{"id":44844,"date":"2019-12-07T14:19:01","date_gmt":"2019-12-07T07:19:01","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=44844"},"modified":"2019-12-07T14:22:36","modified_gmt":"2019-12-07T07:22:36","slug":"dilema-suar-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/","title":{"rendered":"Dilema Suar di Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Flare<\/em>, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali kehadirannya digunakan untuk memeriahkan suasana sekaligus sebagai simbol dukungan suporter kepada tim kesayangan mereka. Ketika gol tercipta, atau menjelang akhir pertandingan yang berujung kemenangan terlebih dari rival tertentu, sering kali suar dinyalakan. Pun sebagai tekanan terhadap lawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga sebaliknya, suar bisa digunakan sebagai simbol protes atau ungkapan kekecewaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini di Jakarta, suar memerahkan tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno kala Persija Jakarta dan Jakmania berpesta. Malam itu seluruh penonton yang hadir merayakan hari jadi Macan Kemayoran ke-91 tahun. Suar dihadirkan sebagian suporter untuk memeriahkan pesta usai laga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan yang terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta akhir musim lalu. Suar yang membakar tribun diartikan sebagai protes suporter dengan hasil yang tidak sesuai harapan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/03\/serba-kedua-bali-united\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Serba Kedua di Gelar Juara Bali United<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suar memang seolah begitu akrab dengan sepak bola. Sayangnya, suar yang menghasilkan sebuah cahaya karena pembakaran logam magnesium, tidak sepenuhnya baik bahkan menyimpan bahaya. Suar itu sendiri semula digunakan sebagai sinyal ataupun sebuah kode, sebagai alat penerangan, atau sebagai perlengkapan dalam kemiliteran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki sifat tidak bisa padam walaupun disiram air dan mempunyai ketebalan asap yang sangat pekat, kepulan asap tersebut dapat dengan lama bertahan berputar-putar di udara dalam jangka waktu yang lama. Maka suar berguna untuk memberi sebuah tanda apabila terjadi hal-hal bersifat darurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di stadion, selain api yang sangat panas, asap pekat juga berbahaya untuk kesehatan penghirupnya. Juga bisa berakibat jarak pandang yang terbatas. Bahkan ada satu kejadian ketika suar merenggut nyawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal September 2017 lalu, usai laga persahabatan Indonesia melawan Fiji di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, seorang suporter di tribun timur tewas bersimbah darah, karena terbentur roket suar yang dilontarkan suporter lainnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/04\/dua-tahun-setelah-catur-yuliantono-meninggal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dua Tahun Setelah Catur Yuliantono Meninggal<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan segala bahayanya suar menjadi sesuatu yang coba dijauhkan dari sepak bola. Aturan-aturannya juga sudah ada. Mulai dari Kode Disiplin PSSI hingga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">FIFA Stadium Safety and Security Regulations<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mengaturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Pasal 70 ayat (1) Kode Disiplin PSSI, penggunaan suar dikategorikan sebagai tingkah laku buruk yang dilakukan oleh penonton. Untuk itu, klub baik ketika bermain kandang maupun tandang, harus bertanggung jawab. Tidak tanggung-tanggung, denda antara 50 juta hingga 100 juta mengancam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkah\u00a0 laku buruk\u00a0 yang dilakukan\u00a0 oleh penonton merupakan\u00a0 pelanggaran disiplin. Tingkah\u00a0 laku buruk penonton termasuk tetapi tidak terbatas pada; kekerasan kepada orang atau objek tertentu, penggunaan benda-benda yang mengandung api atau dapat mengakibatkan kebakaran (kembang api, petasan, bom asap (<em>smoke bomb<\/em>), suar (<em>flare<\/em>), dan sebagainya), penggunaan alat laser, pelemparan misil, menampilkan slogan yang bersifat menghina, berbau keagamaan\/religius atau terkait isu politis tertentu, dalam bentuk\u00a0 apapun (secara khusus dengan cara memasang bendera, spanduk, tulisan, atribut, koreo, atau sejenisnya selama pertandingan berlangsung), menggunakan kata-kata atau bunyi-bunyian yang menghina atau melecehkan atau memasuki lapangan permainan tanpa seizin perangkat pertandingan dan panitia pelaksana.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/04\/standar-prosedur-keamanan-di-stadion\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenal Standar Prosedur Keamanan di Stadion Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations, tentang suar dimuat Pasal 52 huruf C butir i. Secara jelas suar, kembang api, juga bentuk lainnya menjadi sesuatu yang dilarang.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;The stadium safety and security management team must adopt and enforce a clear policy prohibiting spectators from bringing flares, fireworks or other forms of pyrotechnics into the stadium. This should be clearly stated in the stadium code of conduct.&#8221;\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">demikian yang tertulis di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa, meski jelas dilarang, bahkan hukuman terus dijatuhkan, ada saja alasan untuk suar menyala di dalam stadion, terutama di Indonesia. Bahkan muncul ungkapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">flare is not crime an also flare not forbid, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">no flare no party<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar suar bukan suatu kriminal, tapi perlu ditekankan penyalaan suar dilarang di sepak bola dengan segala pertimbangannya. Selain mengganggu jalannya pertandingan, juga ada bahaya yang tersimpan.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJGOUhEbDZ4MSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup. Sering kali kehadirannya digunakan untuk memeriahkan suasana sekaligus sebagai simbol dukungan suporter kepada tim kesayangan mereka. Ketika gol tercipta, atau menjelang akhir pertandingan yang berujung kemenangan terlebih dari rival tertentu, sering kali suar dinyalakan. Pun sebagai tekanan terhadap lawan. Juga sebaliknya, suar bisa digunakan sebagai simbol protes atau ungkapan kekecewaan. Baru-baru ini di Jakarta, suar memerahkan tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno kala Persija Jakarta dan Jakmania berpesta. Malam itu seluruh penonton yang hadir merayakan hari jadi Macan Kemayoran ke-91 tahun. Suar dihadirkan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Dilema Suar di Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":42603,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003],"tags":[688,122,4028,687],"class_list":["post-44844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","tag-flare","tag-slider","tag-suar","tag-suporter"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dilema Suar di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dilema Suar di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-07T07:19:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-07T07:22:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Dilema Suar di Sepak Bola\",\"datePublished\":\"2019-12-07T07:19:01+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-07T07:22:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/\"},\"wordCount\":629,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"keywords\":[\"Flare\",\"Slider\",\"Suar\",\"Suporter\"],\"articleSection\":[\"Cerita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/\",\"name\":\"Dilema Suar di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"datePublished\":\"2019-12-07T07:19:01+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-07T07:22:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Suporter-Flare.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/12\\\/07\\\/dilema-suar-sepak-bola\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dilema Suar di Sepak Bola\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dilema Suar di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dilema Suar di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-12-07T07:19:01+00:00","article_modified_time":"2019-12-07T07:22:36+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Dilema Suar di Sepak Bola","datePublished":"2019-12-07T07:19:01+00:00","dateModified":"2019-12-07T07:22:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/"},"wordCount":629,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","keywords":["Flare","Slider","Suar","Suporter"],"articleSection":["Cerita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/","name":"Dilema Suar di Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","datePublished":"2019-12-07T07:19:01+00:00","dateModified":"2019-12-07T07:22:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Flare, suar, cerawat, atau apapun sebutannya, bagi sebagian suporter adalah hal yang menyenangkan. Ketika pijar merah dan asap tebal mengepul, dianggap membuat atmosfer pertandingan menjadi lebih hidup.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Suporter-Flare.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/12\/07\/dilema-suar-sepak-bola\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dilema Suar di Sepak Bola"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44844"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44847,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44844\/revisions\/44847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}