{"id":31906,"date":"2018-05-10T10:00:20","date_gmt":"2018-05-10T03:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=31906"},"modified":"2018-05-10T00:49:44","modified_gmt":"2018-05-09T17:49:44","slug":"51-tahun-az-alkmaar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/","title":{"rendered":"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa"},"content":{"rendered":"<p>Tepat pada hari ini di tahun 1967, klub bernama AZ \u201967 dibentuk yang merupakan cikal bakal AZ Alkmaar yang kita kenal saat ini. Klub berjuluk <em>Cheeseheads <\/em>ini merupakan kekuatan lawas di Liga Belanda, yang merajai semua kompetisi di Negeri Kincir Angin pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, juga menjadi finalis Piala UEFA 1980\/1981.<\/p>\n<p>Puluhan tahun berselang, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/az-alkmaar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>AZ Alkmaar<\/strong><\/a> sudah bukan lagi yang dulu. Di liga domestik mereka kalah dominan dari Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, atau Feyenoord, tapi bukan berarti tak ada yang bisa dibanggakan dari tim yang berkandang di AFAS Stadion ini. Sebab, AZ Alkmaar dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk mengembangkan bibit pemain muda.<\/p>\n<p>Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.<\/p>\n        <\/div>\n        <div id=\"tribe-slideshow-wrap-31907\" data-id=\"31907\"\n             class=\"slideshow slideshow_id_31907\">\n            <div class=\"tribe-slideshow\" id=\"slideshow31907\">\n                                <div class=\"swiper-wrapper\">\n                                                <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/moussa-dembele.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Mousa Demb\u00e9l\u00e9<\/strong><\/h3>\n<p>Penggemar Liga Primer Inggris pasti sangat familiar dengan pemain yang satu ini. Sejak meninggalkan AZ Alkmaar pada Agustus 2010, karier Demb\u00e9l\u00e9 terus menanjak. Mulai dari Fulham, dan selama beberapa musim terakhir jadi andalan di lini tengah Tottenham Hotspur. Tak hanya sukses di level klub, Demb\u00e9l\u00e9 juga jadi langganan timnas dengan catatan 74 <em>caps <\/em>di timnas Belgia.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Graziano-Pelle.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Graziano Pell\u00e8<\/strong><\/h3>\n<p>Setelah tiga tahun terpuruk sebagai penyerang medioker di Serie A, Pell\u00e8 kemudian menerima tawaran AZ Alkmaar pada 2007, yang mengawali kebangitan kariernya. Golnya di sana memang tidak banyak, hanya 14 dari 78 penampilan, tapi pengalaman di Eredivisie itu menuntunnya jadi penyerang yang sangat tajam saat bermain di Feyenoord. Bersama <em>De Trots van Zuid<\/em>, Pell\u00e8 menciptakan 55 gol hanya dari 66 laga.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/49ceb467905da3f9b354cba8aeba97c0.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>O\u011fuzhan \u00d6zyakup<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum direkrut akademi Arsenal, \u00d6zyakup lebih dulu menimba ilmu di tim junior AZ Alkmaar tepatnya pada tahun 2005-2008. Namun karena di akademi Arsenal kesulitan menembus tim utama, ia dilepas ke Be\u015fiktas pada 2012. Nah di klub negaranya itulah \u00d6zyakup meroket. Tak kurang dari 200 laga ia jalani dengan torehan 27 gol dan 49 asis, yang membuatnya dirumorkan akan segera kembali ke liga top Eropa.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Vincent-Janssen.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Vincent Janssen<\/strong><\/h3>\n<p>Ketika berseragam AZ Alkmaar, Janssen dikenal sebagai penyerang yang sangat tajam. Selama satu musim ia sanggup menggelontorkan 32 gol dari 49 laga. Statistik itulah yang membuat Tottenham Hotspur kepincut, dan meminangnya dengan mahar 22 juta euro pada Juli 2016. Namun ketajaman Janssen mendadak hilang di Liga Primer Inggris. Ia kemudian dipinjamkan ke Fenerbahce pada musim ini.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Ron-Vlaar.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Ron Vlaar<\/strong><\/h3>\n<p>Cinta Ron Vlaar pada AZ Alkmaar terus bersemi bahkan hingga senja kariernya. Bergabung dengan akademi AZ Alkmaar pada 1997 dan mentas ke tim senior pada 2004, Vlaar sempat dilabeli sebagai salah satu bek muda potensial Belanda. Ia kemudian diangkut Feyenoord dan cukup sukses di sana dengan raihan trofi Piala KNVB, tapi di Aston Villa gagal berkembang. Vlaar kemudian kembali ke AZ Alkmaar sejak 2015 lalu.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Adam-Maher.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Adam Maher<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu produk terbaik akademi AZ Alkmaar di tahun 2000-an. Berposisi gelandang serang, Maher dikenal dengan visi bermain yang bagus dan insting mencetak gol yang tinggi. Tak kurang dari 22 gol dan 17 asis ia sumbangkan untuk AZ Alkmaar, sebelum hijrah ke PSV Eindhoven dan semakin berkembang di sana. Maher sekarang bermain di FC Twente, dan tidak memperpanjang kontraknya yang habis musim ini.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Sergio-Romero.png\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Sergio Romero<\/strong><\/h3>\n<p>AZ Alkmaar adalah klub pertamanya di Eropa setelah diboyong dari Racing Club pada Juli 2007. Di bawah asuhan Louis van Gaal saat itu, Romero berkembang menjadi kiper jempolan. Ia kemudian bertualang ke Sampdoria, menembus final Piala Dunia 2014 bersama Argentina, lalu kembali bereuni dengan van Gaal di Manchester United pada 2015 dan terus bertahan sampai sekarang sebagai deputi David de Gea.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/Jozy-Altidore.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Jozy Altidore<\/strong><\/h3>\n<p>Pemilik 110 <em>caps <\/em>dan 41 gol di timnas Amerika Serikat ini tampaknya memang berjodoh dengan AZ Alkmaar. Gagal bersama Villarreal, Xerez, Hull City, dan Bursaspor, Altidore justru tampil mengesankan di AZ Alkmaar. Altidore membukukan 51 gol selama dua musim berkarier di sana, dan ikut menjuarai Piala KNVB 2012\/2013. Ia kini merumput di Toronto FC, dan menjadi pemain terbaik Piala MLS 2017 ketika memenangi ajang itu.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                                        <div class=\"swiper-slide\">\n                                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/04\/Alireza-Jahanbakhsh.jpg\"\/>\n                                    <script>\n        var currentSite = 'indonesia';\n        var isMalaysiaCampaign =\n            '';\n        var isIndonesiaCampaign =\n            '';\n        var postId = '31906';\n    <\/script>\n                                    <div class=\"slideshow_text_content\">\n                                    <h3><strong>Alireza Jahanbakhsh<\/strong><\/h3>\n<p>Ini dia yang terbaru! Top skor Eredivisie musim ini dengan 21 gol, yang dihiasi dua <em>hat-tricks <\/em>dan 12 asis. Hebatnya lagi, Alireza bukan penyerang. Ia berposisi asli pemain sayap, tapi sangat jago mengonversi peluang jadi gol dengan penempatan posisi yang baik dan insting gol yang mematikan. Pesona Alireza bahkan bisa semakin memancar, jika ia dapat tampil impresif di Piala Dunia 2018 bersama Iran.<\/p>\n                                <\/div>\n                            <\/div>\n                                            <\/div>\n                <div class=\"row\">\n                    <div class=\"col-lg-5 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-button-prev\">\n                        <span class=\"fas fa-chevron-left\"\n                              aria-hidden=\"true\"><\/span>\n                        <\/div>\n                    <\/div>\n                    <div class=\"col-lg-2 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-pagination\"><\/div>\n                    <\/div>\n                    <div class=\"col-lg-5 col-4\">\n                        <div class=\"swiper-button-next\">\n                        <span class=\"fas fa-chevron-right\"\n                              aria-hidden=\"true\"><\/span>\n                        <\/div>\n                    <\/div>\n                <\/div>\n            <\/div>\n        <\/div>\n        <div class=\"text-content\">\n        \n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tepat pada hari ini di tahun 1967, klub bernama AZ \u201967 dibentuk yang merupakan cikal bakal AZ Alkmaar yang kita kenal saat ini. Klub berjuluk Cheeseheads ini merupakan kekuatan lawas di Liga Belanda, yang merajai semua kompetisi di Negeri Kincir Angin pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, juga menjadi finalis Piala UEFA 1980\/1981. Puluhan tahun berselang, AZ Alkmaar sudah bukan lagi yang dulu. Di liga domestik mereka kalah dominan dari Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, atau Feyenoord, tapi bukan berarti tak ada yang bisa dibanggakan dari tim yang berkandang di AFAS Stadion ini. Sebab, AZ Alkmaar dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk mengembangkan bibit pemain muda. Di bawah ini &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":31915,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3003,3001],"tags":[3355,247,248,122],"class_list":["post-31906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","category-tribe-ultah","tag-az-alkmaar","tag-belanda","tag-eredivisie","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-10T03:00:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/AZ-Alkmaar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa\",\"datePublished\":\"2018-05-10T03:00:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/\"},\"wordCount\":138,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/05\\\/AZ-Alkmaar.jpg\",\"keywords\":[\"AZ Alkmaar\",\"Belanda\",\"Eredivisie\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Cerita\",\"Tribe Ultah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/\",\"name\":\"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/05\\\/AZ-Alkmaar.jpg\",\"datePublished\":\"2018-05-10T03:00:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/05\\\/AZ-Alkmaar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/05\\\/AZ-Alkmaar.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"landasan pacu AZ Alkmaar\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/05\\\/10\\\/51-tahun-az-alkmaar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa | Football Tribe Indonesia","description":"Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa | Football Tribe Indonesia","og_description":"Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-05-10T03:00:20+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/AZ-Alkmaar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa","datePublished":"2018-05-10T03:00:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/"},"wordCount":138,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/AZ-Alkmaar.jpg","keywords":["AZ Alkmaar","Belanda","Eredivisie","Slider"],"articleSection":["Cerita","Tribe Ultah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/","name":"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/AZ-Alkmaar.jpg","datePublished":"2018-05-10T03:00:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Di bawah ini adalah deretan para pemain yang memulai karier gemilang mereka dari landasan pacu AZ Alkmaar, baik dari akademi atau di tim senior.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/AZ-Alkmaar.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/AZ-Alkmaar.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"landasan pacu AZ Alkmaar"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/05\/10\/51-tahun-az-alkmaar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"51 Tahun AZ Alkmaar: Landasan Pacu Calon Bintang Eropa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}