{"id":38749,"date":"2018-07-23T15:30:11","date_gmt":"2018-07-23T08:30:11","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=38749"},"modified":"2018-07-23T16:01:28","modified_gmt":"2018-07-23T09:01:28","slug":"rasisme-diskriminasi-ozil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/","title":{"rendered":"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman"},"content":{"rendered":"<p>Musibah bagi timnas Jerman tak berhenti di Rusia lalu. Menyandang status sebagai juara bertahan, <em>Die Mannschaft <\/em>justru terkubur di dasar klasemen Grup F <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/piala-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Piala Dunia 2018<\/strong><\/a>. Dari tiga pertandingan, mereka hanya menang satu kali, melawan Swedia, dan kalah di dua laga tersisa, termasuk di pertandingan terakhir melawan wakil Asia, Korea Selatan.<\/p>\n<p>Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018 tentu sangat mengejutkan. Dari hasil yang mereka dapatkan, banyak pihak yang disalahkan, mulai dari sang kapten, Manuel Neuer, yang tak tampil prima, hingga Joachim L\u00f6w, sang pelatih kepala yang skemanya dianggap telah usang. Meskipun begitu, tak ada yang menerima kritik lebih besar daripada <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/mesut-ozil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Mesut \u00d6zil<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p>Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai <em>playmaker<\/em>, ia melakukan tugasnya dengan baik. Sebagai contoh, dilansir dari <em>Squawka<\/em>, di babak grup ia menciptakan 11 peluang bagi rekan-rekannya, terbanyak di fase grup bersama tiga pemain lain. Di laga melawan Korea Selatan, penggawa Arsenal ini membuat tujuh peluang\u2014semuanya diciptakan dari permainan terbuka\u2014dan Jerman tetap gagal untuk menciptakan satu gol pun.<\/p>\n<p>Kritik yang datang kepada \u00d6zil bermula dari foto ini.<\/p>\n<p>https:\/\/twitter.com\/PaulieWalnutsFP\/status\/1021116154188845057<\/p>\n<p>Ya, pria yang bersalaman dengan \u00d6zil (serta Ilkay Gundogan dan Cenk Tosun) adalah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Foto dengan Erdogan\u2014yang tidak populer di Jerman karena kebijakannya\u2014membuat \u00d6zil jadi sasaran kritik, terutama dari politikus, dan bahkan oleh petinggi FA Jerman (DFB). Mereka mempertanyakan loyalitas \u00d6zil terhadap Jerman, dan dianggap akan menimbulkan keretakan dan perpecahan di skuat.<\/p>\n<p>Usai Piala Dunia 2018 berlangsung, \u00d6zil pun akhirnya menuangkan apa yang ada di pikirannya. Melalui akun Twitter pribadinya, pemain berusia 29 tahun ini memaparkan semuanya lewat pernyataan yang terbagi dalam tiga twit.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"en\" dir=\"ltr\">The past couple of weeks have given me time to reflect, and time to think over the events of the last few months. Consequently, I want to share my thoughts and feelings about what has happened. <a href=\"https:\/\/t.co\/WpWrlHxx74\">pic.twitter.com\/WpWrlHxx74<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Mesut \u00d6zil (@M10) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/M10\/status\/1020984884431638528?ref_src=twsrc%5Etfw\">July 22, 2018<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"und\" dir=\"ltr\">II \/ III <a href=\"https:\/\/t.co\/Jwqv76jkmd\">pic.twitter.com\/Jwqv76jkmd<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Mesut \u00d6zil (@M10) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/M10\/status\/1021017944745226242?ref_src=twsrc%5Etfw\">July 22, 2018<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"und\" dir=\"ltr\">III \/ III <a href=\"https:\/\/t.co\/c8aTzYOhWU\">pic.twitter.com\/c8aTzYOhWU<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Mesut \u00d6zil (@M10) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/M10\/status\/1021093637411700741?ref_src=twsrc%5Etfw\">July 22, 2018<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Dalam pernyataannya ini, \u00d6zil mengatakan bahwa ia bertemu dengan Erdogan di London dalam acara amal. \u00d6zil, yang memiliki darah Turki, menyebut bahwa ia berfoto dengan sang presiden untuk menghormati darah leluhurnya yang mengalir dalam tubuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa meski ia adalah orang Jerman, Turki juga mendapatkan tempat dengan porsi yang sama dengan kewarganegaraannya di hatinya.<\/p>\n<p>Di bagian kedua dari pernyataannya, ia mempertanyakan standar ganda yang diterapkan media dan beberapa sponsor di Jerman. Ia mengkritik sikap media Jerman yang selalu menjadikannya target empuk ketika negaranya kalah, semata hanya karena rasnya yang berbeda dengan mayoritas di sana.<\/p>\n<p>Foto dengan Erdogan, disebut \u00d6zil, menjadi bahan utama untuk memenuhi agenda ini. Di satu sisi, Lothar Matthaus yang merupakan duta dari timnas Jerman juga sempat bertemu dengan pemimpin satu negara, dan tak diberikan kritik sama sekali. Hal ini, disebut \u00d6zil, menjadi standar ganda yang bermasalah.<\/p>\n<p>Sponsor, yang dalam pernyataan ini disebut \u00d6zil sebagai \u201c<em>partners<\/em>\u201d, juga ikutan terpengaruh atas foto tersebut. Ada dua sponsor yang tiba-tiba memutus kerja samanya dengan sang pemain karena takut akan pendapat media, dan hal ini menurut \u00d6zil sangat menyakitkan karena baginya sebagai rekan seharusnya sponsor-sponsor tersebut tetap mendukungnya dan tak memutus kerja sama secara sepihak.<\/p>\n<p>Bagian ketiga dari pernyataannya adalah yang terpenting. DFB, sebagai Federasi Sepak Bola Jerman yang semestinya menaungi semua pemain Jerman, justru tak melakukan tugasnya dengan semestinya. \u00d6zil mengatakan bahwa DFB, terutama Reinhard Grindel, sang presiden, telah bertindak rasis dan diskriminatif terhadapnya.<\/p>\n<p>\u00d6zil tak diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan dan ia terus dikritik semata hanya karena rasnya. Ia terang-terangan mengkritik Grindel dan DFB. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak bermain lagi untuk timnas Jerman atas semua perlakuan yang ia terima dari DFB, Grindel, media, dan sponsor-sponsornya.<\/p>\n<p>Mundurnya \u00d6zil, ia tidak menggunakan kata pensiun dalam pernyataannya, tentu sangat menyedihkan bagi pencinta sepak bola Jerman. Ia adalah pemain yang berhasil membawa negaranya menjadi juara dunia di tahun 2014, dan peraih gelar Pesepak Bola Terbaik Jerman sebanyak lima kali.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"en\" dir=\"ltr\">Ozil in international competition..<\/p>\n<p>&#8211; More than 65 goals + assists in 92 caps<br \/>&#8211; 5 time German Player of the Year<br \/>&#8211; 2010 World cup Semi finalist<br \/>&#8211; 2012 Euros Semi finalist<br \/>&#8211; 2014 World cup Winner<br \/>&#8211; 2016 Euros Semi finalist<\/p>\n<p>Your contributions for Germany will never be forgotten.<\/p>\n<p>&mdash; P\u2122 (@SemperFiArsenal) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/SemperFiArsenal\/status\/1021093808090447872?ref_src=twsrc%5Etfw\">July 22, 2018<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Sekadar mengingatkan, Jerman dan sepak bola internasional secara keseluruhan harus kehilangan salah satu pemain terbaiknya, karena rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musibah bagi timnas Jerman tak berhenti di Rusia lalu. Menyandang status sebagai juara bertahan, Die Mannschaft justru terkubur di dasar klasemen Grup F Piala Dunia 2018. Dari tiga pertandingan, mereka hanya menang satu kali, melawan Swedia, dan kalah di dua laga tersisa, termasuk di pertandingan terakhir melawan wakil Asia, Korea Selatan. Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018 tentu sangat mengejutkan. Dari hasil yang mereka dapatkan, banyak pihak yang disalahkan, mulai dari sang kapten, Manuel Neuer, yang tak tampil prima, hingga Joachim L\u00f6w, sang pelatih kepala yang skemanya dianggap telah usang. Meskipun begitu, tak ada yang menerima kritik lebih besar daripada Mesut \u00d6zil. Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":38755,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003],"tags":[152,376,731,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai playmaker, ia melakukan tugasnya dengan baik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai playmaker, ia melakukan tugasnya dengan baik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-07-23T08:30:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-07-23T09:01:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/\",\"name\":\"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg\",\"datePublished\":\"2018-07-23T08:30:11+00:00\",\"dateModified\":\"2018-07-23T09:01:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai playmaker, ia melakukan tugasnya dengan baik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"kritik yang diterima \u00d6zil\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman","description":"Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai playmaker, ia melakukan tugasnya dengan baik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman","og_description":"Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai playmaker, ia melakukan tugasnya dengan baik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-07-23T08:30:11+00:00","article_modified_time":"2018-07-23T09:01:28+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/","name":"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg","datePublished":"2018-07-23T08:30:11+00:00","dateModified":"2018-07-23T09:01:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Menariknya, kritik yang diterima \u00d6zil bukanlah dari apa yang ia lakukan di lapangan. Sebagai playmaker, ia melakukan tugasnya dengan baik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/Ozil.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"kritik yang diterima \u00d6zil"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/07\/23\/rasisme-diskriminasi-ozil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rasisme dan Diskriminasi Buat Mesut \u00d6zil Mundur dari Timnas Jerman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38749"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38749"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38749\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}