{"id":43616,"date":"2019-08-27T12:00:18","date_gmt":"2019-08-27T05:00:18","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=43616"},"modified":"2019-08-27T00:52:19","modified_gmt":"2019-08-26T17:52:19","slug":"cerita-sepak-bola-tarkam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/","title":{"rendered":"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open tournament<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em><strong>Football Tribe Indonesia<\/strong><\/em><\/a>, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi. Sebenarnya menyebut \u201cmenonton pertandingan\u201d kurang tepat karena saya lebih banyak mengarahkan pandangan ke penonton dan atmosfer di luar lapangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara menonton ini tidak begitu direncanakan. Kebetulan saya sedang berada di Wonosobo untuk menengok orang tua. Selepas Jumatan, seorang kawan lama bercerita habis menonton turnamen itu kemarin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">ketemu<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">kok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dibicarakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bal-balan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Obrolan ini sepertinya menguatkan teori fungsi olahraga dalam masyarakat sebagai pengalaman emosional bersama serta sebagai interaksi sosial dan bahasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak dari rumah ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">venue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pertandingan sekitar lima kilometer. Untuk mencapai tempat tersebut, saya naik angkot jurusan Wonosobo-Garung turun di gerbang Desa Sendang Sari, Kecamatan Garung. Setelah itu, perjalanan saya berlanjut dengan berjalan kaki menanjak sekitar satu kilometer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiket dibanderol seharga sepuluh ribu rupiah. Setiap harinya digelar dua pertandingan, pada jam 14.15 dan jam 16.00. Saya tiba di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">venue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekitar jam tiga sore, menjelang babak pertama usai. Penonton belum begitu ramai, mungkin warga masih sibuk dengan pekerjaan sehari-hari mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/07\/kenikmatan-sepak-bola-pinggiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kenikmatan Sepak Bola Pinggiran<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiket berbentuk selembar kertas tanpa identitas, apalagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">barcode<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun begitu, para petugas penjaga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih canggih daripada alat pendeteksi wajah. Mereka mampu mengenali mana warga yang boleh keluar masuk dan penonton dari luar yang harus bertiket.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada kategori untuk tiket yang dijual. Tidak ada kelas VIP atau ekonomi. Tidak ada perbedaan tribun utara atau selatan. Penonton bebas menentukan sendiri mau menonton dari sisi mana saja. Mau berdiri, jongkok atau lesehan di pinggir lapangan silakan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton mengitari lapangan pertandingan. Mereka hanya dibatasi oleh tali yang berjarak hanya dua langkah dari garis lapangan. Dua utas tali pembatas membuat lapangan sepak bola lebih mirip ring tinju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika beberapa dekade yang lalu klub-klub Liga Inggris merombak desain stadion menjadi tanpa pagar dan mendekat ke lapangan, tarkam lebih maju lagi, dalam pengertian yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiIwMHRNU00wSSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script async type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut tentu saja mengundang isu soal keamanan baik bagi pemain maupun wasit, apalagi hakim garis. Saya tidak tahu dengan pertandingan lain, namun di pertandingan yang saya saksikan, keamanan cukup terjaga. Saat terjadi gol, beberapa suporter memang menyerbu lapangan namun bisa segera ditertibkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin karena nama turnamen ini Koramil Cup, personel tentara ikut menjaga keamanan. Saya jadi bertanya-tanya, apakah ini contoh yang sempurna bagaimana militer seharusnya terlibat dalam sepak bola Indonesia? Mereka mengambil peran sebagai bagian dari penyelenggara dan menyediakan arena kepada masyarakat sipil untuk bertanding, bukannya malah ikut-ikutan bermain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang pertandingan kedua, suasana semakin ramai. Di sekitar lapangan terlihat anak-anak berlarian, remaja putra dan putri tampil modis, sepasang suami dan istri membawa serta anak mereka yang masih balita, orang-orang tua tidak ketinggalan dengan fesyen <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sarung dan pecinya. Olahraga benar-benar mengejawantahkan dirinya sebagai sebuah fenomena sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari arah jalan masuk ke lapangan, berduyun-duyun datang sekelompok suporter. Mereka memakai atribut yang seragam. Alunan alat musik perkusi segera membahana. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dinyanyikan adalah lagu-lagu PSS Sleman. Teriakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBianco verde ale&#8230;\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> segera terdengar di telinga saya. Tunggu dulu, di lapangan hanya ada tim kuning dan hitam.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/26\/sayap-sayap-penopang-elang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sayap-Sayap Penopang Elang Jawa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kultur suporter Sleman tampaknya telah menjalar ke daerah-daerah sekitarnya yang bahkan \u201ctidak memiliki\u201d klub lokal yang cukup eksis. Budaya ini sendiri diakui oleh penghayatnya diimpor dari Italia. Tidak pelak lagi, globalisasi menemukan spesimen yang sempurna di sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi teringat Franklin Foer yang \u201cberkeliling dunia\u201d ketika menulis buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">How soccer explains the world: An unlikely theory of globalization.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sayangnya, ia tidak mampir Wonosobo, sehingga sepakbola tarkam di kaki gunung luput dari pandangannya. Saya pun agak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menggantikan perannya yang berusaha \u201cmemahami dunia lewat sepak bola.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aroma jagung bakar berseliweran di udara, berkelindan dengan kabut tipis yang mulai turun. Saya masih ingin menikmati suasana ini dan berusaha memahami dunia lewat sepak bola. Tapi apa daya, saya harus bergegas sebelum gelap agar tidak kehabisan angkutan yang membawa saya pulang.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/23\/tarkam-sepak-bola-sesungguhnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mungkin, Tarkam adalah Sepak Bola Sesungguhnya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJoUkZXTGQwdiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script async type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi. Sebenarnya menyebut \u201cmenonton pertandingan\u201d kurang tepat karena saya lebih banyak mengarahkan pandangan ke penonton dan atmosfer di luar lapangan.\u00a0 Acara menonton ini tidak begitu direncanakan. Kebetulan saya sedang berada di Wonosobo untuk menengok orang tua. Selepas Jumatan, seorang kawan lama bercerita habis menonton turnamen itu kemarin. Lama nggak ketemu kok yang dibicarakan bal-balan. Obrolan ini sepertinya menguatkan teori fungsi olahraga dalam masyarakat sebagai pengalaman emosional bersama serta sebagai interaksi sosial dan bahasa.\u00a0 Jarak dari rumah ke venue pertandingan sekitar lima kilometer. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":43617,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[122,598,3869,3950],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-27T05:00:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-08-26T17:52:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"3840\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2160\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/\",\"name\":\"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg\",\"datePublished\":\"2019-08-27T05:00:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-26T17:52:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg\",\"width\":3840,\"height\":2160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam | Football Tribe Indonesia","description":"Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam | Football Tribe Indonesia","og_description":"Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-08-27T05:00:18+00:00","article_modified_time":"2019-08-26T17:52:19+00:00","og_image":[{"width":3840,"height":2160,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/","name":"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg","datePublished":"2019-08-27T05:00:18+00:00","dateModified":"2019-08-26T17:52:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Akhir pekan kemarin saya menonton pertandingan sepak bola di suatu open tournament yang lazim disebut tarkam. Bagi pembaca Football Tribe Indonesia, istilah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/IMG_20190823_1701041.jpg","width":3840,"height":2160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/27\/cerita-sepak-bola-tarkam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Oleh-oleh dari Wonosobo: Sepotong Cerita Sepak Bola Tarkam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43616"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43618,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43616\/revisions\/43618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}