{"id":42464,"date":"2019-06-11T10:30:41","date_gmt":"2019-06-11T03:30:41","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=42464"},"modified":"2019-06-11T10:27:36","modified_gmt":"2019-06-11T03:27:36","slug":"bambang-pamungkas-dari-getas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/","title":{"rendered":"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja, berada jauh dari rumah tidak membuatnya bertahan lama. Laki-laki 21 tahun kala itu memilih pulang ke klub profesional pertamanya. Klub yang dalam satu kesempatan dalam bukunya ditulis memiliki terlalu banyak cerita dengannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu dari benua sepak bola nampak menjadi bekal berharga. Sepulang dari Eropa, pemain bertingi 170 sentimeter itu menjelma jadi pemain luar biasa. Bukan hanya untuk klub, tapi juga untuk tim nasional Indonesia. Tidak salah bila banyak yang menginginkan jasanya. Bukan hanya klub dalam negeri, tapi juga klub-klub di negara tetangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diiringi selentingan isu kurang sedap, ia kembali pergi untuk kali kedua dari mes di Stadion Menteng. Ada kabar kepergiannya kali ini dikarenakan ia kurang dapat bersaing dari pemain asing yang memiliki posisi serupa dengannya. Bukan klub pesaing di Liga Indonesia, tapi klub Negeri Jiran menjadi tujuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/selangor-fa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Selangor FA<\/strong><\/a>, dua tahun cukup untuk menjadi legenda. Gelar juara kedua dalam kariernya didapat di Liga yang berbeda. Bersama warga negara Indonesia lainnya, Elie Aiboy, Raksasa Merah dibawa berjaya.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/19\/bambang-pamungkas-dan-elie-aiboy-di-selangor-fa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nostalgia Musim Sukses Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy di Selangor FA<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi ia tak lupa jalan pulang. Meski harum di negara orang, Jakarta kembali menjadi tujuan. Ratusan pertandingan menjadi saksi kemesraan. Puluhan gol ke gawang lawan menjadi bukti dedikasi dan kecintaan. Bukan hanya dipuji, ia menjelma menjadi pujaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya kebersamaan kali ini tidak akan pernah dapat dipisahkan lagi. Kisah yang manis antara pemain yang dilahirkan Diklat Salatiga dengan publik sepak bola ibu kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun suatu ketika, saat dihadapkan dengan pilihan antara rasa cinta dan tanggung jawab, ia harus kembali pergi. Ujung konfik dari tunggakan 5 gaji yang belum menemui kesepakatan penyelesaian, ia dan beberapa pemain lain menolak perpanjangan kontrak. Bukan berarti sudah \u00a0tak cinta, tapi ada tanggung jawab yang harus dipenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCinta itu mengalahkan segalanya, tapi dalam berbagai kesempatan, rasa cinta harus memberi jalan pada sebuah tanggung jawab.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/08\/15\/pemain-terbaik-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Para Pemain Terbaik Jawa Tengah Dijadikan Satu Tim<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tidak baik-baik saja, sang kapten yang telah dewasa mengambil keputusan sejenak beristirahat di tempat yang lebih sejuk dari Jakarta. Kota Kembang menjadi persinggahan menenangkan pikiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan yang tentu membawa kecewa. Kapten yang dihormati memilih kota yang memiliki rivalitas panas dengan sebagian pendukung setianya. Meski bukan ke klub yang menjadi seteru langsung, kepergiannya ke Bandung menjadi pukulan tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih gol yang untuk pertama kali disarangkan ke gawang klub yang dicintai menjadi pemupus mimpi melaju lebih jauh di kompetisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman bertarung menghadapi yang dicinta tidak pernah mudah. Baginya menghadapi rekan-rekan yang biasa berjuang dengan warna kostum yang sama membuatnya merasa tengah berada di alam mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPerdebatan dalam hati saya sudah terjadi, bahkan sejak sebelum pertandingan dimulai. Berdiri pada jalur yang berbeda dengan Ismed Sofyan saat di lorong menuju lapangan saja, sudah menjadi hal yang sulit saya pahami. Apalagi melihat warna kostum kami yang berbeda corak dan warna, membuat saya merasa tengah berada di alam mimpi.\u201d ungkapnya di buku Bepe20 Pride, halaman 83.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/16\/bambang-pamungkas-dan-catatan-gol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bambang Pamungkas dan Catatan Gol yang Berlanjut di Liga 1<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi cinta menunjukkan jalannya. Ia kembali, ke Jakarta. Melanjutkan kemesraan bersama Persija dan publik sepak bola Jakarta yang juga begitu mencintainya. Ia adalah Bambang Pamungkas. Pria yang telah lebih dari 20 tahun menginjakkan kaki di tempat yang disebut rumah dan menjelma menjadi seorang legenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin (10\/6), sang legenda yang bukan hanya milik Persija dan publik sepak bolanya, tapi juga milik Indonesia, tepat berusia 39 tahun. Usia yang mungkin bisa dibilang sebagai pengujung senja seorang pemain sepak bola. Tapi tetaplah berlari selagi kau bisa, karena kami, belum mampu kehilanganmu, lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat ulang tahun Bambang Pamungkas. Tetap semangat dan sukses selalu!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi. Benar saja, berada jauh dari rumah tidak membuatnya bertahan lama. Laki-laki 21 tahun kala itu memilih pulang ke klub profesional pertamanya. Klub yang dalam satu kesempatan dalam bukunya ditulis memiliki terlalu banyak cerita dengannya. Ilmu dari benua sepak bola nampak menjadi bekal berharga. Sepulang dari Eropa, pemain bertingi 170 sentimeter itu menjelma jadi pemain luar biasa. Bukan hanya untuk klub, tapi juga untuk tim nasional Indonesia. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":42465,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003],"tags":[374,3740,230,2156,299],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-11T03:30:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-06-11T03:27:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/\",\"name\":\"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg\",\"datePublished\":\"2019-06-11T03:30:41+00:00\",\"dateModified\":\"2019-06-11T03:27:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg\",\"width\":650,\"height\":365},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta | Football Tribe Indonesia","description":"Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-06-11T03:30:41+00:00","article_modified_time":"2019-06-11T03:27:36+00:00","og_image":[{"width":650,"height":365,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/","name":"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg","datePublished":"2019-06-11T03:30:41+00:00","dateModified":"2019-06-11T03:27:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dari klub ibu kota, pria asal Getas itu memilih pergi ke tempat yang dianggap memiliki sepak bola yang lebih baik. Tidak ada kesedihan atau kekecewaan dari publik sepak bola Jakarta kala itu. Sebab semua tahu, si pemuda idola baru hanya pergi untuk kembali lagi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/06\/Bambang-Pamungkas.jpg","width":650,"height":365},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/06\/11\/bambang-pamungkas-dari-getas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bambang Pamungkas, dari Getas, ke Eropa, dan Jakarta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42464"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42464"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42464\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}