{"id":3977,"date":"2017-04-26T11:00:44","date_gmt":"2017-04-26T04:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3977"},"modified":"2017-04-26T08:58:45","modified_gmt":"2017-04-26T01:58:45","slug":"wonderland-dari-selatan-london","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/","title":{"rendered":"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London"},"content":{"rendered":"<p>Pengujung abad ke-20, London sempat diramaikan dengan kemunculan film <em>Wonderland<\/em>. Film yang masuk ke dalam Festival Film Cannes itu mengisahkan tiga saudari asal ibu kota Inggris yang hidup dengan segala kompleksitas dan keterbatasannya. Karya seni yang akhirnya memberikan gambaran tepat dari reinkarnasi trio penggawa klub asal sisi selatan London, Crystal Palace.<\/p>\n<p>Klub berjuluk The Eagles tersebut memang jadi sorotan tersendiri pada film karya Michael Winterbottom ini. Pasalnya, terdapat sebuah adegan nyata yang turut dihadirkan di film, saat pemerannya, sang ayah dan anak, menyaksikan laga Palace kontra Birmingham City di Selhurst Park, Februari 1999.<\/p>\n<p><em>Wonderland<\/em> secara garis besar memperlihatkan tiga sisi kehidupan berbeda dari sebuah keluarga kelas menengah ke bawah. Cerita terpusat pada Nadia yang merupakan seorang pelayan di sebuah kedai kopi, Debbie yang bekerja sebagai penata rambut, dan Molly, ibu rumah tangga yang sedang mengandung.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3979\" aria-describedby=\"caption-attachment-3979\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3979 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625899292.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"411\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625899292.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625899292-325x225.jpg 325w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625899292-549x380.jpg 549w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625899292-560x387.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3979\" class=\"wp-caption-text\">Wilfried Zaha dan Christian Benteke.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Konsekuensi di balik sebuah keputusan<\/strong><\/h3>\n<p>Bermula saat ketiganya meninggalkan rumah yang ditempati orang tuanya, Bill dan Eileen, hingga jatuh bangun kehidupan membawa mereka kembali bersama. Nadia misalnya, sosok pemalu yang amat menginginkan seorang pujaan hati. Dia bahkan acapkali menghadiri kencan buta. Satu yang khas dari Nadia adalah gaya rambutnya yang menonjolkan dua pompon.<\/p>\n<p>Nadia seakan mengingatkan kita pada berwarnanya karier Andros Townsend. Digadang-gadang sebagai <em>wonderkid<\/em> Tottenham Hotspur, Townsend muda malah lebih banyak menjalani \u2018kencan buta\u2019 dengan beberapa klub yang meminjamnya. Tercatat telah ada sembilan klub yang sempat memakai jasanya dan ironisnya, tak ada yang bertahan lebih dari semusim.<\/p>\n<p>Sementara Debbie hidup bersama seorang anak laki-lakinya hasil hubungan dengan Dan. Namun, Dan hanya bisa menemui anaknya pada hari libur, hingga hal lebih buruk terjadi. Dan, yang seakan tak acuh, kehilangan putranya meski sempat dibawa ke Selhurst Park. Belakangan, sang anak diketahui menghabiskan waktunya di Malam Guy Fawkes, yang jatuh tiap awal November. Debbie akhirnya meminta Dan untuk tak lagi dekat dengan anak mereka.<\/p>\n<p>Baik Debbie maupun Christian Benteke, pernah mengalami momen saat kehadirannya tak terlalu dipedulikan. Penyerang asal Belgia itu sempat kurang mendapat kepercayaan kala masih dilatih Jurgen Klopp di Liverpool. Didatangkan dengan harga tinggi dari Aston Villa, Benteke sulit berkembang di Anfield.<\/p>\n<p>Terakhir, Molly dikejutkan dengan keputusan suaminya, Eddie, yang berhenti dari pekerjaannya tanpa memberitahu terlebih dahulu. Pertengkaran hebat pun terjadi. Molly dan Eddie memutuskan untuk berpisah, di mana sebenarnya ada keengganan dari keduanya untuk melakukan hal tersebut.<\/p>\n<p>Keengganan juga pernah dialami Palace dan Wilfried Zaha saat tawaran menggiurkan datang dari Manchester United, Januari 2013. The Eagles yang masih membutuhkan jasa pemain kelahiran Pantai Gading itu, coba untuk menahan kepergiannya. Zaha akhirnya bisa tetap berkostum Palace, tapi hanya hingga musim panas dengan status pinjaman, sebelum akhirnya berpisah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_3978\" aria-describedby=\"caption-attachment-3978\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3978 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/666937378.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/666937378.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/666937378-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/666937378-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/666937378-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3978\" class=\"wp-caption-text\">Wilfried Zaha dan Andros Townsend.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Misteri sebuah takdir<\/strong><\/h3>\n<p>Singkat cerita, masing-masing peran menemukan akhir yang indah. Nadia yang sempat ditolak lelaki pujaannya, bertemu Franklin. Sosok yang juga pemalu ini pada akhirnya memberanikan diri menyapa Nadia yang disambut dengan percakapan hangat dan masyuk dari keduanya.<\/p>\n<p>Sementara Debbie memutuskan untuk menjaga jarak antara anaknya dengan Dan. Debbie merasa sosok Dan bisa memengaruhi masa depan dari putranya. Kisah paling menyentuh adalah kembalinya Molly dalam pelukan Eddie, tepat saat kelahiran putrinya, Alice, di rumah sakit. Nama Alice sendiri diberikan sang ayah yang terinspirasi dari kisah <em>Alice in Wonderland<\/em>.<\/p>\n<p><em>Wonderland<\/em> sendiri seakan memberikan gambaran sedih, tetapi bukan berarti kelam, kehidupan khususnya di sisi selatan London. Keinginan tiga sosok pemeran utama ini untuk bangkit, seperti berkaca pada performa Townsend, Benteke, dan Zaha di Palace sepanjang Liga Primer musim 2016\/2017 ini.<\/p>\n<p>Hanya enam bulan setelah kepindahannya dari Tottenham ke Newcastle United, Townsend dipinang Palace. Di Selhurst Park, pemain sayap berusia 25 tahun itu akhirnya benar-benar menunjukkan kualitasnya. Townsend yang sama baiknya bermain di kedua sisi, menjelma jadi ancaman menakutkan bek lawan. Hingga saat ini dia telah tampil sebanyak 32 kali dan mengemas tiga gol serta empat asis.<\/p>\n<p>Setali tiga uang dengan Benteke yang kariernya meredup saat pindah dari Aston Villa ke Liverpool. 42 gol yang dicetak saat masih berkostum The Villans seakan tak berbekas kala tampil membela klub yang bermarkas di Anfield itu. Dalam satu musim, Benteke cuma mampu mengemas sembilan gol. Namun, itu cerita lama.<\/p>\n<p>Kini penyerang asal Belgia itu mampu bangkit dari keterpurukan dengan mengemas 14 gol. Dua lesakan terbarunya dicetak ke gawang mantan, Liverpool,. Ini sekaligus jadi penegasan bahwa berpisah adalah keputusan terbaik untuk menyelamatkan karier dan reputasi Benteke sebagai penyerang buas.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan Zaha? Ujar-ujar \u201c<em>cinta akan membawamu kembali\u201d<\/em> seakan benar dirasakan oleh <em>winger<\/em> berusia 24 tahun itu.Mengalami dua musim yang buruk bersama Manchester United plus masa peminjaman di Cardiff City, Zaha membuat keputusan mengejutkan dengan kembali ke klub yang membesarkannya, Palace.<\/p>\n<p>Tiga musim kembali ke Selhurst Park, Zaha tetap jadi anak emas publik London selatan. Tren performa eks timnas junior Inggris itu juga terus menanjak. Menurut Whoscored, Zaha merupakan pemain terbaik Palace hingga pekan ke-33 Liga Primer berkat enam gol dan sembilan asisnya.<\/p>\n<p>Zaha di kiri, Benteke di tengah, dan Townsend pada sisi kanan, memberikan letupan tersendiri untuk Palace. Terakhir, The Eagles sukses jadi tim yang mampu menang beruntun lawan tiga tim papan atas, yakni Chelsea, Arsenal, dan Liverpool.<\/p>\n<p>Chelsea yang tengah menikmati delapan laga tak terkalahkan, dibungkam Palace di Stamford Bridge dengan dua gol cepat Zaha dan Benteke. Sementara Arsenal lebih parah: Asa menuju empat besar dapat ganjalan besar saat Townsend menandai kekalahan tiga gol tanpa balas The Gunners di Selhurst Park. Teranyar, Liverpool merasakan pahitnya dibobol mantan (baca: Benteke) dua kali di hadapan suporter sendiri.<\/p>\n<p>Berselang 18 tahun, <em>Wonderland<\/em> akhirnya menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengujung abad ke-20, London sempat diramaikan dengan kemunculan film Wonderland. Film yang masuk ke dalam Festival Film Cannes itu mengisahkan tiga saudari asal ibu kota Inggris yang hidup dengan segala kompleksitas dan keterbatasannya. Karya seni yang akhirnya memberikan gambaran tepat dari reinkarnasi trio penggawa klub asal sisi selatan London, Crystal Palace. Klub berjuluk The Eagles tersebut memang jadi sorotan tersendiri pada film karya Michael Winterbottom ini. Pasalnya, terdapat sebuah adegan nyata yang turut dihadirkan di film, saat pemerannya, sang ayah dan anak, menyaksikan laga Palace kontra Birmingham City di Selhurst Park, Februari 1999. Wonderland secara garis besar memperlihatkan tiga sisi kehidupan berbeda dari sebuah keluarga kelas menengah ke bawah. Cerita &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3980,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[793,286,129,122],"class_list":["post-3977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kolom","tag-crystal-palace","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berselang 18 tahun, Wonderland menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berselang 18 tahun, Wonderland menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-26T04:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625949366.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"405\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London\",\"datePublished\":\"2017-04-26T04:00:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/\"},\"wordCount\":925,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/625949366.jpg\",\"keywords\":[\"Crystal Palace\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Kolom\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/\",\"name\":\"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/625949366.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-26T04:00:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Berselang 18 tahun, Wonderland menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/26\\\/wonderland-dari-selatan-london\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/625949366.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/625949366.jpg\",\"width\":594,\"height\":405},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London | Football Tribe Indonesia","description":"Berselang 18 tahun, Wonderland menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London | Football Tribe Indonesia","og_description":"Berselang 18 tahun, Wonderland menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-26T04:00:44+00:00","og_image":[{"width":594,"height":405,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625949366.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London","datePublished":"2017-04-26T04:00:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/"},"wordCount":925,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625949366.jpg","keywords":["Crystal Palace","English Premier League","Featured","Slider"],"articleSection":["Kolom"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/","name":"Reinkarnasi Wonderland dari Selatan London | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625949366.jpg","datePublished":"2017-04-26T04:00:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Berselang 18 tahun, Wonderland menemukan pembuktian sejati lewat trio pemain dari klub sepak bola kebanggaan publik sisi selatan London, Crystal Palace.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/26\/wonderland-dari-selatan-london\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625949366.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/625949366.jpg","width":594,"height":405},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3977"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3977\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}