{"id":45241,"date":"2020-01-02T14:54:35","date_gmt":"2020-01-02T07:54:35","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=45241"},"modified":"2020-01-02T15:02:11","modified_gmt":"2020-01-02T08:02:11","slug":"jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/","title":{"rendered":"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.<\/span><\/p>\n<p>Contohnya, para legenda lapangan hijau yang tergabung di tim ini, 11 pemain plus tujuh cadangan yang saya pilih, berisi legenda-legenda yang memiliki spesialisasi khusus dalam cara bermainnya. Bahkan ada yang unik juga, karena keistimewaannya bertolak belakang dengan posisi bermainnya.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tim ini memakai formasi dasar 1-3-3-2-1. Formasi yang \u201cterpaksa\u201d diambil, mengingat pemain yang dipilih cukup sulit merepresentasikan formasi tertentu.<\/span><\/p>\n<p>Siapa saja mereka? Mari kita lihat bersama di\u00a0<em>slideshow\u00a0<\/em>berikut.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/01\/koleksi-bek-sayap-everton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Everton dan Koleksi Bek Sayap Berkualitas<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n        <\/div>\n        <div id=\"tribe-slideshow-wrap-45242\" data-id=\"45242\"\n             class=\"slideshow slideshow_id_45242\">\n            <div class=\"tribe-slideshow\" id=\"slideshow45242\">\n                                <div class=\"swiper-wrapper\">\n                                                <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-52870278-800x532.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Kiper: Jos\u00e9 Luis Chilavert<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya populer karena eksekusi penalti dan tendangan bebasnya yang mematikan. Padahal, posisinya kiper. Ia pernah menjadi kiper terproduktif sebelum dipatahkan Rog\u00e9rio Ceni. Namun, Chilavert masih tercatat sebagai kiper dengan gol terbanyak di tim nasional. Ia juga masih menjadi kiper satu-satunya yang pernah mencetak <em>hat-trick<\/em>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Foto: Getty Images<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/11-beckenbauer-1200px-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Libero: Franz Beckenbauer<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dialah salah satu bek dengan kemampuan menyerang yang baik, juga dianggap sebagai pemain yang memopulerkan posisi libero. Kepiawaiannya berbuah beragam trofi, seperti Piala Eropa 1972, Piala Dunia 1974, trigelar Piala Champions 1973-1976, serta Piala Winners 1966\/1967. Itu belum termasuk gelar-gelar liga dan piala domestik bersama Bayern Muenchen, Hamburg SV, dan New York Cosmos.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1115486-800x532.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Belakang kanan: Ronald Koeman<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai bek, raihan gol Koeman sangat banyak. Tendangan bebas dan penaltinya begitu mematikan. Ia masih memegang rekor pencetak 25 gol penalti secara beruntun. Gelar juara Liga Champions pertama Barcelona didapat dari tendangan bebasnya, dan gelar internasional satu-satunya Belanda pada Piala Eropa 1988 juga menjadi bukti kehebatannya.<\/span><\/p>\n<p>Foto: Getty Images<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-1147977387-800x516.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Belakang tengah: Daniel Passarella<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia pernah menjadi bek tersubur sebelum Koeman memecahkan rekornya. Dengan tinggi badan 173 cm. kecakapan dalam tendangan bebas dan penalti tergambar jelas dari 134 golnya dalam 451 pertandingan. Passarella pernah menjuarai Piala Dunia 1978 sebagai kapten.<\/span><\/p>\n<p>Foto: Getty Images<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-104404241-800x557.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Belakang kiri: Giacinto Facchetti<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Giacinto Facchetti (dua dari kanan) tergolong produktif untuk posisi bek sayap dengan sistem empat bek. Padahal di era Facchetti, skema <em>catenaccio<\/em> mulai berkembang di Italia.\u00a0 Trofi Piala Eropa pernah ia genggam bersama <em>Gli Azzurri<\/em>, dan beragam gelar sempat dicicipi di Internazionale Milano.<\/span><\/p>\n<p>Foto: Getty Images<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/David-Beckham-1200x674px-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Tengah kanan: David Beckham<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beckham menjadi contoh pesepak bola yang berjaya di dalam dan luar lapangan. Gelimang trofi mendekat selama berkarier di berbagai klub, dengan pesona tendangan bebas dan umpan silang yang akurat. Di luar lapangan, Beckham menikmati guyuran pundi-pundi uang dari hasil membintangi iklan dan film.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Makelele-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Tengah: Claudio Makelele\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makelele menjadi pemain yang namanya menjadi acuan posisi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Makelele Role<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang mengacu pada gaya bermainnya. Makelele bermain dengan sederhana. Tanpa perlu banyak melakukan tekel atau adu badan, ia mampu memutus serangan lawan sekaligus mengawali serangan timnya. Dengan demikian, Makalele menjadi pelindung pertama pertahanan, dan pendukung serangan dari belakang.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2020\/01\/GettyImages-84124423-800x517.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Tengah kiri: Rory Delap\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya sangat identik dengan spesialisasi lemparan ke dalam. <em>Throw-in<\/em>-nya mampu mencapai jarak jauh dengan akurasi tinggi, juga disebut lebih baik dari umpan sepak pojok atau tendangan bebas. Beberapa tim bahkan menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Delap saat melakukan spesialisasinya.<\/span><\/p>\n<p>Foto: Getty Images<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Garrincha.png\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Depan kanan: Garrincha<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor serangan tim nasional Brasil dekade 1960-1970 ini memiliki bentuk kaki yang tak biasa. Kaki kanan berputar ke dalam, sedangkan kaki kiri berputar ke luar. Tapi, kondisi itu justru menjadi berkah tersendiri. Kemampuan menggiring bolanya dianggap salah satu terbaik yang pernah ada. Ia menjadi aktor utama bersama Pele saat menjuarai dua Piala Dunia untuk Brasil.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Johan-Cruyff-web-800x478.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Depan kiri: Johan Cruyff<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff lebih dari sekadar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cruyff Turn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia menjadi contoh pesepak bola dengan kesempurnaan hakiki. Cruyff sangat menekankan pentingnya ruang dalam permainan sepak, bola, termasuk pentingnya bola terus mengalir. Di <em>Totaal Voetbal<\/em>, Cruyff tak memiliki posisi yang pasti. Sering kali ia mengawali pertandingan sebagai penyerang, lalu turun ke bawah untuk mengatur permainan.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/9-Inzaghi-1200x674-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><b>Depan tengah: Filippo Inzaghi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikenal mudah jatuh, tak bisa menggiring atau mengumpan dengan akurat, tapi penempatan posisi dan naluri golnya luar biasa. Kemampuan istimewa lainnya adalah melepaskan diri dari jebakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offside<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Berulang kali gol tercipta saat Inzaghi lepas tipis dari jebakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> offside<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tim lawan. Barang kali VAR akan menjadi lawan utama Inzaghi, jika sudah eksis ketika ia masih bermain.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Ceni-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Pemain lainnya<\/strong><\/h3>\n<p><b>Rog\u00e9rio Ceni:\u00a0<\/b>Kiper yang jago eksekusi bola mati.<\/p>\n<p><b>Graham Alexander:\u00a0<\/b>Bek kanan dengan produktivitas gol tinggi.<\/p>\n<p><b>Roberto Carlos:<\/b> Bek kiri dengan ciri khas di tendangan bebasnya.<\/p>\n<p><b>Bobby Charlton:<\/b> Konsisten dan cukup produktif untuk ukuran gelandang.<\/p>\n<p><b>Matt Le Tissier<\/b><strong>:\u00a0<\/strong>Dikenal pemalas, tapi visinya brilian. Memegang rekor 35 penalti sukses dari 36 eksekusi.<\/p>\n<p><b>Juan Rom\u00e1n Riquelme:\u00a0<\/b>Gelandang lain dengan visi brilian. Disebut sebagai \"pemain nomor 10 terakhir\" di muka bumi.<\/p>\n<p><b>Oliver Bierhoff:\u00a0<\/b>Penyerang yang sumber golnya sangat banyak dari sundulan.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                            <\/div>\n                <div class=\"row\">\n                    <div class=\"col-lg-5 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-button-prev\">\n                        <span class=\"fas fa-chevron-left\"\n                              aria-hidden=\"true\"><\/span>\n                        <\/div>\n                    <\/div>\n                    <div class=\"col-lg-2 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-pagination\"><\/div>\n                    <\/div>\n                    <div class=\"col-lg-5 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-button-next\">\n                        <span class=\"fas fa-chevron-right\"\n                              aria-hidden=\"true\"><\/span>\n                        <\/div>\n                    <\/div>\n                <\/div>\n            <\/div>\n        <\/div>\n        <div class=\"text-content\">\n        \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola. Contohnya, para legenda lapangan hijau yang tergabung di tim ini, 11 pemain plus tujuh cadangan yang saya pilih, berisi legenda-legenda yang memiliki spesialisasi khusus dalam cara bermainnya. Bahkan ada yang unik juga, karena keistimewaannya bertolak belakang dengan posisi bermainnya. Tim ini memakai formasi dasar 1-3-3-2-1. Formasi yang \u201cterpaksa\u201d diambil, mengingat pemain yang dipilih cukup sulit merepresentasikan formasi tertentu. Siapa saja mereka? Mari kita lihat bersama di\u00a0slideshow\u00a0berikut.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":25217,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[4055,4054,1214,1225,1833,1160,4053,705,4052,1027,928,4056,122,598],"class_list":["post-45241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-claude-makelele","tag-daniel-passarella","tag-david-beckham","tag-filippo-inzaghi","tag-franz-beckenbauer","tag-garrincha","tag-giacinto-facchetti","tag-johan-cruyff","tag-jose-luis-chilavert","tag-legenda","tag-ronald-koeman","tag-rory-delap","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-02T07:54:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-01-02T08:02:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus\",\"datePublished\":\"2020-01-02T07:54:35+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-02T08:02:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/\"},\"wordCount\":120,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg\",\"keywords\":[\"Claude Makelele\",\"Daniel Passarella\",\"David Beckham\",\"Filippo Inzaghi\",\"Franz Beckenbauer\",\"Garrincha\",\"Giacinto Facchetti\",\"Johan Cruyff\",\"Jose Luis Chilavert\",\"Legenda\",\"Ronald Koeman\",\"Rory Delap\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/\",\"name\":\"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg\",\"datePublished\":\"2020-01-02T07:54:35+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-02T08:02:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2020\\\/01\\\/02\\\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus | Football Tribe Indonesia","description":"Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus | Football Tribe Indonesia","og_description":"Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2020-01-02T07:54:35+00:00","article_modified_time":"2020-01-02T08:02:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus","datePublished":"2020-01-02T07:54:35+00:00","dateModified":"2020-01-02T08:02:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/"},"wordCount":120,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg","keywords":["Claude Makelele","Daniel Passarella","David Beckham","Filippo Inzaghi","Franz Beckenbauer","Garrincha","Giacinto Facchetti","Johan Cruyff","Jose Luis Chilavert","Legenda","Ronald Koeman","Rory Delap","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/","name":"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg","datePublished":"2020-01-02T07:54:35+00:00","dateModified":"2020-01-02T08:02:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Menurut Johan Cruyff, sepak bola itu sederhana tapi memainkannya yang tidak. Oleh sebab itu, muncul beberapa pemain yang memiliki spesialisasi khusus, agar bisa bertahan di rumitnya sistem permainan sepak bola.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Juan-Roman-Riquelme-When-pause-becomes-an-art-form.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2020\/01\/02\/jika-satu-tim-berisi-legenda-dengan-spesialisasi-khusus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jika Satu Tim Berisi Legenda dengan Spesialisasi Khusus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45241"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45249,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45241\/revisions\/45249"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}