{"id":4499,"date":"2017-05-07T10:00:49","date_gmt":"2017-05-07T03:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4499"},"modified":"2018-02-28T13:10:06","modified_gmt":"2018-02-28T06:10:06","slug":"melihat-miralem-pjanic-bekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/","title":{"rendered":"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja"},"content":{"rendered":"<p>Keberhasilan Massimiliano Allegri bereksperimen dengan formasi 4-2-3-1 dan 3-4-3 adalah perihal perubahan posisi dan peran pemain. Mario Mandzukic digeser ke sisi kiri, ke posisi yang biasa ditempati penyerang sayap. Penyerang asal Kroasia tersebut disebut sebagai <em>wide target man<\/em> dan sangat krusial, baik dalam progresi positif maupun negatif Juventus.<\/p>\n<p>Progresi positif, maksudnya adalah sebuah momen ketika sebuah tim menyerang. Ketika Juventus masih menguasai bola di pertahanannya sendiri dan memulai serangan, Mandzukic akan mengokupansi sisi kiri. Merusak jarak antara bek kanan dan bek tengah lawan. Tak jarang, Mandzukic akan turun ke belakang dan menyediakan diri sebagai pemantul.<\/p>\n<p>Ketika Juventus sampai di sepertiga akhir, Mandzukic akan masuk ke dalam kotak penalti menemani Gonzalo Higuain. Pergerakan diagonal dari sisi kiri menyulitkan lawan untuk mengawalnya. Sementara itu, ketika progresi negatif, atau ketika tim masuk dalam momen bertahan, penyerang berusia 30 tahun tersebut akan menjadi pemain pertama yang menekan lawan. Tujuannya, salah satunya, mencegah lawan memulai serangan dengan cepat.<\/p>\n<p>Nah, selain Mandzukic, ada satu nama lagi yang mampu beradaptasi dengan perubahan peran. Ia adalah Miralem Pjanic, mantan gelandang serang AS Roma yang menunjukkan perkembangan apik di bawah asuhan Allegri.<\/p>\n<p>Saat masih berseragam Roma, Pjanic banyak bermain lebih ke depan, dekat dengan penyerang tunggal. Oleh media-media, ia disebut sebagai <em>trequartista<\/em>. Pada awal bergabung bersama Juventus, bersama Sami Khedira, ia juga banyak bermain dekat dengan kotak penalti lawan. Tugas bertahannya tak terlalu kompleks.<\/p>\n<p>Namun, setelah kalah dari Fiorentina, Allegri mengubah pendekatannya. Mantan pelatih AC Milan tersebut mencoba skema 4-2-3-1 dengan Pjanic berduet bersama Khedira sebagai poros ganda. Perubahan ini sempat diragukan karena poros ganda tersebut dirasa tak cocok untuk Pjanic. Alasannya, pemain asal Bosnia tersebut harus terlibat lebih banyak dalam fase bertahan. Namun Allegri tetap mencobanya.<\/p>\n<p>Keberanian mencoba pendekatan baru dari Allegri membuah hasil yang diharapkan. Pun Pjanic membuktikan bahwa dirinya mampu beradaptasi dan mau belajar. Salah satu aspek yang terus diasah adalah kemampuan <em>positioning<\/em>, atau menempatkan diri di ruang yang tepat, baik untuk membantu progresi serangan Juventus, atau menutup jalur umpan lawan.<\/p>\n<p>Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua. Ia bisa menerima umpan dari kiper, dan mendistribusikan bola dengan baik. Hal ini dipengaruhi teknik mengumpan dari Pjanic yang memang sangat bagus, terutama akurasi dan daya jangkaunya.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Miralem Pjanic 2017 \u25cf Superb Goals, Skills &amp; Passes - 1080p60 HD\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/5QLu-Ha5XX4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dengan berposisi lebih rendah, Pjanic mendapatkan dua keuntungan. Pertama, ia mendapatkan lebih banyak waktu untuk memilih sasaran umpan. Kedua, ketika Leonardo Bonucci atau bek tengah lainnya ditekan pemain lawan, Juventus tetap mampu menghindari <em>pressing<\/em> lawan lewat Pjanic. Perhatikan grafis di bawah:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4500 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.png\" alt=\"\" width=\"423\" height=\"494\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1.png 423w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-193x225.png 193w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/1-325x380.png 325w\" sizes=\"auto, (max-width: 423px) 100vw, 423px\" \/><\/p>\n<p>Juventus melawan FC Porto kala itu dan Gianluigi Buffon berusaha mengawali serangan dari bawah. Jalur di depannya, ke arah Pjanic, ditutup oleh pemain Porto. Jadi, kiper yang dijuluki Superman tersebut memberikan bola kepada Bonucci. Ketika pemain lawan yang sebelumnya menutup jalur Buffon-Pjanic mencoba menekan Bonucci, Pjanic tinggal bergeser sedikit ke depan dan masuk dalam pandangan Bonucci.<\/p>\n<p>Jadi, Bonucci, yang ditekan dua pemain Porto, mendapatkan opsi untuk mengalirkan bola ke depan dan terbebas dari <em>pressing<\/em> lawan. Ruang di depan Pjanic sendiri cukup lebar dan memudahkan dirinya untuk membalikkan badan dan menginisiasi serangan Juventus. Perannya yang leluasa berubah dari posisi <em>#8<\/em> (gelandang tengah) menjadi <em>#6<\/em> (gelandang bertahan) memberikan Juventus banyak opsi.<\/p>\n<p>Perubahan ini mengingatkan Juventus akan pentingnya keberadaan Andrea Pirlo, terutama ketika progresi menyerang. Pun, teknik umpan Pjanic tak jauh berbeda dengan gelandang asal Italia tersebut. Kelebihan Pjanic ini juga membantu Khedira untuk menempati ruang yang lebih tinggi (sekitar lingkaran tengah) ketika Juventus memulai serangan dari bawah.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana dengan kerja bertahan Pjanic? Begini, pola pikir gelandang bertahan yang gahar dan hobi mengembat kaki lawan harus Anda singkirkan. Menjadi gelandang bertahan modern di depan bek adalah juga soal kepandaian menempati ruang tertentu. Bukan hanya untuk merebut bola, tapi yang jauh lebih penting, mencegah lawan memasuki daerah berbahaya di depan kotak penalti, atau disebut sebagai zona 5.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4501 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2.png\" alt=\"\" width=\"351\" height=\"522\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2.png 351w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-151x225.png 151w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/2-256x380.png 256w\" sizes=\"auto, (max-width: 351px) 100vw, 351px\" \/><\/p>\n<p>Louis van Gaal membagi lapangan sepak bola menjadi 18 zona. Zona 1 hingga 9 adalah daerah bertahan, dan zona 5 merupakan zona yang berbahaya jika sampai \u201cdikuasai\u201d lawan. Pjanic bertahan dengan mengokupansi zona ini dan membuat lawan kesulitan menemukan ruang tembak.<\/p>\n<p>Ditambah, bek tengah Juventus tak harus kerepotan berhadapan satu lawan satu dengan penyerang lawan. Mudahnya, Pjanic membuat lapis pertahanan Juventus \u201cterlihat tebal\u201d dan secara psikologis terlihat sulit ditembus.<\/p>\n<p>Selain penempatan diri yang baik, Pjanic juga diberkahi kemampuan membaca pertandingan. Ketika melawan Barcelona, keberadaan Pjanic sangat merepotkan bagi Andres Iniesta. Gelandang Spanyol tersebut kesulitan menemukan ruang yang cukup ideal untuk menerima umpan dari bawah. Pun jika Iniesta mampu menerima bola, Pjanic tidak akan jauh dari dirinya untuk membayangi atau melakukan <em>pressing<\/em> dengan cepat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4502 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3.png\" alt=\"\" width=\"961\" height=\"580\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3.png 961w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-768x464.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-800x483.png 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-350x211.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-630x380.png 630w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/3-560x338.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 961px) 100vw, 961px\" \/><\/p>\n<p>Lewat grafis yang saya peroleh dari <strong>@ryantank100<\/strong> di atas, kita bisa melihat antisipasi Pjanic untuk merespons umpan yang dilepaskan Sergi Roberto dan ditujukan kepada Iniesta. Sesaat ketika Sergi mengoper, Pjanci melakukan <em>onward press<\/em> atau menekan lawan yang berada di depannya. Tujuannya adalah ketika menerima umpan, Iniesta tidak akan mampu menemukan jalur umpan, baik kepada Ivan Rakitic atau Luis Suarez.<\/p>\n<p>Hanya dengan mendekati lawan, Pjanci sudah melakukan kerja bertahan yang kompleks. Mulai dari mencegah progresi positif lawan, menutup akses umpan, dan memaksa lawan mengembalikan bola ke belakang. Juventus tak akan kebobolan apabila lawan tak bisa mencapai daerah berbahaya, bukan?<\/p>\n<p>Melihat Pjanic bekerja adalah usaha Allegri yang patut diapresiasi. Ia, dengan jeli melihat potensi Pjanic, terutama dalam aspek membaca jalannya pertandingan. Jika pemain berusia 27 tahun tersebut bisa konsisten mempertahankan levelnya, atau bahkan semakin meningkat, bukan tak mungkin, Juventus akan mendapatkan <em>nuovo Andrea Pirlo<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Yamadipati Seno<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Koki <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/arsenalskitchen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">arsenalskitchen<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keberhasilan Massimiliano Allegri bereksperimen dengan formasi 4-2-3-1 dan 3-4-3 adalah perihal perubahan posisi dan peran pemain. Mario Mandzukic digeser ke sisi kiri, ke posisi yang biasa ditempati penyerang sayap. Penyerang asal Kroasia tersebut disebut sebagai wide target man dan sangat krusial, baik dalam progresi positif maupun negatif Juventus. Progresi positif, maksudnya adalah sebuah momen ketika sebuah tim menyerang. Ketika Juventus masih menguasai bola di pertahanannya sendiri dan memulai serangan, Mandzukic akan mengokupansi sisi kiri. Merusak jarak antara bek kanan dan bek tengah lawan. Tak jarang, Mandzukic akan turun ke belakang dan menyediakan diri sebagai pemantul. Ketika Juventus sampai di sepertiga akhir, Mandzukic akan masuk ke dalam kotak penalti menemani Gonzalo &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4503,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3000],"tags":[129,102,983,122],"class_list":["post-4499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-analisis","tag-featured","tag-juventus","tag-miralem-pjanic","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Miralem Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Miralem Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-07T03:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-28T06:10:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pjanic.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"395\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja\",\"datePublished\":\"2017-05-07T03:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-28T06:10:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/\"},\"wordCount\":907,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Pjanic.jpg\",\"keywords\":[\"Featured\",\"Juventus\",\"Miralem Pjanic\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Analisis\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/\",\"name\":\"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Pjanic.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-07T03:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-28T06:10:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Miralem Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/07\\\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Pjanic.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/Pjanic.jpg\",\"width\":594,\"height\":395,\"caption\":\"Miralem Pjanic\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja | Football Tribe Indonesia","description":"Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Miralem Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Miralem Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-07T03:00:49+00:00","article_modified_time":"2018-02-28T06:10:06+00:00","og_image":[{"width":594,"height":395,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pjanic.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja","datePublished":"2017-05-07T03:00:49+00:00","dateModified":"2018-02-28T06:10:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/"},"wordCount":907,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pjanic.jpg","keywords":["Featured","Juventus","Miralem Pjanic","Slider"],"articleSection":["Analisis"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/","name":"Profil Taktik: Melihat Miralem Pjanic Bekerja | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pjanic.jpg","datePublished":"2017-05-07T03:00:49+00:00","dateModified":"2018-02-28T06:10:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebagai gelandang yang berposisi lebih dalam dibandingkan Khedira, Miralem Pjanic memberikan banyak opsi progresi serangan bagi Si Nyonya Tua.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/07\/melihat-miralem-pjanic-bekerja\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pjanic.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Pjanic.jpg","width":594,"height":395,"caption":"Miralem Pjanic"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}