{"id":3822,"date":"2017-04-23T08:30:56","date_gmt":"2017-04-23T01:30:56","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3822"},"modified":"2017-08-26T00:45:23","modified_gmt":"2017-08-25T17:45:23","slug":"hikayat-dari-iago-aspas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/","title":{"rendered":"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol"},"content":{"rendered":"<p>Anfield, 27 April 2014, Liverpool yang mengincar gol penyama kedudukan, akhirnya mendapat peluang lewat sepak pojok. Entah bagaimana caranya, seorang Iago Aspas berlari ke sudut dan langsung melakukan tendangan, yang anehnya malah melebar dan jadi sumber gol kedua tim lawan, Chelsea, sekaligus memperkecil asa juara The Reds di Liga Primer Inggris.<\/p>\n<p>Semusim di Merseyside, lelucon tendangan pojok itu sudah cukup jadi rangkuman karier Aspas sepanjang memperkuat Liverpool. Lantas apa lagi? Diwariskan nomor punggung keramat 9 yang pernah dikenakan legenda mulai dari Ray Houghton, Robbie Fowler, hingga Ian Rush, pria asal Spanyol itu hanya mampu mencetak sebiji gol. Itu pun ke gawang klub kasta ketiga, Oldham Athletic.<\/p>\n<p>Berselang tiga tahun, peruntungan karier Aspas berubah drastis. Kini penyerang berusia 29 tahun itu berstatus raja gol Spanyol di kompetisi Eropa. Torehan 23 golnya di semua kompetisi mengalahkan nama tenar semisal Alvaro Morata sampai mesin gol Chelsea, Diego Costa.<\/p>\n<p>Terkini, Aspas mampu membawa klubnya, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/22\/kembalinya-semangat-eurocelta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Celta Vigo<\/a> melaju ke semifinal Liga Europa dan menantang rival utama Liverpool, Manchester United.<\/p>\n<p>Pelajaran pahit selama di Inggris, membuat Aspas jadi sosok yang berbeda. Saat kariernya berada di tengah ketidakpastian, tawaran dari \u2018rumah\u2019 datang. Tanpa pikir panjang, pemain kelahiran Moana, pinggir kota Vigo, itu langsung bergegas pulang ke tempat pertama dirinya meniti karier dan hikayat pahlawan lokal pun dimulai kembali.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3823 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668436418.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668436418.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668436418-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668436418-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668436418-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Spesialis penyelamat Celta<\/strong><\/h3>\n<p>Jika diibaratkan, Aspas adalah ikon sempurna tim Celta saat ini, seperti Francesco Totti di AS Roma atau Steven Gerrard kala memperkuat Liverpool. Sebagai sosok asli kelahiran Galicia, Aspas memilih masuk akademi Celta alih-alih ke rival sekota yang notabene secara prestasi lebih baik, Deportivo La Coruna.<\/p>\n<p>Hubungan Aspas dengan Celta memang terasa seperti jodoh yang sempurna. Layaknya hikayat, kemunculannya ditandai dengan momen yang bakal terus diingat Celtistas, sebutan untuk suporter Celta. Pada laga debut keduanya musim 2008\/2009, Aspas yang masuk dari bangku cadangan langsung mencetak dua gol yang memastikan Os Celeste lolos dari jeratan degradasi Divisi Segunda.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, Aspas digadang-gadang jadi bintang masa depan Celta. Ramalan tersebut memang tidak salah. Musim 2011\/2012, pemain bertinggi badan 176 sentimeter itu sukses mencetak 23 gol dan membawa Celta promosi ke La Liga. Pada musim perdananya di kasta tertinggi Liga Spanyol, Aspas mengoleksi 12 gol dan kembali menyelamatkan timnya dari degradasi.<\/p>\n<p>Performa apik Aspas bersama Celta menarik minat manajer Liverpool kala itu, Brendan Rodgers. Kecepatan dan kelihaian sang penyerang dalam mencari ruang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan The Reds. Tak tanggung-tanggung, Aspas dipercaya mengenakan nomor punggung 9. Nomor yang sama yang pernah dipakai El Nino, Fernando Torres.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3824 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/460776807.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/460776807.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/460776807-328x225.jpg 328w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/460776807-553x380.jpg 553w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/460776807-560x385.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Letupan singkat di Merseyside<\/strong><\/h3>\n<p>Sempat tertunda setelah ada permasalahan dengan agennya, Aspas akhirnya diresmikan gabung Liverpool pada musim panas tahun 2013 lalu. Tak butuh waktu lama bagi dirinya membuktikan diri. Pada laga debut sekaligus pra-musim melawan Preston North End, Aspas sukses mencetak masing-masing satu gol dan asis.<\/p>\n<p>Performa primanya berlanjut saat membantu The Reds menang lawan Indonesia XI di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dua laga selanjutnya kontra Melbourne Victory dan Thailand XI, Aspas tak pernah absen mencetak gol. Total dia melesakkan lima gol dari delapan laga pra-musim Liverpool.<\/p>\n<p>Akan tetapi, gelontoran gol darinya terhenti di situ. Aspas memang sempat menyumbang asis saat Liverpool menang tipis atas Stoke City di laga pembuka Liga Primer 2013\/2014, namun kilaunya praktis tak berlanjut. Kesulitan dalam memanfaatkan peluang ditambah bersinarnya trio Raheem Sterling, Luis Suarez, dan Daniel Sturridge membuat bangku cadangan akrab dengan Aspas.<\/p>\n<p>Semusim berikutnya, dia mencoba bangkit dengan kembali ke Spanyol bersama Sevilla, lewat status pinjaman. Sayangnya, Aspas disebut tak sesuai dengan ekspektasi pelatih Unai Emery. Sepanjang La Liga 2014\/2015, dirinya hanya bisa mencetak dua gol saja. Fase ini disebut-sebut jadi yang terberat untuk Aspas.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3827 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655358356.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655358356.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655358356-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655358356-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655358356-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dari Celta dan (hanya) untuk Celta<\/strong><\/h3>\n<p>Hubungan emosional yang terus terjalin membuat Celta tergerak menyelamatkan karier Aspas, setelah dua kali mereka dibawanya lolos dari ancaman degradasi. Simbiosis mutualisme terjadi di sini. Aspas resmi kembali setelah dijual Liverpool ke Sevilla dan langsung ditebus Celta pada hari yang sama.<\/p>\n<p>Di Balaidos, peruntungan kariernya mulai kembali seperti sedia kala. Di awal musim lalu, Aspas dan Celta langsung mengejutkan publik sepak bola dunia dengan memuncaki klasemen sementara La Liga di pekan kedua. Dia mencetak gol pada laga debutnya kembali di liga. Jika itu belum cukup, Aspas jadi inspirator kemenangan telak 4-1 Os Celeste atas raksasa La Liga, Barcelona, lewat dua golnya.<\/p>\n<p>Di bawah asuhan Eduardo Berizzo, Aspas menemukan kembali ketajamannya. Dia sukses mencetak 18 gol di semua kompetisi sepanjang musim lalu dan membawa Celta lolos ke Liga Europa setelah menempati urutan keenam klasemen akhir La Liga. Performa Aspas bahkan jadi lebih mengesankan musim ini.<\/p>\n<p>Meski Celta melakukan awalan buruk, perolehan gol Aspas cenderung naik. Momen paling diingat musim ini salah satunya adalah dua laga kandang Oktober 2016. Setelah kembali cetak gol dan bawa Celta menang atas Barcelona di Balaidos, <em>brace <\/em>Aspas juga antar timnya berjaya di Derbi Galicia dengan skor mencolok 4-1 atas La Coruna. Periode ini pula yang mengantar dirinya dipanggil masuk skuat timnas senior Spanyol, sebulan berselang.<\/p>\n<p>Entah kebetulan atau bagaimana, Aspas masuk ke dalam skuat La Furia Roja saat akan bertandang ke Inggris, tanah yang sempat jadi mimpi buruknya. Alih-alih menghindar, dirinya memilih membuktikan diri. Kehadiran Aspas tak diperhitungkan sebelum akhirnya gol indah tercipta lewat kakinya di menit akhir, menyelamatkan Spanyol atas kekalahan dari timnas Inggris di Stadion Wembley.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, nama Aspas mulai nyaring terdengar. Guyonan dan lelucon satir yang dahulu akrab dengan dirinya, kini mulai berubah menjadi pujian. Meski di La Liga masih berada di papan tengah klasemen sementara, Celta dibawa Aspas masuk jajaran elite klub Benua Biru dengan lolos ke semifinal Liga Europa.<\/p>\n<p>Setelah lolos dari grup G sebagai <em>runner-up, <\/em>perjalanan Celta ke semifinal tak lepas dari gelontoran gol Aspas. Sang ikon Os Celestes selalu mencetak gol di fase gugur baik saat menghadapi Shakhtar Donetsk, Kuban Krasnodar, hingga terakhir KRC Genk. Kini, Man. United jadi sasaran selanjutnya.<\/p>\n<p>Bersama penyerang Swedia yang juga \u2018buangan\u2019 dari Liga Primer, John Guidetti, Aspas siap menghantui ambisi Red Devils jadi juara Liga Europa musim ini. Mampukah pencetak gol terbanyak keempat sepanjang sejarah Celta ini melanjutkan hikayatnya?<\/p>\n<p>Menilik pada tren yang terjadi di dunia sepak bola belakangan ini, apapun bisa terjadi dan kisah Aspas di Celta membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anfield, 27 April 2014, Liverpool yang mengincar gol penyama kedudukan, akhirnya mendapat peluang lewat sepak pojok. Entah bagaimana caranya, seorang Iago Aspas berlari ke sudut dan langsung melakukan tendangan, yang anehnya malah melebar dan jadi sumber gol kedua tim lawan, Chelsea, sekaligus memperkecil asa juara The Reds di Liga Primer Inggris. Semusim di Merseyside, lelucon tendangan pojok itu sudah cukup jadi rangkuman karier Aspas sepanjang memperkuat Liverpool. Lantas apa lagi? Diwariskan nomor punggung keramat 9 yang pernah dikenakan legenda mulai dari Ray Houghton, Robbie Fowler, hingga Ian Rush, pria asal Spanyol itu hanya mampu mencetak sebiji gol. Itu pun ke gawang klub kasta ketiga, Oldham Athletic. Berselang tiga tahun, peruntungan &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3825,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,77],"tags":[485,129,912,121,122],"class_list":["post-3822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-spanyol","tag-celta-vigo","tag-featured","tag-iago-aspas","tag-liverpool","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kisah dari Iago Aspas di Celta Vigo membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kisah dari Iago Aspas di Celta Vigo membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-23T01:30:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-08-25T17:45:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/651078152.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol\",\"datePublished\":\"2017-04-23T01:30:56+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-25T17:45:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/\"},\"wordCount\":1019,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/651078152.jpg\",\"keywords\":[\"Celta Vigo\",\"Featured\",\"Iago Aspas\",\"Liverpool\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Spanyol\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/\",\"name\":\"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/651078152.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-23T01:30:56+00:00\",\"dateModified\":\"2017-08-25T17:45:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Kisah dari Iago Aspas di Celta Vigo membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/23\\\/hikayat-dari-iago-aspas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/651078152.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/651078152.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Iago Aspas\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol | Football Tribe Indonesia","description":"Kisah dari Iago Aspas di Celta Vigo membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol | Football Tribe Indonesia","og_description":"Kisah dari Iago Aspas di Celta Vigo membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-23T01:30:56+00:00","article_modified_time":"2017-08-25T17:45:23+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/651078152.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol","datePublished":"2017-04-23T01:30:56+00:00","dateModified":"2017-08-25T17:45:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/"},"wordCount":1019,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/651078152.jpg","keywords":["Celta Vigo","Featured","Iago Aspas","Liverpool","Slider"],"articleSection":["Eropa","Spanyol"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/","name":"Hikayat Iago Aspas, Lelucon di Liverpool, Kini Raja Gol di Spanyol | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/651078152.jpg","datePublished":"2017-04-23T01:30:56+00:00","dateModified":"2017-08-25T17:45:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Kisah dari Iago Aspas di Celta Vigo membuktikan bahwa kerja keras dan keputusan tepat, bisa mengubah peruntungan siapapun.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/23\/hikayat-dari-iago-aspas\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/651078152.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/651078152.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Iago Aspas"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3822\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}