{"id":44371,"date":"2019-10-23T08:03:52","date_gmt":"2019-10-23T01:03:52","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=44371"},"modified":"2019-10-23T08:04:14","modified_gmt":"2019-10-23T01:04:14","slug":"milan-pangeran-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/","title":{"rendered":"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua klub kota Milan, AC Milan dan Internazionale Milano, total telah mengkoleksi 10 titel LIga Champions (MIlan 7 dan Inter 3). Di level domestik Serie A, AC Milan telah meraih 18 <em>scudetti<\/em> dan Inter juga meraih jumlah yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milan terakhir kali meraih <em>scudetto<\/em> pada musim 2010\/2011, saat masih dilatih oleh Max Alegri. Milan yang saat itu sudah mulai goyang dari sisi finansial namum masih memiliki pemain bintang, seperti Zlatan Ibarahimovic, Robinho, Thiago Silva, Ronaldinho, Pato dan pemain senior era keemasan Milan dari awal 2000-an. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Liga Champions, terakhir kali Milan merengkuh trofi Si Kuping Besar pada musim 2006\/2007 atau yang ke-7 sepanjang sejarah klub.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, pada periode 90-an dan awal 2000-an, AC Milan merupakan raksasa dan tim yang disegani dan ditakuti di kompetisi Serie A juga Liga Champions. Kapten Milan saat itu, Paolo Maldini, telah mengoleksi 5 titel Liga Champions, atau pemain dengan gelar Liga Champions terbanyak.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/26\/paolo-maldini-6-momen-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Paolo Maldini dan 6 Momen Terbaiknya di Piala Dunia<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di periode tersebut banyak pemain bintang dunia datang dan beradu gengsi di Negeri Pizza. Awal tahun 2000-an sampai musim 2010\/2011 Milan memiliki komposisi pemain terbaik di setiap lini, <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Milan yang dulu adalah milan yang superior dengan kekuatan pemain, finansial, dan manajemen yang kuat. Tak mengherankan mereka mampu menjadi kekuatan yang menakutkan di Eropa saat itu, bersama Manchester United dari Liga Primer Inggris, serta Barcelona dan Real Madrid dari LaLiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun Milan sekarang, layaknya roller coaster. Anggapan roda dunia berputar pun ada benarnya. Milan yang dulu superior dan sehat sekarang, layaknya seorang pangeran yang terbaring sakit dan tertidur di atas ranjang emas istana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, ada empat kondisi atau alasan keterpurukan Milan dalam beberapa tahun terakhir:<\/span><\/p>\n<h3><strong>Kondisi finansial dan manajemen<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah terjadi krisis ekonomi di negara-negara Eropa, Milan juga ikut terdampak. Milan yang saat itu krisis finansial dan memiliki banyak utang, harus memikirkan cara agar dapat menyeimbangkan neraca keuangan klub dengan cara menjual pemain bintang dan irit belanja pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selepas mundurnya Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani sebagai petinggi Milan, klub dijual dan diakuisisi oleh perusahaan asing dari Cina. Lanjutan ceritanya kita tahu, sang pengusaha terlilit utang segunung, yang berimbas pada dihukumnya Milan akibat melanggar\u00a0<em>Financial Fair Play\u00a0<\/em>(FFP) dan dieliminasi dari Liga Europa musim ini.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Hilangnya peran pemain bintang dan belum tergantikan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal 2000-an hingga terakhir kali merengkuh <em>scudetto<\/em>, Milan memiliki pemain bintang dunia kelas wahid di setiap posisinya. Ya, semenjak pensiunnya para pemain andalan dan bintang, AC Milan tergoncang badai. Milan saat ini lebih mengandalkan para pemain muda dan pemain-pemain yang bisa dikatakan \u201cGrade B\u201d, namun potensi mereka juga cukup menjanjikan di masa depan. Contohnya Krzystof Piatek, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Lucas Paqueta, Gigi Donnarumma, dan sang kapten Alessio Rogmanoli.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/06\/krzystof-piatek-dan-ac-milan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Krzystof Piatek dan AC Milan: Ketika Rindu Tidak Seberat Dilan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Belum menemukan sosok pemimpin dalam tim\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pensiunnya <em>El Capitano<\/em> Paolo Maldini sebagai sosok pempimpin dan jenderal dalam tim, Milan layaknya pasukan dan prajurit yang kehilangan komando. Tidak ada sosok yang mampu membangkitkan semangat dan mentalitas para pemain di dalam maupun luar lapangan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Allenatore yang belum cocok dengan Milan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Milan berjaya di Eropa awal tahun 2000-an, Milan dilatih Carlo Ancelotti yang mampu mempersembahkan dua gelar Liga Champions, dilanjutkan pada musin 2010\/2011 dilatih oleh Max Allegri yang mempersembahkan trofi Serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu Milan dilatih oleh pelatih-pelatih yang bisa dikatakan minim pengalaman, seperti\u00a0 Leonardo, Filippo Inzaghi, Clarence Seedorf, Sinisa Mihajlovic, Vincenzo Montella, Gennaro Gattuso, dan Marco Giampaolo. Nama terakhir tidak bertahan lama di kursi kepelatihan <em>Il Diavolo Rosso<\/em>, dan digantikan Stefano Pioli. Layak dinantikan perubahan apa yang akan dibawa sang pelatih untuk membuat Milan bangkit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pencinta sepak bola, sangat dinantikan kiprah dan kebangkitan Sang Pangeran Eropa dari utara Italia ini.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJaTnhJekdGbyIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia. Dua klub kota Milan, AC Milan dan Internazionale Milano, total telah mengkoleksi 10 titel LIga Champions (MIlan 7 dan Inter 3). Di level domestik Serie A, AC Milan telah meraih 18 scudetti dan Inter juga meraih jumlah yang sama. Milan terakhir kali meraih scudetto pada musim 2010\/2011, saat masih dilatih oleh Max Alegri. Milan yang saat itu sudah mulai goyang dari sisi finansial namum masih memiliki pemain bintang, seperti Zlatan Ibarahimovic, Robinho, Thiago Silva, Ronaldinho, Pato dan pemain &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":44372,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[99,2624,131,598],"class_list":["post-44371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-ac-milan","tag-berita-ac-milan","tag-serie-a","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-23T01:03:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-23T01:04:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/GettyImages-1158658540.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur\",\"datePublished\":\"2019-10-23T01:03:52+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-23T01:04:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/\"},\"wordCount\":636,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/GettyImages-1158658540.jpg\",\"keywords\":[\"AC Milan\",\"Berita AC Milan\",\"Serie A\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/\",\"name\":\"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/GettyImages-1158658540.jpg\",\"datePublished\":\"2019-10-23T01:03:52+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-23T01:04:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/GettyImages-1158658540.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/10\\\/GettyImages-1158658540.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/10\\\/23\\\/milan-pangeran-sakit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur | Football Tribe Indonesia","description":"Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur | Football Tribe Indonesia","og_description":"Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-10-23T01:03:52+00:00","article_modified_time":"2019-10-23T01:04:14+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/GettyImages-1158658540.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur","datePublished":"2019-10-23T01:03:52+00:00","dateModified":"2019-10-23T01:04:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/"},"wordCount":636,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/GettyImages-1158658540.jpg","keywords":["AC Milan","Berita AC Milan","Serie A","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/","name":"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/GettyImages-1158658540.jpg","datePublished":"2019-10-23T01:03:52+00:00","dateModified":"2019-10-23T01:04:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Milan, kota mode di sebelah utara Italia yang terkenal di seluruh dunia. Selain sebagai kota mode, Milan (Milano dalam bahasa Italia) juga dikenal sebagai kotanya sepak bola di Italia, Eropa, bahkan dunia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/GettyImages-1158658540.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/10\/GettyImages-1158658540.jpg","width":1024,"height":683},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/10\/23\/milan-pangeran-sakit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"AC Milan: Ketika Pangeran Eropa Sakit dan Tertidur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44371"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44374,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44371\/revisions\/44374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}