{"id":34833,"date":"2018-06-05T10:00:12","date_gmt":"2018-06-05T03:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=34833"},"modified":"2018-06-05T05:28:12","modified_gmt":"2018-06-04T22:28:12","slug":"thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/","title":{"rendered":"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026"},"content":{"rendered":"<p>Sejak pertama kali namanya muncul pada Piala Dunia 2010, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/thomas-muller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Thomas M\u00fcller<\/strong><\/a> sudah langsung membuat jagat sepak bola terkesan. Bagaimana pemain yang dianggap tidak memiliki kemampuan teknis yang mewah, nyatanya justru merupakan pencetak gol ulung. Hanya dalam dua edisi Piala Dunia saja M\u00fcller sudah mendekati rekor pencetak gol terbanyak Piala Dunia\u00a0 yang dipegang oleh <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/miroslav-klose\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Miroslav Klose<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p>Sang penafsir ruang, begitu ia dijuluki. Bagaimana kemampuan M\u00fcller untuk menafsirkan ruang, yang biasanya terejawantahkan dalam kecerdasannya ketika bergerak, yang pada akhirnya meningkatkan peluang M\u00fcller untuk mencetak gol. Timnas Jerman tentu berharap M\u00fcller bisa mencetak banyak gol seperti pada Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya. Tetapi boleh jadi, realita saat ini akan menunjukan fakta yang berlainan.<\/p>\n<p>Saat melihat fenomena yang terjadi dalam dua musim terakhir M\u00fcller bersama klubnya, FC Bayern M\u00fcnchen, M\u00fcller bukan lagi sang penafsir ruang seperti yang kita semua kenal sebelumnya. Penafsir ruang yang akan memanfaatkan celah-celah atau area kosong di lini pertahanan lawan boleh jadi bukan predator buas seperti bertahun-tahun lalu. Ia kini memainkan fungsi yang sedikit berbeda.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-34834 aligncenter\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1016\" height=\"613\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1.jpg 1016w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1-768x463.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1-800x483.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1-350x211.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1-630x380.jpg 630w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/1-1-560x338.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1016px) 100vw, 1016px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><em>Rataan gol, asis, dan pembuatan Peluang Thomas M\u00fcller dalam empat musim terakhir<\/em><\/span><\/p>\n<p>Perbedaan fungsi dan gaya bermain M\u00fcller ini bisa dilihat melalui salah satu aspek, yaitu soal jumlah gol yang ia cetak dalam empat musim terakhir. Ada penurunan drastis dari jumlah gol yang dicetaknya. M\u00fcller yang sejak tahun 2012 selalu berhasil menyarangkan dua digit gol dalam setiap musim, dalam dua musim terakhir bahkan ia tidak berhasil mencapai angka 10 gol.<\/p>\n<p>Menariknya, ketika rataan gol M\u00fcller kemudian menurun selama dua musim terakhir, justru kemudian catatan pembuatan peluang serta asisnya meningkat. Sebagai perbandingan, dalam dua musim terakhir M\u00fcller berhasil membuat 23 asis dan 110 kali terlibat dalam pembuatan peluang. Sementara pada dua musim sebelumnya, M\u00fcller hanya membuat 15 asis dan 100 kali terlibat dalam pembuatan peluang.<\/p>\n<p>Lantas ada apa gerangan?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-34538 aligncenter\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Lewandowski-Profil-Bintang.jpg\" alt=\"sosok Lewandowski\" width=\"1200\" height=\"674\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Lewandowski-Profil-Bintang-768x431.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Lewandowski-Profil-Bintang-800x449.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Lewandowski-Profil-Bintang-350x197.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Lewandowski-Profil-Bintang-677x380.jpg 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/Lewandowski-Profil-Bintang-560x315.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Semua karena Robert Lewandowski<\/strong><\/h3>\n<p>Terjadinya fenomena penurunan angka mencetak gol Thomas M\u00fcller juga sedikit banyak dipengaruhi oleh kedatangan <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/robert-lewandowski\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Robert Lewandowski<\/strong><\/a> ke FC Bayern. Penyerang Polandia ini memiliki fungsi serta gaya bermain yang berbeda dengan penyerang FC Bayern sebelumnya, Mario Mandzukic. Perbedaan gaya bermain inilah yang kemudian juga ikut mengubah fungsi bermain dari Thomas M\u00fcller.<\/p>\n<p>Mandzukic adalah penyerang dengan gaya serta fungsi bermain yang unik. Ia bisa memainkan peran yang lebih cair di lini serang. Bahkan di Juventus, Mandzukic seringkali ditempatkan di sektor penyerangan bagian kiri. Gaya bermain Mandzukic membuatnya lebih banyak terlibat dalam permainan. Sementara Robert Lewandowski, ia adalah penyerang sejati. Penyelesai peluang ulung dan benar-benar pencetak gol kelas satu.<\/p>\n<p>Hal inilah yang kemudian membuat perubahan dalam fungsi bermain M\u00fcller. Apabila sebelumnya dalam urusan mencetak gol ia sebenarnya ditopang oleh kehadiran Mandzukic. Bagaimana kemampuan serta fungsinya sebagai <em>Raumdeuter<\/em> alias penafsir ruang ia gunakan untuk mencetak gol. Dengan keberadaan Robert Lewandowski, fungsi tersebut kemudian berubah. M\u00fcller menggunakan kemampuannya untuk mengoptimalkan permainan Lewandowksi.<\/p>\n<p>Fenomena yang terjadi saat ini sebenarnya bukan juga sebuah kemunduran. Meskipun memang ini bukanlah sesuatu yang pernah disebut oleh Barney Ronay dalam tulisannya yang berjudul <em>&#8220;<\/em><a href=\"http:\/\/www.theguardian.com\/football\/blog\/2013\/apr\/05\/bayern-munich-thomas-muller\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Bayern Munich`s Thomas Mueller conquers space, football`s final frontier<\/em><\/a><em>&#8220;<\/em>, bahwa M\u00fcller bukan <em>playmaker<\/em> \u00a0dan juga kurang tepat apabila disebut sebagai penyerang, ketika ia mendeskripsikan terkait \u00a0sang pemain dan <em>Raumdeuter<\/em>. Boleh jadi, perubahan ini sebenarnya merupakan evolusi dari peran dan fungsi dari penafsir ruang itu sendiri.<\/p>\n<h3><strong>Lalu apa yang mesti Jerman lakukan?<\/strong><\/h3>\n<p>Dengan kata lain, melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di <strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/piala-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piala Dunia 2018<\/a><\/strong> nanti. Apabila M\u00fcller dipasang untuk memainkan peran yang hampir serupa dengan apa yang ia lakukan di FC Bayern, maka kemungkinan besar M\u00fcller akan lebih efektif fungsinya dalam pembuat peluang dan terlibat dalam terciptanya gol.<\/p>\n<p>Yang paling ideal memang mereplikasi cara dan gaya bermain FC Bayern untuk bisa tetap memaksimalkan kemampuan M\u00fcller. Tetapi masalahnya kemudian adalah, meskipun sudah berubah peran dan fungsi bermain, M\u00fcller nyatanya tetap merupakan pencetak gol andalan Jerman. Setidaknya melihat catatan mereka di babak kualifikasi, M\u00fcller merupakan pencetak gol terbanyak Jerman dalam perjalanan mereka ke Piala Dunia edisi kali ini dengan lima gol.<\/p>\n<p>Semakin sulit lagi karena Jerman jelas tidak punya penyerang dengan kelas, kualitas, dan gaya bermain seperti Robert Lewandowski. \u00a0Timo Werner minim pengalaman, sementara Mario Gomez sudah uzur. Bahkan menyoal posisi penyerang tengah inilah yang bisa jadi merupakan masalah utama Jerman di Rusia nanti. Maka, bisa jadi perubahan fungsi dari Thomas M\u00fcller sang penafsir ruang ini pun boleh jadi salah satu hal lain yang akan menyulitkan Jerman di Rusia nanti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak pertama kali namanya muncul pada Piala Dunia 2010, Thomas M\u00fcller sudah langsung membuat jagat sepak bola terkesan. Bagaimana pemain yang dianggap tidak memiliki kemampuan teknis yang mewah, nyatanya justru merupakan pencetak gol ulung. Hanya dalam dua edisi Piala Dunia saja M\u00fcller sudah mendekati rekor pencetak gol terbanyak Piala Dunia\u00a0 yang dipegang oleh Miroslav Klose. Sang penafsir ruang, begitu ia dijuluki. Bagaimana kemampuan M\u00fcller untuk menafsirkan ruang, yang biasanya terejawantahkan dalam kecerdasannya ketika bergerak, yang pada akhirnya meningkatkan peluang M\u00fcller untuk mencetak gol. Timnas Jerman tentu berharap M\u00fcller bisa mencetak banyak gol seperti pada Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya. Tetapi boleh jadi, realita saat ini akan menunjukan fakta yang berlainan. Saat &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":34835,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[918,152,731,122,1255,263],"class_list":["post-34833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-piala-dunia","tag-bayern-muenchen","tag-jerman","tag-piala-dunia-2018","tag-slider","tag-thomas-muller","tag-timnas-jerman"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026 | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026 | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-06-05T03:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026\",\"datePublished\":\"2018-06-05T03:00:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/\"},\"wordCount\":749,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/06\\\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg\",\"keywords\":[\"Bayern Muenchen\",\"Jerman\",\"Piala Dunia 2018\",\"Slider\",\"Thomas M\u00fcller\",\"Timnas Jerman\"],\"articleSection\":[\"Piala Dunia 2018\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/\",\"name\":\"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026 | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/06\\\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg\",\"datePublished\":\"2018-06-05T03:00:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/06\\\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/06\\\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/06\\\/05\\\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026 | Football Tribe Indonesia","description":"Melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026 | Football Tribe Indonesia","og_description":"Melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-06-05T03:00:12+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026","datePublished":"2018-06-05T03:00:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/"},"wordCount":749,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg","keywords":["Bayern Muenchen","Jerman","Piala Dunia 2018","Slider","Thomas M\u00fcller","Timnas Jerman"],"articleSection":["Piala Dunia 2018"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/","name":"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026 | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg","datePublished":"2018-06-05T03:00:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Melihat feonemena terutama yang terjadi dalam dua musim terakhir, timnas Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller untuk mencetak gol di Piala Dunia 2018","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/0fbd69499ecf21df108eef1e14ba4585.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Jerman tidak bisa lagi hanya mengandalkan M\u00fcller"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/06\/05\/thomas-muller-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Thomas M\u00fcller yang Dulu Bukanlah yang Sekarang\u2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34833\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}