{"id":42058,"date":"2019-04-26T22:10:17","date_gmt":"2019-04-26T15:10:17","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=42058"},"modified":"2019-04-26T22:17:54","modified_gmt":"2019-04-26T15:17:54","slug":"magnificent-seven-serie-a","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/","title":{"rendered":"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A. Inilah liga terbaik di masanya dan menjadi tujuan bintang sepak bola dunia sebagai barometer puncak karier seorang pemain, yaitu bermain di Italia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, dulu Serie A ditayangkan langsung oleh televisi swasta pertama di Indonesia sebagai tontonan favorit pencinta sepak bola di akhir pekan. Setiap minggu penonton disuguhkan laga-laga menarik dan dramatis ala Liga Italia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu jika kita telat atau tidak sempat menonton langsung, kita bisa menyaksikan cuplikan laga di program <em>highlight<\/em> sepak bola yaitu Planet Football yang dibawakan oleh legendanya presenter olahraga Indonesia, \u201cDik Doank\u201d. Program ini dapat membantu kita untuk mengetahui info menarik tentang sepak bola dalam sepekan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tumbuh dewasa dengan kejayaan klub-klub Italia dengan kemapanan finansial klub, yang mampu bersaing dalam bursa transfer tanpa ada kesenjangan yang terlalu jauh. Beda seperti era sekarang di mana Juventus sangat superior dalam segi finansial dan materi pemain.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/11\/nyonya-tak-lagi-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Si Nyonya Tua yang Tak Lagi Tua<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seakan klub Serie A lainnya telah pasrah untuk mengejar dan menyerahkan <em>scudetto<\/em> kepada Juventus. Persaingan menuju gelar juara hanya mampu dilakukan oleh Napoli yang di era 90-an menjadi klub semenjana sejak berakhirnya era keemasan Diego Maradona, dan kini bangkit menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di peta juara Serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi menurut saya, Napoli sebenarnya hanya menjadi \u201cpengganggu\u201d untuk memperlambat <em>scudetto<\/em> jatuh ke tangan Juventus. Terlihat saat Juventus telah menjuarai Serie A 2018\/2019 dengan selisih poin yang sangat mencolok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke tema <em>Magnificent Seven of Serie A<\/em> mungkin anak milenial tidak terlalu mengenal era ini. Ya, inilah era di mana serie A sangat seksi. Semua klub berlomba-lomba mengejar prestasi dan pengakuan dari publik dunia bahwa Serie A adalah surganya para bintang dunia, di mana Juventus, AC Milan, Inter Milan, Lazio, AS Roma, Parma, dan Fiorentina bersaing menjadi yang terbaik di serie A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat artikel ini saya akan mengajak kalian bernostalgia singkat dengan membahas klub-klub anggota <em>M<\/em><em>agnificent Seven of Serie A<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/01\/23\/andreas-guglielminpietro-sekali-berarti-lalu-mati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Andreas Guglielminpietro: Sekali Berarti Lalu Mati<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-29676\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Del-Piero.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"674\" \/><\/p>\n<h3><strong>Juventus <\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah Juventus yang bisa mengangkat trofi Liga Champions terakhirnya, dan tentu anda akan ingat juru transfer hebat mereka, Luciano Moggi, dan keluarga Agnelli. <em>Striker<\/em> kelas dunia silih berganti datang dan pergi menandakan kehebatan Serie A saat itu, seperti era Viali, Ravanelli, Roberto Baggio, hingga digantikan duet legendaris Alessandro Del Piero, Filippo Inzaghi, dan david Trezeguet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu anda juga harus ingat <em>playmaker<\/em> ikonik Zinedine Zidane anggota juara dunia 1998. Di lini tengah ada seorang Dino Baggio bergantian dengan Antonio Conte menjaga keseimbangan, dan Ciro Ferrara berduet dengan Paolo Montero mengawal lini belakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk posisi kiper, ada\u00a0<em>portiere<\/em> timnas Italia, Angelo Peruzzi, hingga Edwin van der Sar dan sang <em>cannon ball<\/em> Pavel Nedved, bergabung setelah sempat menjuarai Serie A bersama Lazio.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga:\u00a0<\/strong><strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/06\/14\/jatuh-hati-pada-pavel-nedved\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jatuh Hati pada Pavel Nedved, Sang \u201cCzech Fury\u201d<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-41041\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/Paolo-Maldini-800x449.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"449\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/Paolo-Maldini-800x449.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/Paolo-Maldini-250x140.jpg 250w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/Paolo-Maldini-400x225.jpg 400w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/Paolo-Maldini-140x79.jpg 140w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/Paolo-Maldini-560x315.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<h3><strong> AC Milan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>I Rosonerri<\/em> yang mulai membangun skuat baru setelah era <em>dream team<\/em> mereka habis, dari Fabio Capello diteruskan Alberto Zaccheroni membuat sesak bintang bintang dunia di Serie A. Klub mendatangkan bintang dunia Zvonimir Boban, Leonardo, Fernandi Redondo, trio Belanda Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi legenda Italia seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, dan Alessandro Costacurta, dikombinasi dengan pemain pemain bintang era awal 2000-an seperti Dida, Rui Costa, Andrea Pirlo, Kaka, Andriy Shevchenko, dan banyak nama-nama besar lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka silih berganti datang dan pergi untuk bahu membahu menjuarai Serie A bergantian dengan Juventus dan menjuarai Liga Champions.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/12\/27\/menanti-rocco-sacchi-ancelotti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menanti Rocco, Sacchi, dan Ancelotti baru di AC Milan<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-13558\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Zanetti.png\" alt=\"Javier Zanetti untuk Internazionale\" width=\"720\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Zanetti.png 720w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Zanetti-350x196.png 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Zanetti-677x380.png 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/Zanetti-560x314.png 560w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Inter Milan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klub ini sangat antusias membangun kekuatan dengan mendatangkan Ronaldo Nazario da Lima untuk berduet dengan Ivan Zamorano. Dipimpin oleh Javier Zanetti yang selalu prima, Inter sempat menjuarai Piala UEFA atau sekarang dikenal dengan Liga Europa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupakan juga bintang muda dan pemain kidal khas Amerika Selatan yang jago bola mati, Alvaro Recoba. Di lini tengah ada Di Biaggio, Cristiano Zanetti, untuk menyokong juru gedor yang membawa Atalanta berjaya, Nicola Ventola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah asuhan Hector Cuper,\u00a0<em>I Nerazzurri<\/em> dua kali meraih <em>runner-up<\/em> Serie A berturut-turut sebelum <em>calciopoli<\/em> membawa berkah juara Serie A.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rumah-inter-bung-pipiet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menengok Keunikan \u2018Rumah Inter\u2019 Milik Bung Piepit<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-26946\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Totti-Melody-800x449.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"449\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Totti-Melody-800x449.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Totti-Melody-768x431.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Totti-Melody-350x197.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Totti-Melody-677x380.jpg 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Totti-Melody-560x315.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<h3><strong> AS Roma<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kehebatan skuat juara tahun 2000\/2001 yang berisikan <em>striker<\/em> lokal Vincenzo Montella, Marco Delvecchio, dan bintang masa depan Italia saat itu, si bengal Antonio Cassano, mulai diborbitkan oleh pelatih bertangan dingin Fabio Capello.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga tentu saja kita tahu sang pangeran Roma, Francesco Totti, sedang <em>on fire<\/em> dan di puncak karier ditambah <em>striker<\/em> yang melegenda bersama Fiorentina, Gabriel Batistuta, rela hengkang untuk mengejar gelar <em>scudetto<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di lini tengah ada Emerson dan gelandang elegan Damiano Tommasi. Di belakang ada Aldair berduet dengan Walter Samuel mengawal Francesco Antonioli, sukses mengantar <em>scudetto<\/em> terakhir klub asal ibu kota ini dan satu-satunya yang diraih sang pangeran Roma sebelum pensiun.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/04\/04\/roma-lebih-dari-sekadar-supermarket\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">AS Roma yang Lebih dari Sekadar Klub \u2018Supermarket\u2019<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-32919\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Hernan-Crespo.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"674\" \/><\/p>\n<h3><strong>Lazio, Parma, dan Fiorentina<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupakan Lazio, Parma, dan Fiorentina. Dengan kekuatan uang sang presiden Sergio Cragnotti, Lazio membangun <em>dream team-<\/em>nya dan memenangkan Serie A dengan bintang dunia Juan Sebastian Veron, Diego Simeone, dan Pavel Nedved sebelum pindah ke Juventus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lini pertahanan juga dikawal oleh sang kapten, Alessandro Nesta, berkombinasi dengan Fernando Couto, Nestor Sensini, Paolo Negro, dan <i>attacante <\/i>kawakan Simone Inzaghi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parma pun menembus kemapanan juventus, duo Milan, dan duo tim ibu kota. Mereka berhasil menjuarai dua kali Piala UEFA berbekal bintang dunia, Thomas Brolin, Ariel Ortega, mengorbitkan Hernan Crespo yang berduet bersama Enrico Chiesa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di posisi kiper ada pemain muda yang kelak menjadi legenda dunia, yakni Gianluigi buffon, ditambah bek tangguh Lilian Thuram dan Fabio Cannavaro. Parma juga rutin mengorbitkan bintang-bintang baru seperti Adriano, Adrian Mutu dan <em>striker<\/em> muda Italia awal 2000-an, Alberto Gilardino.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/10\/05\/alberto-gilardino-kini-pemain-semenjana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Alberto Gilardino: Dulu Juara Dunia, Kini Pemain Semenjana<\/a><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Klub terakhir adalah Fiorentina dengan Batigol dan sang maestro, Rui Costa. Kolaborasi mereka berhasil mengantarkan Fiorentina disegani di liga domestik maupun Liga Champions.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai informasi, piala pertama Roberto Mancini adalah membawa Fiorentina menjuarai Coppa Italia. Keberhasilan tersebut membawa namanya menjadi pelatih sukses sampai saat ini. Tetapi piala ini pun menjadi kesuksesan terakhir klub sebelum mereka menjual pemain bintang karena masalah finansial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fiorentina mencoba bangkit dengan mendatangkan <em>striker<\/em> Portugal yang sedang <em>on fire<\/em> di Piala Eropa 2000, Nuno Gomes, tetapi tidak sanggup menghindari jeratan degradasi ke Serie B.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A. Inilah liga terbaik di masanya dan menjadi tujuan bintang sepak bola dunia sebagai barometer puncak karier seorang pemain, yaitu bermain di Italia. Di Indonesia, dulu Serie A ditayangkan langsung oleh televisi swasta pertama di Indonesia sebagai tontonan favorit pencinta sepak bola di akhir pekan. Setiap minggu penonton disuguhkan laga-laga menarik dan dramatis ala Liga Italia. Lalu jika kita telat atau tidak sempat menonton langsung, kita bisa menyaksikan cuplikan laga di program highlight sepak bola yaitu Planet Football yang dibawakan oleh legendanya presenter olahraga &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":42070,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[99,101,100,102,131],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-26T15:10:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-04-26T15:17:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/gif\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/\",\"name\":\"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif\",\"datePublished\":\"2019-04-26T15:10:17+00:00\",\"dateModified\":\"2019-04-26T15:17:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A | Football Tribe Indonesia","description":"Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-04-26T15:10:17+00:00","article_modified_time":"2019-04-26T15:17:54+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif","type":"image\/gif"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/","name":"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif","datePublished":"2019-04-26T15:10:17+00:00","dateModified":"2019-04-26T15:17:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bagi anak-anak, atau remaja era tahun 90-an dan memasuki era milenium baru tahun 2000-an, pasti ingat betul betapa seksinya Liga Italia atau yang familiar disebut Serie A.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/04\/Serie-A-2000.gif","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/04\/26\/magnificent-seven-serie-a\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenang Kejayaan The Magnificent Seven Serie A"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42058"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42058"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42058\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}