{"id":4402,"date":"2017-05-05T10:00:53","date_gmt":"2017-05-05T03:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4402"},"modified":"2017-05-04T23:17:06","modified_gmt":"2017-05-04T16:17:06","slug":"rencana-adu-penalti-terbaru-uefa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/","title":{"rendered":"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan?"},"content":{"rendered":"<p>Dalam pertandingan sepak bola, adu penalti adalah hal yang sangat dihindari (terutama bagi para kiper). Tapi terkadang itu harus terjadi. Sudah bermain habis-habisan selama 2&#215;45 menit ditambah 30 menit perpanjangan waktu namun hasil tetap imbang. Akhirnya, nasib tim ditentukan oleh adu penalti.<\/p>\n<p>Jangankan penendang penalti, kiper, ataupun pelatih beserta ofisial tim, para penonton di stadion dan di rumah justru lebih tegang saat menyaksikan babak tos-tosan ini berlangsung. Pemain sekelas Diego Maradona atau Zico pun bisa gagal dalam mengeksekusi tendangan dari titik putih di adu penalti. Bukti bahwa mentalitas lebih berperan ketimbang kemampuan atau nama besar. Sehebat apapun Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, tetaplah mereka manusia biasa yang bisa tegang saat adu penalti.<\/p>\n<p>Nah, federasi sepak bola Eropa (UEFA) rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan. Seperti apa ya kira-kira? Berikut penjelasannya:<\/p>\n<h3><strong>Dari ABAB ke ABBA<\/strong><\/h3>\n<p>Selama ini jika ada dua tim (A dan B) dan pertandingan harus diselesaikan lewat adu nasib ini, maka sistemnya adalah penendang tim A dapat giliran pertama lalu B kedua dan seterusnya. Dengan sistem baru ini maka akan seperti ini: Tim A-Tim B-Tim B-Tim A dan seterusnya (Dari ABAB menjadi ABBA)<\/p>\n<p>Sistem ini sedikit banyak mengingatkan kita dengan sistem <em>tie-break<\/em> di olahraga tenis. Rencananya format baru ini akan dilakukan uji coba di turnamen pria dan wanita untuk kategori U-17. Lalu kenapa sistem yang ada selama ini diubah?<\/p>\n<p>Menurut UEFA dalam pernyataannya, perubahan cara adu penalti ini untuk memberikan keuntungan pada tim yang dapat giliran kedua. Misalnya, jika tim A yang dapat giliran lebih dulu dan tendangannya masuk, lalu tim B dapat giliran kedua dan misalnya gagal maka kemungkinan tersingkir lebih besar. Memang, tim yang mendapat giliran kedua akan mengalami tekanan mental lebih besar.<\/p>\n<p>Dengan sepasang mengambil tendangan penalti, setidaknya tekanan sedikit berkurang. Mengenai apakah format ini akan diuji cobakan di level senior memang belum tahu dan belum ada kepastian final. Tapi kemungkinan untuk itu masih akan ada.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4403 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/673460930.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/673460930.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/673460930-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/673460930-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/673460930-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Sejarah adu penalti<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum tahun 1970-an, jika pertandingan berakhir dengan skor imbang setelah perpanjangan waktu, maka akan ada pertandingan ulang. Tapi, tentunya ini melelahkan, bukan?<\/p>\n<p>Aturan mengenai adu penalti di kompetisi level dunia mulai ditetapkan FIFA tahun 1970. Dan Piala Eropa 1976 di Yugoslavia (sekarang Serbia) menjadi ajang internasional pertama di mana adu penalti diterapkan. Final yang mempertemukan Jerman (Barat) dan Republik Cekoslowakia harus ditentukan lewat adu nasib ini. Akhirnya, Cekoslowakia berhasil meraih gelar Piala Eropa setelah mengalahkan Sepp Maier dan kolega dengan skor 5-3 di adu penalti.<\/p>\n<p>Dan seperti kita ketahui, saat Piala Dunia 1982 di Spanyol dan turnamen-turnamen lainnya, adu penalti menjadi solusi akhir untuk menentukan pemenang jika hasil akhir tetap imbang setelah perpanjangan waktu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4404 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/658200276.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"453\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/658200276.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/658200276-295x225.jpg 295w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/658200276-498x380.jpg 498w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/658200276-560x427.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Inggris: <\/strong><strong>Negara<\/strong> <strong>p<\/strong><strong>aling <\/strong><strong>bernasib buruk<\/strong><strong> di <\/strong><strong>a<\/strong><strong>du <\/strong><strong>p<\/strong><strong>enalti<\/strong><\/h3>\n<p>Inggris, negara yang kerap mendaku diri sebagai negara tempat lahirnya sepak bola, sebenarnya paling anti dengan adu penalti. Betapa banyak tim yang main cemerlang dan habis-habisan tapi harus kalah tragis lewat adu penalti. Inggris, mungkin salah satunya.<\/p>\n<p>Mereka kerap mengalami kutukan adu penalti di beberapa turnamen besar. Sebut saja Piala Dunia 1990 (kalah di semifinal lawan Jerman melalui adu penalti), Piala Eropa 1996 di rumah sendiri (kalah dari Jerman di semifinal lewat adu penalti), lalu Piala Dunia 1998 Perancis (kalah di babak 16 besar lawan Argentina), dan Piala Eropa 2004 Portugal (kalah lawan Portugal di perempatfinal). Dan yang paling <em>memorable<\/em>, <em>panenka <\/em>Andrea Pirlo di Piala Eropa 2012 yang membuat Joe Hart dan timnas Inggris pulang dengan tertunduk lesu<\/p>\n<p>Uniknya, klub-klub Inggris justru tidak pernah kalah di final Liga Champions Eropa lewat adu tos-tosan ini. Sebut saja kemenangan Liverpool atas AC Milan di final dramatis di Istanbul tahun 2005 dan kemenangan Chelsea atas Bayern Munchen di final Piala Champions musim 2011\/2012.<\/p>\n<p>Bahkan, beberapa adu penalti dengan skor besar justru terjadi di Liga Inggris ini. Salah satu adu penalti yang paling dramatis di Liga Inggris adalah saat Liverpool harus menaklukan Middlesbrough di babak ketiga Piala Liga (Capital One Cup) pada September 2014 (musim kompetisi 2014\/2015). Skornya tidak tanggung-tanggung: 16-15! Laga ini sempat menjadi perbincangan hangat di sejumlah forum olahraga dan sosial media.<\/p>\n<p>Lepas pro atau kontra, adu penalti menjadi pilihan yang nampaknya harus dijalankan jika hasil tetap imbang dalam 120 menit. Akankah format baru ini membuat adu penalti semakin menegangkan? Kita lihat saja nanti.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pertandingan sepak bola, adu penalti adalah hal yang sangat dihindari (terutama bagi para kiper). Tapi terkadang itu harus terjadi. Sudah bermain habis-habisan selama 2&#215;45 menit ditambah 30 menit perpanjangan waktu namun hasil tetap imbang. Akhirnya, nasib tim ditentukan oleh adu penalti. Jangankan penendang penalti, kiper, ataupun pelatih beserta ofisial tim, para penonton di stadion dan di rumah justru lebih tegang saat menyaksikan babak tos-tosan ini berlangsung. Pemain sekelas Diego Maradona atau Zico pun bisa gagal dalam mengeksekusi tendangan dari titik putih di adu penalti. Bukti bahwa mentalitas lebih berperan ketimbang kemampuan atau nama besar. Sehebat apapun Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, tetaplah mereka manusia biasa yang bisa tegang saat &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4405,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[970,175],"class_list":["post-4402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-penalti","tag-uefa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Federasi sepak bola Eropa alias UEFA rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Federasi sepak bola Eropa alias UEFA rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-05T03:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/667765826.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"415\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan?\",\"datePublished\":\"2017-05-05T03:00:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/\"},\"wordCount\":694,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/667765826.jpg\",\"keywords\":[\"Penalti\",\"UEFA\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/\",\"name\":\"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/667765826.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-05T03:00:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Federasi sepak bola Eropa alias UEFA rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/05\\\/05\\\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/667765826.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/05\\\/667765826.jpg\",\"width\":594,\"height\":415,\"caption\":\"Penalti\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan? | Football Tribe Indonesia","description":"Federasi sepak bola Eropa alias UEFA rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Federasi sepak bola Eropa alias UEFA rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan!","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-05T03:00:53+00:00","og_image":[{"width":594,"height":415,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/667765826.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan?","datePublished":"2017-05-05T03:00:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/"},"wordCount":694,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/667765826.jpg","keywords":["Penalti","UEFA"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/","name":"Rencana Adu Penalti Terbaru UEFA: Akankah Lebih Menegangkan? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/667765826.jpg","datePublished":"2017-05-05T03:00:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Federasi sepak bola Eropa alias UEFA rencananya akan mengubah format adu penalti yang selama ini sudah biasa kita saksikan!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/05\/rencana-adu-penalti-terbaru-uefa\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/667765826.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/667765826.jpg","width":594,"height":415,"caption":"Penalti"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}