{"id":42708,"date":"2019-06-28T12:00:45","date_gmt":"2019-06-28T05:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=42708"},"modified":"2019-06-28T10:12:21","modified_gmt":"2019-06-28T03:12:21","slug":"burnout-bahaya-laten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/","title":{"rendered":"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk &#8220;terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,&#8221; kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan <em>The Independent<\/em> menjelang final Liga Champions.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendukung Manchester United (MU) mungkin mengalami apa yang pernah dirasakan pendukung Liverpool beberapa tahun yang lalu. Melihat tim bermain jauh dari standar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau mungkin standar kompetitor yang meningkat, sedangkan MU mandek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan pembelian pemain yang jauh dari ekspektasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangankan trofi, melihat rekrutan mahal bermain bagus saja sudah istimewa bagi para <em>Mancunian<\/em>. Salah satunya adalah Alexis S\u00e1nchez.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya, mengapa sering kali kita melihat performa pemain sepak bola menurun drastis dalam waktu singkat?<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/08\/pembelian-liga-primer-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Pembelian Liga Primer Inggris yang Gagal Bersinar Musim Ini<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b><i>Burnout<\/i><\/b><b>, (mungkin) lebih berbahaya dari cedera<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus Alexis Sanchez adalah satu dari banyak kasus terkait kelelahan dan kejenuhan pemain. Dunia psikologi menyebutnya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sanchez datang ke MU dengan harapan tinggi. Label juara Copa America dan permainan ciamik saat di Arsenal, diharapkan mampu menjadi solusi singkat bagi <em>The Red Devils<\/em>. Itulah mengapa MU berani memberikan banderol serta gaji tinggi padanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal sudah sejak lama, tepatnya Desember 2014, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/arsene-wenger\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Arsene Wenger<\/strong><\/a> telah mewanti-wanti anak buahnya tersebut. Sang Profesor menyatakan kekhawatirannya di depan umum akan risiko kejenuhan Alexis. Alasannya, saat itu Sanchez (yang akan genap 26 tahun), menolak untuk beristirahat setelah mengantar Chile juara Copa America.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wenger menyebut pahlawan Chile itu tengah berada pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">red zone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena sifat kompetitif serta komitmennya untuk klub juga negara. Wenger menyayangkan sikap tersebut, karena menurutnya &#8220;kamu tidak pernah tahu seberapa jauh kamu bisa mendorongnya.&#8221; Peringatan tersebut kemudian Wenger ucapkan berkali-kali, namun gemerlap kompetisi tidak pernah mengindahkannya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/09\/05\/klub-swalayan-eropa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">10 \u2018Klub Swalayan\u2019 Terbaik di Eropa<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara ilmiah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> telah menjadi kajian lama dalam psikologi. Keith Kaufman, psikolog Universitas Katolik Amerika, menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai fase kejenuhan terakhir akibat tekanan yang dirasakan seseorang terkait kondisi fisik dan mentalnya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">National Athletic Trainers Association <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2016) menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat menjadi mekanisme pemicu dalam mengembangkan atau memperburuk gangguan kesehatan mental, yang berdampak negatif pada kehidupan dan hubungan atlet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada puncaknya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat seorang atlet ingin berhenti berpartisipasi dalam olahraga yang menurutnya sudah tidak menyenangkan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum psikologi menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai bentuk stres akut yang mengarah pada tiga hal utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelelahan fisik dan emosional adalah hal yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pertama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">terlihat. Kisah Neymar Jr. hari ini saya rasa bisa menjadi penjelasnya. Cedera berulang dan lebih banyak berita perilaku negatif daripada prestasi di lapangan. Perasaan tertekan secara terus menerus dari pihak luar juga akan membuat seseorang mengembangkan perasaan sinis dan merasa terputus dengan ranah sosial (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">detasemen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/11\/metode-penanganan-cedera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Beragam Metode Penanganan Cedera<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah hal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kedua <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang terjadi ketika seseorang terserang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Banyak sekali contoh pemain yang pernah mengalami hal tersebut. Sebut saja kondisi Gareth Bale saat ini, perangai buruk Raheem Sterling saat masa awal di Manchester City, juga jangan lupakan perilaku negatif Paul Pogba saat kembali ke MU.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua pemain mendapatkan beban berat karena banderol mahal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">terakhir<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah saat pemain mulai merasa tidak efektif dan kinerja menurun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sepak bola, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa menyerang siapa saja, termasuk pelatih. Haugen (2015) melaporkan setidaknya terdapat satu dari empat pelatih kompetisi top mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada akhir musim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tragedi Gary Speed mungkin gambaran yang cukup mengerikan. Begitu juga dengan banyak pemain muda yang gagal bersinar karena tak kuat dengan tekanan.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJ2TXNuYVpnZyIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script async type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n<h3><b>Apa yang menyebabkannya?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat muncul karena hal-hal yang menekan baik dari dalam maupun dari luar. Cerita tentang Alexis yang tidak mau mengambil waktu untuk beristirahat adalah jenis pertama. Keinginan lebih untuk selalu berprestasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">need of achievement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), merupakan syarat utama menjadi atlet terkemuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya akan menjadi lain jika tidak ada kontrol sejauh mana keinginan tersebut, karena dalam kasus sepak bola, prestasi mustahil ditentukan oleh individu.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/19\/yang-hampir-dinaturalisasi-timnas-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Deretan Pemain yang Hampir Dinaturalisasi Tim Nasional Inggris<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus Alexis Sanchez, Mesut Oezil, dan Gary Speed, mengajarkan kita betapa pentingnya kontrol atas tekanan jenis kedua, yaitu harapan pihak luar. Mulai dari penggemar, klub sampai negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kami harus mulai berpikir tentang para pemain,&#8221; ujar\u00a0 Klopp memperingatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat industri sepak bola berkembang tanpa kontrol, kompetisi tanpa henti, Klopp menambahkan &#8220;Jika kita tidak belajar berurusan dengan pemain melalui cara yang lebih baik, dari segi kompetisi, maka itu (kompetisi) adalah ajang luar biasa untuk membunuh keindahan permainan (sepak bola).&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klopp bahkan memberikan gambaran bahwa seorang juara tinju dunia tidak mungkin untuk bertanding tiap malam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Messi adalah sebuah fenomena, termasuk dalam hal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bukan rahasia bahwa Messi memendam ambisi untuk timnas Argentina. Ambisi tersebut membawanya terus bermain sejak tahun 2014 tanpa libur panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Messi mencapai tiga final bersama tim <em>Tango<\/em> antara tahun 2014 sampai 2016, dan semuanya berakhir dengan kekalahan. Pada level klub, Barcelona juga selalu mencapai fase akhir dalam satu dekade terakhir hampir pada semua ajang yang diikutinya.<\/span><\/p>\n<div class=\"dugout-video dugout-embed-eyJrZXkiOiJHSG9LTHVmaiIsInAiOiJmb290YmFsbHRyaWJlIiwicGwiOiIiLCJhZHMiOiJwb3N0LXJvbGwifQ==\"><\/div>\n<p><script async type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/embed.dugout.com\/v3.1\/footballtribe.js\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut akan berlanjut jika saja ia tidak pensiun dari timnas sampai Piala Dunia 2022. Wajar jika Cesar Luis Menotti, manajer timnas Argentina, mengkhawatirkan kondisi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSangat menakutkan bagi saya melihat Lionel Messi bermain\u201d, ujarnya ketus mengomentari partisipasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">La Pulga <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">dalam Copa America 2019.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, performa Messi secara indvidu masih mengagumkan sampai detik ini. Namun sekali lagi, kita tidak dapat memperkirakan sampai kapan dia mampu memacu performa tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Apa yang harus dilakukan?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serikat pesepak bola profesional (FIFPro), telah menyatakan keprihatinan mereka atas beban kerja berat yang ditanggung pemain elite untuk memenuhi kewajiban profesional mereka. Awal musim lalu, FIFPro telah memperingatkan setidaknya ada 15 pemain harus bermain kembali untuk klub mereka kurang dari sebulan setelah akhir Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan dua di antaranya, Lasse Schone dan Dusan Tadic, harus bermain sampai akhir kompetisi bersama Ajax. Untuk itu, FIFPro mendesak FIFA untuk mengendalikan tren tersebut dengan mengimplementasikan periode wajib istirahat minimal sebulan penuh di luar kompetisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaufman dalam <em>Washington Post<\/em>, menyebut langkah untuk mengantisipasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">burnout <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sangat sederhana namun juga rumit, yaitu pemulihan dan pembaruan. Permasalahannya adalah apakah istirahat atau liburan saja cukup?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Andrew Hill, neurosaintis terkemuka Inggris, mengatakan perlu bagi atlet mengembangkan keterampilan psikologis untuk mengatasi tekanan. Mari kita lihat, apakah lahir Alexis-Alexis baru dalam industri sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dr Hill melanjutkan, &#8220;Jika seseorang masih bisa berfungsi dan bermain, itu kemungkinan besar merupakan tanda-tanda awal kelelahan, yang dapat dicegah dengan istirahat dan mengembangkan keterampilan psikologis yang membuat Anda mampu mengatasi stres.&#8221;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan dosen psikologi. Bisa ditemui di akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/AkhmadMu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@AkhmadMu<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk &#8220;terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,&#8221; kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions. Pendukung Manchester United (MU) mungkin mengalami apa yang pernah dirasakan pendukung Liverpool beberapa tahun yang lalu. Melihat tim bermain jauh dari standar atau mungkin standar kompetitor yang meningkat, sedangkan MU mandek dan pembelian pemain yang jauh dari ekspektasi. Jangankan trofi, melihat rekrutan mahal bermain bagus saja sudah istimewa bagi para Mancunian. Salah satunya adalah Alexis S\u00e1nchez. Pertanyaannya, mengapa sering kali kita melihat performa pemain sepak bola menurun drastis dalam waktu singkat? Burnout, (mungkin) lebih berbahaya dari cedera Kasus &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":42710,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[1296,636,937,151,122,598],"class_list":["post-42708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-alexis-sanchez","tag-chile","tag-copa-america","tag-manchester-united","tag-slider","tag-suara-pembaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk &quot;terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,&quot; kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk &quot;terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,&quot; kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-28T05:00:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Alexis-Sanchez.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola\",\"datePublished\":\"2019-06-28T05:00:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/\"},\"wordCount\":1020,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Alexis-Sanchez.jpg\",\"keywords\":[\"Alexis Sanchez\",\"Chile\",\"Copa America\",\"Manchester United\",\"Slider\",\"Suara Pembaca\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/\",\"name\":\"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Alexis-Sanchez.jpg\",\"datePublished\":\"2019-06-28T05:00:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk \\\"terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,\\\" kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Alexis-Sanchez.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2019\\\/06\\\/Alexis-Sanchez.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Alexis Sanchez\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/28\\\/burnout-bahaya-laten\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola | Football Tribe Indonesia","description":"Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk \"terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,\" kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk \"terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,\" kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-06-28T05:00:45+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Alexis-Sanchez.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola","datePublished":"2019-06-28T05:00:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/"},"wordCount":1020,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Alexis-Sanchez.jpg","keywords":["Alexis Sanchez","Chile","Copa America","Manchester United","Slider","Suara Pembaca"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/","name":"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Alexis-Sanchez.jpg","datePublished":"2019-06-28T05:00:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bahaya terbesar bagi sepak bola adalah selera untuk \"terus mengembangkan dan menciptakan semakin banyak kompetisi, semakin banyak pertandingan,\" kata Juergen Klopp saat menjawab salah satu pertanyaan The Independent menjelang final Liga Champions.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Alexis-Sanchez.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Alexis-Sanchez.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Alexis Sanchez"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/28\/burnout-bahaya-laten\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Burnout, Bahaya Laten Industri Sepak bola"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42708"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42708\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}