{"id":41816,"date":"2019-03-27T16:00:53","date_gmt":"2019-03-27T09:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=41816"},"modified":"2019-03-29T13:45:29","modified_gmt":"2019-03-29T06:45:29","slug":"protes-dengan-cerdas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/","title":{"rendered":"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri. Itu sudah menjadi standar keamanan di seluruh tribun Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita punya adab buruk dalam menonton sepak bola. Lemparan botol, nyanyian rasis, suporter masuk ke lapangan, sudah jadi hal lumrah. Semua itu dilakukan atas azas kecintaan, kepada klub yang mereka cintai. Saat pertandingan berjalan tidak menarik, tak jarang mereka masuk ke lapangan, mengganggu jalannya pertandingan, mengganggu konsentrasi pemain tuan rumah maupun tim tamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kurun waktu 2 tahun ini, invasi suporter ke lapangan sudah sering terjadi. Tiap tahunnya pasti ada saja yang melakukan. Entah itu dari suporter mana, yang pasti, tiap tahunnya hal ini tidak alfa dalam permasalahan sepak bola Indonesia. Pagar tribun sekedar untuk formalitas stadion saja. Mereka (pagar) tidak berdaya untuk mencegah oknum suporter yang masuk ke lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan demi alasan mereka utarakan bermacam-macam. Yang paling tinggi itu protes kepada wasit, selanjutnya protes kepada manajemen dan selebihnya luapan kekecewaan akibat kekalahan. Tak jarang ini menimbulkan pro dan kontra dan berakhir dengan perkelahian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Eropa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ada kultur sepak bola bernama <\/span><i>Hooligan<\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Russia Beyond<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam sebuah artikel mengatakan \u201c<em>Hooligan<\/em> tak memukul semua orang, mereka hanya berkelahi dengan <em>Hooligan<\/em> dari tim lawan\u201d.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/25\/fanatisme-fans-bola\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Tentang Fanatisme Fans Sepak Bola<\/span><\/a><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><\/p>\n<\/div><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih dikutip dari <em>Russia Beyond, <\/em>kultur <\/span><em>ultras<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki musuh dari tim lain dan terkadang terlibat dalam perkelahian. Biasanya terjadi di luar stadion. mereka biasa berkelahi satu sama lain di tempat terbuka atau di hutan. Tergantung kesepakatan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suporter Indonesia itu stereotip atau kasarnya meniru. Mereka meniru untuk saling baku pukul, tapi tidak dengan perjanjian. Masuk ke lapangan tanpa dosa dan menunda laga. Membuang-buang waktu mereka yang dahaga dengan sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pula invasi dilakukan karena protes kepada pihak manajemen dengan dalih \u00a0performa tim menurun. Untuk alasan ini \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih bisa diterima. Tetapi (sekali lagi) bukan di atas lapangan pertandingan, itu sangat mengganggu jalannya pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aston Villa (17\/01\/15) melakukan protes pada manajemen dengan mengosongkan tribun di 8 menit pertama dengan maksud protes pada penurunan kualitas permainan tim. Namun mereka kembali lagi untuk menyaksikan 82 menit tersisa seperti dikutip dari <em>detik.com<\/em> di kolom sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1 Januari 20018 supporter Newcastle datang terlambat 11 menit selepas sepak mula. Kali ini isi protes ditujukan kepada manajemen akibat dari performa tim dan kebijakan tiket pertandingan.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/24\/persepsi-harus-menang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Persepsi \u2018Harus Menang\u2019 yang Menyesatkan<\/span><\/a><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><\/p>\n<\/div><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua kasus di atas merupakan contoh protes yang dilakukan dengan cara elegan. Tanpa masuk ke lapangan pertandingan. Ini salah satu cara menyindir manajemen tanpa merusak. Terlebih lagi banyaknya orang yang masuk ke lapangan dengan tapak sepatu yang tidak steril akan menimbulkan resiko kerusakan rumput. Pasti tidak baik untuk keberlangsungan rumput stadion.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suporter kita memang fanatik kelas berat. Semua jenis fanatik mereka kuasai. Euforia merayakan sepak bola dinilai kelewat batas. Dalam istilah fanatik diartikan segala sesuatu yang mereka lakukan adalah benar dan lain dari mereka adalah sebuah \u00a0kesalahan (ini selalu jadi pembenaran saat ada kejadian).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila pun ada gesekan seharusnya hadapi secara jantan. Lakukan itu di luar lapangan pertandingan. Bersikap jantan seperti ultras, melakukan perjanjian pertarungan di luar markas klub yang mereka dibela.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/11\/03\/kalau-karbitan-kenapa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Kalau Karbitan Memangnya Kenapa?<\/span><\/a><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><\/p>\n<\/div><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertarung seperti Hooligan mereka memukuli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hooligan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> musuh. (Ini) perlu digarisbawahi berkelahi dengan suatu grup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hooligan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lain. <\/span>Bukan semua penggemar klub lain<i><\/i><b><i>.<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Atau dapat diartikan ini pertikaian grup dengan grup. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah saatnya hentikan invasi ke lapangan pertandingan. Mari protes dengan cara cerdas. Bentangkan spanduk satire dan nyanyikan lagu sindiran pada manajemen itu sudah cukup. Terlepas dari faktor non teknis di lapangan seperti wasit berat sebelah atau manajemen klub yang buruk. Setidaknya, mari menikmati 90 menit untuk merayakan sepak bola. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri. Itu sudah menjadi standar keamanan di seluruh tribun Indonesia. Kita punya adab buruk dalam menonton sepak bola. Lemparan botol, nyanyian rasis, suporter masuk ke lapangan, sudah jadi hal lumrah. Semua itu dilakukan atas azas kecintaan, kepada klub yang mereka cintai. Saat pertandingan berjalan tidak menarik, tak jarang mereka masuk ke lapangan, mengganggu jalannya pertandingan, mengganggu konsentrasi pemain tuan rumah maupun tim tamu. Di kurun waktu 2 tahun ini, invasi suporter ke lapangan sudah sering terjadi. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas!&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":40118,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[3165,188,687],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas! | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas! | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-27T09:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-03-29T06:45:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/\",\"name\":\"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas! | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg\",\"datePublished\":\"2019-03-27T09:00:53+00:00\",\"dateModified\":\"2019-03-29T06:45:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas! | Football Tribe Indonesia","description":"Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas! | Football Tribe Indonesia","og_description":"Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-03-27T09:00:53+00:00","article_modified_time":"2019-03-29T06:45:29+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/","name":"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas! | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg","datePublished":"2019-03-27T09:00:53+00:00","dateModified":"2019-03-29T06:45:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Negeri kita sudah terbiasa dengan stadion Pemda, stadion dengan lintasan lari, di mana jarak antara tribun dan lapangan cukup jauh. Tribun, tidak jarang dipasangi pagar tinggi menjulang, dan ada bagian atas pagar dililiti kawat berduri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/Suporter.jpg","width":1200,"height":674},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/27\/protes-dengan-cerdas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wahai Suporter, Proteslah dengan Cerdas!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41816"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41816\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}