{"id":44683,"date":"2019-11-26T23:14:30","date_gmt":"2019-11-26T16:14:30","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=44683"},"modified":"2019-11-26T23:14:30","modified_gmt":"2019-11-26T16:14:30","slug":"messi-dan-argentina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/","title":{"rendered":"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri. Tuhan sepak bola adalah Diego (Maradona).\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga tahun 2017, sejumlah 275 ribu pengikut sudah terdaftar sebagai anggota jamaah Gereja Maradoniana. Tak main-main, di antara ratusan ribu pengikut itu, terdapat nama-nama tenar dari dunia si kulit bundar seperti Ronaldinho, Carlos Tevez, Lionel Messi, hingga mantan pemain timnas Inggris, Gary Lineker, dan eks pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendirian gereja dan penyematan gelar \u201cTuhan\u201d kepada El Diego adalah sebuah bentuk penghormatan dari rakyat Argentina setelah Maradona berhasil membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1986. Secara lebih spesifik lagi, ia disembah gara-gara aksinya pada laga perempat-final di turnamen tersebut, yang membuat kesal lawan sekaligus mengundang decak kagum banyak orang lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Albiceleste<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu Maradona mencetak satu gol menggunakan tangan. Ketika ditanya oleh media mengenai gol tersebut, ia menjawab: \u201cItu pasti tangan Tuhan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari peristiwa inilah sejarah sepak bola mencatat gol \u201cTangan Tuhan\u201d yang fenomenal itu. Gol tersebut kemudian diikuti oleh gol \u201cTerbaik Abad 20\u201d yang dicetak oleh pelaku yang sama di pertandingan yang sama, yang dieksekusi dengan melewati lima pemain Inggris dari tengah lapangan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/30\/luis-scola-di-timnas-argentina\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Mencari Sosok Luis Scola di Timnas Argentina<\/strong><\/a><strong><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika publik sepak bola menyanjung gol kedua Maradona dari segi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat mengenang peristiwa perempat-final 1986, maka publik Argentina dengan alasan politis justru lebih mengagungkan gol pertama yang dicetak dengan tangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat tahun sebelum gol tersebut bersarang di jala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Three Lions<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kapal Belgrano milik Argentina ditenggelamkan oleh tentara Inggris pada saat Perang Malvinas. Bagi Fabian Von Quinteiro, seorang musisi yang juga adalah rekan Maradona, penenggelaman kapal itu juga merupakan sebuah \u201cgol yang menggunakan tangan\u201d atau, dengan kata lain, perilaku culas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, gol Tangan Tuhan Maradona dianggap sebagai sebuah simbol pembalasan terhadap keculasan Inggris tersebut. Dari sinilah patriotisme dan kebanggaan rakyat Argentina terhadap negaranya melangit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barang kali peristiwa ajaib ini menjadi sebuah fiksasi dalam sejarah sepak bola nasional Argentina. Sayangnya, tampaknya fiksasi ini malah menjadi kutukan bagi pemain-pemain pasca-Maradona. Peristiwa itu membubuhkan beban yang teramat berat bagi generasi penerus untuk mengulang keajaiban, yang pernah dilakukan oleh sosok suci yang dijuluki tuhan sepak bola itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efek ini jelas terlihat pada Lionel Messi yang digadang-gadang sebagai penerus El Diego. Messi dianggap sebagai Maradona Baru karena ia memiliki beberapa kemiripan dengan pendahulunya, seperti postur tubuh mungil, kaki kiri sebagai kaki andalan, posisi bermain yang sama, nomor punggung yang sama, termasuk dua gol yang mirip dengan gol Tangan Tuhan dan Gol Terbaik Abad 20 milik El Diego yang dicetak oleh La Pulga, julukan Messi, di level klub.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ungkapan populer \u201cagama adalah candu\u201d mungkin cocok untuk menggambarkan situasi sepak bola Argentina ini. Ketika publik Argentina menganggap sepak bola sebagai agama dan menuhankan Diego, maka hal-hal rasional seperti pencapaian dan pengorbanan Messi untuk Argentina sejauh ini tiada berarti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/13\/anomali-timnas-argentina\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Anomali Timnas Argentina<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era pasca-Maradona, sepak bola Argentina menganut filsafat sepak bola yang bersifat opositif, yaitu hanya A atau B, \u201ckemenangan\u201d atau \u201cneraka\u201d\u2013 seperti analogi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">agamis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kafir<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika Messi mempersembahkan Piala Dunia bagi Argentina, itu berarti dia berada di jalan yang benar. Jika tidak, maka ia dianggap \u201cpengkhianat\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencapaian-pencapaian Leo Messi bersama tim nasional berupa juara Piala Dunia U-20 (2005), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">runner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Copa Am\u00e9rica (2007), medali emas Olimpiade (2008), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">runner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Piala Dunia (2014) beserta penghargaan individu Golden Ball di turnamen tersebut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">runner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Copa Am\u00e9rica (2015) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">runner-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Copa Am\u00e9rica Centenario (2016) tiada artinya bagi publik Argentina yang menaruh standar setinggi apa yang pernah dicapai Tuhan-nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa cinta Leo Messi bagi Argentina dalam bentuk penolakan untuk bermain bersama timnas Spanyol, kepeduliannya kepada\u00a0 Federasi Sepakbola Argentina (AFA) dengan membayar gaji beberapa staf dari sakunya sendiri karena AFA sedang dirundung krisis finansial, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hattrick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya kala menghadapi Ekuador untuk meloloskan Argentina ke Rusia 2018 dan sekaligus menyelamatkan wajah negaranya, masih belum cukup di mata publik Argentina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru ketika Messi berhasil mempersembahkan trofi Piala Dunia bagi Argentina\u2014yang tampaknya semakin sulit mengingat Messi makin menua\u2014publik bisa mengiyakan kalau Messi memang sejajar dengan Tuhan Sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, selama ia belum mampu melakukannya, ia akan dianggap \u2018menyimpang\u2019 dari jalan Tuhan. Ia akan dilabeli pengkhianat atau orang asing yang bergelimang harta dan gelar di tanah seberang, yaitu Barcelona, tanpa memberi persembahan apa pun pada negaranya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan Maradona yang sakit, tapi masyarakat Argentina-lah yang sakit. Begitu kira-kira ujar psikolog olahraga, Marcelo Roff\u00e9, mengenai situasi kalut ini. Ia menambahkan, \u201cBagaimana seseorang bisa tahan secara psikologis terhadap \u2018racun\u2019 kesuksesan (Maradona \u201986)? Itu tidak mudah.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah penggemar berat FC Barcelona. Bukan kidal tapi mampu menyepak bola dengan kaki kiri karena terinspirasi oleh Leo Messi. Bisa disapa di akun Twitter\u00a0<a href=\"https:\/\/twitter.com\/pratamaesque\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@pratamaesque<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJlRTM5NWRURCIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri. Tuhan sepak bola adalah Diego (Maradona).\u201d\u00a0 Hingga tahun 2017, sejumlah 275 ribu pengikut sudah terdaftar sebagai anggota jamaah Gereja Maradoniana. Tak main-main, di antara ratusan ribu pengikut itu, terdapat nama-nama tenar dari dunia si kulit bundar seperti Ronaldinho, Carlos Tevez, Lionel Messi, hingga mantan pemain timnas Inggris, Gary Lineker, dan eks pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino\u00a0 Pendirian gereja dan penyematan gelar \u201cTuhan\u201d kepada El Diego adalah sebuah bentuk penghormatan dari rakyat Argentina setelah Maradona berhasil membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1986. Secara lebih spesifik lagi, ia disembah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":44685,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[187,803,852,122,598,892],"class_list":["post-44683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-argentina","tag-diego-maradona","tag-lionel-messi","tag-slider","tag-suara-pembaca","tag-timnas-argentina"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-26T16:14:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/11\/GettyImages-976141218.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona\",\"datePublished\":\"2019-11-26T16:14:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/\"},\"wordCount\":773,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/11\\\/GettyImages-976141218.jpg\",\"keywords\":[\"Argentina\",\"Diego Maradona\",\"Lionel Messi\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\",\"Timnas Argentina\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/\",\"name\":\"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/11\\\/GettyImages-976141218.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-26T16:14:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/11\\\/GettyImages-976141218.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/11\\\/GettyImages-976141218.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/26\\\/messi-dan-argentina\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona | Football Tribe Indonesia","description":"Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona | Football Tribe Indonesia","og_description":"Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-11-26T16:14:30+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/11\/GettyImages-976141218.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona","datePublished":"2019-11-26T16:14:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/"},"wordCount":773,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/11\/GettyImages-976141218.jpg","keywords":["Argentina","Diego Maradona","Lionel Messi","Slider","Suara Pembaca","Timnas Argentina"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/","name":"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/11\/GettyImages-976141218.jpg","datePublished":"2019-11-26T16:14:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Alejandro Ver\u00f3n, salah satu pendiri Gereja Maradoniana di Rosario, Argentina, mengungkapkan, \u201cBagi orang-orang Argentina, sepak bola adalah agama, dan agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/11\/GettyImages-976141218.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/11\/GettyImages-976141218.jpg","width":1024,"height":683},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/26\/messi-dan-argentina\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Messi dan Argentina, dalam Bayang-bayang Keagungan Maradona"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44683"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44686,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44683\/revisions\/44686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}