{"id":4505,"date":"2017-05-07T12:00:14","date_gmt":"2017-05-07T05:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4505"},"modified":"2017-05-07T15:44:18","modified_gmt":"2017-05-07T08:44:18","slug":"7-orang-kiri-di-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/","title":{"rendered":"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p>Sosialisme dan berbagai variannya telah tersimpan dalam arsip sejarah sebagai pihak yang kalah. Sempat menjadi pandu bagi banyak negara untuk menantang imperialisme bangsa Barat, ideologi ini rontok di akhir dekade 1980-an. Robohnya Tembok Berlin dan Peristiwa Lapangan Tiananmen secara simbolis menegaskan hal itu.<\/p>\n<p>Meski begitu, demokrasi neoliberal kian hari kian dirasa begitu berperan dalam menciptakan ketimpangan sosial ekstrem. Warga dunia kini akrab dengan istilah \u201c<em>the one percent<\/em>\u201d yang ditujukan kepada para elite yang mencengkeram lebih dari separuh kekayaan dunia.<\/p>\n<p>Sebagai ideologi, sosialisme identik dengan istilah \u201ckiri\u201d yang mengacu pada sekelompok orang di parlemen Prancis era revolusi. Sosiolog Amerika Serikat, Erik Olin Wright, mengatakan bahwa meski sosialisme telah sirna dari agenda historis, gagasan untuk menantang logika eksploitatif dari kapitalisme tetaplah ada (<a href=\"https:\/\/www.goodreads.com\/book\/show\/1279712.Approaches_to_Class_Analysis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">2007<\/a>).<\/p>\n<p>Kondisi terkini ternyata melebihi perkataan Wright lewat kemunculan Podemos di Spanyol, Jeremy Corbyn di Inggris, demam Bernie Sanders di Amerika Serikatk, juga Syriza di Yunani.<\/p>\n<p>Sepak bola adalah olahraga yang erat dengan identitas negara-bangsa. Di Indonesia sendiri, sepak bola pernah menjadi wahana resistensi kultural terhadap pemerintah kolonial. Pun demikian dengan yang terjadi di skala global. Kemarin, 5 Mei, adalah hari lahir Karl Marx. Dia merupakan sosok utama yang mesti ditengok kala membicarakan ideologi kiri.<\/p>\n<p>Meski di Indonesia gagasan-gagasan Marx diajarkan di tingkat universitas (terutama fakultas ilmu sosial dan ilmu politik), tragedi 1965 membuat apa-apa yang berbau kiri dipandang secara ironis. Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4506\" aria-describedby=\"caption-attachment-4506\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4506 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Jean-Paul-Sartre.jpg\" alt=\"Jean-Paul Sartre\" width=\"500\" height=\"334\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Jean-Paul-Sartre.jpg 500w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Jean-Paul-Sartre-337x225.jpg 337w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4506\" class=\"wp-caption-text\">Jean-Paul Sartre. Kredit: Big Other<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Jean-Paul Sartre (Prancis)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebelum Slavoj Zizek, sepertinya tidak ada filsuf lain yang memiliki popularitas sebesar Sartre. Ia begitu dikenal sebagai filsuf aliran eksistensialisme yang digandrungi di Eropa pada dekade 1960-an. Kekasih Simone de Beauvoir ini selain menulis teks-teks filsafat juga memroduksi karya-karya fiksi.<\/p>\n<p>Meski pernah dikritik keras oleh Edward Said karena kebungkamannya terkait penderitaan rakyat Palestina, Sartre menjadi salah satu tokoh terdepan dalam mengecam penjajahan Prancis di Aljazair. Namanya besar di saat Revolusi 1968 meledak.<\/p>\n<p>Fakta yang tidak banyak orang tahu, Sartre pernah menjadi pelatih sepak bola klub Stade Saint-German. Dalam <em>Sepak Bola Seribu Tafsir <\/em>(<a href=\"https:\/\/www.goodreads.com\/book\/show\/23171235-sepakbola-seribu-tafsir\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">2014<\/a>), Edward Kennedy menyebut dialah yang pertama kali memelopori taktik <em>false nine <\/em>lewat formasi 4-4-1-0. Sartre, yang lekat dengan rokok pipa\u00a0itu, berkata:<\/p>\n<p>\u201cKetiadaan seorang penyerang biar bagaimana pun sama efektifnya dengan keberadaannya. Ketiadaannya akan menghantui lapangan dan juga lawan tanding. Lagipula, dia tidak akan pernah terjebak <em>offside<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Bingung, bukan? Meski mengawali karier sebagai Marxis, eksistensialisme banyak dikritik karena mengagung-agungkan individualitas, selain juga begitu condong pada metafisika (padahal dalam karyanya, Sartre menolak metafisika). Hal ini juga tercermin kala Sartre menukangi Stade Saint-German. Ia bersikeras bahwa sepak bola sebaiknya tidak dipandang sebagai usaha kolektif.<\/p>\n<p>Apapun itu, terkait sepak bola Sartre pernah menulis kata-kata yang begitu khidmat:<\/p>\n<p>\u201cSetiap orang dapat merasa sendirian di alam semesta nirmakna, tapi butuh kemampuan hakiki bagi seseorang untuk dapat sendirian di area penalti.\u201d<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_4507\" aria-describedby=\"caption-attachment-4507\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4507 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Ahmed-Ben-Bella.jpg\" alt=\"Ahmed Ben Bella\" width=\"640\" height=\"392\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Ahmed-Ben-Bella.jpg 640w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Ahmed-Ben-Bella-350x214.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Ahmed-Ben-Bella-620x380.jpg 620w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Ahmed-Ben-Bella-560x343.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4507\" class=\"wp-caption-text\">Ahmed Ben Bella. Kredit: Al Arabiya<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Ahmed Ben Bella (Aljazair)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lahir pada 25 Desember 1916, Ben Bella adalah proklamator kemerdekaan Aljazair. Ia menjadi presiden pertama negara itu selama 1963-1965.<\/p>\n<p>Sebagai seorang sosialis, Ben Bella akrab dengan penindasan. Ia sempat menjadi sukarelawan bagi militer Prancis dan ditempatkan di Marseille. Di kota itulah bakat sepak bolanya diendus klub Olympique de Marseille. Namun ia hanya bermain selama setahun untuk Les Olympiens meski pihak klub menawarkannya kontrak profesional.<\/p>\n<p>Dalam sebuah wawancara di tahun 1981, ia berkata, \u201cSaya diupah dengan jumlah yang lumayan. Percayalah, saya memiliki masa depan cerah. Saya bermain sebagai <em>centre-half<\/em> untuk Olympique de Marseille dan ditawari kontrak.\u201d<\/p>\n<p>Alasan Ben Bella membela militer Prancis adalah agar negaranya memperoleh kemerdekaan. Banyak pemuda Aljazair yang menjadi tentara Prancis di Perang Dunia II. Namun setelah Prancis dapat menumbangkan Nazi Jerman, kolonialisasi tetap terjadi di bumi Aljazair. Hal inilah yang memicunya untuk berkecimpung di Front de Liberation Nationale (FLN) dan kelak menjadi pemimpinnya.<\/p>\n<p>Ben Bella paham bahwa sepak bola dapat berkonsolidasi dengan politik. Ia menyetujui saran Mohamed Boumezrag untuk mendirikan FLN XI, kesebelasan yang terdiri dari pemain-pemain Aljazair, yang memiliki misi untuk menggaungkan kemerdekaan Aljazair. Sebagaimana kesebelasan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/rohingya-fc-dan-perjuangan-untuk-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rohingnya FC<\/a>, FLN XI bertanding untuk menggalang dukungan internasional.<\/p>\n<p>Selain untuk Marseille, Ben Bella juga pernah membela klub asal negaranya, IRB Maghnia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4508\" aria-describedby=\"caption-attachment-4508\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4508 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Oleguer-Presas.jpg\" alt=\"Oleguer Presas\" width=\"594\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Oleguer-Presas.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Oleguer-Presas-336x225.jpg 336w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Oleguer-Presas-567x380.jpg 567w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Oleguer-Presas-560x375.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4508\" class=\"wp-caption-text\">Oleguer Presas (kiri).<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Oleguer Presas (Catalunya)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hidup adalah pilihan dan jalan perjuangan, sering kali merupakan jalan yang sunyi. Hal demikian berlaku bagi Oleguer. Dengan kapasitasnya sebagai figur publik, Oleguer memanfaatkannya guna menyuarakan kemerdekaan Catalan. Klub yang ia bela, Barcelona, memang dikenal sebagai simbol resistensi terhadap monarki di Madrid.<\/p>\n<p>Sikap blak-blakannya ini juga membuat dirinya kehilangan sponsor pribadi. Kelme memutus kontrak setelah Oleguer menerbitkan tulisan yang mengkritik pemerintah Spanyol. Selain itu tindakannya ini juga dikritik oleh Frank Rijkaard (pelatih Barcelona saat itu) dan presiden klub, Joan Laporta.<\/p>\n<p>Pemain yang menyandang gelar sarjana ekonomi ini pun kemudian banyak dibenci penggemar sepak bola Spanyol. Ia bahkan memilih untuk membela timnas Catalunya, padahal ia bisa saja mengisi skuat timnas Spanyol. Ketika rekan-rekannya pulang-pergi ke tempat latihan menggunakan mobil-mobil mewah, Oleguer memilih untuk menaiki sepeda. Di kemudian hari ia mengganti sepeda dengan mobil van butut berwarna perak.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_4510\" aria-describedby=\"caption-attachment-4510\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4510 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cristiano-Lucarelli-2.jpg\" alt=\"Cristiano Lucarelli\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cristiano-Lucarelli-2.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cristiano-Lucarelli-2-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cristiano-Lucarelli-2-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cristiano-Lucarelli-2-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4510\" class=\"wp-caption-text\">Cristiano Lucarelli.<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Cristiano Lucarelli<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u201cBeberapa pemain bola menghamburkan satu miliar guna membeli Ferrari atau <em>yacht<\/em> mewah; dengan uang sebanyak itu saya menggunakannya untuk membeli kaus Livorno. Begitulah.\u201d<\/p>\n<p>Lucarelli menjadi yang paling menonjol karena ia membela tim yang begitu identik dengan komunisme Italia. Ia menyadarinya dan memang menjadi pemeluk komunisme yang taat. Penyerang yang pernah menjadi <em>capocannoniere <\/em>musim 2004\/2005 ini selalu merayakan gol dengan selebrasi dua tangan terkepal (<em>a dual clinch fist<\/em>), yang merupakan gerakan khas kaum kiri.<\/p>\n<p>Selain itu, ia juga mengenakan kostum bernomor punggung 99, yang ia dedikasikan untuk Brigata Autonome Livornesi (BAL), <em>ultras<\/em> Livorno yang berdiri pada 1999. BAL sendiri aktif menyuarakan slogan-slogan berbau kiri dan resistensi di dalam lapangan. Hal ini membuat mereka kerap berbenturan dengan ultras-ultras yang berafiliasi dengan politik sayap kanan seperti Lazio atau Verona. Selain di nomor punggung, nama Livorno ia abadikan sebagai tato di lengan kirinya.<\/p>\n<p>Sikapnya ini telah ia lakukan sejak muda. Di tahun 1997, saat membela timnas Italia U-21, ia merayakan gol dengan menunjukkan kaos bagian dalam yang bergambar Che Guevara. Ia memang begitu mengidolai pahlawan pembebasan Amerika Latin tersebut. Tahun 2005, ia bahkan menemui Aleida Guevara, untuk membicarakan kemungkinan mengadakan pertandingan persahabatan di Kuba.<\/p>\n<p>Setelah pensiun, Lucarelli kin menjadi pelatih klub Lega Pro, Pistoiese.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4511\" aria-describedby=\"caption-attachment-4511\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4511 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Diego-Maradona.jpg\" alt=\"Diego Maradona\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Diego-Maradona.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Diego-Maradona-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Diego-Maradona-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Diego-Maradona-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4511\" class=\"wp-caption-text\">Diego Maradona<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Diego Maradona (Argentina)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Si Santo kota Napoli boleh saja menghabiskan masa tua dengan hidup foya-foya. Tetapi Maradona tahu betul statusnya sebagai \u201csetengah dewa\u201d di dunia sepak bola, khususnya di Amerika Selatan.<\/p>\n<p>Maradona, yang tumbuh di keluarga miskin, tentu mengetahui penderitaan masyarakat Amerika Latin akibat campur tangan sang imperialis, Amerika Serikat. Nilai-nilai kiri yang ia anut membuatnya mudah bergaul dengan mendiang Fidel Castro. Selain itu Maradona juga pernah mendukung presiden Venezuela, Hugo Chavez, yang dikenal berani menentang Washington.<\/p>\n<p>Castro ia abadikan dalam bentuk tato di kaki kirinya, sementara di kaki kanan Maradona, terdapat kompatriot sang pemimpin Kuba, Che Guevara. Pada tahun 2005, ia melakukan aksi protes kepada George W. Bush yang sedang melakukan kunjungan ke Argentina. Bush adalah sosok yang paling bertanggung jawab dalam salah satu tragedi kemanusiaan terkeji, Perang Irak.<\/p>\n<p>\u201cSaya membenci seluruh hal yang berhubungan dengan Amerika Serikat. Saya membenci mereka dengan segenap tenaga,\u201d katanya seperti dikutip <em>Reuters <\/em>(19\/9\/2007).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_4512\" aria-describedby=\"caption-attachment-4512\" style=\"width: 656px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4512 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg\" alt=\"Valeriy Lobanovsky\" width=\"656\" height=\"369\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg 656w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky-350x197.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky-560x315.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 656px) 100vw, 656px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4512\" class=\"wp-caption-text\">Valeriy Lobanovsky. KRedit: UEFA<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Valeriy Lobanovsky (Ukraina)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lobonovsky adalah sosok legenda bagi sepak bola Eropa Timur. Selain Ukraina, ia juga banyak berjasa bagi Uni Soviet, sebelum akhirnya negara itu terpecah-pecah.<\/p>\n<p>Pelatih yang mangkat di tahun 2002 ini juga begitu berjasa bagi karier penyerang trengginas, Andriy Shevchenko. Sheva memang dilatih Lobonovsky, pertama di Dynamo Kiev, selanjutnya di timnas Ukraina.<\/p>\n<p>Franklin Foer (<a href=\"https:\/\/www.goodreads.com\/book\/show\/1379248.Memahami_Dunia_Lewat_Sepak_Bola\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">2004<\/a>) dengan baik menjabarkan karakteristik Lobonovsky, yang bersikeras bahwa taktiknya harus sejalan dengan Marxisme ilmiah:<\/p>\n<p>\u201cLebih dari seluruh negara manapun di dunia ini, Ukraina memiliki pendekatan idiosinkratik pada permainan bolanya. Orang di balik pendekatan ini adalah pelatih bernama Valeriy Lobanovsky, yang dulunya berprofesi sebagai tukang ledeng. Dengan menerapkan logika Marxisme ilmiah, ia percaya bahwa sepak bola dapat dikuasai dengan menguak dasar-dasar matematis permainan ini. Ia menciptakan sistem nilai numerik untuk menandai setiap \u201caksi\u201d dalam pertandingan.\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_4513\" aria-describedby=\"caption-attachment-4513\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4513 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Sebes-1024x680.jpg\" alt=\"Gusztav Sebes\" width=\"1024\" height=\"680\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4513\" class=\"wp-caption-text\">Gusztav Sebes. Kredit: Alchetron<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Gusztav Sebes<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebes adalah sosok jenius di balik kedigdayaan timnas Hungaria era 1950-an yang kerap dijuluki <em>The Mighty Magyars<\/em>. Tim yang dihuni Ferenc Puskas, Nandor Hidegkuti, Sandor Koscis, dan kolega, membuat Inggris terbelalak saat The Three Lions ditaklukkan Hungaria dengan skor 6-3.<\/p>\n<p>Kesebelasan yang diasuhnya ini kerap dinilai sebagai tim hebat pertama, jauh sebelum AC Milan-nya Arrigo Sachi, Ajax-nya Rinus Michels dan Johan Cruyff, atau Barcelona-nya Pep Guardiola. Meski tidak pernah menjuarai Piala Dunia, mereka sanggup merebut medali emas Olimpiade 1952 dan Kejuaraan Eropa Tengah (cikal bakal Piala Eropa) 1953.<\/p>\n<p>Selama enam tahun (1950-1956), Hungaria memainkan 50 laga dengan raupan 42 kemenangan, 6 kali seri, dan hanya kalah satu kali (dari Jerman Barat di final Piala Dunia 1954 yang masyhur dengan sebutan \u201c<em>The Miracle of Berne<\/em>\u201d).<\/p>\n<p>Strategi yang Sebes pakai merupakan pengembangan dari formasi WM (4-2-4) yang diciptakan pelatih legendaris Arsenal, Herbert Chapman. Yang berbeda, Sebes membiarkan para pemainnya untuk melakukan permutasi, tidak seperti strategi WM pada umumnya. Taktik Sebes ini kelak mengilhami <em>totaal voetbal<\/em>-nya Rinus Michels dua dekade selanjutnya.<\/p>\n<p>Sebes menyebut taktik ini: sepak bola sosialis.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Fajar Martha (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/fjrmrt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">fjrmrt<\/b><\/a>)<\/span><\/strong><br \/>\n<\/em><em>Esais dan narablog Arsenal FC di <a href=\"https:\/\/indocannon.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">indocannon.wordpress.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosialisme dan berbagai variannya telah tersimpan dalam arsip sejarah sebagai pihak yang kalah. Sempat menjadi pandu bagi banyak negara untuk menantang imperialisme bangsa Barat, ideologi ini rontok di akhir dekade 1980-an. Robohnya Tembok Berlin dan Peristiwa Lapangan Tiananmen secara simbolis menegaskan hal itu. Meski begitu, demokrasi neoliberal kian hari kian dirasa begitu berperan dalam menciptakan ketimpangan sosial ekstrem. Warga dunia kini akrab dengan istilah \u201cthe one percent\u201d yang ditujukan kepada para elite yang mencengkeram lebih dari separuh kekayaan dunia. Sebagai ideologi, sosialisme identik dengan istilah \u201ckiri\u201d yang mengacu pada sekelompok orang di parlemen Prancis era revolusi. Sosiolog Amerika Serikat, Erik Olin Wright, mengatakan bahwa meski sosialisme telah sirna dari agenda &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4512,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[129,224,122],"class_list":["post-4505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-lainnya","tag-featured","tag-sepak-bola","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola. Siapa sajakah mereka? Apa saja yang telah mereka lakukan?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola. Siapa sajakah mereka? Apa saja yang telah mereka lakukan?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-07T05:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-07T08:44:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"656\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"369\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola\",\"datePublished\":\"2017-05-07T05:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-07T08:44:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/\"},\"wordCount\":1534,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Valeriy-Lobanovsky.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Sepak Bola\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Dunia\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/\",\"name\":\"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Valeriy-Lobanovsky.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-07T05:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-07T08:44:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola. Siapa sajakah mereka? Apa saja yang telah mereka lakukan?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Valeriy-Lobanovsky.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Valeriy-Lobanovsky.jpg\",\"width\":656,\"height\":369,\"caption\":\"Valeriy Lobanovsky. Kredit: UEFA\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola. Siapa sajakah mereka? Apa saja yang telah mereka lakukan?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola. Siapa sajakah mereka? Apa saja yang telah mereka lakukan?","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-07T05:00:14+00:00","article_modified_time":"2017-05-07T08:44:18+00:00","og_image":[{"width":656,"height":369,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola","datePublished":"2017-05-07T05:00:14+00:00","dateModified":"2017-05-07T08:44:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/"},"wordCount":1534,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg","keywords":["Featured","Sepak Bola","Slider"],"articleSection":["Dunia","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/","name":"7 Orang \u201cKiri\u201d di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg","datePublished":"2017-05-07T05:00:14+00:00","dateModified":"2017-05-07T08:44:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berikut adalah para pemain atau tokoh kiri yang kebetulan bergelut di dunia sepak bola. Siapa sajakah mereka? Apa saja yang telah mereka lakukan?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/7-orang-kiri-di-sepak-bola\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Valeriy-Lobanovsky.jpg","width":656,"height":369,"caption":"Valeriy Lobanovsky. Kredit: UEFA"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}