{"id":4148,"date":"2017-04-30T13:00:03","date_gmt":"2017-04-30T06:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=4148"},"modified":"2017-04-30T11:23:20","modified_gmt":"2017-04-30T04:23:20","slug":"bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/","title":{"rendered":"Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood"},"content":{"rendered":"<p>Menjadi juara liga merupakan pencapaian hebat bagi suatu klub sepak bola, namun bagaimana jika menjuarainya selama lima tahun berturut-turut? Mungkin bisa dihitung dengan jari berapa banyak klub sepak bola Eropa yang mampu melakukannya. Salah satu klub tersebut adalah <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/27\/liburan-sepak-bola-ala-bayern-munchen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bayern Munchen<\/a> di Bundesliga. Membosankan? Mungkin. Terlalu dominan? Bisa dibilang begitu.<\/p>\n<p>Di samping cibiran-cibiran tersebut, harus diakui bahwa dominasi Bayern ini merupakan suatu pencapaian impresif. Sepanjang Bundesliga bergulir sejak tahun 1963, hanya Die Roten yang mampu mencetak rekor juara lima kali secara beruntun.<\/p>\n<p>Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda. Era <em>treble winner<\/em> legendaris Jupp Heynckes, era spesialis semifinal Liga Champions, Pep Guardiola, dan era Carlo Ancelotti saat ini. Dari ketiga era tersebut, beberapa pemain dan formasi silih berganti digunakan.<\/p>\n<p>Football Tribe Indonesia telah menyusun 11 pemain terbaik Bayern selama lima tahun dominasi mereka. Simak daftar tersebut di bawah ini<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4149 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Manuel-Neuer.jpg\" alt=\"Manuel Neuer\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Manuel-Neuer.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Manuel-Neuer-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Manuel-Neuer-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Manuel-Neuer-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Kiper<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Manuel Neuer<\/strong><\/p>\n<p>Neuer merupakan sosok tak tergantikan di bawah mistar gawang Bayern. Di bawah tiga pelatih yang berbeda, nama Neuer tidak pernah absen dari skuat Die Roten. Saking hebatnya, beliau disebut-sebut sebagai pemain yang mendefinisikan peran <em>sweeper keeper<\/em>, sebuah tipologi baru penjaga gawang.<\/p>\n<p>Bayangkan jika Anda bermain <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/16\/manuel-neuer-yang-selalu-superior\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">melawan Neuer<\/a>, belum sampai kotak penalty, Anda harus siap menghadapi sapuan kiper setinggi 1,93 meter ini, itupun Anda harus melewati bek sekaliber Jerome Boateng atau Mats Hummels terlebih dahulu. Sulit, ya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4150 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Philipp-Lahm.jpg\" alt=\"Philipp Lahm\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Philipp-Lahm.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Philipp-Lahm-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Philipp-Lahm-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Philipp-Lahm-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Bek kanan<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Philipp Lahm<\/strong><\/p>\n<p>Jika Anda bertanya kepada penggemar Bayern di luar sana siapa pemain paling konsisten selama lima musim terakhir, mungkin hanya satu nama yang muncul dari mulut mereka: <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/05\/merayakan-konsistensi-philipp-lahm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Philipp Lahm<\/a>. Penampilannya yang luar biasa konsisten, ditambah jarang cedera, membuat sang kapten bisa dianggap sebagai bek kanan terbaik di dunia.<\/p>\n<p>Buktinya? Kalau harus menampilkan bukti statistik seberapa hebat pemain yang juga <em>nyambi<\/em> jadi kapten Jerman, mungkin artikel ini akan luar biasa panjang. Berikut saya sebutkan gelar yang berhasil diraih Lahm bersama Bayern: 8 Bundesliga, 6 DFB Pokal, 1 Liga Champions Eropa, 1 Piala Dunia Antarklub FIFA, itupun belum ditambah catatan paling mentereng sang kapten bersama tim nasional Jerman, yaitu menjadi juara Piala Dunia 2014.<\/p>\n<p>Sayangnya, sepak terjang pemain yang disebut paling cerdas oleh Pep Guardiola akan berakhir di musim ini. Usianya belum terlalu tua, 33 tahun, namun beliau ingin pensiun saat masih berada di puncak performa. Suatu keputusan yang jarang dilakukan oleh pesepak bola. <em>Hats off<\/em>, <em>captain<\/em>!<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4151 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jerome-Boateng.jpg\" alt=\"Jerome Boateng\" width=\"594\" height=\"388\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jerome-Boateng.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jerome-Boateng-344x225.jpg 344w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jerome-Boateng-582x380.jpg 582w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jerome-Boateng-560x366.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Bek tengah<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Jerome Boateng<\/strong><\/p>\n<p>Siapapun bek tengah inti Bayern selama lima tahun terakhir, salah satu yang wajib mengisi posisi tersebut adalah Jerome Boateng. <em>Beast<\/em>, kalau kata anak-anak muda jaman sekarang. David Copperfield pun tidak bisa menandingi sulap yang digunakan Jupp Heynckes untuk mengubah Boateng menjadi salah satu bek terbaik di dunia pada saat ini.<\/p>\n<p>Sejak diboyong dari Manchester City, Boateng secara konsisten menunjukkan perkembangan signifikan dari musim ke musim. Di era <em>gegenpressing <\/em>milik Heynckes, ia memperdalam jurus <em>pressing<\/em> dan <em>zonal marking. <\/em>Kemudian di era <em>shifu<\/em> Guardiola, ia mempelajari seni bola-bola atas dan operan dari kaki ke kaki. Sayang di era Don Carletto ia harus menepi dalam jangka waktu panjang karena cedera parah. Di usianya yang masih 28 tahun, patut ditunggu ilmu-ilmu apa yang akan dipelajari Boateng untuk berevolusi menjadi bek tengah yang lebih baik lagi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4152 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Mats-Hummels.jpg\" alt=\"Mats Hummels\" width=\"594\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Mats-Hummels.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Mats-Hummels-331x225.jpg 331w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Mats-Hummels-559x380.jpg 559w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Mats-Hummels-560x381.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Bek tengah<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Mats Hummels<\/strong><\/p>\n<p>Cukup sulit untuk memilih siapa tandem terbaik Boateng selama lima tahun terakhir. Nama-nama seperti Mats Hummels, Javi Martinez, Medhi Benatia, hingga pemain-pemain <em>versatile <\/em>seperti Joshua Kimmich, Xabi Alonso, dan David Alaba pernah disulap menjadi tandemnya. Oh <em>ya<\/em>, jangan lupakan <em>Master of everything<\/em>, Dante juga.<\/p>\n<p>Dari sekian banyak nama tersebut, yang paling layak mengisi pos ini adalah Mats Hummels. Salah satu alasan utamanya adalah <em>chemistry<\/em> dengan Boateng yang solid, baik di Bayern maupun di tim nasional Jerman. Alasan lainnya adalah ketampanan yang serupa aktor Orlando Bloom. Secara keseluruhan, Hummels merupakan pemain yang sama baiknya dengan Boateng, namun memiliki keunggulan dalam <em>playmaking<\/em> dan pengoper bola-bola datar yang lebih baik dari partnernya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4153 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/David-Alaba-1.jpg\" alt=\"David Alaba\" width=\"594\" height=\"383\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/David-Alaba-1.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/David-Alaba-1-350x225.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/David-Alaba-1-589x380.jpg 589w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/David-Alaba-1-560x361.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Bek kiri<\/strong><\/h3>\n<p><strong>David Alaba<\/strong><\/p>\n<p>Selain meraih lima gelar beruntun bersama Bayern, David Alaba hobi mengoleksi enam penghargaan pesepak bola terbaik Austria selama enam tahun berturut-turut. Alaba juga memiliki koleksi lain yang sama impresifnya, yaitu posisi bermain di lapangan.<\/p>\n<p>Mulai dari bek kiri, bek tengah, bek kanan, gelandang kiri, hingga gelandang tengah, semuanya pernah dicoba pemain yang luar biasa mirip <em>rapper<\/em>, Tyler the Creator ini.<\/p>\n<p>Dari semua posisi tersebut, rumah Alaba adalah bek kiri. <em>Chemistry\u00ad\u00ad<\/em> sang pemain dengan salah satu sahabatnya, Franck Ribery, di sisi kiri masuk dalam kategori supranatural. Transisi kedua pemain dari menyerang dan bertahan sangat baik, masing-masing bisa mengisi posisi satu sama lain bila dibutuhkan. Alaba juga alasan mengapa Bayern kini memiliki ancaman dari <em>set piece<\/em>. Tendangan bebasnya yang keras dan akurat memberikan harapan bagi para penggemar Die Roten yang rindu akan eksekutor bola mati ulung.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4154 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Javi-Martinez-1.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Javi-Martinez-1.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Javi-Martinez-1-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Javi-Martinez-1-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Javi-Martinez-1-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gelandang bertahan<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Javi Martinez<\/strong><\/p>\n<p>Mengapa Javi? Karena pemain inilah yang menjadi alasan mengapa Bayern meraih <em>treble <\/em>legendaris di musim 2012\/2013 silam.\u00a0 Diboyong dengan mahar 40 juta euro, Javi membuktikan kalau harga itu tidak pernah bohong, setidaknya buat Bayern.<\/p>\n<p>Di musim <em>treble<\/em>, sosok pemain yang pernah dikira maling oleh Athletic Bilbao ini tampil layaknya banteng di festival San Fermin, namun dengan diberkahi dengan sedikit kegeniusan. Javi tahu waktu yang tepat untuk melakukan tekel atau intersep. Beliau juga tidak pernah lelah mengejar dan menjaga pemain-pemain lawan di separuh lapangannya, serta tidak segan melakukan pelanggaran-pelanggaran cerdik.<\/p>\n<p>Untuk bukti yang lebih jelas, tanya saja Andres Iniesta atau Lionel Messi dalam dua leg semi-final Liga Champions Eropa 2012\/2013 atau Anda bisa tonton banteng kontra manusia dengan <em>keyword <\/em>San Fermin Festival di YouTube.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4155 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thiago-Alcantara-1.jpg\" alt=\"Thiago Alcantara\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thiago-Alcantara-1.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thiago-Alcantara-1-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thiago-Alcantara-1-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thiago-Alcantara-1-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gelandang tengah<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Thiago Alcantara<\/strong><\/p>\n<p>Gelandang favorit penggemar Bayern selepas era <em>treble winner<\/em>. Meski banyak yang skeptis dengan kedatangannya sebagai pemain \u201cbawaan\u201d Guardiola, Thiago mampu membuktikan bahwa ia adalah pangeran baru Bayern. Melihat Thiago bermain sepak bola dapat diibaratkan seperti menyaksikan orkestra besar di Wina.<\/p>\n<p>Operan-operannya adalah gesekan biola yang elegan, intersep dan tekelnya merupakan suara-suara cello yang tegas, sementara tembakan-tembakan jarak jauhnya adalah dentuman <em>double bass<\/em> penutup irama.<\/p>\n<p>Semuanya dalam satu sinergi dalam pemain bernomor punggung enam. Dari sudut pandang statistik pun torehan Thiago menyilaukan mata, rataan 90 persen operan sukses per kompetisi tiap musimnya selama empat musim terakhir merupakan bukti mengapa pemain tim nasional Spanyol ini dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4156 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Franck-Ribery.jpg\" alt=\"Franck Ribery\" width=\"594\" height=\"422\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Franck-Ribery.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Franck-Ribery-317x225.jpg 317w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Franck-Ribery-535x380.jpg 535w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Franck-Ribery-560x398.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Sayap kiri<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Franck Ribery<\/strong><\/p>\n<p>Mungkin predikat legenda cocok untuk disematkan dalam nama Franck Ribery. Sejak diboyong dari Marseille pada musim 2007\/2008, Ribery kini memasuki tahun kesepuluhnya bersama Bayern. Sepanjang periode sepuluh tahun tersebut, sang pemain bercodet ini menorehkan catatan fenomenal 74 gol dan 115 asis.<\/p>\n<p>Meski beberapa musim terakhir kerap didera cedera, namun Ribery selalu konsisten berkontribusi di lapangan. Duetnya bersama Arjen Robben menjadi salah satu faktor terbesar perubahan Bayern menjadi raksasa Eropa dan layak bersanding dengan dua klub membosankan, Barcelona dan Real Madrid.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4157 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thomas-Mueller.jpg\" alt=\"Thomas Mueller\" width=\"594\" height=\"406\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thomas-Mueller.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thomas-Mueller-329x225.jpg 329w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thomas-Mueller-556x380.jpg 556w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Thomas-Mueller-560x383.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gelandang serang<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Thomas Mueller<\/strong><\/p>\n<p>Mueller adalah kita semua. Perawakannya yang kurus dan biasa saja lebih cocok dianggap sebagai teman nongkrong dibandingkan dengan pesepak bola. Namun soal kualitas, \u201c<em>with me, Mueller will always play,\u201d<\/em> kata Louis van Gaal.<\/p>\n<p>Sempat dipinggirkan dan dianggap medioker oleh Jurgen Klinsmann, van Gaal menjadikan Mueller sebagai <em>starter<\/em> yang tak tergantikan di posisi belakang penyerang. Posisi tersebut dipertahankan oleh pelatih-pelatih Bayern berikutnya, meski ia beberapa kali digeser ke sisi kanan.<\/p>\n<p>Seperti Neuer sebagai <em>sweeper keeper, <\/em>Mueller dianggap mendefinisikan peran baru dalam sepak bola, yaitu Raumdeuter atau <em>space investigator<\/em>. Predikat tersebut diberikan karena pemain yang selalu menggulung kaus kakinya ini kerap berada di posisi dan waktu yang tepat. Beliau tahu kapan harus berlari, tahu kapan harus berhenti, dan mungkin tahu Bayern pasti menjadi juara liga di akhir musim.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4158 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Arjen-Robben.jpg\" alt=\"Arjen Robben\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Arjen-Robben.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Arjen-Robben-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Arjen-Robben-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Arjen-Robben-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Sayap kanan<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Arjen Robben<\/strong><\/p>\n<p>\u201c<em>What time is it? It\u2019s time to cut inside<\/em>!\u201d kutipan tersebut berasal dari <em>meme <\/em>populer Arjen Robben setiap ia sukses mencetak gol dari <em>signature move\u00ad\u00ad<\/em>-nya. <em>Cut inside<\/em> adalah Robben dan Robben adalah <em>cut inside<\/em>. Meski telah melakukan <em>cut inside<\/em> selama delapan tahun bersama Bayern, namun tidak ada seorang pun yang mampu menghentikannya. <em>\u201cIt\u2019s working everytime, why should I change that?\u201d<\/em> merupakan respons sang pemain ketika ditanya mengenai paham <em>cut inside\u00ad<\/em>-nya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4160 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/cbe.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"478\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/cbe.jpg 448w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/cbe-211x225.jpg 211w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/cbe-356x380.jpg 356w\" sizes=\"(max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/p>\n<p>Saking hebatnya teknik tersebut membuat salah satu korban <em>cut inside<\/em>, Christian Fuchs (Schalke 04\/Leicester City), mengutarakan pengalaman buruknya, <em>\u201c<\/em><em>Everybody knows him. Everybody knows what he does. The problem is the part \u2026 <\/em><em>when is he cutting inside. And by the second you realize he does, the ball most likely is already in the back of the net.\u201d<\/em> Testimoni tersebut membuat saya memercayai bahwa alasan mengapa Bayern bisa menjuarai liga selama lima musim beruntun tidak lain dan tidak bukan adalah\u2026<em>cut inside<\/em> Robben.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4159 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/673496012.jpg\" alt=\"Robert Lewandowski\" width=\"594\" height=\"373\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/673496012.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/673496012-350x220.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/673496012-560x352.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Penyerang<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Robert Lewandowski<\/strong><\/p>\n<p>Lima gol dalam sembilan menit? Cek. Pemain dengan gol tertelat? Cek. Pemain tercepat yang melakukan <em>hattrick<\/em>? Cek. Pemain yang satu ini sangat hobi mencetak rekor yang berhubungan dengan gol di Bundesliga. Selain tiga di atas, ada sekitar empat rekor mencetak gol lainnya yang dimiliki atas nama Robert Lewandowski.<\/p>\n<p>Tidak hanya rekor, jumlah golnya pun luar biasa banyak. Selama empat musim terakhir membela Bayern, Lewandowski telah menorehkan 75 gol hanya untuk di Bundesliga saja. Bila ditambah dengan torehannya di DFB Pokal dan Liga Champions, jumlahnya bahkan menembus 147 gol.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-4161 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jupp-Heynckes.jpg\" alt=\"Jupp Heynckes\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jupp-Heynckes.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jupp-Heynckes-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jupp-Heynckes-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Jupp-Heynckes-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<p><strong>Pelatih <\/strong><\/p>\n<h3><strong>Jupp Heynckes<\/strong><\/h3>\n<p>Alasannya hanya satu: <em>treble<\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_4162\" aria-describedby=\"caption-attachment-4162\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4162 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/BAYERN-BEST-XI-1024x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4162\" class=\"wp-caption-text\">Bagaimana menurut kalian?<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Mochamad Aby Rachman (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/abyrach\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">abyrach<\/b><\/a>)<\/span><\/strong><br \/>\n<\/em><em>Chief editor Football Tribe Indonesia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjadi juara liga merupakan pencapaian hebat bagi suatu klub sepak bola, namun bagaimana jika menjuarainya selama lima tahun berturut-turut? Mungkin bisa dihitung dengan jari berapa banyak klub sepak bola Eropa yang mampu melakukannya. Salah satu klub tersebut adalah Bayern Munchen di Bundesliga. Membosankan? Mungkin. Terlalu dominan? Bisa dibilang begitu. Di samping cibiran-cibiran tersebut, harus diakui bahwa dominasi Bayern ini merupakan suatu pencapaian impresif. Sepanjang Bundesliga bergulir sejak tahun 1963, hanya Die Roten yang mampu mencetak rekor juara lima kali secara beruntun. Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda. Era treble winner legendaris Jupp Heynckes, era spesialis semifinal Liga Champions, Pep Guardiola, dan era &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4168,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73],"tags":[918,129,152,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda, dengan beberapa skuat yang tidak banyak berubah,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda, dengan beberapa skuat yang tidak banyak berubah,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-30T06:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-30T04:23:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/\",\"name\":\"Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-30T06:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-30T04:23:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda, dengan beberapa skuat yang tidak banyak berubah,\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"bayern muenchen\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood | Football Tribe Indonesia","description":"Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda, dengan beberapa skuat yang tidak banyak berubah,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda, dengan beberapa skuat yang tidak banyak berubah,","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-30T06:00:03+00:00","article_modified_time":"2017-04-30T04:23:20+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/","name":"Bayern Best XI: The Mighty FC Hollywood | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg","datePublished":"2017-04-30T06:00:03+00:00","dateModified":"2017-04-30T04:23:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sepanjang lima tahun terakhir menjadi kampiun, Bayern telah menyicipi tiga era kepelatihan yang berbeda, dengan beberapa skuat yang tidak banyak berubah,","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/30\/bayern-best-xi-mighty-fc-hollywood\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Bayern-Munich-Bundesliga-Champions-1200x674px.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"bayern muenchen"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4148"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}