{"id":3641,"date":"2017-04-19T11:00:15","date_gmt":"2017-04-19T04:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3641"},"modified":"2017-04-19T08:13:36","modified_gmt":"2017-04-19T01:13:36","slug":"mempertaruhkan-asa-ajax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/","title":{"rendered":"Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots"},"content":{"rendered":"<p>Minggu siang tak pernah terasa secerah itu bagi publik Amsterdam Arena. Harapan yang mulai pupus seiring selisih enam poin dengan Feyenoord Rotterdam di puncak klasemen Eredivisie, sukses kembali ditumbuhkan Ajax Amsterdam. Kemenangan pada laga sarat gengsi bertajuk De Klassieker jadi momentum sempurna pertaruhan asa De Godenzonen musim ini.<\/p>\n<p>Tiga pekan berikutnya Ajax tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan berkat parade 14 gol. Sementara Feyenoord, tertahan di markas PEC Zwolle pada <em>speelronde<\/em> 30. Asa Ajacied mulai kembali terangkat mengingat selisih dengan Feyenoord di puncak klasemen tinggal satu poin dimana Eredivisie hanya menyisakan tiga pertandingan lagi.<\/p>\n<p>Pekan selanjutnya, Kasper Dolberg dan kawan-kawan bakal menjalani laga final sesungguhnya, menghadapi PSV Eindhoven di kandang lawan. PSV yang secara matematis masih berpeluang juara, dipastikan bakal memberikan perlawanan alot. Sementara dua partai pamungkas mempertemukan Ajax dengan tim juru kunci, Go Ahead Eagles dan Willem II Tillburg, seraya menanti kejatuhan Feyenoord.<\/p>\n<p>Kini, harapan suporter De Godenzonen dipertaruhkan pada tim asuhan Peter Bosz yang sejauh ini mengusung sepak bola menyerang nan atraktif yang terinspirasi dari legenda terbesar sepak bola Belanda, <em>The Phytagoras in Boots<\/em>, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/memori-keabadian-johan-cruyff\/\" target=\"_blank\">Johan Cruyff<\/a>.<\/p>\n<h3><strong>Transformasi tak terduga<\/strong><\/h3>\n<p>Kilas balik sejenak ke musim panas tahun lalu, suporter Ajax dibuat ketar-ketir akan suksesor pelatih Frank de Boer yang memilih hijrah ke Internazionale Milan. Setelah sukses meraih empat titel Eredivisie beruntun, de Boer meninggalkan beban berat untuk penggantinya mengingat dalam dua musim terakhir, gelar harus direlakan ke tangan PSV.<\/p>\n<p>Publik Amsterdam semakin gelisah setelah mendengar kabar bahwa pihak klub resmi menunjuk pelatih yang sedang berkarier di Liga Israel, Peter Bosz, untuk jadi arsitek tim dengan masa kontrak tiga tahun. Sontak banyak pertanyaan timbul, bagaimana reputasi Bosz? Dan terpenting, apakah dia punya kapabilitas untuk bawa Ajax bangkit<\/p>\n<p>Satu yang pasti, sejauh ini manajemen Ajax tak salah dalam memilih pelatih. Bosz ternyata merupakan penerus ideal atas permainan atraktif yang dibangkitkan De Boer.<\/p>\n<p>Spesifiknya, pelatih yang memulai kariernya di AGOVV Apeldoorn ini punya filosofi serupa legenda Ajax dan timnas Belanda, Johan Cruyff. Label yang diberikan jurnalis Inggris, David Miller terhadap Cruyff, <em>Phytagoras in Boots<\/em>, benar-benar diaplikasikan Bosz ke Ajax.<\/p>\n<p><em>Phytahoras in Boots<\/em>, merujuk pada gaya permainan Cruyff yang progresif dan penuh inteligensi, dengan jeli memanfaatkan ruang dan sudut sempit di lapangan. Akurasi umpan juga jadi pokok penting dalam filosofi ala Cruyff.\u00a0 Satu lagi, kualitas permainan juga amat diperhatikan, selain hasil akhir.<\/p>\n<p>\u201cJika ada orang yang pantas menjadi suksesor filosofi Cruyff, dia adalah Peter Bosz. Dia tipe pelatih yang merasa lebih baik menang 5-4 ketimbang 1-0. Ya, dia memang keras kepala,\u201d sebut eks Direktur Teknik AGOVV, Huib Rouwenhorst kepada <em>Benefoot<\/em>.<\/p>\n<p>Bosz memang tak pernah ditangani langsung oleh Cruyff. Namun, dia dan saudaranya kerap datang ke Amsterdam hanya untuk menyaksikan pertandingan sang maestro, yang lantas membuatnya terinspirasi.<\/p>\n<p>Musim ini, Bosz tampak melengkapi apa yang dirasa kurang dari strategi De Boer dalam dua musim terakhir: Kualitas individu pemain. Meski ditinggal banyak pemain inti semisal Arkadiusz Milik, Jasper Cillessen, hingga Anwar El Ghazi, Ajax tetap mampu bangkit.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_3642\" aria-describedby=\"caption-attachment-3642\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3642 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655945886.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655945886.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655945886-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655945886-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/655945886-560x373.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3642\" class=\"wp-caption-text\">Kasper Dolberg.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Atraktif nan kokoh<\/strong><\/h3>\n<p>Performa apik tim tak lepas berkat kehadiran pemain anyar mulai dari Davinson Sanchez, Hakim Ziyech, bahkan hingga pemuda asal Sao Paulo, David Neres. Belum lagi ledakan pemain yang baru saja dipromosikan, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/13\/kilau-kasper-dolberg\/\">Kasper Dolberg<\/a>.<\/p>\n<p>Penyerang muda asal Denmark itu langsung menyeruak di jajaran top skorer sementara Eredivisie dengan 14 gol. Cedera tak lantas membuat ketajaman Dolberg menurun. Dia bahkan jadi trisula menakutkan di depan bersama Amin Younes dan Neres atau pemuda penuh talenta, Justin Kluivert.<\/p>\n<p>Permainan atraktif selalu ditampilkan dengan berporos pada gelandang pekerja keras pada diri Lasse Schone, dan Davy Klassen, serta kreativitas Ziyech. Bisa dibilang, Ajax sedang memainkan sepak bola menyenangkan dengan aliran bola cepat dari kaki ke kaki dan tak jarang diakhiri dengan asis Ziyech.<\/p>\n<p>Pemain asal Maroko ini sejatinya jadi roh <em>Pythagoras in Boots<\/em> De Godenzonen dengan selalu bergerak diagonal dan menyeimbangkan pola serangan dari sisi sayap maupun tengah.<\/p>\n<p>Sementara itu faktor penting pencapaian Ajax musim ini di mana baru dua kali menelan kekalahan atau paling sedikit di Eredivisie, adalah kokohnya lini belakang yang menariknya dikawal para wajah baru. Kepercayaan diri Andre Onana di bawah mistar patut diacungi jempol. Kiper berusia 21 tahun itu bahkan sempat menyumbang asis saat Ajax melumat AZ Alkmaar<\/p>\n<p>Hal paling mencolok adalah keberanian Bosz menempatkan pemain berusia 17 tahun, Matthijs de Ligt, di jantung pertahanan berduet dengan Sanchez. Sosok yang baru saja menjalani debut bersama timnas Belanda itu tercatat sebagai salah satu pemain dengan statistik sapuan bola terbaik di Ajax. Sementara duet <em>fullback, <\/em>Kenny Tete dan Nick Viergever, terus menunjukkan kedewasaannya<\/p>\n<h3><strong>Berharap keajaiban datang<\/strong><\/h3>\n<p>Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017. Meski demikian, De Rotterdammers bukan tim sembarangan. FC Utrecht yang diharapkan bisa meredam laju Feyenoord pekan lalu, dibekap dua gol tanpa balas.<\/p>\n<p>Akhir pekan nanti, penentuan diprediksi bakal terjadi. Peluang Feyenoord untuk menang di kandang eks tim asuhan Bosz, Vitesse Arnhem, memang lebih besar ketimbang persentase kemenangan Ajax di markas PSV.<\/p>\n<p>Namun, keajaiban bisa datang kapan saja, termasuk musim lalu ketika gelar juara sirna di depan mata. Pada <em>speelronde<\/em> terakhir, Ajax yang unggul selisih gol harus kembali merelakan trofi ke tangan PSV usai ditahan imbang De Graafschap.<\/p>\n<p>Kembalinya Dolberg dan semakin panasnya mesin Ajax, jadi modal berharga guna melawat ke markas PSV. Kemenangan dipastikan memperpanjang asa, sekaligus berharap sepak bola menyenangkan ala Bosz yang terinspirasi dari <em>Phytagoras in Boots<\/em>, bisa berjaya di akhir musim.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Perdana Nugroho<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penulis bisa ditemui di akun Twitter <a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/harnugroho\" target=\"_blank\"><span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">harnugroho<\/b><\/span><\/a><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minggu siang tak pernah terasa secerah itu bagi publik Amsterdam Arena. Harapan yang mulai pupus seiring selisih enam poin dengan Feyenoord Rotterdam di puncak klasemen Eredivisie, sukses kembali ditumbuhkan Ajax Amsterdam. Kemenangan pada laga sarat gengsi bertajuk De Klassieker jadi momentum sempurna pertaruhan asa De Godenzonen musim ini. Tiga pekan berikutnya Ajax tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan berkat parade 14 gol. Sementara Feyenoord, tertahan di markas PEC Zwolle pada speelronde 30. Asa Ajacied mulai kembali terangkat mengingat selisih dengan Feyenoord di puncak klasemen tinggal satu poin dimana Eredivisie hanya menyisakan tiga pertandingan lagi. Pekan selanjutnya, Kasper Dolberg dan kawan-kawan bakal menjalani laga final sesungguhnya, menghadapi PSV Eindhoven di kandang &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3643,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[361,248,122],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-19T04:00:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-19T01:13:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/\",\"name\":\"Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-19T04:00:15+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-19T01:13:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Ajax Amsterdam\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots | Football Tribe Indonesia","description":"Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots | Football Tribe Indonesia","og_description":"Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-19T04:00:15+00:00","article_modified_time":"2017-04-19T01:13:36+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/","name":"Mempertaruhkan Asa Ajax dengan Phytagoras In Boots | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg","datePublished":"2017-04-19T04:00:15+00:00","dateModified":"2017-04-19T01:13:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Meski faktanya masih tertinggal satu poin dari Feyenoord, Ajax sebenarnya punya segalanya untuk jadi juara Eredivisie 2016\/2017.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/19\/mempertaruhkan-asa-ajax\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/668347528.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Ajax Amsterdam"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3641"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3641\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}