{"id":44450,"date":"2019-10-29T11:35:38","date_gmt":"2019-10-29T04:35:38","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=44450"},"modified":"2020-01-30T20:46:19","modified_gmt":"2020-01-30T13:46:19","slug":"fanatisme-buta-hisyam-tolle","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/","title":{"rendered":"Fanatisme Buta Hisyam Tolle"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti Ahmad Hisyam Tolle. Cintanya pada sepak bola pastilah sangat besar. Sejatinya sepak bola bagi sang pria 25 tahun bukan hanya tentang sekedar pekerjaan. Melalui media sosial pribadinya, Tolle mengisahkan bahwa\u00a0 sepak bola adalah bagian dari dirinya sejak kecil, ia mulai mencintainya dan menjadi tempat pelarian di kala senang, apa lagi di kala sedih. Hanya dengan bermain bola membuat dirinya kembali bersemangat dan bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta yang besar dan karena sepak bola sudah menjadi bagian hidupnya, jangan heran bila Tolle selalu berusaha memberi permainan terbaik untuk semua yang tim dibela. Tertanam dalam dirinya sifat tidak mau kalah. Itu juga yang kemudian membentuk karakter bermainnya. Jangankan kalah, dilawati lawan saja merupakan hal memalukan untuknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter yang sebenarnya sangat positif untuk seorang pemain bertahan. Tidak heran beberapa klub telah dibela pemain yang terhitung muda tersebut. Mulai dari PSM Makassar, Borneo FC, hingga PSS Sleman pernah diperkuat pria kelahiran Makassar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, cinta Tolle pada sepak bola tidak selalu mulus. Bukan hanya membentuk karakter dan memberi hal positif lain, cinta itu pernah melumpuhkan logikanya hingga membuatnya melakukan hal di luar batas.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/bcs-ingatkan-8-tuntutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">BCS Mengingatkan 8 Tuntutan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sore itu, Senin (21\/10) di bawah langit Yogyakarta yang mulai gelap, Tolle gelap mata. Sore itu Laskar Mataram menghadapi tamunya Persis Solo di Stadion Mandala Krida. Hisyam Tolle tahu betul timnya tidak boleh kalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tidak lagi berarti karena keduanya dipastikan tersingkir dari perebutan tiket delapan besar Liga 2, tapi ada histori panjang dari perjumpaan keduanya. Bukan hanya tentang sepak bola, sejarah menjadikan harga diri dipertaruhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karenanya tidak salah bila semula Tolle melakukan segalanya untuk memenangi laga. Sayang itu juga yang membuat Tolle yang emosi gelap mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selayaknya pertandingan antara dua seteru, sejak awal semua sudah berjalan keras di atas lapangan. Provokasi-provokasi dilancarkan. Hingga pada satu kejadian, dua kartu merah diterima anak-anak Laskar Mataram. Salah satunya untuk pemain bernomor punggung 44, Hisyam Tolle.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berhenti di sana. Shulton Fajar, pemain Persis Solo, masih terus melancarkan provokasi. Melihat Shulton seolah meperlambat permainan dan membuang-buang waktu ketika timnya sedang tertinggal 2-3, Tolle tidak terima. Di tepi lapangan, tendangan terbang dilayangkan. Jelas memang itu telah di luar batas sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu. Usai pertandingan diduga Tolle mengintimidasi juru foto yang menangkap perbuatannya. Sontak saja ia langsung menjadi buah perbincangan panas setelahnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/26\/mimpi-arga-permana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Masih Adakah Sepak Bola Serupa Mimpi Arga Permana?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di langit kota istimewa yang semakin gelap, kisah-kisah terus terjadi. Apa yang dilakukan Tolle diikuti suporter dan mereka yang juga mencintai PSIM Yogyakarta sama seperti dirinya. Tendangan Tolle hanya pemantik kecil kerusuhan besar malam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mobil-bobil terbakar. Ledakan-ledakan gas air mata menggantikan <em>chants<\/em>\u00a0dukungan Pandemen PSIM Yogyakarta di bawah langit yang semakin gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buntut dari semua yang terjadi sore itu, Achmad Hisyam Tolle mendapat hukuman berat. Tidak tanggung-tanggung, lima tahun larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI. Ya, lima tahun! Hukuman yang teramat berat untuk pemain muda sepertinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tambah mengecewakan ketika pihak PSIM Yogyakarta yang dibela Tolle penuh cinta lepas tangan terkait hukuman pada pemainnya. Menurut Bambang Susanto, hukuman tersebut adalah konsekuensi dari tindakan pribadi yang juga harus dipertanggungjawabkan secara pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CEO PSIM Yogyakarta tersebut beralasan sikap itu dibuat sebagai peringatan kepada para pemain PSIM agar pemain selalu berada di koridor yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJustru ini yang harus diketahui oleh semua pemain bahwa ada perbuatan-perbuatan yang tidak dapat ditoleransi, apa pun itu alasannya,\u201d mengutip KR Jogja.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/24\/cerita-harapan-mandala-krida\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cerita dan Harapan di Mandala Krida<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tolle bukan tidak menyadari kesalahannya. Permohonan maaf telah ia lakukan. Kepada jurnalis yang merasa terintimidasi olehnya, juga pada Shulton Fajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini setelah hukuman itu dijatuhkan, Ahmad Hiyam Tolle kembali meminta maaf. Ia meminta maaf untuk semua yang merasa kecewa dan sakit hati atas prilakunya. Bahkan ia menganggap hujatan yang terarah padanya pantas didapatkan. Ia mengakui kesalahannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lupa ia berterima kasih pada Tuhan yang telah menjadikannya contoh untuk pesepak bola lain agar apa yang dilakukan tidak kembali terulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukuman 5 tahun memang begitu berat untuk pemain yang terbilang muda. Terlepas dari semua kejadian, dapat dipastikan sepak bola kehilangan pemain berbakatnya. Pemain penuh cinta yang membentuk karakter tidak mau kalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pasti, kamu tidak akan kehilangan sepak bola yang kamu cinta, Tolle. Mungkin hanya akan sedikit berbeda saja. Tetap berlari dan jaga garis pertahan juga jaga sepak bolamu. Jangan mau kalah hanya karena hukuman ini. Sukses dan sehat buat kita semua.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJ3OUxpdnZGcyIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta. Seperti Ahmad Hisyam Tolle. Cintanya pada sepak bola pastilah sangat besar. Sejatinya sepak bola bagi sang pria 25 tahun bukan hanya tentang sekedar pekerjaan. Melalui media sosial pribadinya, Tolle mengisahkan bahwa\u00a0 sepak bola adalah bagian dari dirinya sejak kecil, ia mulai mencintainya dan menjadi tempat pelarian di kala senang, apa lagi di kala sedih. Hanya dengan bermain bola membuat dirinya kembali bersemangat dan bahagia. Cinta yang besar dan karena sepak bola sudah menjadi bagian hidupnya, jangan heran bila Tolle selalu berusaha memberi permainan terbaik &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Fanatisme Buta Hisyam Tolle&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":44451,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003],"tags":[3996,503,1604,2320,122],"class_list":["post-44450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","tag-hisyam-tolle","tag-liga-2","tag-psim-yogyakarta","tag-sanksi","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Fanatisme Buta Hisyam Tolle | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fanatisme Buta Hisyam Tolle | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-29T04:35:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-01-30T13:46:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/Hisyam-Tolle.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Fanatisme Buta Hisyam Tolle\",\"datePublished\":\"2019-10-29T04:35:38+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-30T13:46:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/\"},\"wordCount\":734,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/Hisyam-Tolle.jpg\",\"keywords\":[\"Hisyam Tolle\",\"Liga 2\",\"PSIM Yogyakarta\",\"Sanksi\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Cerita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/\",\"name\":\"Fanatisme Buta Hisyam Tolle | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/Hisyam-Tolle.jpg\",\"datePublished\":\"2019-10-29T04:35:38+00:00\",\"dateModified\":\"2020-01-30T13:46:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/Hisyam-Tolle.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/Hisyam-Tolle.jpg\",\"width\":700,\"height\":465},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/29\\\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fanatisme Buta Hisyam Tolle\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fanatisme Buta Hisyam Tolle | Football Tribe Indonesia","description":"Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fanatisme Buta Hisyam Tolle | Football Tribe Indonesia","og_description":"Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-10-29T04:35:38+00:00","article_modified_time":"2020-01-30T13:46:19+00:00","og_image":[{"width":700,"height":465,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/Hisyam-Tolle.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Fanatisme Buta Hisyam Tolle","datePublished":"2019-10-29T04:35:38+00:00","dateModified":"2020-01-30T13:46:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/"},"wordCount":734,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/Hisyam-Tolle.jpg","keywords":["Hisyam Tolle","Liga 2","PSIM Yogyakarta","Sanksi","Slider"],"articleSection":["Cerita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/","name":"Fanatisme Buta Hisyam Tolle | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/Hisyam-Tolle.jpg","datePublished":"2019-10-29T04:35:38+00:00","dateModified":"2020-01-30T13:46:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Terkadang cinta melumpuhkan logika. Terkadang cinta menggelapkan mata. Terkadang juga cinta membuat seseorang melakukan hal di luar batas. Mungkin karena itu kemudian hadir istilah cinta buta.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/Hisyam-Tolle.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/Hisyam-Tolle.jpg","width":700,"height":465},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/29\/fanatisme-buta-hisyam-tolle\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fanatisme Buta Hisyam Tolle"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44450"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45919,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44450\/revisions\/45919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}