{"id":33514,"date":"2018-05-25T13:00:44","date_gmt":"2018-05-25T06:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=33514"},"modified":"2018-05-25T07:27:15","modified_gmt":"2018-05-25T00:27:15","slug":"profil-maroko-di-piala-dunia-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/","title":{"rendered":"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa"},"content":{"rendered":"<p>Sudah sejak lama, tim berjulukan \u2018Singa Atlas\u2019 <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/maroko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Maroko<\/strong><\/a> dicibir sebagai tim para imigran. Maklum, sebagian besar pemain yang menghiasi skuat negara Afrika Utara ini lahir di Prancis. Pelatih Herve Renard sudah bertekad untuk menyingkirkan lelucon bahwa selama ini mereka adalah tim Eropa yang berlaga di Afrika.<\/p>\n<p>Piala Dunia bukanlah panggung yang asing bagi Maroko. Terakhir kali Singa Atlas berlaga di Piala Dunia adalah 20 tahun lalu. Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.<\/p>\n<p>Di bawah kepemimpinan Renard, pria asal Prancis yang pernah meraih gelar Piala Afrika dengan Zambia dan Pantai Gading, Maroko memiliki kekuatan di lini pertahanan mereka. Bayangkan, mereka tak kebobolan satu gol pun selama enam laga babak penyisihan Grup C zona Afrika. Padahal, di grup tersebut terdapat tim tangguh Pantai Gading.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-33516 aligncenter\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Medhi-benatia.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"674\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Medhi-benatia-768x431.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Medhi-benatia-800x449.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Medhi-benatia-350x197.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Medhi-benatia-677x380.jpg 677w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Medhi-benatia-560x315.jpg 560w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pemain kunci: Medhi Benatia<\/strong><\/h3>\n<p>Bek kelahiran Prancis ini adalah sosok kunci kokohnya lini pertahanan Maroko. Pengalamannya bermain di AS Roma, Bayern M\u00fcnchen, dan Juventus benar-benar ditularkannya ke tim nasional. Untuk Piala Dunia 2018, Benatia tentu ingin melampiaskan kekesalannya menjadi kambing hitam setelah mengakibatkan penalti yang membuat Juventus tersingkir di <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/berita\/eropa\/champions-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Liga Champions<\/strong><\/a> 2017\/2018 lalu. Pemain berusia 31 tahun ini juga dipercaya untuk memegang jabatan sebagai kapten para Singa Atlas.<\/p>\n<h3><strong>Prakiraan formasi<\/strong><\/h3>\n<p>Renard membuat kejutan dengan mengabaikan pemain senior Youssef El-Arabi. Padahal, penyerang yang berpengalaman membela klub Spanyol Granada ini baru saja terpilih menjadi pemain terbaik Liga Qatar. Renard lebih memilih untuk memberi kesempatan pada pemain muda Ayoub El-Kaabi. Talenta berusia 24 tahun ini diprediksi akan menjadi bintang setelah mencetak 10 gol dalam delapan laga terakhirnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-33515 aligncenter\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3.png\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3.png 1080w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3-150x150.png 150w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3-768x768.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3-600x600.png 600w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3-225x225.png 225w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3-380x380.png 380w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/2-3-560x560.png 560w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Namun, bukan berarti Renard mengabaikan para senior lain. Selama ini, sang pelatih malah lebih memercayai penjaga gawang Munir Mohammedi daripada Yassine \u2018Bono\u2019 Bounou yang gemilang bersama Girona. Ia juga masih mengandalkan pemain-pemain senior seperti Benatia, Nordin Amrabat, Faycal Fajr, dan Karim El-Ahmadi.<\/p>\n<h3><strong>Kekuatan <\/strong><\/h3>\n<p>Kekuatan Singa Atlas terletak pada solidnya lini pertahanan mereka. Maroko mencetak 11 gol di sepanjang babak kualifikasi dan sama sekali tak kebobolan.\u00a0 Benatia selalu tampil hebat sebagai komandan lini pertahanan, memastikan semuanya terorganisir dengan baik. Jajaran bek Maroko dipenuhi nama-nama yang berlaga di Eropa, antara lain Nabil Dirar (Fenerbahce), Romain Saiss (Wolverhampton Wanderers), dan tentu saja, <em>wonderkid<\/em> Real Madrid, Achraf Hakimi.<\/p>\n<h3><strong>Kelemahan<\/strong><\/h3>\n<p>Terus berganti pola dari 4-3-3 ke 4-1-4-1, terlihat jelas bahwa Renard belum memiliki skema yang mantap dalam menyerang. Dengan tak dipanggilnya El-Arabi, sosok penyerang murni hanya terdapat pada El-Kaabi dan pemain senior Khalid Boutaib. Amrabat bersaudara (Nordin dan Sofyan), Belhanda, Fajr, Hakim Ziyech, dan bintang muda, Amine Harit, semuanya bertipe gelandang menyerang. Dari sebelas gol yang dicetak di babak penyisihan, hanya Boutaib yang dominan dengan koleksi empat golnya.<\/p>\n<h3><strong>Peluang<\/strong><\/h3>\n<p>Tergabung di grup yang berisikan Spanyol dan Portugal, wajar jika Maroko diprediksi akan pulang leih cepat. Namun, jika mampu menang atas Iran dan mencuri minimal satu angka dari salah satu dari dua tim raksasa di atas, peluang Maroko untuk lolos cukup terbuka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah sejak lama, tim berjulukan \u2018Singa Atlas\u2019 Maroko dicibir sebagai tim para imigran. Maklum, sebagian besar pemain yang menghiasi skuat negara Afrika Utara ini lahir di Prancis. Pelatih Herve Renard sudah bertekad untuk menyingkirkan lelucon bahwa selama ini mereka adalah tim Eropa yang berlaga di Afrika. Piala Dunia bukanlah panggung yang asing bagi Maroko. Terakhir kali Singa Atlas berlaga di Piala Dunia adalah 20 tahun lalu. Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik. Di bawah kepemimpinan Renard, pria asal Prancis yang pernah meraih gelar Piala Afrika dengan Zambia dan Pantai Gading, Maroko &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":33532,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[3034,1032,122,2203],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-25T06:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-05-25T00:27:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/\",\"name\":\"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg\",\"datePublished\":\"2018-05-25T06:00:44+00:00\",\"dateModified\":\"2018-05-25T00:27:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"skuat Maroko\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa | Football Tribe Indonesia","description":"Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-05-25T06:00:44+00:00","article_modified_time":"2018-05-25T00:27:15+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/","name":"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg","datePublished":"2018-05-25T06:00:44+00:00","dateModified":"2018-05-25T00:27:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Saat itu, Moustapha Hadji dan kawan-kawan tampil cukup baik meskipun gagal lolos dari fase grup. Sekarang, banyak yang meyakini bahwa skuat Maroko jauh lebih baik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Maroko-Profile-WorldCup2018.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"skuat Maroko"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/25\/profil-maroko-di-piala-dunia-2018\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Profil Maroko di Piala Dunia 2018: Tim Singa Atlas yang Mengandalkan Amunisi Eropa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33514"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33514\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}