{"id":41568,"date":"2019-03-01T10:00:29","date_gmt":"2019-03-01T03:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=41568"},"modified":"2019-03-01T01:16:36","modified_gmt":"2019-02-28T18:16:36","slug":"mungkin-dua-wilayah-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/","title":{"rendered":"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik"},"content":{"rendered":"<p>Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.<\/p>\n<p>Tapi apakah format itu memang yang terbaik di Liga Indonesia? Opini berikut ini bisa jadi bahan pertimbangan.<\/p>\n<h3><b>Faktor geografi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas terbentang dari Sabang hingga Merauke dan dari Miangas hingga pulau Rote. Bahkan saking luasnya wilayah Indonesia, membuat Indonesia terbagi dalam 3 zona waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat kondisi geografi yang demikian itu, maka kompetisi sepak bola di Indonesia dalam hal ini <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Liga 1<\/strong><\/a> akan lebih kompatibel jika digunakan format dua wilayah yang akan berimplikasi positif, khususnya terkait kondisi ekonomis klub. Dengan format kompetisi dua wilayah, jumlah pertandingan tentunya akan lebih sedikit dan jarak tempuh relatif juga lebih dekat. Pengeluaran klub pun akan dapat ditekan seminimal mungkin. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk komparasi, Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki wilayah yang cukup luas sebagaimana Indonesia juga menggunakan format dua wilayah bagi liga utama mereka yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Major League Soccer.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Apalagi ditinjau dari segi historis, format dua wilayah di Liga Indonesia juga bukanlah hal yang baru. Bahkan lebih dahulu digunakan dari pada format liga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full season <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yakni di era perserikatan, yang kemudian dilanjutkan di era Liga Indonesia musim 1995-2002, dan terakhir digunakan pada musim 2014 silam.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/11\/14\/liga-indonesia-memakai-sistem-dua-wilayah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><span style=\"font-size: 12pt;\">Bagaimana Jika Musim Depan Liga Indonesia Memakai Sistem Dua Wilayah?<\/span><\/strong><\/a><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><\/p>\n<\/div><\/span><\/strong><\/p>\n<h3><b>Faktor ekonomi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepak bola Indonesia masih merangkak untuk menjelma sebagai lahan industri sebagaimana yang terjadi di Eropa dan beberapa negara Asia Timur seperti Cina dan Jepang. Di sana, perputaran uang dan bisnis menjadi komoditas pokok dalam sepak bola. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah menjadi rahasia umum bahwa kondisi ekonomi klub-klub di Indonesia relatif belum stabil bahkan kembang kempis. Hal ini dapat ditinjau setidaknya dalam dua hal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, dari durasi kontrak pemain yang relatif hanya satu musim. Memang ada beberapa klub yang berani mengontrak pemainnya lebih dari satu musim, namun hanya sebagian kecil klub saja yang melakukannya. Kedua, narasi-narasi mengenai penunggakan gaji pemain yang masih menjadi isu kontemporer. Dua hal tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa kondisi ekonomi klub-klub di Indonesia relatif belum stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karenanya, dengan penggunaan format dua wilayah bagi Liga 1 tentu akan berimbas positif dalam menekan anggaran keuangan klub sekaligus menstabilkan kondisi ekonomi klub, karena jumlah pertandingan dan jarak tempuh menjadi lebih sedikit dan relatif lebih dekat.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/01\/22\/pengurangan-klub-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><span style=\"font-size: 12pt;\">Untung-Rugi Pengurangan Klub di Liga 1 2019<\/span><\/strong><\/a><strong><\/p>\n<\/div><\/strong><\/p>\n<h3><b>Faktor keseruan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai konsekuensi digunakannya format dua wilayah, maka liga akan menghadirkan fase <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">knockout. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sinilah pertandingan akan menjadi seru, menegangkan, dan memacu adrenalin, khususnya di partai semi-final dan final. Dapat kita lihat dari musim 2014 yakni musim terakhir ketika liga kasta tertinggi Indonesia menggunakan format dua wilayah, yang melahirkan pertandingan-pertandingan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">epic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan memacu adrenalin pada babak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">knockout<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya semifinal antara Persib vs Arema, dan partai final antara Persib vs Persipura yang berakhir dengan adu penalti. Format dua wilayah dapat menciptakan partai semi-final dan final, dan kompetisi Liga 1 akan terlihat lebih seru, menegangkan, sekaligus memacu adrenalin bagi para penonton dan penikmat sepak bola. Dengan catatan, tidak ada kerusuhan suporter maupun pemain, ya&#8230;<\/span><\/p>\n<h3><b>Faktor timnas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan format dua wilayah, maka jumlah pertandingan ototmatis akan jauh lebih sedikit dibanding menggunakan format <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full season. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">H<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">al ini akan berimbas pada durasi berjalannya kompetisi yang lebih pendek, sehingga banyak tersisa waktu bagi timnas untuk melakukan persiapan. Baik itu pelatnas<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun uji coba, dalam menghadapi kejuaran seperti kualifikasi Piala Asia, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/piala-aff\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Piala AFF<\/strong><\/a>, kualifikasi Piala Dunia, SEA Games, dll. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dengan durasi kompetisi yang lebih pendek, maka kecil kemungkinan terjadi benturan kepentingan antara agenda timnas degan agenda klub mengenai pemilihan pemain untuk timnas, sebagaimana yang sering terjadi beberapa tahun terakhir ini saat format kompetisi menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full season.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ahkan pada Piala AFF 2016, pelatih timnas hanya berhak maksimal memilih dua pemain ke timnas bagi setiap klub Liga 1 lantaran terjadi benturan kepentingan secara bersamaan antara timnas dan klub. Sungguh miris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat faktor di atas adalah landasan argumentasi saya untuk mengatakan bahwa format kompetisi dua wilayah untuk Liga 1 lebih kompatibel dan memiliki dampak yang lebih positif dari pada format kompetisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full season.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang format dua wilayah juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya kontrak pemain akan cenderung lebih pendek, kemudian sisi durasi hiburan sepak bola juga lebih pendek yang kemungkinan berimplikasi terhadap menurunnya minat sponsor, para pemain yang terpantau ke timnas cenderung pemain-pemain yang klubnya maju ke fase gugur. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentunya dapat menciptakan sebuah kondisi kesenjangan tersendiri bagi pemain.<\/span><\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/01\/09\/siapa-bekerja-bursa-transfer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong><span style=\"font-size: 12pt;\">Siapa yang Bekerja di Bursa Transfer Awal Musim Indonesia?<\/span><\/strong><\/a><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><\/p>\n<\/div><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, di balik sisi-sisi kelemahan tersebut setidaknya format kompetisi dua wilayah memiliki nilai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mudharat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lebih kecil daripada format kompetisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full season, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">engan empat dasar argumentasi yang saya jelaskan diatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut hemat saya, sangat penting bagi PSSI untuk mengkaji guna menerapkan format kompetisi dua wilayah kembali. Memang format dua wilayah bukan format yang sempurna tanpa cela, namun ketika kita dihadapkan dengan dua pilihan yang sama-sama tidak sempurna, maka seyogyanya kita memilih yang sisi negatifnya paling sedikit.<\/span><\/p>\n<p>Bagaimana menurutmu?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang. Tapi apakah format itu memang yang terbaik di Liga Indonesia? Opini berikut ini bisa jadi bahan pertimbangan. Faktor geografi Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas terbentang dari Sabang hingga Merauke dan dari Miangas hingga pulau Rote. Bahkan saking luasnya wilayah Indonesia, membuat Indonesia terbagi dalam 3 zona waktu. Melihat kondisi geografi yang demikian itu, maka kompetisi sepak bola di Indonesia dalam hal ini Liga 1 akan lebih kompatibel &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":15107,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[3852,3179,185,3820,188],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-01T03:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-02-28T18:16:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/\",\"name\":\"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg\",\"datePublished\":\"2019-03-01T03:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-28T18:16:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"sistem pembagian wilayah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik | Football Tribe Indonesia","description":"Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-03-01T03:00:29+00:00","article_modified_time":"2019-02-28T18:16:36+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/","name":"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg","datePublished":"2019-03-01T03:00:29+00:00","dateModified":"2019-02-28T18:16:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kabar mundurnya Perseru Serui dari Liga 1 karena faktor finansial, membuat wacana mengubah format liga ke dua wilayah kembali menguat. Dengan luasnya wilayah Indonesia, format dua wilayah termasuk opsi yang memungkinkan terjadinya penghematan biaya saat bertandang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Bagaimana-Jika-Musim-Depan-Liga-Indonesia-Memakai-Sistem-Dua-Wilayah.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"sistem pembagian wilayah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/03\/01\/mungkin-dua-wilayah-terbaik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mungkin, Format Dua Wilayah Memang yang Terbaik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41568"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}