{"id":42911,"date":"2019-07-11T12:45:06","date_gmt":"2019-07-11T05:45:06","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=42911"},"modified":"2019-07-11T12:34:11","modified_gmt":"2019-07-11T05:34:11","slug":"meracik-setan-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/","title":{"rendered":"Meracik Setan Merah dengan Pemuda &#8216;Kinyis-Kinyis&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6, tiba-tiba didatangi Dewi Fortuna di 3 menit terakhir pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teddy Sheringham dan manajer MU saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, sukses membalikkan keadaan dan membantu <i>The Red Devils <\/i>merebut trofi Liga Champions yang sebelumnya sudah sempat dipasangi badge dari Bayern Muenchen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trofi tersebut melengkapi pencapaian MU sebelumnya yaitu <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/liga-primer-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Liga Primer Inggris<\/strong><\/a> dan Piala FA di musim yang sama. Pencapaian yang dikenal masyarakat dengan nama \u201c<em>Treble Winners<\/em>\u201d dan belum dapat diulang oleh MU sampai saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">20 tahun berlalu dari malam keajaiban tersebut, dan kondisi MU sekarang tidak bisa dibilang lebih baik dari tahun 1999. Bahkan oleh <em>fans<\/em> MU sendiri diakui kondisi sekarang sedang dalam periode kekelaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan transfer dan pembinaan pemain muda sejak Sir Alex Ferguson pensiun, berubah dan itu menjadi salah satu hal menurunnya prestasi MU di samping andil dari pemilik MU sekarang yang lebih condong mementingkan keuntungan bisnis dibandingkan prestasi MU sekarang ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang penting cuan, prestasi belakangan!\u201d Begitu kira-kira yang ada di benak The Glazers saat ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/15\/12-murid-sir-alex-ferguson\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">12 Murid Sir Alex Ferguson yang Mengikuti Jejak Sang Guru<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Periode ini dimulai saat David Moyes meneruskan tongkat estafet dari Sir Alex. Memang Moyes tidak genap 1 tahun menukangi MU, tapi dengan mengganti hampir seluruh staf peninggalan Sir Alex, separuh roh MU sudah hilang. Ditambah beberapa transfer yang gagal terealisasikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak heran para <em>fans<\/em> MU yang saat bursa transfer terbuai nama-nama incaran seperti Toni Kroos, Thiago Alcantara, Gareth Bale, bahkan Cristiano Ronaldo,\u00a0 akhirnya harus gigit jari karena realisasinya hadir dalam wujud Marouane Fellaini, yang mungkin perlu ditambahkan <em>skill<\/em> baru di game PES yaitu <em>m<\/em><em>artial arts<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlanjut saat tongkat estafet kepelatihan berpindah ke Louis van Gaal. Sang <em>m<\/em><em>eneer<\/em> bahkan menghilangkan separuh roh MU yang tersisa dengan melakukan cuci gudang pemain peninggalan Sir Alex saat itu. Rafael, Jonny Evans, Luis Nani, Javier &#8216;Chicharito&#8217; Hernandez, dan Robin van Persie, adalah beberapa nama di antaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau penggantinya lebih oke <em>sih<\/em> tidak masalah. Apesnya para pengganti pemain tersebut kualitasnya juga tidak beda-beda jauh dari mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Matteo Darmian lebih baik dari Rafael? Apakah Marcos Rojo lebih baik dari Jonny Evans? Bahkan jumlah gol Falcao yang dipinjam dan digaji mahal saja tidak lebih baik daripada Chicharito.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJsck80Y1JsMSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script async type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang van Gaal mendatangkan beberapa pemain yang membuat para fans terhibur walau sejenak, seperti Memphis Depay yang digadang-gadang akan menjadi the next CR7, Bastian Schweinsteiger yang sudah teruji di level klub dan internasional, Morgan Schneiderlin yang sudah teruji di level Liga Primer Inggris, Angel Di Maria, Luke Shaw, dan Ander Herrera yang lumayan punya reputasi di klub sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi harapan tinggal harapan, para pemain tersebut tidak mampu memenuhi ekspektasi <em>fans<\/em> yang merindukan trofi Liga Primer Inggris. <em>FYI,<\/em> sudah 6 tahun Setan Merah puasa gelar dan kalau permasalahan ini tidak segera dibenahi, bisa jadi MU puasa gelar liga seperti <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/liverpool\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Liverpool<\/strong><\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di saat klub rival seperti Liverpool, Manchester City, dan Chelsea sudah berbenah juga punya pola sendiri (maaf, Arsenal) , lalu klub kuda hitam seperti Tottenham, Wolverhampton, dan Everton semakin berkembang setiap musimnya, MU justru seperti hilang arah dan asal beli pemain sambil berharap hasil yang instan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini menyambut musim 2019\/2020, Setan Merah yang ditukangi salah satu legendanya, Ole Gunnar Solskjaer, sedang berbenah untuk hasil yang lebih baik dari musim sebelumnya. Ole pun hanya menargetkan hasil yang lebih baik, bukan juara karena dia menyadari sulitnya membangun ulang tim yang sedang porak-poranda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya menarik melihat geliat MU di bursa transfer kali ini, di mana Ole fokus mencari pemain muda potensial dan beraroma <em>British<\/em> dibandingkan bintang internasional dengan harga <em>wow<\/em> seperti yang dilakukan manajer-manajer MU sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/27\/jual-saja-paul-pobga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jual Saja Paul Pogba, Manchester United!<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai artikel ini ditulis, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka sudah berhasil didapatkan. Keduanya masih berusia 21 tahun. Yang 1 dari Wales, yang 1 dari Inggris. Incaran berikutnya pun masih dari Inggris dan berusia muda, Sean Longstaff. Nama yang mungkin waktu pertama kali muncul membuat <em>fans<\/em> mengerutkan dahi karena jarang terdengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi justru di sinilah menariknya. Menunggu hasil racikan Ole dengan skuat MU yang lebih muda, segar, dan bermain ngotot demi klub. Bukan ngotot di sosmed semata (ya, kami membicarakanmu, Mr. Pogboom &amp; Mr. Atta HaliLingard). Tidak heran beberapa <em>fans<\/em> MU sempat berpesan kepada pemain baru agar jangan terlalu banyak berkumpul dengan mereka. Lebih fokuslah pada pertandingan, bukannya pada unggahan alay di media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menarik kita tunggu geliat MU di bursa transfer kali ini. Siapa sajakah pemain yang akhirnya berhasil direkrut dan bagaimana hasil akhirnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">26 Mei 2019 lalu para legenda MU 1999 melakukan Charity Match dengan Bayern Muenchen 1999, dan sambutan para <em>fans<\/em> bahkan lebih hangat daripada skuat MU saat ini. Beberapa berkata para legenda MU yang sudah masuk &#8216;usia om-om&#8217; bahkan lebih baik ketimbang tim Setan Merah saat ini yang umurnya masih &#8216;kinyis-kinyis&#8217;.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, apapun itu, kami para Manchunian selalu berharap hasil terbaik dari MU, terlepas dari siapapun manajernya dan pemainnya. <em>At least give us something to cheer up when we\u2019re talking about our Man United. Glory Glory Man United!<\/em><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah Manchunian sejak 1998 yang berharap bisa berfoto bareng David Beckham di Old Trafford.<\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJaS0s1UnRicSIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script async type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6, tiba-tiba didatangi Dewi Fortuna di 3 menit terakhir pertandingan. Teddy Sheringham dan manajer MU saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, sukses membalikkan keadaan dan membantu The Red Devils merebut trofi Liga Champions yang sebelumnya sudah sempat dipasangi badge dari Bayern Muenchen. Trofi tersebut melengkapi pencapaian MU sebelumnya yaitu Liga Primer Inggris dan Piala FA di musim yang sama. Pencapaian yang dikenal masyarakat dengan nama \u201cTreble Winners\u201d dan belum dapat diulang oleh MU sampai saat ini. 20 tahun berlalu dari malam keajaiban tersebut, dan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Meracik Setan Merah dengan Pemuda &#8216;Kinyis-Kinyis&#8217;&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":41399,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[2622,128,151,3810,122,598],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Meracik Setan Merah dengan Pemuda &#039;Kinyis-Kinyis&#039; | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Meracik Setan Merah dengan Pemuda &#039;Kinyis-Kinyis&#039; | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-11T05:45:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-07-11T05:34:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/\",\"name\":\"Meracik Setan Merah dengan Pemuda 'Kinyis-Kinyis' | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg\",\"datePublished\":\"2019-07-11T05:45:06+00:00\",\"dateModified\":\"2019-07-11T05:34:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Meracik Setan Merah dengan Pemuda &#8216;Kinyis-Kinyis&#8217;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Meracik Setan Merah dengan Pemuda 'Kinyis-Kinyis' | Football Tribe Indonesia","description":"Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Meracik Setan Merah dengan Pemuda 'Kinyis-Kinyis' | Football Tribe Indonesia","og_description":"Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-07-11T05:45:06+00:00","article_modified_time":"2019-07-11T05:34:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/","name":"Meracik Setan Merah dengan Pemuda 'Kinyis-Kinyis' | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg","datePublished":"2019-07-11T05:45:06+00:00","dateModified":"2019-07-11T05:34:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Camp Nou, 26 Mei 1999. Tempat keajaiban itu terjadi. Manchester United (MU) yang sepanjang pertandingan tertinggal dari Bayern Muenchen oleh gol cepat Mario Basler di menit ke 6","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/07\/11\/meracik-setan-merah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Meracik Setan Merah dengan Pemuda &#8216;Kinyis-Kinyis&#8217;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42911"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42911"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42913,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42911\/revisions\/42913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}