{"id":3868,"date":"2017-04-24T09:30:48","date_gmt":"2017-04-24T02:30:48","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3868"},"modified":"2017-04-23T22:49:23","modified_gmt":"2017-04-23T15:49:23","slug":"mengenang-wiel-coerver","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/","title":{"rendered":"Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun pelatih sepak bola asal Belanda, Wiel Coerver, berpulang. Coerver menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia dan kepergiannya adalah kehilangan besar bagi sepak bola dunia.<\/p>\n<p>Indonesia termasuk beruntung pernah merasakan kehebatan ramuan Coerver pada pertengahan 1970-an. Pelatih yang memulai karier kepelatihannya pada tahun 1959 dengan melatih tim amatir SVN ini, menjadi pelatih untuk tim nasional Indonesia pada tahun 1975, setahun setelah sukses mengantarkan Feyenoord Rotterdam meraih gelar Piala UEFA (sekarang Liga Europa) dengan mengalahkan klub Inggris, Tottenham Hotspur.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri kala itu baru bebas dari sanksi FIFA selama 16 tahun (1958-1974) setelah menolak bermain melawan Israel di kualifikasi Piala Dunia.<\/p>\n<p>Laga pra-Olimpiade antara tim nasional Indonesia melawan Korea Utara di Stadion Gelora Bung Karno Senayan adalah laga yang dinantikan para pencinta sepak bola Indonesia. Sebanyak 120.000 penonton memenuhi stadion, menantikan \u201ckeajaiban\u201d bahwa tim Merah Putih akan melangkah ke Olimpiade Montreal 1976. Sayang, Indonesia kalah dramatis pada adu penalti, 4-5.<\/p>\n<p>Indonesia memang tidak lolos ke Olimpiade Montreal 1976. Kontrak Coerver pun berakhir berakhir setelah Indonesia kalah dari Korea Utara. Namun, di sini titik awal perbaikan ke arah sepak bola profesional dimulai di Indonesia.<\/p>\n<p>Sebagai pelatih, nama Coerver memang tidak semewah Jose Mourinho, Pep Guardiola, atau Carlo Ancelotti. Di negaranya sendiri, namanya mungkin terlupakan dibanding dengan Rinus Michels atau Johan Cryuff. Namun, Michels, Cryuff dan nama-nama tenar negeri Kincir Angin seperti Frank Rijkaard dan Louis van Gaal adalah pelatih-pelatih terbaik Belanda yang pernah merasakan tangan dingin Coerver.<\/p>\n<p>Pada 2008, Coerver sempat ke Indonesia dan bertemu teman-teman lamanya. Kecintaannya pada Indonesia masih ada sekalipun sudah lama ia meninggalkan negeri ini. Ia sangat terkesan dengan kecintaan masyarakat Indonesia pada sepak bola, dan masih menyimpan harapan bahwa suatu saat Indonesia akan menjadi negara yang disegani dalam sepak bola.<\/p>\n<p>Coerver memilih mengembangkan sepak bola akar rumput dengan mengembangkan metodenya yang akhirnya mendunia. Metodenya terkenal dengan nama <em>Coerver Coaching Method<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3871 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/156792646.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"562\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/156792646.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/156792646-238x225.jpg 238w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/156792646-402x380.jpg 402w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/156792646-560x530.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<p>Berikut ini hal-hal yang kita bisa pelajari dari kepelatihan dan sosok Wiel Coerver:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Pendirian <\/strong><strong>k<\/strong><strong>uat<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Coerver adalah orang yang sangat apa adanya dan tegas dalam berpendirian. Ini yang membuat dirinya dianggap sebagai pribadi yang sulit. Beberapa kali ia harus berbenturan dengan ketua PSSI saat itu, Bardosono, tentang pemilihan pemain. Coerver bukanlah tipe pelatih yang menerapkan prinsip khas Orde Baru, ABS (Asal Bapak Senang). Baginya, pemilihan pemain adalah otoritas pelatih, tidak bisa diintervensi pihak lain.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Urusan pemain adalah urusan pelatih<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat Indonesia kalah menghadapi\u00a0 Voetz Linz dengan skor 1-0 pada uji coba menjelang kualifikasi pra-Olimpiade pada Desember 1975, ketua dewan penasehat, Maladi, dan ketua Badan Tim Nasional, Pardede, tiba-tiba muncul di tepi lapangan meminta salah satu pemain, Waskito, diganti. Namun, Coerver dengan tenang mengatakan,\u201ditu urusan saya\u201d.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Pemain dan seluruh tim berhak sejahtera<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, Coerver memperkenalkan profesionalisme dalam sepak bola Indonesia masa itu, hal yang kala itu masih dianggap tabu bagi sebagian besar pengurus PSSI karena masih beranggapan bahwa uang akan merusak nasionalisme. Tengok saja kegigihannya saat Coerver memaksa Bardosono menyepakati besaran bonus yang harus diterima pemain. Menang mendapat 70 ribu rupiah, imbang 50 ribu rupiah dan apabila kalah pun, akan memperoleh 25 ribu rupiah. Khusus bonus untuk laga final, menang diganjar bonus 2,5 juta rupiah dan andai kalah, masih diberi bonus 1 juta rupiah. Hak-hak pemain harus diperjuangkan karena baginya kaki pemain adalah periuk nasi hingga tua nanti.<\/p>\n<p>Coerver pula yang mempunyai ide dibentuknya Dewan Pemain yang berisikan pemain-pemain hebat masa itu seperti Risdianto, Junaedi Abdillah, Oyong Liza dan lain-lain.<\/p>\n<p>Ada hal yang menarik setelah Indonesia gagal ke Montreal. Sebelum pulang ke negaranya, Coerver masih sempat mendatangi Bardosono untuk memperjuangkan bonus, tidak hanya untuk pemain, namun untuk asisten pelatih, dokter tim, pembantu umum hingga <em>masseur.<\/em><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3869 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/98000844.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/98000844.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/98000844-340x225.jpg 340w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/98000844-574x380.jpg 574w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/98000844-560x371.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Rasa <\/strong><strong>b<\/strong><strong>angga <\/strong><strong>j<\/strong><strong>adi <\/strong><strong>p<\/strong><strong>emain <\/strong><strong>n<\/strong><strong>asional<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketua PSSI saat itu beranggapan uang merusak nasionalisme. Tetapi, lagi-lagi pemain juga butuh makan. Dengan adanya Coerver, perbaikan nasib para pemain membuat mereka bangga bermain untuk negara. Karena kesejahteraan mereka juga terjamin kala membela panji merah-putih di kancah internasional.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Turnamen segitiga antar klub<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Klub-klub papan atas pun berdatangan atas gagasan Coerver mengadakan turnamen segitiga antara Indonesia dan dua penguasa Eropa, Manchester United dan Ajax Amsterdam. Indonesia menahan Manchester United 0-0, namun takluk dari Ajax. Akhirnya Ajax menjuarai turnamen dengan menundukkan United 3-2. Mungkin gagasan ini perlu dihidupkan kembali agar timnas Indonesia bisa lebih tertantang menghadapi tim-tim besar Eropa dan tak hanya sekadar laga menggaet pundi-pundi uang belaka.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Bakat bisa dibentuk dengan pelatihan yang sistematis<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Baginya, pemain-pemain menjadi hebat itu bisa dilatih dengan pembinaan akademik yang baik, tidak semata-mata bakat alam. Semua pemain bisa menjadi sehebat Pele atau Franz Beckenbauer, atau Lionel Messi di era sekarang.<\/p>\n<p>Metode Coerver tidak hanya bertumpu pada satu titik saja. Tidak hanya mengajarkan soal tekel atau kekuatan fisik, <a href=\"http:\/\/www.coerver.com\/Default.aspx?tabid=890558\">namun menekankan penguasaan bola selama 90 menit di lapangan.<\/a> Selain itu, kecepatan, gerak di lapangan, penyelesaian akhir, mengontrol dan mengirim umpan, juga termasuk menu yang wajib diajarkan dalam metode ala Coerver. Intinya, setiap orang bisa jadi pemain hebat jika sistem pelatihannya tepat.<\/p>\n<p>Betapa keras kepalanya Coerver, ia layak mendapat tempat dalam sejarah sepak bola dunia. Banyak pemain yang mengeluhkan metode latihannya yang sangat amat melelahkan, namun bukan berarti tidak ada yang mendukungnya. Bahkan metode ini tidak hanya diterapkan dalam sepak bola, namun juga bidang olah raga lainnya.<\/p>\n<p>Tidak heran Wiel Coerver disebut sebagai si jenius dalam sepak bola. Ia adalah manajer pertama yang menggabungkan sepakbola dengan ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/b><\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun pelatih sepak bola asal Belanda, Wiel Coerver, berpulang. Coerver menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia dan kepergiannya adalah kehilangan besar bagi sepak bola dunia. Indonesia termasuk beruntung pernah merasakan kehebatan ramuan Coerver pada pertengahan 1970-an. Pelatih yang memulai karier kepelatihannya pada tahun 1959 dengan melatih tim amatir SVN ini, menjadi pelatih untuk tim nasional Indonesia pada tahun 1975, setahun setelah sukses mengantarkan Feyenoord Rotterdam meraih gelar Piala UEFA (sekarang Liga Europa) dengan mengalahkan klub Inggris, Tottenham Hotspur. Indonesia sendiri kala itu baru bebas dari sanksi FIFA selama 16 tahun (1958-1974) setelah menolak bermain melawan Israel di kualifikasi Piala Dunia. &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3870,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[247,129,105,122,915],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun Wiel Coerver berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun Wiel Coerver berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-24T02:30:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-23T15:49:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"566\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/\",\"name\":\"Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-24T02:30:48+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-23T15:49:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun Wiel Coerver berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg\",\"width\":800,\"height\":566,\"caption\":\"Wiel Coerver\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun Wiel Coerver berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun Wiel Coerver berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-24T02:30:48+00:00","article_modified_time":"2017-04-23T15:49:23+00:00","og_image":[{"width":800,"height":566,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/","name":"Mengenang Wiel Coerver: Pelopor Sepak Bola Profesional di Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg","datePublished":"2017-04-24T02:30:48+00:00","dateModified":"2017-04-23T15:49:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Pada 22 April 2017 lalu, tepat enam tahun Wiel Coerver berpulang. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun akibat pneumonia.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/24\/mengenang-wiel-coerver\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wiel-Coerver.jpg","width":800,"height":566,"caption":"Wiel Coerver"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3868"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}