{"id":42638,"date":"2019-06-21T23:14:25","date_gmt":"2019-06-21T16:14:25","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=42638"},"modified":"2019-06-21T23:14:25","modified_gmt":"2019-06-21T16:14:25","slug":"sejarah-kekerasan-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/","title":{"rendered":"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan agama, hal paling suci dan pada hakikatnya pembawa damai, bagi sebagian orang dapat dijadikan alasan untuk saling menyakiti. Seolah-olah tidak ada kesempatan untuk dunia ini benar-benar dalam keadaan damai walau sekejap saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa nampak terjadi di sepak bola. Seolah kekerasan, pertikaian, bentrokan, hingga jatuhnya korban jiwa sulit dijauhkan dari sepak bola. Dalam catatan sejarahnya, setidaknya di sepak bola Indonesia, dari tahun ke tahun selalu saja terdapat noda merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut catatan Litbang Save Our Soccer (SOS), terhitung sejak tahun 1994 hingga akhir tahun 2018 sedikitnya 76 orang kehilangan nyawa di sepak bola. Di dunia yang mungkin mereka cinta. Dari jumlah tersebut sebagian besar diakibatkan beragam tindak kekerasan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/09\/24\/suporter-persib-persija\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Para Suporter yang Meregang Nyawa Akibat Rivalitas Persib dan Persija<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bola.kompas.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 22 orang tewas akibat pengeroyokan, 14 orang akibat tusukan benda tajam, 11 orang akibat pukulan benda keras, 6 orang akibat terinjak-injak, masing-masing 2 orang akibat jatuh dari tribun dan gas air mata, masing-masing 1 orang akibat petasan dan penembakan, sedangkan 17 orang terjatuh dari kendaraan. Jumlah korban sedemikian banyak masih belum termasuk korban luka dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari tahun ke tahun harapan keadaan sepak bola akan lebih baik selalu dilambungkan. Setiap jatuhnya korban, diharapkan akan jadi korban yang terakhir. Akar-akar masalah yang ada coba diurai. Kampanye damai terus didengungkan. Tindakan tegas yang diharap memberi efek jera juga telah dilakukan. Namun senasib dengan dunia ini, nampak belum ada kesempatan untuk benar-benar damai di sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim ini saja <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/shopee-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Shopee Liga 1 2019<\/strong><\/a> telah dibuka dengan pertikaian. Entah apa sebabnya, suporter PSS Sleman dan suporter Arema saling lempar. Korban berjatuhan, bahkan pemain muda PSS Sleman harus terluka dan harus beristirahat sejenak dari sepak bola. Belum lagi korban luka lain yang tak sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim lalu bisa dibilang salah satu musim kelam. Seorang pencinta sepak bola asal Jakarta meregang nyawa di Kota Kembang. Tujuan awal kedatangannya hanya ingin menyaksikan klub kebanggaan berlaga. Namun apa daya, rivalitas panas merenggut nyawanya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/09\/25\/fksi-tanggapi-insiden-haringga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Forum Komunikasi Suporter Indonesia Tanggapi Insiden Haringga Sirila<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Caranya pun begitu keji. Pemuda yang datang seorang diri, dikeroyok beramai-ramai. Dipukul, ditendang, diinjak-injak, bahkan diperlakukan dengan cara yang tidak pantas disebutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih di musim yang sama, bentrok lain terjadi di Yogyakarta. Suporter Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya saling berhadapan di Stadion Sultan Agung, Bantul, hingga memaksa pertandingan sepak bola yang sesungguhnya harus tertunda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim sebelumnya, Banu Rusman, suporter Persita Tangerang, meregang nyawa usai dihabisi gerombolan suporter PSMS Medan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim sebelumnya lagi, bentrok besar terjadi di Jakarta. Suporter \u00a0yang sedang bersuara menuntut keadilan, dihajar pihak keamanan. Ini lebih mirip seperti perang. Polisi berseragam lengkap saling buru dengan suporter yang memberontak usai menerima serangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada saja bentrok yang terjadi. Selalu saja ada korban yang berjatuhan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/09\/28\/5-suporter-didamaikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Rivalitas Suporter Liga Indonesia yang Berhasil Didamaikan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Perang dalam sepak bola<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenar-benarnya perang dalam sepak bola terjadi di Stadion Sidolig pada 17 Desember 1950. Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) saling tembak dengan pasukan <em>Koninklijke Leger<\/em> (KL), Belanda. Lima orang tewas dan puluhan orang terluka dalam insiden ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengitip Persib Undercover, hari itu, Minggu 17 Desember 1950 pukul 16.00, berlangsung pertandingan Sidolig dan Jong Ambon. Lima menit setelah sepak mula, sekelompok tentara Indonesia dari Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) ingin masuk menonton pertandingan tanpa membayar karcis dan ditolak beberapa tentara Belanda yang kebetulan ditugasi menjadi penagih karcis.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/18\/suporter-bertingkah-klub-tanggung-akibat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suporter Bertingkah, Klub yang Tanggung Akibatnya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baku hantam terjadi hingga seorang tentara APRI pingsan dan memilih putar arah. Tapi siapa sangka pasukan APRI putar arah untuk mengambil senjata. Setelahnya mereka kembali dan tanpa ampun melepaskan tembakan membabi-buta ke arah lapangan yang terdapat pasukan Belanda tak bersenjata. Akibatnya tiga orang prajurit Belanda, satu pasukan APRI dan satu pemain Jong Ambon tewas serta puluhan lainnya tergeletakt terkena tembakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti dunia yang kelak diharapkan akan damai, sepak bola pun demikian. Alangkah indah dunia tanpa perang, alangkah indah sepak bola tanpa konfik dan korban nyawa.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa. Bahkan agama, hal paling suci dan pada hakikatnya pembawa damai, bagi sebagian orang dapat dijadikan alasan untuk saling menyakiti. Seolah-olah tidak ada kesempatan untuk dunia ini benar-benar dalam keadaan damai walau sekejap saja. Hal serupa nampak terjadi di sepak bola. Seolah kekerasan, pertikaian, bentrokan, hingga jatuhnya korban jiwa sulit dijauhkan dari sepak bola. Dalam catatan sejarahnya, setidaknya di sepak bola Indonesia, dari tahun ke tahun selalu saja terdapat noda merah. Menurut catatan Litbang Save Our Soccer (SOS), terhitung sejak tahun 1994 hingga akhir tahun 2018 sedikitnya 76 orang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":12739,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003],"tags":[3909,3893,3895,122,687],"class_list":["post-42638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","tag-sejarah","tag-shopee-liga-1","tag-shopee-liga-1-2019","tag-slider","tag-suporter"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-21T16:14:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Kekerasan-Suporter.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola\",\"datePublished\":\"2019-06-21T16:14:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/\"},\"wordCount\":656,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Kekerasan-Suporter.jpg\",\"keywords\":[\"Sejarah\",\"Shopee Liga 1\",\"Shopee Liga 1 2019\",\"Slider\",\"Suporter\"],\"articleSection\":[\"Cerita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/\",\"name\":\"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Kekerasan-Suporter.jpg\",\"datePublished\":\"2019-06-21T16:14:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Kekerasan-Suporter.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/10\\\/Kekerasan-Suporter.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"kekerasan antar suporter federasi sepak bola Malaysia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/06\\\/21\\\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-06-21T16:14:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Kekerasan-Suporter.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola","datePublished":"2019-06-21T16:14:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/"},"wordCount":656,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Kekerasan-Suporter.jpg","keywords":["Sejarah","Shopee Liga 1","Shopee Liga 1 2019","Slider","Suporter"],"articleSection":["Cerita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/","name":"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Kekerasan-Suporter.jpg","datePublished":"2019-06-21T16:14:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sejarah manusia adalah sejarah peperangan. Sering kali gesekan kecil sudah mampu membuat konflik berkepanjangan. Perang saudara hingga pertumpahan darah bagai hal biasa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Kekerasan-Suporter.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Kekerasan-Suporter.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"kekerasan antar suporter federasi sepak bola Malaysia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/21\/sejarah-kekerasan-sepak-bola\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah, Kekerasan, dan Sepak Bola"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42638"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42638\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}