{"id":42179,"date":"2019-05-09T13:00:05","date_gmt":"2019-05-09T06:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=42179"},"modified":"2019-05-10T01:02:55","modified_gmt":"2019-05-09T18:02:55","slug":"ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/","title":{"rendered":"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah&#8230;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, pemerintah Belanda mengizinkan pribumi (terutama kalangan ningrat) berangkat ke sekolah bikinan kompeni, entah di Tanah Air atau di Eropa sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola di Tanah Air, kali pertama dimainkan oleh klub olahraga bernama Gymnastiek Vereeninging pada 1887 di Medan. Menyeberang ke ujung Pulau Jawa, tepatnya di Surabaya, klub sepak bola pertama muncul pada 1894. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">John Edgar, siswa Hollandsche Burgere School (HBS) atau yang sekarang setingkat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyepak bola dari kaki ke kaki bersama kawan-kawannya. Dari sini klub Victoria terbentuk dan memainkan pertandingan pertama mereka melawan Sparta, klub yang berdiri pada 1896. Pertandingan ini pula mempelopori sepak bola di Tanah Air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola yang semakin digandrungi oleh kaum terpelajar pada masa kolonial, memunculkan banyak pemain-pemain pribumi yang bermain di berbagai klub-klub sepak bola Belanda. Achman Nawir, Anwar Sutan, Soedarmadji, dan banyak nama lain tercatat pernah mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah milik Belanda.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/banner-dalam-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Banner dan Fungsinya dalam Pertandingan Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendirian PSSI pun digagas oleh mereka yang tamat dari HBS, seperti R.A Kasmat, Dr. R.M. Soeratman Erwin, Amir Notopratomo, dan Daslam Adiwarsito. Mereka juga ada pengurus PSSI awal. Sementara Ketua PSSI pertama, Soeratin, adalah insinyur lulusan Jerman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah sepak bola Tanah Air, selayaknya berterima kasih pada sekolah. Berkat sekolah, sepak bola bisa menyebar ke berbagai wilayah di Tanah Air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski pada awalnya masih dimainkan oleh anak-anak Belanda, pada perjalanannya, sepak bola akhirnya bergulir dari kaki bangsawan ke kaki rakyat biasa. Bahkan, digunakan oleh kalangan terdidik sebagai alat perjuangan dalam mencapai tujuan kemerdekaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ini pun, sepak bola di Tanah Air masih dimainkan. Sepak bola menjadi olahraga paling populer, yang telah melintasi ruang dan waktu, menapaki sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia. Sepak bola merupakan saksi nyata, perubahan demi perubahan yang terjadi di negeri ini. Sepak bola pun ikut berubah, mengikuti laju zaman yang semakin modern.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/15\/pluralisme-sepak-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Belajar Pluralisme Melalui Sepak Bola<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila dahulu, sepak bola adalah alat untuk melawan diskriminasi Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan, sepak bola hari ini lebih pada sarana mendulang prestasi, selain menambang keuntungan tentunya. Tapi, sampai sejauh ini, sepak bola Indonesia masih kering akan gelar di pentas internasional dan malah dibumbuhi oleh masalah-masalah internal belaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semangat sepak bola di zaman pergerakan, bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan sepakbola di Tanah Air. Prestasi adalah target utama, dengan proses panjang yang harus dilalui. Sama seperti proses di mana sepak bola mulai digulirkan sampai kemerdekaan terdengar melalui radio dan surat ke seluruh penjuru Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola berangkat dari sekolah, di mana kompetisi antar-sekolah mulai dan kembali digalakan. Kompetisi diatur sedemikian rupa, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi. Pertandingan dilangsungkan berdasarkan regional kecamatan hingga ke level nasional. <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stakeholder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sepak bola tentu boleh mencontek sedikit format kompetisi sepak bola pelajar di Jepang. Apabila pernah menonton serial anime Captain Tsubasa, formatnya kira-kira sama dengan perjalanan karier pemain pemilik nomor punggung sepuluh ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tsubasa Ozora menapaki jejak karier sepak bolanya, dari tingkat Sekolah Dasar, sampai bisa menembus skuat utama Barcelona. Tsubasa menonjolkan kemampuannya, dari berbagai kompetisi antar-sekolah, mulai dari level distrik, hingga nasional.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/14\/gim-ponsel-captain-tsubasa-dream-team\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bernostalgia dengan Gim Ponsel: Captain Tsubasa The Dream Team<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memakai format kompetisi pelajar tentu akan lebih banyak menjaring bakat pemain muda di seluruh Tanah Air. Sekolah-sekolah di Indonesia, bisa dikatakan hampir merata di beberapa wilayah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk jumlah siswa SD saja, menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 25.883.053 jiwa. Jumlah yang sebanyak itu akan membuat bakat bibit pesepak bola usia 8-12 tahun mudah terekspos, baik laki-laki dan perempuan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi menghitung, siswa dari jenjang SMP dan SMA, dan mereka yang berstatus sebagai mahasiswa. Dengan format kompetisi ini pula, akan menyulut motivasi pelajar dalam mengembangkan bakat sepak bolanya. Apabila pada saat SD, hanya mampu menembus kompetisi tahap kabupaten, maka di kesempatan selanjutnya pada level kompetisi SMP, akan berusaha mengembangkan diri dan menembus ke tahap nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakat-bakat sepak bola akan menjamur bak cendawan di musim hujan. Level persaingan meningkat, dan klub-klub lokal terbantu dengan pasokan pemain bola usia muda. Bukan tidak mungkin, bakat-bakat baru itu diminati klub-klub luar negeri, baik di Asia ataupun Eropa.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/23\/tarkam-sepak-bola-sesungguhnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mungkin, Tarkam adalah Sepak Bola Sesungguhnya<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, sepak bola berangkat dari sekolah adalah satu metode alternatif, memanfaatkan kuantitas penduduk Indonesia, demi mengekspos bakat-bakat muda potensial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil akhirnya, tentu seperti yang publik sepak bola Tanah Air inginkan. Prestasi timnas di setiap jenjang usia atau paling tidak menembus Piala Dunia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat Hari Pendidikan Nasional. Jayalah sepak bola!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis merupakan blogger dan jurnalis paruh waktu. Dapat dijumpai di akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/BedeweIb\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@bedeweib<\/a> <\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan. Alhasil, pemerintah Belanda mengizinkan pribumi (terutama kalangan ningrat) berangkat ke sekolah bikinan kompeni, entah di Tanah Air atau di Eropa sana. Sepak bola di Tanah Air, kali pertama dimainkan oleh klub olahraga bernama Gymnastiek Vereeninging pada 1887 di Medan. Menyeberang ke ujung Pulau Jawa, tepatnya di Surabaya, klub sepak bola pertama muncul pada 1894. John Edgar, siswa Hollandsche Burgere School (HBS) atau yang sekarang setingkat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyepak bola dari kaki ke kaki bersama kawan-kawannya. Dari sini klub Victoria terbentuk dan memainkan pertandingan pertama &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah&#8230;&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":41762,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[953,3116,3115],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah... | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah... | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-09T06:00:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-05-09T18:02:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/\",\"name\":\"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah... | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg\",\"datePublished\":\"2019-05-09T06:00:05+00:00\",\"dateModified\":\"2019-05-09T18:02:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah&#8230;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah... | Football Tribe Indonesia","description":"Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah... | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-05-09T06:00:05+00:00","article_modified_time":"2019-05-09T18:02:55+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/","name":"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah... | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg","datePublished":"2019-05-09T06:00:05+00:00","dateModified":"2019-05-09T18:02:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bola bergulir menyusuri Hindia Belanda, usai pemerintah Kolonial menerapkan politik etis. Salah satu isinya memuat tentang pentingnya edukasi dalam bidang pengajaran dan pendidikan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/Tarkam.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/05\/09\/ketika-sepak-bola-berangkat-dari-sekolah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Sepak Bola Berangkat dari Sekolah&#8230;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42179"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41762"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}