{"id":3545,"date":"2017-04-17T10:50:40","date_gmt":"2017-04-17T03:50:40","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=3545"},"modified":"2017-04-17T16:24:39","modified_gmt":"2017-04-17T09:24:39","slug":"worst-xi-liga-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/","title":{"rendered":"Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Liga 1 resmi dimulai pekan lalu. Walau upacara pembukaan dilangsungkan di Bandung, sebelum dimulainya laga Persib Bandung melawan Arema FC, sejatinya Liga 1 dimulai terlebih dahulu di kandang Barito Putera kala tim tuan rumah menjamu tetangga dekatnya, Mitra Kukar.<\/p>\n<p>Dari dua hari kemarin, Sabtu dan Minggu (15\/4 dan 16\/4), total ada lima pertandingan yang sudah berlangsung dan total sepuluh tim yang membuka perjuangan panjang mereka di Liga 1 dengan berbagai hasil yang menyenangkan dan tentu saja, mengecewakan.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan kami, ada tiga tim yang tampil mengecewakan dan kurang optimal seperti Persela Lamongan, yang babak belur di kandang PSM Makassar. Lalu ada tuan rumah Persiba Balikpapan, yang bermain di Stadion Gajayana, Kota Malang, yang justru kalah 0-2 dari tamunya, Persija Jakarta. Terakhir, tentu saja barisan penggawa ambisius dari Pulau Dewata, Bali United yang gagal meneruskan tren positif usai uji coba melawan Persib dan takluk dua gol tanpa balas dari tuan rumah, Madura United.<\/p>\n<p>Selain tiga tim tersebut, ada dua tim yang juga kurang optimal seperti Mitra Kukar yang kandas 2-1 di kandang Barito serta Persib Bandung, tim kaya raya yang justru tampil antiklimaks kala menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Berbeda dari ketiga tim lainnya, walau kalah, tim Naga Mekes tidak tampil buruk sebenarnya, karena mampu mencuri gol lebih dulu lewat Septian David Maulana.<\/p>\n<p>Namun, apapun itu, kami merangkum hasil dari lima pertandingan perdana Go-Jek Traveloka Liga 1 dan memutuskan untuk memilih sebelas pemain terburuk yang tampil tidak sesuai ekspektasi dan berperan besar dalam menurunnya performa tim mereka di atas lapangan. Berikut daftar Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia:<\/p>\n<figure id=\"attachment_2946\" aria-describedby=\"caption-attachment-2946\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2946 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C3qLnBAUYAIShPG-1024x683.jpg\" alt=\"Choirul Huda\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2946\" class=\"wp-caption-text\">Choirul Huda. Kredit: Persela Football<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Kiper: Choirul Huda<\/strong><\/h3>\n<p>Kapten dan legenda Persela Lamongan ini secara mengejutkan justru tampil buruk di laga perdana Liga 1. Tiga gol bersarang di gawangnya, dan salah satunya disebabkan karena blundernya yang bertabrakan dengan Marcio Rozario dan menyebabkan bola liar dimanfaatkan Jan Pluim untuk menggandakan keunggulan PSM.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_3548\" aria-describedby=\"caption-attachment-3548\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3548 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ-768x576.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ-300x225.jpg 300w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ-507x380.jpg 507w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ-560x420.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3548\" class=\"wp-caption-text\">Aang Suparman (Persela). Kredit: Persela Lamongan<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Bek: Marcio Rozario, Ahn Byung-Keon dan Aang Suparman<\/strong><\/h3>\n<p>Dua bek Persela kami masukkan dalam daftar ini. Aang, selain ikut berperan dengan buruknya koordinasi lini belakang Persela, juga karena ia memperoleh kartu merah yang membuat timnya harus bermain dengan 10 pemain di awal babak kedua. Sedangkan Rozario, dua kesalahannya, berimbas pada dua gol PSM. Pertama, ia alpa dalam mengawal Reinaldo Da Costa di gol pertama. Kedua, ia miskomunikasi dengan Choirul Huda hingga berujung pada gol kedua PSM.<\/p>\n<p>Sedangkan bagi Ahn Byung-Keon, kami memilihnya karena selain kurang tampil optimal sebagai tandem Abdul Rahman, pemain asing dari Korea Selatan ini memberi hadiah penalti untuk Madura United yang sukses dikonversi oleh Peter Odemwingie.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_1348\" aria-describedby=\"caption-attachment-1348\" style=\"width: 825px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1348 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1.jpg\" alt=\"Febri Hariyadi\" width=\"825\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1.jpg 825w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1-768x465.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1-800x485.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1-350x212.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1-627x380.jpg 627w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/02\/Febri-Hariyadi-1-560x339.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1348\" class=\"wp-caption-text\">Febri Hariyadi saat berlaga di TSC 2016.<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Gelandang kanan: Febri Hariyadi<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu talenta muda terbaik Indonesia. Diberi ekspektasi lebih oleh Bobotoh dan pelatih Persib, Febri tampil kurang optimal di laga perdananya melawan Arema. Ia sukses dimatikan oleh Johan Alfarizie kala bermain di sisi kanan dan ketika sesekali pindah ke sisi kiri, ia juga tak mampu optimal dan sulit lepas dari kawalan Syaiful Indra Cahya. Kemampuannya yang buruk dalam mengambil keputusan kala menyerang juga berperan pada kurang optimalnya sisi kanan penyerangan Persib.<\/p>\n<h3><strong>Gelandang tengah: Anmar Almubaraki dan Jose Coelho<\/strong><\/h3>\n<p>Dua gelandang asing berstatus <em>marquee player <\/em>yang tampil buruk di laga perdana mereka. Anmar yang dijadikan pengatur serangan Persiba oleh <em>Coach <\/em>Timo gagal menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat ketajaman Marlon Da Silva di lini depan tidak\u00a0 tampak. Senada dengan gelandang berdarah Irak tersebut, Jose Manuel Barbosa Alves atau Jose Coelho juga tampil buruk. Digadang-gadang bermain elegan seperti Gustavo Lopez, Coelho justru membuat penonton kerap tergelak tiap kali komentator TV One menyebut namanya kala menguasai bola.<\/p>\n<h3><strong>Gelandang kiri: Lord Atep<\/strong><\/h3>\n<p>Sedikit gemetaran saya menulis ini, namun memang harus diakui, posisinya yang kerap menumpuk bersama Shohei Matsunaga di sisi kiri penyerangan Persib membuat\u00a0 saya memasukkan nama beliau ke dalam Worst XI ini. Lord Atep tampil buruk, mungkin karena ia sedang tidak dalam <em>mood <\/em>terbaik menampilkan kualitas ala Cristiano Ronaldo seperti biasanya. <em>Hampura, Lord.<\/em><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_3573\" aria-describedby=\"caption-attachment-3573\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3573 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9dkmfAV0AEc2YP-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3573\" class=\"wp-caption-text\">Carlton Cole<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Penyerang: Ferdinand Sinaga, Marlon Da Silva dan Carlton Cole<\/strong><\/h3>\n<p>Dari ketiganya, hanya Marlon yang bermain penuh 90 menit dan bahkan, didaulat menjadi kapten tim Persiba. Tapi minimnya kreasi dari lini tengah dan <em>off form<\/em>-nya Anmar di pos <em>playmaker <\/em>membuat eks penyerang Mitra Kukar yang tajam di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu ini tampil jauh di bawah standar.<\/p>\n<p>Untuk Ferdinand, penyerang yang sempat menjadi juara liga bersama Persib Bandung ini masuk di babak kedua dengan kontribusinya berupa kartu merah pada menit ke-84. Penyerang bernomor punggung 3 ini melancarkan pukulan ke kepala Ivan Carlos, penyerang asing Persela. Sebuah <em>jab <\/em>kiri yang cukup telak dan mencoreng citranya sebagai penyerang berkaliber timnas.<\/p>\n<p>Untuk nama ketiga, Carlton Cole. Masuk sebagai opsi untuk membongkar kuatnya pertahanan Arema FC, penyerang jangkung ini justru tak berkutik menghadapi duo tembok kembar Arthur Cunha dan Bagas Adi Nugroho. Kredit khusus untuk bek muda, Bagas Adi, yang bersama Arthur, mulai menunjukkan potensinya sebagai salah satu bek muda terbaik masa depan Indonesia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_3501\" aria-describedby=\"caption-attachment-3501\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3501 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/djadjang_preskon_arema_jat.jpg\" alt=\"Persib Bandung\" width=\"650\" height=\"325\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/djadjang_preskon_arema_jat.jpg 650w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/djadjang_preskon_arema_jat-350x175.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/djadjang_preskon_arema_jat-560x280.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3501\" class=\"wp-caption-text\">Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman. Kredit: Persib<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Pelatih: Djadjang Nurdjaman<\/strong><\/h3>\n<p>Banyak pelatih yang tampil buruk dengan pemilihan taktik mereka di lima laga awal yang sudah berlangsung, namun saya memilih nama pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman. Pelatih yang sempat \u2018magang\u2019 di Italia bersama Internazionale Milan ini tidak mengeluarkan kemampuan taktikalnya untuk membantu Persib meraih hasil terbaik kala melawan Arema.<\/p>\n<p>Banyaknya pemain Persib yang tampil di bawah performa terbaik juga salah satunya diakibatkan oleh taktik Djanur yang tidak istimewa dan terkesan sangat mudah diantisipasi oleh Aji Santoso dan anak asuhnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3549 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/Worst-XI-1024x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Isidorus Rio Turangga<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga 1 resmi dimulai pekan lalu. Walau upacara pembukaan dilangsungkan di Bandung, sebelum dimulainya laga Persib Bandung melawan Arema FC, sejatinya Liga 1 dimulai terlebih dahulu di kandang Barito Putera kala tim tuan rumah menjamu tetangga dekatnya, Mitra Kukar. Dari dua hari kemarin, Sabtu dan Minggu (15\/4 dan 16\/4), total ada lima pertandingan yang sudah berlangsung dan total sepuluh tim yang membuka perjuangan panjang mereka di Liga 1 dengan berbagai hasil yang menyenangkan dan tentu saja, mengecewakan. Berdasarkan catatan kami, ada tiga tim yang tampil mengecewakan dan kurang optimal seperti Persela Lamongan, yang babak belur di kandang PSM Makassar. Lalu ada tuan rumah Persiba Balikpapan, yang bermain di Stadion Gajayana, &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3548,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[129,185,794],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebelas pemain ini dianggap gagal memberikan kontribusi pada timnya di laga perdana kompetisi Liga 1 Indonesia akhir pekan lalu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelas pemain ini dianggap gagal memberikan kontribusi pada timnya di laga perdana kompetisi Liga 1 Indonesia akhir pekan lalu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-04-17T03:50:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-04-17T09:24:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/\",\"name\":\"Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg\",\"datePublished\":\"2017-04-17T03:50:40+00:00\",\"dateModified\":\"2017-04-17T09:24:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sebelas pemain ini dianggap gagal memberikan kontribusi pada timnya di laga perdana kompetisi Liga 1 Indonesia akhir pekan lalu.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg\",\"width\":800,\"height\":600,\"caption\":\"Aang Suparman (Persela). Kredit: Persela Lamongan\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Sebelas pemain ini dianggap gagal memberikan kontribusi pada timnya di laga perdana kompetisi Liga 1 Indonesia akhir pekan lalu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sebelas pemain ini dianggap gagal memberikan kontribusi pada timnya di laga perdana kompetisi Liga 1 Indonesia akhir pekan lalu.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-04-17T03:50:40+00:00","article_modified_time":"2017-04-17T09:24:39+00:00","og_image":[{"width":800,"height":600,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/","name":"Worst XI Liga 1 versi Football Tribe Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg","datePublished":"2017-04-17T03:50:40+00:00","dateModified":"2017-04-17T09:24:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sebelas pemain ini dianggap gagal memberikan kontribusi pada timnya di laga perdana kompetisi Liga 1 Indonesia akhir pekan lalu.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/04\/17\/worst-xi-liga-1\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/04\/C9ixYdOVoAAGaEZ.jpg","width":800,"height":600,"caption":"Aang Suparman (Persela). Kredit: Persela Lamongan"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3545"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3545"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3545\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}