{"id":44468,"date":"2019-11-05T08:00:15","date_gmt":"2019-11-05T01:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=44468"},"modified":"2019-11-05T00:21:15","modified_gmt":"2019-11-04T17:21:15","slug":"psm-104-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/","title":{"rendered":"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka, sedangkan kapal-kapal domestik menjadikan Bandar Makassar sebagai persinggahan sekaligus memanfaatkan waktu untuk menjual rempah dan hasil bumi mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi yang terjadi kemudian bukan hanya tentang perdagangan. Sepak bola yang sangat digandrungi penduduk bumi ikut terbawa. Dalam sepak bola, elite Hindia Belanda dan masyarakat pribumi berbaur bersama. Tepat pada 2\u00a0 November 1915 hadirlah Makassar Voetbal Bond atau MVB yang kini dikenal sebagai PSM Makassar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring waktu, muncullah Bond-Bond lain di Nusantara. Mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Bali ada. Pertandingan-pertandingan persahabatan mulai mereka lakukan. Kemenangan demi kemenangan didapatkan MVB dan pemainnya bernama Sangkala yang begitu tersohor hingga ke luar negeri pada masanya. Dengan kehebatannya, MVB bisa dikatakan Bond yang disegani di masa Hindia Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran Jepang menduduki Nusantara kemudian memaksa semua aktivitas berbau Belanda terhenti. Tidak terkecuali sepak bola. Namun peraturan Jepang itu jugalah yang kemudian membuat putra-putra Makassar mengubah nama Makassar Voetbal Bond atau MVB, menjadi Persatuan Sepakbola Makassar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski di bawah radar Jepang, putra-putra Makassar terus bermain sepak bola. Berlatih dan terus membesarkan nama PSM Makassar terus dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/13\/wawancara-hendra-wijaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wawancara: Hendra Wijaya dan Totalitasnya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semerdekanya Indonesia, PSM Makassar semakin bersinar. Kompetisi yang diadakan PSSI dijuarai. Pun dengan kelahiran pemain hebat bernama Ramang yang melegenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai putra daerah kelahiran Burru, Andi Ramang tumbuh dan berkembang bersama PSM Makassar. Pemain yang dikenal dengan tendangan kersanya ini kemudian bukan hanya membantu PSM berprestasi. Sebagai anggota tim nasional, ia juga bersinar. Indonesia pernah diantarkan menuju prestasi tertinggi bahkan nyaris bermain di Piala Dunia waktu itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat semua pencapaian bersama PSM Makassar dan tim nasional, namanya melegenda. Bukan hanya bagi masyarakat Makassar dan Indonesia, tapi juga dikenal dunia. Bahkan FIFA mengenang perjalanannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tepat pada tahun peringatan ke-25 kematiannya, Rabu (26\/9\/2012), FIFA menerbitkan tulisan dengan judul \u201c<em>Indonesian who inspired &#8217;50s meridian<\/em>\u201d, yang mengisahkan perjalanan Ramang di era 1950-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai klub besar, PSM Makassar telah mencatat banyak prestasi. Enam gelar perserikatan dikantongi. Untuk era Liga Indonesia, hingga kini satu gelar juara direngkuh di tahun 2000, dan lima kali jadi <em>runner-up <\/em>(musim 1995\/1996, 2001, 2003, 2004, dan 2018).<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/27\/mattoanging-si-tembok-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mattoanging, Si Tembok Tua Penentu Juara<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai daerah yang dikenal dengan kapal Pinisi dan pelaut-pelaut hebat, bukan hanya sepak bola dalam negeri yang dijelajahi PSM Makassar. Terhitung hingga kini empat kali Ayam Jantan dari Timur berpartisipasi di kompetisi Asia. Pencapaian terbaiknya adalah semi-final 2005.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan sebagai kota pelabuhan yang nyaman, Makassar juga pernah dijadikan tuan rumah perempat-final Liga Champions Asia. Itu adalah kali pertama bagi Indonesia dan menghadirkan klub-klub asal Jepang, Korea, dan Cina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, meski terus konsisten mengarungi sepak bola dan selalu konsisten sebagai klub papan atas, belum ada trofi juara lagi yang singgah ke Makassar sejak tahun 2000. Hingga kini puasa gelar belasan tahun belum mampu terputus. Meski tahun ini Pasukan Ramang menjuarai Piala Indonesia, rasanya belum lengkap bila belum berhasil memutus puasa juara liga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu juga yang hingga kini menjadi harapan seluruh pendukung setianya. Seperti yang selalu mereka kumandangkan seusai laga.<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRebut kembali kejayaan itu.. Kami rindu di masa itu. Sejarah berbicara tentang kita&#8230; Dan ku yakin kau pasti bisa.\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJ1Nm1jY01iRiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka, sedangkan kapal-kapal domestik menjadikan Bandar Makassar sebagai persinggahan sekaligus memanfaatkan waktu untuk menjual rempah dan hasil bumi mereka. Interaksi yang terjadi kemudian bukan hanya tentang perdagangan. Sepak bola yang sangat digandrungi penduduk bumi ikut terbawa. Dalam sepak bola, elite Hindia Belanda dan masyarakat pribumi berbaur bersama. Tepat pada 2\u00a0 November 1915 hadirlah Makassar Voetbal Bond atau MVB yang kini dikenal sebagai PSM Makassar. Seiring waktu, muncullah Bond-Bond lain di Nusantara. Mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Bali ada. Pertandingan-pertandingan persahabatan mulai mereka lakukan. Kemenangan demi kemenangan didapatkan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":38925,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3001],"tags":[185,188,216,122],"class_list":["post-44468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tribe-ultah","tag-liga-1","tag-liga-indonesia","tag-psm-makassar","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-05T01:00:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"431\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau\",\"datePublished\":\"2019-11-05T01:00:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/\"},\"wordCount\":520,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/07\\\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg\",\"keywords\":[\"Liga 1\",\"Liga Indonesia\",\"PSM Makassar\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Tribe Ultah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/\",\"name\":\"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/07\\\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-05T01:00:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/07\\\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/07\\\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg\",\"width\":768,\"height\":431,\"caption\":\"PSM Makassar mengakhiri putaran pertama\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/11\\\/05\\\/psm-104-tahun\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia","description":"Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia","og_description":"Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka,","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-11-05T01:00:15+00:00","og_image":[{"width":768,"height":431,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau","datePublished":"2019-11-05T01:00:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/"},"wordCount":520,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg","keywords":["Liga 1","Liga Indonesia","PSM Makassar","Slider"],"articleSection":["Tribe Ultah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/","name":"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg","datePublished":"2019-11-05T01:00:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Semua bermula ketika Bandar Makassar dijadikan pusat pemerintahan Indonesia Timur oleh Hindia Belanda. Kapal-kapal asing menjadikan kota pelabuhan tersebut sebagai pusat pelayaran mereka,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/PSM-Makassar-dan-Para-Pemainnya-yang-Bernama-Mirip-Nama-Jenderal-768x431.jpg","width":768,"height":431,"caption":"PSM Makassar mengakhiri putaran pertama"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/11\/05\/psm-104-tahun\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PSM Makassar: 104 Tahun Berlayar di Lapangan Hijau"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44468"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44469,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44468\/revisions\/44469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}