{"id":43001,"date":"2019-07-18T12:00:16","date_gmt":"2019-07-18T05:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=43001"},"modified":"2019-07-18T11:27:18","modified_gmt":"2019-07-18T04:27:18","slug":"arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/","title":{"rendered":"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara. Tapi secara mengejutkan, berhasil memenangi turnamen pra-musim bergengsi, Piala Presiden 2019<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencapaian itu membuat skuat asuhan Milomir Seslija menjadi kembali diperhitungkan di papan atas Shopee Liga 1 2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun saat liga baru dimulai mereka mengalami dua kekalahan tandang beruntun, tim kebanggaan warga Malang ini secara perlahan mampu menunjukkan kualitas permainan mereka. Empat kemenangan dan tiga kekalahan dari tujuh laga memang bukan hasil yang memuaskan bagi Singo Edan, tetapi konsistensi permainan yang mulai ditunjukkan membuat tim kebanggaan Aremania ini bisa sedikit bernapas lega.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga kemenangan beruntun menjadi bukti peningkatan performa Hamka Hamzah dkk. Lalu apa rahasia di balik meningkatnya performa <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arema-fc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Arema FC<\/strong><\/a> selama ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika berbicara tentang yang ada di dalam lapangan, tentu hal paling menonjol dari permainan Arema FC adalah ketajaman lini depan. 13 gol dari tujuh laga dengan rataan 1,85 gol dicetak tiap pertandingan, menjadi bukti lini depan mereka patut ditakuti di Shopee Liga 1 2019.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/12\/arema-fc-2018-2019\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Arema FC: 2018 Hampir Degradasi, 2019 Dapat Trofi<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singo Edan hanya kalah dari PS TIRA-Persikabo dengan rataan 2,11 gol per laga dan Madura United dengan 22 gol tiap pertandingan. Sebuah statistik yang kian menahbiskan lini depan mereka sebagai salah satu yang terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya duet <em>striker<\/em> lokal <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/23\/tonggak-awal-kemunculan-dedik-setiawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Dedik Setiawan<\/strong><\/a> dengan mantan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">top skor GOJEK Traveloka L<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">iga 1 2017, Sylvano Comvalius, ditambah distribusi bola yang matang dari <em>playmaker<\/em> asing Makan Konate, membuat semua tim harus waspada ketika bertemu dengan Arema.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pengamat maupun pelatih yang mungkin berpikir bahwa nyawa Arema FC ada di Konate. Jika dapat mematikan pergerakan pemain yang menjuarai Liga Indonesia 2019 ini, mereka berpikir permainan Arema bisa diredam. Itulah yang kerap menjadi serangan balik bagi mereka saat menghadapi Arema FC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa? Karena Arema FC tidak selalu bergantung pada Konate. Memang suplai bola selalu dimulai dari pemain asal Mali itu, tapi pemain lain pun dapat membangun serangan sama baiknya dengan Konate. Sebut saja Dendi Santoso. <em>Winger<\/em> yang sepanjang kariernya belum pernah meninggalkan Singo Edan ini juga sering menjadi penyuplai bola ketika pergerakan Makan Konate diredam lawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/12\/fakta-unik-arema-fc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Deretan Fakta Unik Arema FC di Piala Presiden 2019<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang Dendi Santoso adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow playmaker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagi Arema FC. Pergerakannya tidak se-eksplosif Dedik Setyawan maupun Sylvano Comvalius, tapi umpan akurat, pergerakan tanpa bola, dan kombinasi dengan <em>fullback<\/em> Alfin Tuasalamony di sisi kanan dapat menjadi kejutan dari serangan armada Milo Seslija. Satu gol dan satu asis telah dipersembahkan putra daerah Malang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Makan Konate dan Dendi Santoso, masih banyak pemain yang bisa membangun serangan. <em>Fullback<\/em> John Alfarizie dan Alfin Tuasalamony, pergerakan tak terduga dari Hanif Sjahbandi, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overlap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kapten Hamka Hamzah, kerap menjadi pembeda di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tambahkan sosok Ricky Kayame dan Rivaldi Bawuo di bangku cadangan mereka. Komposisi ini membuat Singo Edan dapat mencetak gol dari berbagai sisi. Kiri, kanan, tengah, luar kotak penalti, hingga tendangan bebas bisa menjadi senjata bagi mereka. Bisa dibilang lini depan Arema FC adalah salah satu yang paling komplet di Liga 1 2019.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-29440\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Aremania-800x449.jpg\" alt=\"suporter juga menjadi identitas\" width=\"800\" height=\"449\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Aremania-800x449.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Aremania-768x431.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Aremania-350x197.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Aremania-677x380.jpg 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Aremania-560x315.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Lini belakang tak berdaya<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun berbanding terbalik dengan lini depan yang digdaya, lini belakang justru tak berdaya. Sebelas gol bersarang ke gawang bukan angka yang bagus untuk tim Singo Edan. Transisi dari menyerang ke bertahan menjadi sorotan di balik buruknya performa lini belakang ini. Lebih dari setengah gol yang tercipta ke gawang Singo Edan selalu lahir dari serangan balik cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duo <em>fullback<\/em> Alfarizie dan Alfin yang gemar membantu serangan tidak diikuti dengan transisi ke bertahan yang baik. Duet gelandang Hanif Sjahbandi dan Hendro Siswanto yang kerap dimainkan pun tidak bisa menambal sisi yang ditinggalkan <em>fullback<\/em> dengan baik. Tusukan sayap cepat selalu membuat pertahanan yang digalang Hamka Hamzah menjadi kedodoran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mental penjaga gawang Singo Edan juga sering menjadi sorotan. Inkonsistensi dari dua penjaga gawang muda, Kurniawan Kartika Ajie dan Utam Rusdiana masih menjadi masalah. Memang semenjak ditinggal kiper terbaik mereka, Kurnia Meiga Hermansyah yang cedera pada tahun 2017, sektor ini masih menjadi masalah mendasar dari kubu Arema.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi dua hal tersebut justru bukan masalah utama. Masalah utama dari pertahanan Arema FC adalah kedalaman skuat mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/25\/sylvano-masih-mamayo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Apakah Sylvano Masih Mamayo?<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, berbeda dari lini depan yang memiliki banyak opsi mumpuni, lini belakang Singo Edan justru penuh lubang. Duo Hamka Hamzah dan Arthur Cunha hanya memiliki pelapis Ikhfanul Alam. Alfin Tuassalamony dan Ahmad Alfarizie di sektor bek sayap juga hanya memiliki Ricky Ohorella dan Agil Munawar sebagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pelapis <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah kompetisi yang berjalan panjang, jumlah pemain pelapis tersebut tentu tidak bisa dibilang mumpuni. Apalagi semua pelapis adalah pemain muda yang belum bisa menunjukkan konsistensi permainan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikhfanul Alam contohnya. Mantan pemain Bhayangkara FC yang bermain menggantikan Arthur Cunha kala menjamu Persipura Jayapura tersebut harus mengakhiri laga dengan sebuah kartu merah. Otomatis di pertandingan selanjutnya dua pemain bertahan Arema FC tidak memiliki pelapis di bangku cadangan. Kondisi-kondisi yang menyebabkan Arema FC kehilangan amunisi di lini belakang inilah yang harus diantisipasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Sebenarnya Arema FC juga masih memiliki simpanan pemain asing, Pavel Smolyachenko. Pemain berposisi gelandang bertahan ini dapat ditarik menjadi bek tengah apabila keadaan darurat. Akan tetapi nampaknya <em>coach<\/em> Milomir Seslija masih belum berani mempercayakan posisi itu pada Pavel, mengingat performa buruknya di awal Piala Presiden 2019 lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itulah tim pelatih Arema FC harus bekerja keras mengatasi masalah ini. Gradasi yang cukup nyata dari lini depan ke lini belakang tentu dapat dimanfaatkan lawan yang mengandalkan serangan balik cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah tim yang kuat tentu harus memiliki kualitas sepadan di semua lini. Apabila masalah ini tidak segera diatasi, bersaing di papan atas tentu menjadi lebih susah bagi sang jawara Piala Presiden 2019.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang gemar menganalisis sepak bola Indonesia. Bisa dihubungi di ID LINE: achmzulfikar.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara. Tapi secara mengejutkan, berhasil memenangi turnamen pra-musim bergengsi, Piala Presiden 2019 Pencapaian itu membuat skuat asuhan Milomir Seslija menjadi kembali diperhitungkan di papan atas Shopee Liga 1 2019. Meskipun saat liga baru dimulai mereka mengalami dua kekalahan tandang beruntun, tim kebanggaan warga Malang ini secara perlahan mampu menunjukkan kualitas permainan mereka. Empat kemenangan dan tiga kekalahan dari tujuh laga memang bukan hasil yang memuaskan bagi Singo Edan, tetapi &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":43003,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[742,218,1182,122,598],"class_list":["post-43001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-arema","tag-arema-fc","tag-aremania","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-18T05:00:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/07\/Arema-Persipura.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang\",\"datePublished\":\"2019-07-18T05:00:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/\"},\"wordCount\":953,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/07\\\/Arema-Persipura.jpg\",\"keywords\":[\"Arema\",\"Arema FC\",\"Aremania\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/\",\"name\":\"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/07\\\/Arema-Persipura.jpg\",\"datePublished\":\"2019-07-18T05:00:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/07\\\/Arema-Persipura.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/07\\\/Arema-Persipura.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/07\\\/18\\\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang | Football Tribe Indonesia","description":"Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-07-18T05:00:16+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/07\/Arema-Persipura.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang","datePublished":"2019-07-18T05:00:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/"},"wordCount":953,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/07\/Arema-Persipura.jpg","keywords":["Arema","Arema FC","Aremania","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/","name":"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/07\/Arema-Persipura.jpg","datePublished":"2019-07-18T05:00:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berbicara penampilan Arema FC di tahun 2019 ini memang tidak ada habisnya. Tim berjuluk Singo Edan yang secara materi pemain, baik pemain lama maupun penggawa anyar, ini tidak memiliki kedalaman skuat yang baik dan sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/07\/Arema-Persipura.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/07\/Arema-Persipura.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/18\/arema-fc-tajam-di-depan-rapuh-di-belakang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arema FC: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43001"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43004,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43001\/revisions\/43004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}