{"id":43528,"date":"2019-08-21T10:00:23","date_gmt":"2019-08-21T03:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=43528"},"modified":"2025-04-26T07:09:18","modified_gmt":"2025-04-26T00:09:18","slug":"apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/","title":{"rendered":"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, pada 29 November 1899, kelompok yang dikomandoi oleh Joan Gamper bersama Carles Pujol, Gualteri Wild, Otto Maier, John Parsons, William Parsons, Lluis d\u2019Osso, Bartomeu Terrados, Pere Cabot, Otto Kunzle, Enric Ducal, dan Josep Llobet, membentuk sebuah klub sepak bola di Katalunya, yang saat ini dikenal sebagai Football Club Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti motto dari klub Barcelona yakni \u201c<em>M\u00e9s Que Un Club<\/em>\u201d atau yang memiliki makna \u201cLebih dari sekadar klub\u201d, dalam perjalanannya, Barcelona bukan hanya dikenal sebagai klub sepak bola semata. Barcelona adalah sebuah simbol perjuangan rakyat Katalunya yang merasa tertindas di bawah kepemimpinan Raja Franco saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Franco adalah seorang jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Sejak dulu, orang-orang Katalunya menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah \u201cpenjajahan\u201d Spanyol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Franco saat itu melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Katalunya. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat di mana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan menjadikan klub tersebut simbol perlawanan. Warna biru dan merah khas klub Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning yang merupakan simbol bendera Katalunya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/19\/lima-hal-laliga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lima Hal yang Ditunggu dari LaLiga 2019\/2020<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain simbol perjuangan, FC Barcelona adalah simbol kemanusiaan. Di saat banyak klub yang mulai tergiur dana dari pihak sponsor, Barcelona masih berpegang teguh pada prinsip mereka yang anti dengan embel-embel sponsor pada seragamnya, karena mereka tidak mau menodai salah satu simbol perlawanan tersebut. Bahkan, sponsor pertama yang menempel pada jersey <i>Blaugrana <\/i>adalah UNICEF, sebuah lembaga amal untuk anak-anak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesepakatan sponsor ini pun terbilang tidak biasa, karena Barcelona justru berkontribusi mendonasikan 1,5 juta euro per tahun kepada UNICEF (0.7 persen dari total pendapatan) melalui FC Barcelona Foundation. Melihat kesepakatan ini, boleh dibilang Barca-lah yang menjadi sponsor UNICEF, bukan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Barcelona juga menjadi wadah bagi pemuda Katalunya menyalurkan serta mengembangkan bakat sepak bola mereka. Akademi La Masia terkenal menghasilkan banyak pemain hebat. Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Pep Guardiola, dan Carles Puyol menjadi nama-nama terbaik lulusan La Masia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan 3 nama yang disebut pertama pernah sama-sama masuk menjadi 3 kandidat teratas Ballon D\u2019Or 2010. Sebuah pencapaian yang dirasa akan sulit ditiru akademi manapun.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/19\/pemain-muda-laliga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Para Pemain Muda yang Siap Menggebrak LaLiga 2019\/2020<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi permainan pun Barcelona memiliki identitas tersendiri. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menyerang, mereka diibaratkan seperti orang Katalunya yang ingin mendobrak dominasi Spanyol. Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Namun, <span style=\"font-weight: 400;\">semua hal di atas, seakan luntur perlahan tergerus waktu. Barcelona yang sekarang adalah \u201c<em>Mismo Que Un Club<\/em>\u201d atau jika diartikan \u201cSama seperti klub lainnya\u201d. Barcelona yang sekarang, seperti mengkhianati apa yang mereka tanam sejak lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua ini dimulai pada 2010, yaitu saat pergantian presiden dari Joan Laporta ke Sandro Rosell, membawa perubahan drastis terhadap FC Barcelona, dan membuat identitas <em>M\u00e9s Que un Club<\/em> mulai hilang perlahan dalam tubuh Barcelona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi sponsor, Barcelona mulai tergiur dengan iming-iming uang yang bisa didapatkan dari jenama tertentu yang ingin namanya terpampang di <em>jersey<\/em> Barcelona. Apa lagi saat itu Barcelona termasuk dalam tim\u00a0 yang sangat menjual baik dari sisi penjualan jersey maupun pamor di kalangan masyarakat. Ditambah di era industri, tidak bisa dipungkiri bahwa kucuran dana dari sponsor yang sangat besar sangat berpengaruh ke keuangan klub.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya sebuah kesepakatan dengan Qatar Foundation membuat sang klub Katalunya bakal mengantongi 30 juta euro per tahun hingga 2016, dengan sejumlah tambahan bonus tergantung sukses yang mereka raih di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <em>Guardian<\/em>, kesepakatan kontrak 150 juta euro merupakan nilai terbesar dalam sejarah sepak bola, bahkan dua kali lipat dari yang didapat Real Madrid sebesar 15 juta euro per musim dari Bwin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dengan ini, Barcelona menjadi klub dengan sponsor terbesar dalam sejarah sepak bola &#8211; dan dalam keadaan krisis ekonomi,&#8221; kata wakil presiden, Javier Faus, setelah pengumuman sponsor baru. Meski begitu, sejatinya prinsip kemanusiaan masih dianut Barca, karena sejatinya Qatar Foundation merupakan yayasan yang bergerak untuk memajukan pendidikan, pengetahuan ilmiah, riset dan pengembangan komunitas negara-negara arab yang didirikan pada 1995.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logo Qatar Foundation pun akhirnya dipasang di bagian depan <em>jersey<\/em>, sementara logo UNICEF dipindahkan ke bagian belakang di bawah nomor punggung pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dua tahun berjalan, Barca mengonfirmasi jika mereka akan menggunakan logo Qatar Airways di bagian depan seragam, memecahkan tradisi klub yang tidak menggunakan sponsor perusahaan selama 113 tahun berdirinya klub.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/no-17-di-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">No. 17 di Barcelona, Antara Beban dan Kepercayaan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan nilai 25 juta paun per tahun, presiden Sandro Rosell menegaskan perusahaan penerbangan itu akan menggantikan logo Qatar Foundation di bagian depan mulai 1 Juli 2013, sementara logo UNICEF tetap berada di bagian belakang seperti sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi pemain, Barcelona juga mengalami pergeseran filosofi. Kita masih ingat pada medium 2000-an awal, Akademi Barcelona dikenal sebagai salah satu akademi terbaik, bahkan saat itu banyak dari <em>fans<\/em> Barcelona yang mengkritik kampanye <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Los Galacticos<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diusung Real Madri. Mereka berdalih tetap mampu meraih kesuksesan meskipun hanya berbekal pemain lulusan akademi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya memang benar, Barcelona saat itu mampu meraih <em>treble winners<\/em> pada musim 2008\/2009 dengan berbekal mayoritas pemain akademi, bahkan dengan pelatih yang juga lulusan La Masia, Pep Guardiola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring dengan datangnya pendapatan dari sponsor, hal itu turut bergeser. Barcelona yang sekarang, sama saja seperti Real Madrid. Dilansir dari <em>Transfermarkt<\/em>, sejak tahun 2014 Barcelona telah menghabiskan dana sebesar 1,08 miliar euro. Jumlah itu melebihi PSG dan Manchester City yang terkenal boros dalam pembelian pemain. Ironisnya, jumlah itu jauh di atas Real Madrid yang bahkan hanya menghabiskan 747,3 juta euro dalam 5 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih akan kembali menyeimbangkan antara pemain bintang dengan lulusan La Masia, Barcelona malah semakin jor-joran dalam membeli pemain. Ousmane Dembele, Malcom, Philippe Coutinho, dan Arturo Vidal, menjadi bukti betapa entengnya Barcelona dalam mengeluarkan uang.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/25\/kasus-pembajakan-transfer-pemain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Malcom dan 6 Kasus Pembajakan Pemain di Bursa Transfer<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga puncaknya pada 18 April 2018, Barcelona bermain tanpa satu pun pemain La Masia tatkala berhadapan dengan Celta Vigo di Balaidos. Padahal pada 25 November 2012, saat menghadapi Levante, sejak menit ke-14, FC Barcelona bermain dengan 11 produk La Masia di dalam lapangan setelah Martin Montoya masuk menggantikan Dani Alves yang cedera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari laman <em>Transfermarkt<\/em>, sejauh ini Barcelona memiliki 23 pemain dari 24 pemain utama yang akan didaftarkan untuk mengarungi kompetisi LaLiga musim 2019\/2020. Dari 23 nama tersebut, hanya ada 7 pemain yang berasal dari La Masia, mereka adalah Gerard Pique, Jordi Alba, Sergio Busquets, Sergi Roberto, Carles Alena, Rafinha, dan Lionel Messi. 5 dari 7 pemain tersebut sudah berusia di atas 28 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Legenda Barcelona, Rivaldo, mengkritik Barcelona yang saat ini lebih sering belanja pemain daripada mengorbitkan para pemain muda hasil binaan akademi La Masia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kita selalu berbicara tentang produk akademi berkualitas seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Carles Puyol. Mereka sekarang sudah tidak ada di klub,&#8221; kata Rivaldo dikutip dari <em>Goal<\/em>, Jumat (04\/1).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sejak tiga pemain itu, kita sudah tidak pernah lagi melihat pemain dari La Masia yang berkualitas. Barcelona punya struktur pembinaan yang bagus, mereka harus fokus dengan itu sekarang,&#8221; ujar Rivaldo menambahkan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/05\/estadi-johan-cruyff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Estadi Johan Cruyff: Bukti Harumnya Nama Sang Legenda Belanda di Barcelona<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi taktik, selepas perginya Pep Guardiola dan Luis Enrique, seperti ada yang berbeda dari permainan <em>Blaugrana<\/em>. Mereka yang dikenal dengan taktik menyerang sebagai bentuk perlawanan, justru sekarang lebih bermain bertahan. Bahkan di kalangan <em>fans<\/em> Barca pun menyadari hal tersebut. Apalagi di bawah asuhan Ernesto Valverde, Barcelona dianggap telah kehilangan identitas Tiki Taka mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modernisasi memang menuntut adanya perubahan dari sebuah klub agar tidak kalah dengan zaman. Namun, sangat disayangkan jika nilai-nilai yang sudah ditanam hampir 120 tahun rusak begitu saja. Apalagi, jika dilihat dari segi historis, slogan \u201c<em>Mes Que Un Club<\/em>\u201d sangat kental dengan perlawanan rakyat Katalunya terhadap ketidakadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis sejatinya adalah seorang Madridista, saya juga yakin, tulisan ini akan menimbulkan banyak pro dan kontra. Penulis sangat terbuka apabila ada koreksi maupun ingin berdiskusi lebih lanjut, karena sejatinya penulis sangat mengagumi idealisme dan filosofi Barcelona dalam slogan \u201c<em>Mes Que Un Club<\/em>\u201d dan sangat menyayangkan apabila idealisme yang dibangun sejak lama, luntur begitu saja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah seorang Madridista yang sedang menjalani masa kuliah di Teknik Elektro, Universitas Negeri Surabaya. Bisa ditemui di akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/RijalF19\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@Rijalf19<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola. Akhirnya, pada 29 November 1899, kelompok yang dikomandoi oleh Joan Gamper bersama Carles Pujol, Gualteri Wild, Otto Maier, John Parsons, William Parsons, Lluis d\u2019Osso, Bartomeu Terrados, Pere Cabot, Otto Kunzle, Enric Ducal, dan Josep Llobet, membentuk sebuah klub sepak bola di Katalunya, yang saat ini dikenal sebagai Football Club Barcelona. Sama seperti motto dari klub Barcelona yakni \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d atau yang memiliki makna \u201cLebih dari sekadar klub\u201d, dalam perjalanannya, Barcelona bukan hanya dikenal sebagai &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d?&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":43531,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[180,2661,3849,122,598],"class_list":["post-43528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-barcelona","tag-berita-barcelona","tag-laliga","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d? | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d? | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-21T03:00:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-26T00:09:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/Logo-Barcelona.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d?\",\"datePublished\":\"2019-08-21T03:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-26T00:09:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/\"},\"wordCount\":1360,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/08\\\/Logo-Barcelona.jpg\",\"keywords\":[\"Barcelona\",\"Berita Barcelona\",\"LaLiga\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/\",\"name\":\"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d? | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/08\\\/Logo-Barcelona.jpg\",\"datePublished\":\"2019-08-21T03:00:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-26T00:09:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/08\\\/Logo-Barcelona.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/08\\\/Logo-Barcelona.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/08\\\/21\\\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d? | Football Tribe Indonesia","description":"Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d? | Football Tribe Indonesia","og_description":"Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-08-21T03:00:23+00:00","article_modified_time":"2025-04-26T00:09:18+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/Logo-Barcelona.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d?","datePublished":"2019-08-21T03:00:23+00:00","dateModified":"2025-04-26T00:09:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/"},"wordCount":1360,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/Logo-Barcelona.jpg","keywords":["Barcelona","Berita Barcelona","LaLiga","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/","name":"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d? | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/Logo-Barcelona.jpg","datePublished":"2019-08-21T03:00:23+00:00","dateModified":"2025-04-26T00:09:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Tahun 1899, sekelompok bangsawan dari Inggris, Swiss, datang ke Katalunya untuk urusan bisnis. Namun, kedatangan mereka pada akhirnya bukan hanya untuk urusan bisnis semata, kebanyakan dari mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap sepak bola.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/Logo-Barcelona.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/08\/Logo-Barcelona.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/08\/21\/apakah-barcelona-masih-mes-que-un-club\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Barcelona Masih \u201cM\u00e9s Que Un Club\u201d?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43528"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49787,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43528\/revisions\/49787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}