{"id":41394,"date":"2019-02-15T12:00:07","date_gmt":"2019-02-15T05:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=41394"},"modified":"2019-02-15T11:08:21","modified_gmt":"2019-02-15T04:08:21","slug":"berandal-lapangan-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/","title":{"rendered":"Para Berandal Lapangan Hijau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, apa yang anda lakukan jika lawan menendang anda? Tentunya anda akan membalas menendangnya bahkan lebih keras, atau dengan cara sedikit \u201cpintar\u201d, salah satunya dengan membuat mereka mendapatkan masalah, sementara anda bisa keluar dari masalah, yaitu dengan melebihkan reaksi atau memanipulasi kontak fisik.<\/span><\/p>\n<p>Perilaku seperti ini banyak ditemui di sepak bola, dan 11 pemain berikut ini adalah contohnya:<\/p>\n<p><strong><div class=\"post_partner clearfix\"><p>Baca juga:\u00a0<\/strong><strong><span style=\"font-size: 12pt;\"><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/08\/05\/jika-222-juta-euro-dipakai-di-liga-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jika 222 Juta Euro Dipakai untuk Membeli Pemain-Pemain dari Liga 1<\/a><\/p>\n<\/div><\/span><\/strong><\/p>\n        <\/div>\n        <div id=\"tribe-slideshow-wrap-41395\" data-id=\"41395\"\n             class=\"slideshow slideshow_id_41395\">\n            <div class=\"tribe-slideshow\" id=\"slideshow41395\">\n                                <div class=\"swiper-wrapper\">\n                                                <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Harald-Toni-Schumacher-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Kiper:\u00a0Harald \u201cToni\u201d Schumacher<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semi-final Piala Dunia 1982 adalah panggung bagi Harald Schumacher atau biasa disebut dengan panggilan Toni. Schumacher kala itu \u201cmeremukkan\u201d Battiston. Badannya ditabrakkan ke arah Battiston hingga menyebabkan tanggalnya tiga gigi dan koma sesaat bek Prancis ini. Namun ironisnya Schumacher luput dari hukuman apapun dari sang pengadil.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Jersey-Spanyol-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Bek:\u00a0Andoni Goikotxea<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga bulan lamanya Diego Maradona harus menepi dari lapangan hijau untuk memulihkan cedera. Gelandang Jerman, Bernd Schuster, juga menjadi korban dari kasarnya permainan bek pemilik 39 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">caps <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di timnas Spanyol itu, cederanya di bagian lututnya begitu parah, membuat Schuster tidak pernah sepenuhnya pulih. Mereka\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah korban keganasan tekel-tekel horror Andoni Goikotxea.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Bek: Kepler Leveran Lima Ferreira (Pepe)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bola boleh lewat, tapi pemain lawan nanti dulu, mungkin itulah yang ada dalam benak Pepe dalam bermain. Ia selalu tanpa kompromi, agresif dan cenderung melakukan hal-hal yang terlampau jauh. Pepe dapat melakukan sesuatu yang bodoh dan kejam, seperti tendangan ke punggung Javier Casquero. menginjak jari Lionel Messi, atau menampar Cesc Fabregas.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Kevin-Muscat-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Bek: Kevin Muscat<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan hitam ditorehkan oleh pemain yang pernah memperkuat Wolverhampton Wanderes ini, diantaranya tekel keras ke pemain<\/span>\u00a0Charlton Athletic, Matty Holmes, hingga patah menjadi empat bagian. Kemudian\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">melakukan tekel pembunuh karier pemain Melbourne Heart, dan kena skors lagi selama delapan pertandingan. Selama kariernya ia mengoleksi 123 kartu kuning dan 12 kartu merah.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Vinnie-Jons.png\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Gelandang:\u00a0Vinnie Jones<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh sebelum Jones menekuni dunia seni peran, ia adalah seorang pesepak bola yang begitu lekat bagi <em>fans<\/em> setia Wimbledon. Permainan agresif nan kasar menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ciri khas\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tersendiri yang melekat dalam diri Jones. Dari total 15.843 menit bermain yang sudah dijalaninya, Jones telah mendapat 6 kartu merah,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dan terlibat 40 kasus disiplin. FA<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0pernah memberikan sanksi larangan bermain selama enam bulan kepadanya setelah diketahui dirinya pernah mengeluarkan komentar mendukung budaya kekerasan dan penggunaan permainan kotor dalam sepak bola.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/08\/10-Roy-Keane-1200x674-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Gelandang: Roy Keane<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu masih berbekas di benak kita, kala ia berhasil membalaskan dendamnya terhadap pemain Manchester City, Alf Inge Haaland, di tahun 2001 silam. Butuh empat tahun bagi Roy Keane untuk mencurahkan rasa penasarannya. Kala itu tekel horrornya menyebabkan masa depan Haaland sulit ditebak, menyebabkan kerusakan parah di lututnya. Dua tahun setelah kejadian itu, City melepas Haaland, dan tak lama berselang ia menyatakan pensium dari lapangan hijau, karena lututnya tak juga kembali normal.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Joey-barton-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Gelandang: Joey Barton<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kontroversi nampaknya tak pernah lepas dari diri Joey Barton. Kasus judi, kekerasan terhadap rekan seprofesi dan terhadap wanita adalah catatan kelam yang menghiasi perjalanan karier Barton.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Carlos Tevez, Sergio Aguero atau Vincent Kompany pernah merasakan sikut, tendangan dan juga tandukan mengerikan dari pemain yang pernah memperkuat Manchester City, Newcastle United dan Queens Park Ranger ini.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/Cantona.png\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Penyerang: Eric Cantona<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kala itu, 26 Januari 1995, Manchester United bersua Crystal Palace di Selhurst Park. Pertandingan memasuki menit 56, Cantona bermaksud mengejar tendangan panjang dari kiper Peter Schemeichel. Ia yang sepanjang pertandingan dikawal ketat oleh Richard Shaw menjadi terpancing emosinya dan melakukan pelanggaran. Cantona pun dikartu merah, yang menjadi awal mula insiden tendangan kung fu ke penonton bernama Matthew Simmons.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Suarez-1-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Penyerang:\u00a0Luis Suarez<\/strong><\/h3>\n<p>Insiden gigitan Suarez sudah terjadi tiga kali sejauh ini. Pertama ke pemain PSV Eindhoven, Ottman Bakkal, kedua ke Branislav Ivanovic, dan yang ketiga ke Giorgio Chiellini. Semuanya dilakukan Suarez di tiga tim berbeda, yakni AJax Amsterdam, Liverpool, dan timnas Uruguay.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/Di-Canio-1200x674px-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Penyerang: Paolo Di Canio<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia mengaku menghormati siapapun yang percaya pada Kristus, Buddha, Allah, atau Khrisna, tetapi tanpa ragu dia pun dapat mendorong wasit, memaki petinggi klub, hingga melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fascist salute<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke hadapan Curva Nord dalam laga Derby <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Della Capitale<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Olimpico Stadium pada 2005 silam.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/Manchester-United-Logo-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Penyerang: Joe Jordan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena tampangnya yang menyeramkan, Jordan dikenal sebagai pemain yang tanpa kompromi, mungkin di era berbeda ia terlahir kembali dalam diri Roy Keane, yang uniknya membela klub yang sama.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada medio 1980, Jordan meninju penjaga gawang Tottenham, Milina Aleksic, dalam sebuah perebutan bola di udara, pukulan yang dilayangkannya menyebabkan rahang Aleksic patah.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Kala berganti profesi menjadi tangan kanan Harry Redknapp di Tottenham pun, ia pernah terlibat friksi dengan Gennaro Gattuso, pada babak 16 besar Liga Champions 2010\/2011.<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/07\/27-Juli-Cassano-1200x674-800x449.jpg\"\/>\n                                                                <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Nama-nama lainnya<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kiper: Omar Ortiz<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bek: Paolo Montero dan Claudio Gentile<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelandang: Nigel De Jong dan Lee Bowyer<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerang: Antonio Cassano dan Mario Balotelli<\/span><\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                            <\/div>\n                <div class=\"row\">\n                    <div class=\"col-lg-5 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-button-prev\">\n                        <span class=\"fas fa-chevron-left\"\n                              aria-hidden=\"true\"><\/span>\n                        <\/div>\n                    <\/div>\n                    <div class=\"col-lg-2 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-pagination\"><\/div>\n                    <\/div>\n                    <div class=\"col-lg-5 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-button-next\">\n                        <span class=\"fas fa-chevron-right\"\n                              aria-hidden=\"true\"><\/span>\n                        <\/div>\n                    <\/div>\n                <\/div>\n            <\/div>\n        <\/div>\n        <div class=\"text-content\">\n        \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain. Misalnya, apa yang anda lakukan jika lawan menendang anda? Tentunya anda akan membalas menendangnya bahkan lebih keras, atau dengan cara sedikit \u201cpintar\u201d, salah satunya dengan membuat mereka mendapatkan masalah, sementara anda bisa keluar dari masalah, yaitu dengan melebihkan reaksi atau memanipulasi kontak fisik. Perilaku seperti ini banyak ditemui di sepak bola, dan 11 pemain berikut ini adalah contohnya:<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":24087,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[291],"tags":[540,283,1324,1627,122,1531],"class_list":["post-41394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-pembaca","tag-eric-cantona","tag-joey-barton","tag-pepe","tag-roy-keane","tag-slider","tag-vinnie-jones"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Para Berandal Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Para Berandal Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-15T05:00:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Para Berandal Lapangan Hijau\",\"datePublished\":\"2019-02-15T05:00:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/\"},\"wordCount\":108,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/26-PEPE-1200.jpg\",\"keywords\":[\"Eric Cantona\",\"Joey Barton\",\"Pepe\",\"Roy Keane\",\"Slider\",\"Vinnie Jones\"],\"articleSection\":[\"Suara Pembaca\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/\",\"name\":\"Para Berandal Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/26-PEPE-1200.jpg\",\"datePublished\":\"2019-02-15T05:00:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/26-PEPE-1200.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/26-PEPE-1200.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Pepe juga pernah melakukan tindakan tak terpuji\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2019\\\/02\\\/15\\\/berandal-lapangan-hijau\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Para Berandal Lapangan Hijau\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Para Berandal Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia","description":"Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Para Berandal Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2019-02-15T05:00:07+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Para Berandal Lapangan Hijau","datePublished":"2019-02-15T05:00:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/"},"wordCount":108,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200.jpg","keywords":["Eric Cantona","Joey Barton","Pepe","Roy Keane","Slider","Vinnie Jones"],"articleSection":["Suara Pembaca"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/","name":"Para Berandal Lapangan Hijau | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200.jpg","datePublished":"2019-02-15T05:00:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pemain yang berlaku curang sering memiliki ego yang besar dan penempatan posisi yang salah dalam menentukan keberhasilan yang berkaitan dengan orang lain. Pemain yang mengutamakan ego cenderung menipu dan menjatuhkan orang lain.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/26-PEPE-1200.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Pepe juga pernah melakukan tindakan tak terpuji"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2019\/02\/15\/berandal-lapangan-hijau\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Para Berandal Lapangan Hijau"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}