{"id":44050,"date":"2019-09-29T15:15:09","date_gmt":"2019-09-29T08:15:09","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=44050"},"modified":"2019-09-29T14:25:38","modified_gmt":"2019-09-29T07:25:38","slug":"tiga-penalti-shevchenko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/","title":{"rendered":"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko"},"content":{"rendered":"<p>Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya. Sheva, panggilannya, dikenal sebagai penyerang dengan kemampuan lengkap. Ia juga mampu mencetak gol dengan nyaris segala cara. Senjata utamanya adalah ketajaman menyelesaikan peluang, kecepatan, keuletan, dan kekuatannya.<\/p>\n<p>Namun kali ini penulis akan menceritakan satu bagian kecil dari karier penyerang yang secara total mencetak lebih dari 250 gol sepanjang kariernya, yaitu bagaimana kisah Shevchenko dengan tendangan penalti.<\/p>\n<p>Sebagai penyerang, Shevchenko memang cukup sering mencetak gol lewat sepakan dari titik putih. Namun uniknya, Adriano Galliani, mantan CEO AC Milan pada era Silvio Berlusconi, pernah melontarkan kritik kepadanya soal teknik menendang penalti Sheva.<\/p>\n<p>\u201cJika saya menjadi penjaga gawang, saya pasti bisa menghentikan tendangan itu,\u201d seloroh Galliani pada suatu hari ketika ia mengomentari gol penalti yang baru dilesakkan Sheva.<\/p>\n<p>Dari sekian banyak penalti yang diambil oleh pemain yang angkat nama di Dynamo Kiev dan Milan ini, ada tiga penalti yang paling berkesan. Kebetulan, ketiga kisah ini memiliki latar belakang cerita yang berbeda namun dua di antaranya saling berhubungan.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/06\/legenda-ac-milan-yang-jadi-pelatih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Para Legenda AC Milan yang Jadi Pelatih Dijadikan Satu Tim<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_44051\" aria-describedby=\"caption-attachment-44051\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-44051\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-57183064-800x534.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"534\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-57183064-800x534.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-57183064-250x167.jpg 250w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-57183064-400x267.jpg 400w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-57183064-130x87.jpg 130w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-57183064-560x374.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44051\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Getty Images<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Milan vs Chievo (Serie A, Desember 2001)<\/strong><\/h3>\n<p>Sheva memasuki musim ketiganya bersama Milan. Ketika itu, Carlo Ancelotti baru sebulan ditunjuk Berlusconi sebagai pelatih Milan menggantikan Fatih Terim. Menjamu tim debutan yang mengejutkan, Chievo Verona, pada bulan Desember, Milan membutuhkan poin untuk mengejar ketertinggalan mereka dari Juventus di puncak klasemen.<\/p>\n<p>Pertandingan ini berlangsung dengan penuh kontroversi. Wasit Graziano Cesari membuat banyak kesalahan dalam kepemimpinannya. Ia mengesahkan gol pertama Filippo Inzaghi yang berada pada posisi <em>offside<\/em>. Baiklah, untuk kasus ini dapat dimaklumi karena Inzaghi memang terkenal sebagai pemain yang amat lihai melepaskan diri dari jebakan <em>offside<\/em>, sehingga hakim garis maupun wasit kerap dibuat bingung apakah posisi Pippo <em>offside<\/em> atau tidak.<\/p>\n<p>Namun pada babak kedua terjadi sebuah momen yang amat mengherankan. Milan sedang dalam posisi tertinggal ketika sepakan Massimo Marazzina dan sundulan Bernardo Corradi membalikkan kedudukan menjadi 1-2 bagi <em>Il<\/em> <em>Mussi Volanti<\/em>.<\/p>\n<p>Lalu pada sebuah kemelut di mulut gawang Chievo yang dijaga Cristiano Lupatelli, Shevchenko yang berusaha menyambar bola muntah sambil melompat, tanpa sengaja menabrak bek Chievo, Fabio Moro, yang menghalau bola ke luar gawang. Tak disangka, Cesari memberikan hadiah penalti bagi Milan yang dieksekusi dengan mulus oleh Sheva sendiri.<\/p>\n<p>Penalti itu membakar semangat para penggawa <em>Rossoneri <\/em>untuk mengejar gol kemenangan. Gol tersebut akhirnya tiba, lagi-lagi dari Shevchenko. Kali ini proses golnya benar-benar bersih ketika umpan lambung gelandang elegan Manuel Rui Costa disundul dengan keras oleh Sheva tanpa mampu dihentikan Lupatelli.<\/p>\n<p>Yang menjadi agak ironis, pada akhir musim, Chievo menduduki peringkat ke-5 dan hanya berselisih satu poin saja dengan Milan yang berada di atas mereka. Milan pun mendapatkan tiket Liga Champions terakhir, yang setahun kemudian mereka juarai. Bayangkan jika tidak ada tendangan penalti Sheva tadi, mungkin Chievo-lah yang berhak lolos ke Liga Champions. Tapi tunggu dulu, kisah penalti nomor dua ada hubungannya dengan ini.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/09\/baju-kering-filippo-inzaghi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Baju Kering Filippo Inzaghi<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_44052\" aria-describedby=\"caption-attachment-44052\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-44052\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2051811-800x535.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"535\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2051811-800x535.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2051811-250x167.jpg 250w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2051811-400x268.jpg 400w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2051811-130x87.jpg 130w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2051811-560x375.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44052\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Getty Images<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Milan vs Juventus (Final Liga Champions, Mei 2003)<\/strong><\/h3>\n<p>Tiga kesebelasan asal Italia yaitu Milan, Internazionale Milano, dan Juventus, memasuki babak semifinal Liga Champions pada musim ini. <em>All Italian final<\/em> pun tercipta di Stadion Old Trafford, Manchester, ketika Milan berhasil menundukkan Inter, dan Juventus berhasil menundukkan Real Madrid pada babak semi-final.<\/p>\n<p>Pertandingan final ini sebetulnya berlangsung seru pada awalnya, seakan menepis skeptisme publik yang mengira laga antara kesebelasan asal Italia akan berlangsung membosankan. Shevchenko sempat berhasil membobol gawang Gianluigi Buffon, namun gol tersebut dianulir karena Sheva dianggap berdiri pada posisi <em>offside<\/em>.<\/p>\n<p>Lalu setelah momen itu, nyaris tidak ada momen menarik berikutnya hingga laga memasuki babak perpanjangan waktu. Kekhawatiran publik pun seakan terjustifikasi.<\/p>\n<p>Pada babak perpanjangan waktu ini, Sheva bahkan sempat ditarik ke belakang untuk melapis bek Roque Junior yang mengalami cedera. Milan sudah menghabiskan jatah tiga pergantian pemain, sehingga bek asal Brasil ini tetap berada di lapangan jika Milan ingin tetap bermain dengan 11 pemain. Uniknya, kedua kesebelasan seperti tidak bernafsu mencetak gol dan mengharap laga diselesaikan melalui adu penalti saja.<\/p>\n<p>Di sini kepahlawanan Sheva muncul. Menjadi penendang terakhir setelah Serginho, Clarence Seedorf, Kakha Kaladze, dan Alessandro Nesta, Sheva dengan dingin berhasil menipu Buffon dalam sebuah tendangan yang menentukan gelar. Sebuah penalti yang jika dihubung-hubungkan memiliki koneksi dengan kisah penaltinya pada laga melawan Chievo tadi.<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/01\/seedorf-yang-jarang-didendangkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Clarence Seedorf: Nama yang Jarang Didendangkan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_44053\" aria-describedby=\"caption-attachment-44053\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-44053\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-52980227-800x523.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"523\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-52980227-800x523.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-52980227-250x164.jpg 250w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-52980227-400x262.jpg 400w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-52980227-133x87.jpg 133w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-52980227-560x366.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44053\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Getty Images<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Milan melawan Liverpool (Final Liga Champions, Mei 2005)<\/strong><\/h3>\n<p>Sayangnya, penulis harus mengakhiri kisah tiga penalti berkesan dari seorang Andriy Shevchenko dengan cerita sedih ini. Tragedi Istanbul, begitu yang diingat oleh Milanisti. Tidak perlu banyak bercerita tentang jalannya pertandingan, namun bagi Sheva, pertandingan ini rasanya seperti mimpi buruk saja.<\/p>\n<p>Pada babak perpanjangan waktu, Sheva membuang peluang emas ketika ia berada di mulut gawang. Tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Jerzy Dudek. Lalu kemudian pada drama adu penalti ketika mental para penggawa Milan sudah berada di titik nadir akibat membuang keunggulan tiga gol pada babak pertama. Tendangan-tendangan mereka pun seperti mudah dipatahkan Dudek.<\/p>\n<p>Yang paling ironis tentu saja tendangan terakhir yang diambil Sheva. Meski Dudek terlanjur bergerak ke sisi kanan badannya, namun kurang bertenaganya tendangan yang dilepaskan Sheva membuat kaki Dudek mampu menepisnya. Sheva pun menjadi penentu kegagalan setelah dua tahun sebelumnya menjadi penentu keberhasilan.<\/p>\n<p>Bagaimanapun juga, tidak ada yang perlu disesali secara berlebihan oleh Sheva. Sepanjang kariernya yang cemerlang, ia sudah memenangi begitu banyak trofi, termasuk penghargaan bergengsi individual berupa Ballon d\u2019Or yang dimenanginya pada tahun 2004. Hari ini, pria kelahiran Dvirkivschyna yang kini menjabat sebagai manajer tim nasional Ukraina ini berulang tahun ke-43.<\/p>\n<p>\u201cSelamat ulang tahun, Sheva!\u201d, demikian persembahan sederhana dari seorang penggemar jarak jauh yang menjadikanmu idola dan inspirasi pada masa sekolah dan kuliah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Artikel ini diunggah ulang dari tulisan Aditya Nugroho untuk memperingati hari ulang tahun Andriy Shevchenko.<\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJRWHhlcVFieSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya. Sheva, panggilannya, dikenal sebagai penyerang dengan kemampuan lengkap. Ia juga mampu mencetak gol dengan nyaris segala cara. Senjata utamanya adalah ketajaman menyelesaikan peluang, kecepatan, keuletan, dan kekuatannya. Namun kali ini penulis akan menceritakan satu bagian kecil dari karier penyerang yang secara total mencetak lebih dari 250 gol sepanjang kariernya, yaitu bagaimana kisah Shevchenko dengan tendangan penalti. Sebagai penyerang, Shevchenko memang cukup sering mencetak gol lewat sepakan dari titik putih. Namun uniknya, Adriano Galliani, mantan CEO AC Milan pada era Silvio Berlusconi, pernah melontarkan kritik kepadanya soal teknik menendang penalti Sheva. \u201cJika saya &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":44054,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003,3001],"tags":[99,1955,2624,970,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-29T08:15:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-09-29T07:25:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"687\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\",\"name\":\"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg\",\"datePublished\":\"2019-09-29T08:15:09+00:00\",\"dateModified\":\"2019-09-29T07:25:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg\",\"width\":1024,\"height\":687},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko | Football Tribe Indonesia","description":"Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko | Football Tribe Indonesia","og_description":"Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-09-29T08:15:09+00:00","article_modified_time":"2019-09-29T07:25:38+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":687,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/","name":"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg","datePublished":"2019-09-29T08:15:09+00:00","dateModified":"2019-09-29T07:25:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Ketika membicarakan seorang Andriy Shevchenko, sudah pasti kita akan mengingat sosok salah satu penyerang terbaik dunia pada generasinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/09\/GettyImages-2035788.jpg","width":1024,"height":687},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/09\/29\/tiga-penalti-shevchenko\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Tiga Penalti Andriy Shevchenko"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44050"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44050"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44056,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44050\/revisions\/44056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}