{"id":3587,"date":"2017-04-18T08:30:19","date_gmt":"2017-04-18T01:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3587"},"modified":"2017-04-18T14:05:55","modified_gmt":"2017-04-18T07:05:55","slug":"pemain-yang-harus-diselamatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/","title":{"rendered":"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi"},"content":{"rendered":"<p>Kompetisi top Eropa tinggal menyisakan beberapa pertandingan saja. Yang seru dan menegangkan tentu bukan saja soal menentukan tim mana yang kemudian akan keluar sebagai juara. Tetapi juga soal kesebelasan-kesebelasan mana saja yang terlempar dari kasta teratas dan mesti bermain di level kompetisi yang lebih rendah di musim mendatang.<\/p>\n<p>Menariknya, ada sosok pemain yang tim-tim yang kemungkinan besar relegasi yang rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua. Para pemain ini kebanyakan merupakan andalan dari kesebelasan masing-masing untuk bisa lepas dari relegasi. Berikut daftar pemain dari liga top Eropa yang mesti diselamatkan andai tim mereka mesti turun ke level kedua kompetisi:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3588 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Gylfi-Sigurdsson.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Gylfi-Sigurdsson.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Gylfi-Sigurdsson-321x225.jpg 321w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Gylfi-Sigurdsson-543x380.jpg 543w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Gylfi-Sigurdsson-560x392.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gylfi Sigurdsson<\/strong><\/h3>\n<p>Swansea City bisa dibilang mengalami nasib buruk di Liga Primer Inggris musim ini. Francesco Guidolin mesti berhenti dari pekerjaanya karena alasan kesehatan. Bob Bradley yang melanjutkan pekerjaanya justru membawa tim asal Wales tersebut terjerembab. Kini di tangan manajer baru mereka, Paul Clement, yang punya <em>curriculum vitae<\/em> luar biasa ketika masih menjabat sebagai asisten manajer, Swansea mencoba bangkit.<\/p>\n<p>Sosok Gylfi Sigurdsson adalah nyawa bagi Swansea. Sempat dilego ke Tottenham, permainan Sigurdsson tidak sebaik ketika ia memperkuat Swansea. Kreator permainan handal dan juga ahli dalam urusan bola mati. Kemampuan Sigurdsson tentu menjadi daya tarik tim-tim yang masih bertahan di level kompetisi tertinggi. Kabarnya Everton sudah siap mendaratkan Sigurdsson dengan biaya transfer sebesar 30 juta paun.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3589 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wahbi-Khazri.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"369\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wahbi-Khazri.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wahbi-Khazri-350x217.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Wahbi-Khazri-560x348.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Wahbi Khazri<\/strong><\/h3>\n<p>Memiliki kemampuan <em>set-piece<\/em> dengan daya ledak luar biasa. Eksekusi bola mati Wahbi Khazri adalah salah satu yang paling berbahaya di Inggris. Gol perdananya di tanah Inggris adalah sebuah tendangan bebas yang kemudian menghujam gawang David De Gea.<\/p>\n<p>Lahir di Prancis dan kini memperkuat Tunisia yang merupakan negara orang tuanya, Wahbi Khazri menjadi pemain Sunderland yang mesti diselamatkan. Karena rasanya harapan tim asuhan David Moyes tersebut bertahan di Liga Primer Inggris sangatlah kecil.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3590 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Viktor Fischer<\/strong><\/h3>\n<p>Viktor Fischer adalah <em>wonderkid<\/em> andalan para maniak gim simulasi sepak bola. Sejak masih memperkuat Ajax Amsterdam, Fischer terus mendapatkan sorotan. Semua berandai-andai apabila nantinya pemain berjuluk \u2018Messi Denmark\u2019 ini bermain di liga top Eropa.<\/p>\n<p>Kabar mengejutkan kemudian muncul ketika ia menerima tawaran dari Middlesbrough. Transfer sebesar lima juta euro menjadi mahar untuk mendaratkan Fischer ke Riverside. Sempat bermain baik pada awalnya, Fischer kemudian kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Inggris yang mengutamakan ketahanan fisik.<\/p>\n<p>Ia lebih banyak diparkir bahkan oleh pelatih baru Steve Agnew yang menggantikan Aitor Karanka. Tentu dengan potensi yang luar biasa, akan sangat disayangkan apabila Fischer mesti bermain di level Championship di musim mendatang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3591 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Matthew-Leckie.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"419\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Matthew-Leckie.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Matthew-Leckie-319x225.jpg 319w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Matthew-Leckie-539x380.jpg 539w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Matthew-Leckie-560x395.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Matthew Leckie<\/strong><\/h3>\n<p>Di masa mudanya, Matthew Leckie sempat menyuplai penyerang Persib Bandung, Sergio van Dijk, ketika keduanya masih bermain di Adelaide United. Leckie muda kemudian terus berkembang hingga ia mendarat di Jerman.\u00a0 FC Ingolstadt 04 adalah klub ketiga Leckie di Jerman. Sebelumnya ia sudah memperkuat Borussia Monchengladbach dan FSV Frankfurt.<\/p>\n<p>Leckie memegang tanggung jawab besar. Ia mesti terus bertahan di level kompetisi tertinggi. Karena sejak kapten timnas Australia, Mile Jedinak hijrah ke Aston Villa, praktis tidak ada lagi bintang asal negeri Kanguru yang bermain di kompetisi level top selain Leckie. Dengan kecepatan dan kemampuannya menggiring bola, tentu ia akan menarik minat tim-tim lain.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3592 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Marwin-Hitz.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Marwin-Hitz.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Marwin-Hitz-350x225.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Marwin-Hitz-592x380.jpg 592w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Marwin-Hitz-560x359.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Marwin Hitz<\/strong><\/h3>\n<p>Kiper paling eksentrik di era saat ini. Marwin Hitz bukan hanya membuat kehebohan dengan bagaimana cara ia menyelamatkan gawang, akan tetapi, kiper asal Swiss yang memperkuat Augsburg ini betul-betul unik. Ia pernah \u2018mengakali\u2019 titik penalti ketika lawan terpeleset ketika hendak mengeksekusinya. Dan Hitz juga pernah mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir ketika timnya ketinggalan.<\/p>\n<p>Marwin Hitz betul-betul eksentrik. Akan tetapi kemampuannya mengawal gawang juga berkualitas jempolan. Usianya kini 29 tahun, bisa dibilang masih sangat segar untuk posisi kiper. Ia bisa saja ditarik oleh kesebelasan yang bertahan di Bundesliga atau hijrah ke negara lain.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3593 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dimitri-Foulquier.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dimitri-Foulquier.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dimitri-Foulquier-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dimitri-Foulquier-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Dimitri-Foulquier-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Dimitri Foulquier<\/strong><\/h3>\n<p>Menyelamatkan bakat sepak bola di tim yang kemungkinan terdegradasi di La Liga Spanyol agak sulit. Para pemain andalan tim ini kebanyakan merupakan pemain pinjaman dari tim yang lebih besar. Bahkan yang paling ekstrem tentunya adalah Granada di mana sepuluh dari sebelas pemain utama mereka merupakan pemain pinjaman dari tim lain.<\/p>\n<p>Tetapi berbicara soal Granada, ada satu pemain permanen mereka yang menarik perhatian. Kapten tim Dimitri Foulquier adalah sosok yang luar biasa. Berposisi sebagai bek kanan, Foulquier juga bisa saja bermain sebagai bek tengah. Menjadi kapten tim di usia muda yaitu 23 tahu, \u00a0menjadi salah satu bukti dari kualitas pemain yang sempat membawa Prancis U-20 menjadi juara dunia pada tahun 2013 lalu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3594 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Oscar-Whalley.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Oscar-Whalley.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Oscar-Whalley-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Oscar-Whalley-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Oscar-Whalley-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Oscar Whalley<\/strong><\/h3>\n<p>Lahir di Spanyol dengan kedua orangtua asal Inggris dan Meksiko, Oscar Whalley punya latar belakang yang cukup unik. Bakatnya mengawal gawang sudah terkenal sejak ia masih bermain di akademi Real Zaragoza. Terus berkembang ketika ia promosi ke tim utama pada tahun 2014 pada usia 19 tahun. Whalley sempat menjadi pilihan utama sampai kemudian tim mesti melorot ke Segunda Division. Dipinjamkan sebentar ke Huesca, Whalley kemudian mendarat di Sporting Gijon.<\/p>\n<p>Whalley sekarang memang bukan pilihan utama. Tetapi dengan usia yang muda dan pengalaman yang ia miliki, tasanya sayang sekali apabila ia mesti bermain di level kompetisi yang lebih rendah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3595 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Valerio-Verre.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Valerio-Verre.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Valerio-Verre-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Valerio-Verre-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Valerio-Verre-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Valerio Verre<\/strong><\/h3>\n<p>Merupakan produk pembinaan usia muda AS Roma. Meskipun baru berusia 23 tahun, Valerio Verre sudah berpetualang ke banyak tim seperti Udinese, Siena, dan Palermo. Hingga ia kemudian mendarat di Pescara pada tahun 2015 dengan status pinjaman, lalu dipermanenkan satu musim setelahnya. Verre kini sedang dalam misi yang agaknya mustahil yaitu membawa Pescara keluar dari zona relegasi.<\/p>\n<p>Verre mungkin tidak mendapatkan banyak sorotan seperti gelandang-gelandang muda lain yang bermain di tim besar seperti Juventus, Milan, Internazionale, atau Roma. Tetapi Verre punya kualitas yang sebenarnya tidak kalah baik.<\/p>\n<p>Ia merupakan pengoper yang baik dan juga sangat baik menjaga kedalaman. Meksipun belum mendapatkan panggilan ke timnas Italia senior, Verre punya pengalaman menjadi kapten tim kesebelasan negaranya di level usia muda.<\/p>\n<p>Apabila kesulitan di Italia, hijrah ke luar negeri bisa jadi opsi yang sangat bagus bagi Valerio Verre.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3596 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/1448745675a59a20e2-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/p>\n<h3><strong>Andrian Stoian<\/strong><\/h3>\n<p>Jalur karier Andrian Stoian adalah impian bagi seluruh anak di Rumania. Ia masuk ke sekolah sepak bola terbaik di sana, Scoala de Fotbal Gheorghe Popescu. AS Roma kemudian membawanya ke level profesional. Setelah sempat hijrah Chievo, Stoian kemudian mendarat di Crotone.<\/p>\n<p>Di Serie A musim ini, Crotone sempat tampil lumayan yang menjanjikan mereka tetap bertahan di Serie A musim selanjutnya. Akan tetapi andai Crotone mesti terlempar ke Serie-B. Andrian Stoian mesti sesegera mungkin diselamatkan.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Aun Rahman (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\" target=\"_blank\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/b><\/a>)<\/span><br \/>\n<\/em><\/strong><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompetisi top Eropa tinggal menyisakan beberapa pertandingan saja. Yang seru dan menegangkan tentu bukan saja soal menentukan tim mana yang kemudian akan keluar sebagai juara. Tetapi juga soal kesebelasan-kesebelasan mana saja yang terlempar dari kasta teratas dan mesti bermain di level kompetisi yang lebih rendah di musim mendatang. Menariknya, ada sosok pemain yang tim-tim yang kemungkinan besar relegasi yang rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua. Para pemain ini kebanyakan merupakan andalan dari kesebelasan masing-masing untuk bisa lepas dari relegasi. Berikut daftar pemain dari liga top Eropa yang mesti diselamatkan andai tim mereka mesti turun ke level kedua kompetisi: Gylfi Sigurdsson Swansea City bisa dibilang mengalami nasib &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3590,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[143,286,129,131],"class_list":["post-3587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-bundesliga","tag-english-premier-league","tag-featured","tag-serie-a"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sosok pemain-pemain yang mempunyai potensi besar ini rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sosok pemain-pemain yang mempunyai potensi besar ini rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-18T01:30:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-18T07:05:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi\",\"datePublished\":\"2017-04-18T01:30:19+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-18T07:05:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/\"},\"wordCount\":1040,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/Viktor-Fischer.jpg\",\"keywords\":[\"Bundesliga\",\"English Premier League\",\"Featured\",\"Serie A\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/\",\"name\":\"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/Viktor-Fischer.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-18T01:30:19+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-18T07:05:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sosok pemain-pemain yang mempunyai potensi besar ini rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/04\\\/18\\\/pemain-yang-harus-diselamatkan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/Viktor-Fischer.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/04\\\/Viktor-Fischer.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Pemain\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi | Football Tribe Indonesia","description":"Sosok pemain-pemain yang mempunyai potensi besar ini rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sosok pemain-pemain yang mempunyai potensi besar ini rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-18T01:30:19+00:00","article_modified_time":"2017-04-18T07:05:55+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi","datePublished":"2017-04-18T01:30:19+00:00","dateModified":"2017-04-18T07:05:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/"},"wordCount":1040,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg","keywords":["Bundesliga","English Premier League","Featured","Serie A"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/","name":"Deretan Pemain yang Harus Diselamatkan dari Jerat Degradasi | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg","datePublished":"2017-04-18T01:30:19+00:00","dateModified":"2017-04-18T07:05:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sosok pemain-pemain yang mempunyai potensi besar ini rasanya sayang sekali apabila harus berkarier di kompetisi level kedua.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/18\/pemain-yang-harus-diselamatkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Viktor-Fischer.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Pemain"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}