{"id":3889,"date":"2017-04-25T08:17:01","date_gmt":"2017-04-25T01:17:01","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3889"},"modified":"2017-04-25T08:29:29","modified_gmt":"2017-04-25T01:29:29","slug":"manusia-100-juta-euro-paulo-dybala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/","title":{"rendered":"Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala"},"content":{"rendered":"<p>Di awal kariernya, pemain kidal ini kerap disamakan dengan seniornya, Sergio Aguero. Ketajamannya di depan gawang lawan kala berseragam Instituto, membuatnya digadang-gadang meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin yang berasal dari Argentina.<\/p>\n<p>Perpindahannya ke Italia bersama Palermo membuat pemain ini mengalami transformasi yang signifikan. Masih rutin bermain di pos penyerang tengah, Paulo Dybala muda terus mengasah kemampuannya untuk menguasai satu keahlian mendasar dalam sepak bola yang kerap dilupakan para pemain modern: menguasai ruang.<\/p>\n<p>Tiga tahun di Italia bersama Palermo, membuat ia tak lagi dilabeli penerus trah Sergio Aguero, seperti yang diucapkan Maurizio Zamparini, kala sang pemain pertama kali didatangkan ke Palermo. Kepindahannya ke Juventus dan bertemunya ia dengan <em>tactician <\/em>sekelas Massimiliano Allegri, membuat julukan La Joya yang disematkan padanya terasa amat pas dan pantas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3891 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/672003474.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/672003474.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/672003474-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/672003474-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/672003474-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Transformasi besar di Juventus<\/strong><\/h3>\n<p>Di Palermo, Dybala difokuskan untuk menjadi seorang penyerang tengah murni. Seorang pencetak gol ulung dengan Franco Vasquez berada di belakangnya untuk memberi suplai matang. Kepindahannya ke Juventus membuat Dybala menjelma menjadi sesosok pemain yang menurut hemat saya, melangkah menuju kematangan secara kualitas individu dan secara taktikal.<\/p>\n<p>Max Allegri memang awalnya sedikit memaksakan Dybala untuk mengisi pos yang lowong usai kembalinya si Apache, Carlos Tevez, ke klub lamanya, Boca Juniors. Posisi ini sebenarnya tak sulit diperankan Dybala, mengingat di awal kariernya selama di Instituto hingga Palermo, ia memang seorang penyerang tengah murni.<\/p>\n<p>Yang mungkin menyadarkan Allegri, selepas kepergian Paul Pogba yang mudik ke Manchester awal musim ini, ia butuh memberikan kebebasan \u2018berkreasi\u2019 bagi Paulo Dybala untuk mengisi ruang yang sebelumnya ditempati oleh Pogba. Publik melihat bahwa Miralem Pjanic, gelandang yang baru didatangkan dari AS Roma, akan menempati posisi dan peran yang dimiliki Pogba. Namun, anggapan itu ditepis Allegri dengan cara yang elegan: membuktikan kejeniusannya meracik sistem bermain di atas lapangan.<\/p>\n<p>Datangnya Gonzalo Higuain dan masih bercokolnya Mario Mandzukic di komposisi skuatnya, membuat eks pelatih AC Milan ini menemukan sistem yang luar biasanya mampu memaksimalkan kemampuan terbaik Dybala, Higuain dan Mandzukic dalam satu bingkai taktikal yang baik. Didorongnya Mandzukic di kiri dan sedikit menurunkan Dybala untuk berada di belakang Higuain, membuat La Joya justru semakin berbahaya.<\/p>\n<p>Ia disebut La Joya, atau \u201cSang Permata\u201d, tentu bukan tanpa sebab. Kualitas tekniknya memang di atas rata-rata. Semakin ke sini, alih-alih mirip Aguero, Dybala justru semakin lekat tipikal bermainnya dengan Lionel Messi. Tipikal <em>needle player <\/em>yang mampu memaksimalkan ruang dan lepas dari penjagaan\u00a0 lawan karena didukung dengan kualitas individunya yang di atas rata-rata.<\/p>\n<p>Contoh paling nyata dan terbaru adalah laga kontra Barcelona di perempatfinal Liga Champion lalu. Di laga yang berakhir dengan skor agregat 3-0 untuk keunggulan Si Nyonya Tua, Dybala hampir selalu berada di semua sisi lini serang Juventus.<\/p>\n<p>Ia berada di kiri, namun tak menumpuk dengan Mandzukic. Mendekat ke kanan, ia pun tak bertabrakan peran dan posisinya dengan Juan Cuadrado. Dan ketika berada di tengah, tepat di belakang Higuain, pemain ini menunjukkan potensi terbaiknya. Persis seperti permutasi posisi Lionel Messi yang dilakukannya di Barcelona dua tahun terakhir ini.<\/p>\n<p>Pemain seperti Dybala dan Messi, dengan kualitas teknik dan pemahaman taktikalnya yang baik, memang jauh lebih berbahaya bila mereka terlibat lebih di permainan dengan posisi sedikit ke bawah dari lini depan, daripada harus <em>stay <\/em>di depan sebagai penyerang. Saya rasa itulah satu-satunya alasan mutlak kenapa komparasi antara keduanya sangat terasa sekali. Anda ingat di mana posisi Lionel Messi kala mencetak dua gol di El Clasico kemarin, bukan?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3890 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/667712234.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/667712234.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/667712234-309x225.jpg 309w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/667712234-523x380.jpg 523w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/667712234-560x407.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dybala memang seperti Messi <\/strong><\/h3>\n<p>Walau sang pemain menolak mentah-mentah disamakan dengan Messi, ia tak bisa membantah bahwa kualitas dan gaya bermainnya memang mirip dengan La Pulga. Apalagi, mulai musim ini, ia bermain di posisi yang juga dimainkan Messi di Barcelona. Berada sedikit di bawah penyerang utama dan lebih banyak terlibat di fase <em>build-up, <\/em>membuat Messi juga Dybala menjadi lawan yang teramat sulit untuk tim yang menerapkan <em>man-to-man marking<\/em>.<\/p>\n<p>Kalau harus duel satu lawan satu di lini tengah dengan Dybala, itu akan mengancam kompaksi (kerapatan) sistem pertahanan lawan dan membuat mereka meninggalkan celah yang terbuka untuk dimanfaatkan pemain Juventus. Mengingat selain Dybala, Bianconeri juga punya Cuadrado di kanan, Mandzukic di kiri, juga dua bek sayap, Dani Alves serta Alex Sandro yang aktif naik ke depan.<\/p>\n<p>Saya rasa ini alasan penting, secara taktikal, kalau Juventus bersama Dybala sebagai intinya, punya segalanya untuk meraih prestasi tertinggi musim ini. Untuk bahasa lebih sederhananya, menjuarai Liga Champions Eropa dan merengkuh <em>treble.<\/em><\/p>\n<h3><strong>Pindah dari Juventus?<\/strong><\/h3>\n<p>Walau secara pribadi, saya mengakui bahwa tempat terbaik bagi karier panjang Dybala adalah di Juventus dan Italia, sulit rasanya melihat talenta luar biasa seperti Dybala akan menghabiskan kariernya di Juventus. Meski baru saja menandatangani kontrak baru bersama Nyonya Tua hingga 2022, masih selalu ada celah untuk membajak pemain ini dari raja Liga Italia tersebut.<\/p>\n<p>Situs <em>transfermarkt <\/em>melabeli Paulo Dybala seharga 50 juta euro yang apabila melihat geliat transfer sepak bola modern, akan sangat konyol Juventus hanya mematok seorang pemain yang dijuluki La Joya hanya dengan nominal seperti itu.<\/p>\n<p>Kalau <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/01\/26\/nilai-tambah-paul-pogba-bagi-manchester-united\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Paul Pogba<\/a> dan Gareth Bale saja mampu menembus 100 juta euro, sedangkan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/cristiano-ronaldo-raja-kotak-penalti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cristiano Ronaldo<\/a> dan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/keabadian-lionel-messi-di-el-clasico\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lionel Messi<\/a> hampir mustahil meninggalkan klub mereka masing-masing, Paulo Dybala adalah nama terdepan menurut saya yang akan menjadi <em>the next 100 millions man <\/em>setelah Pogba dan Bale.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di awal kariernya, pemain kidal ini kerap disamakan dengan seniornya, Sergio Aguero. Ketajamannya di depan gawang lawan kala berseragam Instituto, membuatnya digadang-gadang meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin yang berasal dari Argentina. Perpindahannya ke Italia bersama Palermo membuat pemain ini mengalami transformasi yang signifikan. Masih rutin bermain di pos penyerang tengah, Paulo Dybala muda terus mengasah kemampuannya untuk menguasai satu keahlian mendasar dalam sepak bola yang kerap dilupakan para pemain modern: menguasai ruang. Tiga tahun di Italia bersama Palermo, membuat ia tak lagi dilabeli penerus trah Sergio Aguero, seperti yang diucapkan Maurizio Zamparini, kala sang pemain pertama kali didatangkan ke Palermo. Kepindahannya ke Juventus dan bertemunya ia dengan tactician &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3896,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[89],"tags":[417,129,102,858,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketajamannya di depan gawang lawan, membuatnya Paulo Dybala meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin, tepatnya dari Argentina.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketajamannya di depan gawang lawan, membuatnya Paulo Dybala meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin, tepatnya dari Argentina.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-25T01:17:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-25T01:29:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/\",\"name\":\"Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-25T01:17:01+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-25T01:29:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Ketajamannya di depan gawang lawan, membuatnya Paulo Dybala meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin, tepatnya dari Argentina.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Paulo Dybala\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala | Football Tribe Indonesia","description":"Ketajamannya di depan gawang lawan, membuatnya Paulo Dybala meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin, tepatnya dari Argentina.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala | Football Tribe Indonesia","og_description":"Ketajamannya di depan gawang lawan, membuatnya Paulo Dybala meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin, tepatnya dari Argentina.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-25T01:17:01+00:00","article_modified_time":"2017-04-25T01:29:29+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/","name":"Calon Manusia 100 Juta Euro (Bagian 1): Paulo \u201cLa Joya\u201d Dybala | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg","datePublished":"2017-04-25T01:17:01+00:00","dateModified":"2017-04-25T01:29:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Ketajamannya di depan gawang lawan, membuatnya Paulo Dybala meneruskan tradisi penyerang tajam khas Amerika Latin, tepatnya dari Argentina.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/25\/manusia-100-juta-euro-paulo-dybala\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dybala-100-Juta-Euro-Editorial.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Paulo Dybala"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3889"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3889"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3889\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}