{"id":4376,"date":"2017-05-04T13:00:23","date_gmt":"2017-05-04T06:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4376"},"modified":"2017-05-04T14:06:35","modified_gmt":"2017-05-04T07:06:35","slug":"episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/","title":{"rendered":"Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/01\/theatre-draws-untuk-manchester-united\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Old Trafford<\/a>, Manchester, 24 Oktober 2004. Manchester United menjamu Arsenal, tim pemuncak klasemen yang sedang menjalankan catatan brilian: 49 pertandingan tanpa sekali pun kalah. Rekor ini juga membuat anak-anak The Gunners merebut trofi Liga Primer Inggris dengan status <em>Invincibles<\/em>: Sang Tanpa Cela.<\/p>\n<p>United, sang hegemon, tentu sungguh berhasrat memupus rekor tersebut. Apalagi Arsenal juga melanjutkan tren musim lalu. Mereka bertandang ke Old Trafford sebagai pemuncak klasemen sementara, dengan dua poin di atas Chelsea. Sementara itu tim tuan rumah berada di posisi 6, terpaut 11 angka dari tim tamu.<\/p>\n<p>Lewat sedikit \u201ccampur tangan\u201d Mike Riley, Setan Merah seperti diperkenankan berbuat seenaknya terhadap para penggawa Meriam London. Sebuah video di YouTube menjadi saksi abadi bagaimana Neville bersaudara, Ruud van Nistelrooy, Wayne Rooney melakukan bermacam tindakan kasar dan tercela.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=mM747L9Wf8M\">http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=mM747L9Wf8M<\/a><\/p>\n<p>Meski sempat mendominasi, Arsenal ambruk di menit ke-73 lewat aksi teatrikal Rooney di kotak penalti Arsenal. Rooney lantas menggenapi skor menjadi 2-0 lewat golnya di menit-menit akhir pertandingan.<\/p>\n<p>Theatre of Dream bergemuruh. Arsenal meradang. Perdebatan berlanjut hingga ke <em>tunnel <\/em>yang juga melibatkan para staf masing-masing kesebelasan. Di sinilah akhirnya terjadi insiden yang kemudian terkenal dengan sebutan \u201c<em>Pizzagate<\/em>\u201d: seorang pemain Arsenal melempar pizza ke pelatih United, Alex Ferguson.<\/p>\n<p>Karena peristiwa ini tak terekam kamera, laporan pers saat itu hanya menulis bahwa sosok pelempar adalah pemain Arsenal yang \u2018tak diketahui\u2019, <em>an unidentified Arsenal player. <\/em>Selang beberapa hari, barulah publik tahu siapa sosok tersebut: Cesc Fabregas.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4377 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/456576580.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"505\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/456576580.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/456576580-265x225.jpg 265w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/456576580-447x380.jpg 447w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/456576580-560x476.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Too much too soon<\/strong><\/h3>\n<p>Kita bisa saja menilai perbuatan Fabregas sebagai tindakan naif khas anak muda. Umurnya saat itu baru menginjak 17 tahun. Tetapi sasaran lemparnya adalah Sir Alex, orang yang begitu dihormati tidak hanya di Manchester, tapi di seantero Britania Raya. Fabregas begitu menjiwai kekalahan timnya yang diperoleh dengan begitu tragis. Kekalahan yang membuat rekor berhenti di angka 49, tak genap menjadi 50.<\/p>\n<p>Didatangkan dari Barcelona, Fabregas justru mekar di negeri seberang. Dia datang di saat segala sesuatunya tampak begitu berkilau di Islington, London Utara. Arsene Wenger sedang berada dalam fase terbaik di karier kepelatihannya. Meski begitu, Fabregas justru menyeruak dan tak canggung bermain dengan nama-nama besar seperti Thiery Henry, Dennis Bergkamp, Patrick Vieira, Robert Pires, dan kawan-kawan.<\/p>\n<p>Dengan rambut <em>mullet <\/em>dan seragam yang tampak selalu kedodoran, Fabregas mampu mengimbangi rekan-rekan setim yang tidak hanya jago, tapi juga berkaliber internasional dan memiliki ego menjulang.<\/p>\n<p>Hingga detik ini, namanya masih tercatat sebagai debutan dan pencetak gol termuda Arsenal. Catatan pertama ia lakukan di pertandingan melawan Rotherham United. Usianya baru menginjak 16 tahun 177 hari. Catatan kedua ia raih di laga melawan Wolverhampton Wanderers (16 tahun 212 hari).<\/p>\n<p>Fabregas, yang asli Catalan, merasa kesempatannya bersama Barcelona begitu tipis, lantas hijrah ke tim akademi Arsenal. Di La Masia, yang mewajibkannya tinggal di asrama, Fabregas satu angkatan dengan nama-nama yang kelak mendominasi kancah sepak bola, tak hanya Negeri Matador tetapi juga dunia.<\/p>\n<p>Fabregas tumbuh sebagai pengagum Pep Guardiola. Sang idola mengetahui hal itu dan tatkala sang murid ditimpa masalah perceraian orang tua, ia menghadiahi Fabregas seragam bernomor 4 bertuliskan, \u201cKelak, kaulah yang akan mengenakan seragam nomor 4 untuk Barcelona.\u201d<\/p>\n<p>Tetapi waktu itu Pep belum melatih La Blaugrana. Pun juga, lini tengah Barcelona dilimpahi dengan bakat-bakat hebat. Ia memilih mengadu nasib ke London, sekaligus berserah diri kepada sosok yang di kemudian hari ia anggap seperti ayahnya sendiri, Arsene Wenger.<\/p>\n<p>Dengan reputasinya sebagai pemoles bakat-bakat tak terduga, Fabregas adalah salah satu contoh utama yang harus disodorkan jika ingin menjustifikasi kegeniusan Wenger dalam mengendus seorang pemain. Meski bertubuh agak kecil, Fabregas-lah yang langsung Wenger percayai untuk mewarisi nomor punggung Vieira, yang pada tahun 2005, dilego ke Juventus. Ini adalah \u2018ketergesaan\u2019 yang pertama.<\/p>\n<p>Sebagaimana kita ketahui, Wenger beserta manajemen Arsenal melakukan sebuah perjudian. Mereka menganggap Highbury tak lagi layak untuk menjadi stadion kebanggaan. Kehadiran Fabregas berada di titik penghematan, yang kelak dikenal dengan istilah \u201c<em>Arsene\u2019s austerity<\/em>\u201d, sebuah istilah yang mengacu pada kebijakan suatu negara dalam memangkas subsidi publik.<\/p>\n<p>Setelah Vieira, lepaslah Pires. Begitu pun Dennis \u201cThe God\u201d Bergkamp yang memutuskan untuk gantung sepatu. Henry, kapten setelah Vieira, hanya dua musim bertahan di London Utara selepas kegagalan di final Liga Champions kontra klub yang berkali-kali membajak pemain-pemain Arsenal, Barcelona. Dan ke Catalan pula akhirnya sang top skor sepanjang masa Arsenal berlabuh.<\/p>\n<p>Fabregas membayar kepercayaan itu. Wenger pun teguh dengan keputusannya menjual para pemain kunci dan menggantinya dengan pemain-pemain muda yang belum matang. Sang profesor berharap mereka dapat tumbuh bersama, lantas menjadi suatu kesatuan yang padu. Sosok kunci untuk menjaga kesatuan tersebut tak lain dan tak bukan: Cesc Fabregas.<\/p>\n<p>Pemain bernama lengkap Francesc Fabregas Soler ini menjadi pusat permainan, yang juga menjadi figur transformasi sebuah era. Secara permainan pun Wenger menjadi gandrung dengan penguasaan bola. 4-4-2\/4-4-1-1 beralih menjadi 4-5-1\/4-2-3-1 untuk mengakomodir Fabregas sang jenderal lapangan tengah. Jenderal yang tak segan berkonfrontasi dengan pemain lawan, yang mengenakan seragam kebanggaan Arsenal dengan sepenuh hati.<\/p>\n<p>Fabregas akhirnya menjadi figur sentral. Bayangkan, kuartetnya bersama Tomas Rosciky, Alexander Hleb, dan Mathieu Flamini sanggup berbicara banyak dan membawa Arsenal memuncaki klasemen liga sepanjang dua per tiga musim. Sebuah testimoni datang dari penyerang Reading, Dave Kitson, untuk klub yang kini disemati julukan \u201c<em>young and inexperienced<\/em>\u201d itu:<\/p>\n<p>\u201cHal yang paling mengesankan adalah mereka tak sekadar saling mengoper bola, namun mereka berbagi bola dan seorang pemain sanggup mengejarnya dan telah tercanang di pikiran pemain itu apa yang akan ia lakukan setelahnya. Ini benar-benar ajaib dan tak bisa dipercaya,\u201d katanya seperti dikutip Telegraph (14\/11\/2007). Jika pengakuannya kurang meyakinkan, apa butuh saya kutip komentar Pele, yang mengakui bahwa Arsenal merupakan tim yang paling ia gemari tahun itu?<\/p>\n<p>Tim yang dikomandani Fabregas ini akhirnya ambruk di ujung musim, meski para penggemar tetap optimis menyambut musim selanjutnya. Suatu anggapan yang terbukti akan menyakiti hati mereka begitu dalam. Memang terkadang istilah \u201charapan dapat membunuh\u201d seperti tak dikenali para penggila bola. Di musim ini pula, seorang penyerang berakhlak buruk bernama Emmanuel Adebayor sanggup menggelontorkan 31 gol di seluruh ajang!<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4378 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/461405655.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/461405655.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/461405655-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/461405655-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/461405655-560x372.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kepergian yang menyakitkan<\/strong><\/h3>\n<p>Fabregas, yang diharapkan mampu tak hanya menjadi ikon, awalnya tampak begitu menikmati peran yang ia mainkan. Fabregas menjadi begitu diandalkan. Umpan-umpan pembelah pertahanan yang menjadi ciri khasnya begitu membius lawan dan memanjakan kolega setim. Ia menjadi Fabregas, si raja asis yang kondang.<\/p>\n<p>Geruh tak berbunyi, malang tak berbau. Membangun stadion baru membutuhkan tumbal, meski bukan nyawa. Wenger berubah bak saudagar, yang tak melewatkan kesempatan untuk menjual pemainnya saat bujuk rayu datang.<\/p>\n<p>Selain itu, kaki-kaki belia yang memainkan sepak bola indah ternyata berbuah perlakuan kasar dari para pemain lawan. Robin van Persie, Aaron Ramsey, Jack Wilshere, Eduardo da Silva, Rosicky, serta yang termasyhur, Abou Diaby, melengkapi karier mereka dengan riwayat cedera panjang.<\/p>\n<p>Nun jauh di Catalan, sang idola telah kembali. Pep menyulap Barcelona menjadi tim yang begitu menakutkan. Selain itu, ia mengumpulkan (serta memulangkan) para pemain yang dulu pernah menjalani masa muda bersama Fabregas di La Masia.<\/p>\n<p>Hegemoni Barcelona pun bertuah juga ke tim nasional Spanyol. Pesona <em>juego d<\/em><em>o<\/em><em> posicion<\/em> yang mewarisi <em>totaal voetbal<\/em> Rinus Michels juga berbuah trofi. Berturut-turut Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 mereka rengkuh. Lantas terjadilah peristiwa itu: Fabregas dipaksa Gerard Pique dan Carles Puyol untuk mengenakan kostum Barcelona di acara perayaan.<\/p>\n<p>Arsenal meradang. Selanjutnya adalah drama. Drama yang kita tahui menyakiti segenap pendukung Arsenal. Musim 2010\/2011 ia jalani dengan enggan, bahkan disinyalir berpura-pura cedera agar tak bermain.<\/p>\n<p>Fabregas enggan menjalankan peran sesuai skenario. Ia tak ingin menjadi seperti Tony Adams yang sama-sama menjadi kapten gudang peluru di usia muda. Ia tak meneruskan peran Vieira yang membawa Arsenal meraih berbagai trofi.<\/p>\n<p>Skenario dibongkar-ulang, sebagaimana perubahan klub yang seperti terus saja mengalami nasib buruk. Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.<\/p>\n<p>Selamat ulang tahun ke-30, Fabregas.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Fajar Martha (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/fjrmrt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">fjrmrt<\/b><\/a>)<\/span><\/strong><br \/>\n<\/em><em>Esais dan narablog Arsenal FC di <a href=\"https:\/\/indocannon.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">indocannon.wordpress.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Old Trafford, Manchester, 24 Oktober 2004. Manchester United menjamu Arsenal, tim pemuncak klasemen yang sedang menjalankan catatan brilian: 49 pertandingan tanpa sekali pun kalah. Rekor ini juga membuat anak-anak The Gunners merebut trofi Liga Primer Inggris dengan status Invincibles: Sang Tanpa Cela. United, sang hegemon, tentu sungguh berhasrat memupus rekor tersebut. Apalagi Arsenal juga melanjutkan tren musim lalu. Mereka bertandang ke Old Trafford sebagai pemuncak klasemen sementara, dengan dua poin di atas Chelsea. Sementara itu tim tuan rumah berada di posisi 6, terpaut 11 angka dari tim tamu. Lewat sedikit \u201ccampur tangan\u201d Mike Riley, Setan Merah seperti diperkenankan berbuat seenaknya terhadap para penggawa Meriam London. Sebuah video di YouTube menjadi &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4381,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[120,180,969,134,129,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-04T06:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-05-04T07:06:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/\",\"name\":\"Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-04T06:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2017-05-04T07:06:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal | Football Tribe Indonesia","description":"Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal | Football Tribe Indonesia","og_description":"Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-05-04T06:00:23+00:00","article_modified_time":"2017-05-04T07:06:35+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/","name":"Episode Sendu Cesc Fabregas di Arsenal | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-05-04T06:00:23+00:00","dateModified":"2017-05-04T07:06:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Lakon Fabregas yang begitu diwarnai pelangi berubah menjadi muram, lewat satu episode sendu beratasnamakan materi dan trofi.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/05\/04\/episode-sendu-cesc-fabregas-di-arsenal\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/Cesc-Fabregas-Rekor-Arsenal-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4376"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4376"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4376\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}