><\/a> dengan 58,6 persen. Bahkan melebihi Manchester City dengan 56,9 persen <em>ball possession<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya didapat ketika mempermalukan Liverpool di Anfield dengan gol semata wayang Dejan Lovren. Performa Southampton cukup mengesankan, yang diakhiri dengan finis di posisi 8.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gayung bersambut, musim manis Southampton berujung setumpuk tawaran transfer pemain, yang berdatangan ke meja manajemen klub. Keinginan para pemain Soton yang ingin mencicipi turnamen Eropa membuat klub tak kuasa menahannya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/20\/sebelas-mantan-pemain-southampton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Southampton yang Mampu Juarai Liga Primer Inggris Andai Mempertahankan Sebelas Pemain Ini<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klub paling vokal tentunya Liverpool. Sempat dikalahkan Southampton, <i>The Reds <\/i>memboyong tiga pemain sekaligus. Adam Lallana, Ricky Lambert, dan Dejan Lovren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ada Luke Shaw yang dibeli Manchester United dan Calum Chambers ke Arsenal. Kesuksesan <i>The Saints <\/i>layaknya kanker yang menggrogoti tubuh klub.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika itu sedang ada perubahan hierarki manajemen di tubuh Southampton. Melihat peluang itu, Tottenham akhirnya menunjuk Pochettino sebagai pelatih <em>The Lilywhites<\/em> dengan durasi kontrak lima tahun. Southampton pun babak belur.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_45312\" aria-describedby=\"caption-attachment-45312\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-45312\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1191140275-800x534.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"534\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1191140275-800x534.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1191140275-400x267.jpg 400w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1191140275-250x167.jpg 250w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1191140275-130x87.jpg 130w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1191140275-560x374.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45312\" class=\"wp-caption-text\">James Maddison terus dikaitkan dengan MU. Kredit: Getty Images<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Berpeluang digondol klub besar<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat dobrakan RB Leipzig di Bundesliga maupun Liga Champions, rasanya berpotensi masuk dalam radar mangsa klub-klub raksasa. Kebijakan klub untuk merekrut pemain di bawah 24 tahun, memaksa takdir RB Leipzig berada di pundak anak-anak muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permainan Leipzig tentunya dipengaruhi kepala olahraga dan pengembangan Red Bull, Ralf Rangnick. Pria 68 tahun itu menginginkan pemainnya merebut bola dari lawan secepat mungkin, dan langsung mencetak gol tanpa buang-buang waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepada <em>The Guardian<\/em>, Rangnick mengatakan, \u201cPeluang terbaik untuk memenangkan kembali bola adalah dalam waktu delapan detik dari kehilangannya, dan sebagian besar gol dicetak dalam waktu 10 detik setelah mendapatkan kembali bola itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat bertahan, RB Leipzig mengandalkan sepak bola reaktif. Artinya ketika lawan memulai serangan dari bawah, para pemain Leipzig tidak melakukan <em>pressing<\/em> dan hanya menutup jalur operan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ketika bola sudah berada di area tengah lapangan, pemain RB Leipzig melakukan <em>pressing<\/em> tinggi. Dua hingga tiga pemain akan menekan langsung pemain lawan yang menguasai bola.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/20\/patrik-schick-bangkit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Patrik Schick, Gladiator yang Bangkit di Tanah Sachsen<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking keras kepalanya dengan taktik ini, manajemen RB Leipzig juga &#8216;pilih-pilih&#8217; ketika merekrut pemain. Bukan persoalan nama besar atau pemain mana yang sedang <em>on fire<\/em>, Leipzig hanya mengincar pemain-pemain yang cocok dengan skema.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya, RB Leipzig menelurkan pemain-pemain papan atas seperti <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/27\/timo-werner-calon-100-juta-euro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Timo Werner<\/strong><\/a>, Emil Forsberg, Dayot Upamecano, Yussuf Poulsen, Ibrahima Konate, Marcel Sabitzer, dan Konrad Leimer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, ada Leicester City. Klub berjuluk <em>The Foxes<\/em> itu (ketika artikel ini ditulis) berada di peringkat kedua liga domestik dengan 45 poin dari 21 pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kunci performa apik Leicester ada pada pertahanan yang kokoh. Brendan Rodgers menerapkan formasi 4-1-4-1. Empat bek dan satu gelandang bertahan menerapkan pola <em>pressing<\/em> <em>man-to-man<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika diserang, gelandang bertahan Wilfred Ndidi, bek Caglar Soyuncu, <em>full-back<\/em> Ben Chilwell dan Ricardo Pereira, akan menempel satu per satu lawan yang berada di area pertahanan. Sementara bek Jonny Evans akan menunggu di jantung pertahanan. Empat gelandang Leicester turut mengganggu jalur operan lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Leicester hanya kebobolan 19 gol dari 21 pertandingan. <i>The Foxes <\/i>berada di peringkat kedua untuk urusan jumlah kebobolan terminim di liga, hanya kalah dari Liverpool dengan jumlah 14 gol. Pemain yang paling menonjol tentu trio pemain belakang, yakni Ben Chilwell, Caglar Soyuncu, dan Wilfred Ndidi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manchester City secara terbuka mengincar Soyuncu dan Chilwell, sementara Arsenal berniat membeli Ndidi. Lalu ada pangeran Leicester, James Maddison, yang dari awal musim 2019\/2020 terus diburu Manchester United.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/24\/james-maddison-ke-leicester-city\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">James Maddison, Bintang Timnas U-21 Inggris Rekrutan Baru Leicester City<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klub-klub menengah ini nampaknya perlu banyak belajar dari kasus AS Monaco dan Southampton. Solusinya adalah manajemen klub kudu buru-buru memagari para pemainnya dengan kontrak baru dan harga rilis yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p>Dengan demikian, klub bisa mendapat keuntungan berkali-kali lipat dari hasil penjualan pemain. Dana tersebut bisa diputar untuk membina pemain muda, yang di kemudian hari juga akan dilepas lagi ke klub besar, dengan harga selangit.<\/p>\n<p>Memang, &#8220;rantai makanan&#8221; di sepak bola ini mirip dengan rantai makanan di hutan belantara. Siapa yang lebih kuat, dia yang berkuasa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah jurnalis yang menggilai sepak bola sejak 2005. Biasa berbagi pikiran di akun twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/isalmaward\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@isalmaward<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJndEpEVlhyVSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukurannya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan. Begitu pula di dunia sepak bola. Klub-klub kecil selalu menjadi santapan bagi klub raksasa. Tidak hanya melulu soal hasil pertandingan, namun juga mengenai perpindahan pemain. Contoh yang paling nyata dan tak terbantahkan tentu &#8216;kasus&#8217; AS Monaco. Superioritas AS Monaco bermula ketika Leonardo Jardim (sang pelatih) harus memutar otak agar kebijakan transfer klubnya tak melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Niatnya mengisi komposisi AS Monaco dengan pemain-pemain bintang, justru Jardim mau tak mau kudu memanfaatkan para pemain muda. Jardim menerapkan formasi 4-4-2. Saat &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":23439,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[281,1158,1119,159,158,122,311,598],"class_list":["post-45311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-as-monaco","tag-bursa-transfer","tag-jendela-transfer","tag-leicester-city","tag-rb-leipzig","tag-slider","tag-southampton","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukuranya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukuranya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-06T07:19:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-01-06T07:27:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Ex-Southampton-1200px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa\",\"datePublished\":\"2020-01-06T07:19:57+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-06T07:27:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/\"},\"wordCount\":1201,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Ex-Southampton-1200px.jpg\",\"keywords\":[\"AS Monaco\",\"Bursa Transfer\",\"Jendela Transfer\",\"Leicester City\",\"RB Leipzig\",\"Slider\",\"Southampton\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/\",\"name\":\"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Ex-Southampton-1200px.jpg\",\"datePublished\":\"2020-01-06T07:19:57+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-06T07:27:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukuranya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Ex-Southampton-1200px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Ex-Southampton-1200px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"eks pemain Southampton\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/06\\\/nestapa-klub-kecil\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa | Football Tribe Indonesia","description":"Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukuranya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukuranya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-01-06T07:19:57+00:00","article_modified_time":"2020-01-06T07:27:53+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Ex-Southampton-1200px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa","datePublished":"2020-01-06T07:19:57+00:00","dateModified":"2020-01-06T07:27:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/"},"wordCount":1201,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Ex-Southampton-1200px.jpg","keywords":["AS Monaco","Bursa Transfer","Jendela Transfer","Leicester City","RB Leipzig","Slider","Southampton","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/","name":"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Ex-Southampton-1200px.jpg","datePublished":"2020-01-06T07:19:57+00:00","dateModified":"2020-01-06T07:27:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dalam dunia binatang, umumnya hewan yang ukuranya kecil akan dimangsa oleh hewan yang berukuran lebih besar. Hewan-hewan mini ini tak ayal menjadi fase awal dalam siklus rantai makanan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Ex-Southampton-1200px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Ex-Southampton-1200px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"eks pemain Southampton"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/06\/nestapa-klub-kecil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nestapa Klub Kecil yang Sering Dimangsa Klub Raksasa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45311"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45315,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45311\/revisions\/45315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}