{"id":2790,"date":"2017-03-29T08:52:06","date_gmt":"2017-03-29T01:52:06","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=2790"},"modified":"2017-03-29T08:52:06","modified_gmt":"2017-03-29T01:52:06","slug":"10-galacticos-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/","title":{"rendered":"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja. Patennya memang milik klub asal Spanyol tersebut yang dalam setiap tahunnya selalu mendaratkan bintang kelas dunia ke klub mereka. Tetapi istilah tersebut kemudian dipakai di seluruh penjuru dunia untuk menggambarkan sebuah kesebelasan yang bertabur bintang. Termasuk di kancah sepak bola Indonesia.<\/p>\n<p>Pada era yang lebih lama mungkin agak sulit mendefinisikan sebuah tim masuk kategori Galacticos atau tidak. Karena ketika kompetisi terbagi antara Perserikatan dan Galatama, keduanya memiliki format yang berbeda terutama terkait komposisi pemain.<\/p>\n<p>Kompetisi Perserikatan misalnya, karena klub merupakan milik pemerintah daerah, maka komposisi pemain lebih banyak produksi dari suatu daerah tertentu. Atau dengan kata lain, pada era Perserikatan klub adalah representasi dari suatu daerah.<\/p>\n<p>Ketika pada era sebelumnya, tim berisikan pemain bintang tergantung kucuran dana pemerintah daerah pada musim tersebut, pada era Liga Super, bergantung kepada berapa banyak sponsor yang bisa didapat pada musim kompetisi tersebut.<\/p>\n<p>Dan Persib Bandung adalah tim yang bisa dibilang paling selamat ketika bentuk pengelolaan klub berubah dari pemerintah ke swasta. Sejak era Liga Super, titel Galacticos kemudian disematkan kepada tim pemilik tiga gelar juara kompetisi Perserikatan ini.<\/p>\n<p>Memang pada akhir kompetisi bukanlah jaminan pasti bahwa tim yang bertabur bintang yang kemudian bisa keluar sebagai juara. Karena urusan menggabungkan tim yang berisi ego besar yang dimiliki para pemain bintang selalu sulit bukan main. Apalagi di kancah sepak bola Indonesia yang memiliki dinamika luar biasa.<\/p>\n<p>Namun, tetap menarik mengikuti daftar tim-tim Indonesia yang pernah mengoleksi banyak pemain bintang di skuatnya. Berikut daftar tim dengan status Galacticos di kancah sepak bola Indonesia:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2791 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o.jpg\" alt=\"\" width=\"899\" height=\"449\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o.jpg 899w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o-768x384.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o-800x400.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o-350x175.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o-680x340.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/48520170316123638744_o-560x280.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 899px) 100vw, 899px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Pelita Jaya Liga Indonesia 1996<\/strong><\/h3>\n<p>Tim Pelita Jaya di Liga Indonesia edisi kedua merupakan Galacticos yang paling perdana. Kala itu masih ada nama \u2018Mastrans\u2019 di belakang nama Pelita Jaya. Masih bermarkas di Jakarta, Pelita Jaya pada kompetisi tersebut diperkuat oleh tiga pemain asing dengan kualitas luar biasa yaitu, Mabboang Kessack, Dejan Glusevic, plus penyerang legendaris Kamerun, Roger Milla. Karena pada saat itu penggunaan pemain asing masih langka, maka tiga pemain asing yang dimiliki oleh Pelita Jaya pada musim kedua kompetisi gabungan tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa.<\/p>\n<p>Sayang meskipun berhasil menjadi <em>runner-up<\/em> di klasemen akhir Wilayah Tengah, mereka gagal melaju ke babak semifinal karena kalah poin dari PSM Makassar di fase kedua. Gelar juara sendiri jatuh kepada Persebaya yang berhasil mengalahkan Bandung Raya di partai final dengan skor 3-1.<\/p>\n<h3><strong>PSPS Pekanbaru Liga Indonesia 2001<\/strong><\/h3>\n<p>Meskipun Pelita Jaya 1996 adalah yang pertama, tetapi Galacticos awal yang paling dikenal oleh publik sepakbola Indonesia adalah PSPS Pekanbaru di Liga Indonesia 2001. Kala itu kesebelasan berjuluk Askar Bertuah mengontrak para pemain dengan status bintang timnas Indonesia. Mulai dari Kurniawan Dwi Yulianto, Bejo Sugiantoro, Aples Tecuari, Hendro Kartiko, hingga Edu Juanda.<\/p>\n<p>Dan PSPS Galacticos ini juga menjadi contoh yang paling jelas bagi tim lain bahwa mengumpulkan para pemain bintang belum tentu jaminan prestasi. Pada klasemen akhir Wilayah Barat musim tersebut, PSPS yang bertabur bintang hanya mampu berada di peringkat keenam dan tidak berhasil lolos ke babak delapan besar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_2792\" aria-describedby=\"caption-attachment-2792\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2792 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/skuad-persija-2004.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/skuad-persija-2004.jpg 600w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/skuad-persija-2004-300x225.jpg 300w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/skuad-persija-2004-507x380.jpg 507w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/skuad-persija-2004-560x420.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2792\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Bola<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Persija Jakarta Liga Indonesia 2004<\/strong><\/h3>\n<p>Mencoba mereplika kesuksesan menjadi juara nasional pada tahun 2001, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/15\/bagaimana-nasib-persija-setelah-ini\/\" target=\"_blank\">Persija Jakarta<\/a> kemudian berusaha mengulanginya dengan mengumpulkan para pemain bintang skala nasional pada tahun 2004. Kala itu semua lini tim Macan Kemayoran disesaki oleh para penggawa berkualitas.<\/p>\n<p>Di posisi penjaga gawang ada Mukti Ali Raja yang dilapis oleh Syamsidar muda yang tengah menanjak karier timnasnya di level junior. Aples, Aris Indarto, dan Budiman menjadi bintang di lini pertahanan. Lini tengah diperkuat oleh Ismed Sofyan, Elie Aiboy, Agus Indra, dan <em>playmaker<\/em> eksentrik, Gustavo Hernan Ortiz. Sementara itu, lini depan disesaki oleh nama-nama penyerang berkelas yaitu Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, dan Emmanuele De Porras. Sayang, tim ini hanya berakhir sebagai peringkat ketiga di Liga Indonesia edisi ke-9 ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2793\" aria-describedby=\"caption-attachment-2793\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2793 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-2007-e1484187535426.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"444\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-2007-e1484187535426.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-2007-e1484187535426-768x426.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-2007-e1484187535426-350x194.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-2007-e1484187535426-680x377.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-2007-e1484187535426-560x311.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2793\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Vamos Arema<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Arema Malang Liga Indonesia 2007<\/strong><\/h3>\n<p>Ditinggal Benny Dollo yang berhasil memberikan gelar juara Copa Indonesia 2005 dan 2006, Arema kemudian ditangani pelatih baru, almarhum Miroslav Janu. Selain mengontrak Janu sebagai pelatih utama, Arema juga mengontrak para pemain berkelas untuk memperkuat skuat mereka.<\/p>\n<p>Hendro Kartiko dan Ortizan Solossa didatangkan dari Persija. Ponaryo Astaman dan Elie Aiboy dipulangkan kembali setelah musim sebelumnya mereka bermain di Malaysia. Tambahan lain adalah Suroso dari Persik Kediri, dan Ronny Firmansyah dari Persmin Minahasa. Mengganti Emeleu Serge yang cedera parah, Arema kemudian mengontrak penyerang yang terkenal dengan kaki kirinya yang luar biasa, Patricio Morales. Selain Pato, pemain asing tersohor dari skuat Arema 2007 adalah gelandang Tarik El Janaby dan bek tengah, Bruno Casmir.<\/p>\n<p>Sesi latihan Janu yang keras dianggap permasalahan utama yang membuat tim ini tidak maksimal. Gagal mempertahankan gelar Copa karena tersingkir di putaran kedua, mereka memang berhasil melaju ke babak delapan besar, namun gagal melaju ke babak semifinal karena finis di peringkat ketiga pada babak delapan besar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2794 size-mh-magazine-content\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Persik-Kediri-640x381.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"381\" \/><\/p>\n<h3><strong>Persik Kediri Liga Super Indonesia 2008\/2009<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/08\/dongeng-legendaris-tim-macan-putih\/\" target=\"_blank\">Persik Kediri<\/a> berusaha mengulangi kesuksesan mereka menjadi juara nasional pada 2003 dan 2006 . Rencana besar yang diusung tersebut dimulai dengan mendaratkan bintang-bintang PSMS yang berhasil membawa tim tersebut ke final Liga Indonesia edisi terakhir semusim sebelumnya.<\/p>\n<p>Saktiawan Sinaga, Markus Haris Maulana, Mahyadi Panggabean, Usep Munandar, Legimin Raharjo melakukan eksodus masif dari Medan ke Kediri untuk memperkuat tim yang sebelumnya sudah disesaki oleh bintang-bintang seperti Cristian Gonzales, Danilo Fernando, dan Ronald Fagundez. Sayang, tim ini hanya bisa mengakhiri kompetisi di peringkat keempat klasemen di bawah Persib, Persiwa, dan Persipura Jayapura yang kemudian keluar sebagai juara.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2795 size-large\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/297_IMG_4411_1-1024x641.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"641\" \/><\/p>\n<h3><strong>Persib Bandung Liga Super Indonesia 2010\/2011<\/strong><\/h3>\n<p>Persib Bandung selalu diperkuat oleh bintang dalam setiap musim kompetisinya. Bahkan banyak pelatih tim lawan berkelakar bahwa bangku cadangan mereka betul-betul mewah, sampai-sampai mereka mau menawarkan para pemain cadangan tersebut untuk hijrah ke klub mereka agar bisa bermain penuh.<\/p>\n<p>Dari setiap edisi dan generasi Galacticos dari tim Persib, yang paling gagal total adalah di Liga Super Indonesia 2010\/2011. Sudah diperkuat oleh dua penyerang kawakan di sepak bola Indonesia, Hilton Moreira dan Cristian Gonzales, Persib kemudian mendaratkan Pablo Frances, yang terkenal sebagai mesin gol ketika memperkuat Persijap Jepara. Untuk pemain asing lainnya, mereka mendaratkan Baihakki Khaizan dan kapten timnas Singapura, Shahril Ishak.<\/p>\n<p>Sayang ketiga pemain tersebut gagal menunjukan penampilan terbaik meskipun memiliki latar belakang yang luar biasa. Ditambah kondisi internal tim yang sempat panas jelang kompetisi dimulai, Persib pada Liga Super edisi tersebut mesti puas mengakhiri kompetisi di peringkat 11 klasemen akhir.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2796 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/SkuadMitraKukar2011.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/SkuadMitraKukar2011.jpg 640w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/SkuadMitraKukar2011-350x216.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/SkuadMitraKukar2011-616x380.jpg 616w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/SkuadMitraKukar2011-560x346.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Mitra Kukar Liga Super Indonesia 2011\/2012<\/strong><\/h3>\n<p>Bersama Makassar dan tanah Papua, Kalimantan Selatan adalah simbol perlawanan terhadap dominasi Jawa di sepak bola Indonesia. Kekuatan finansial yang berasal dari kekayaan sumber daya alam daerahnya membuat kesebelasan asal Kalimantan Timur bisa mengaum dengan keras. Sayang terkadang kenyataan tidak sesuai dengan rencana awal yang sudah dibuat sebelumnya.<\/p>\n<p>Mitra Kukar di Liga Super Indonesia 2011\/2012 mendaratkan banyak bintang nasional seperti Arif Suyono, Ahmad Bustomi, dan Hamka Hamzah. Untuk urusan pemain asing mereka diperkuat oleh Pierre Njanka, Nemanja Obric, dan penyerang yang pernah bermain di Liga Primer Inggris, Marcus Bent. Tim ini kemudian hanya bisa mencapai peringkat ke-9 di klasemen akhir musim kompetisi tersebut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2797\" aria-describedby=\"caption-attachment-2797\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2797 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg 600w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2797\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Ongisnade<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Arema Cronus Liga Super Indonesia 2013<\/strong><\/h3>\n<p>Pertahanan terbaik adalah menyerang! Kira-kira pernyataan itulah yang kemudian coba direplikasi oleh Arema di tim mereka yang berlaga di Liga Super Indonesia edisi 2013. Pada musim tersebut, tim yang diasuh oleh Rahmad Darmawan ini, mengisi lini penyerangan dengan nama-nama populer seperti Keith Kayamba Gumbs, Greg Nwokolo, Beto Goncalves, hingga Cristian Gonzales.<\/p>\n<p>Sektor lain pun tidak kalah mengilap. Di lini belakang, mereka diperkuat oleh Thierry Gatuessi dan Victor Igbonefo. Di lini tengah, ada Hendro Siswanto, Dendi Santoso, dan Engleberd Sani. Plus para pemain muda seperti Alfarizie, Dedi Kusnandar, Irsyad Maulana, dan Yandi Sofyan.<\/p>\n<p>Nasib mereka bisa dibilang paling baik diantara Galacticos lain yang ada di sepak bola Indonesia. Arema berhasil menjadi <em>runner-up<\/em> pada kompetisi musim tersebut.<\/p>\n<p>Namun yang mesti diperhatikan adalah jarak poin dan produktivitas mereka dengan sang juara kala itu, Persipura. Arema dengan lini depan sebuas ini hanya mampu menyarangkan 70 gol, sementara Persipura yang masih mengandalkan Boaz Solossa, berhasil mencetak 82 gol sepanjang musim tersebut.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2798 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/52d9ded45bb8d_ori.jpg\" alt=\"\" width=\"690\" height=\"354\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/52d9ded45bb8d_ori.jpg 690w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/52d9ded45bb8d_ori-350x180.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/52d9ded45bb8d_ori-680x349.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/52d9ded45bb8d_ori-560x287.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Persebaya Liga Super Indonesia 2014<\/strong><\/h3>\n<p>Lepas dari Arema, Rahmad Darmawan kemudian kembali mencoba sistem Galacticos tersebut di Persebaya. Greg Nwokolo, Hasyim Kipuw, dan Dedi Kusnandar diangkut ke asuhan Rahmad. Ketiga pemain tersebut bergabung dengan nama-nama lain seperti Ricardo Salampessy, Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Fandi Eko Utomo, dan dua legiun asing berkualitas, Patrick Nzekou dan Pacho Kengmone.<\/p>\n<p>Tampil luar biasa pada kompetisi dua wilayah, dan berhasil keluar sebagai juara Wilayah Timur, di babak delapan besar, Persebaya tampil melempem karena badai cedera. Berakhir di dasar klasemen Grup B fase delapan besar tanpa satupun kemenangan. Tahta juara kemudian jatuh kepada Persib yang berhasil mengakhiri dahaga juara mereka selama hampir dua dekade.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2799\" aria-describedby=\"caption-attachment-2799\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2799 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/55218b041e997_ori1.jpg\" alt=\"\" width=\"690\" height=\"359\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/55218b041e997_ori1.jpg 690w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/55218b041e997_ori1-350x182.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/55218b041e997_ori1-680x354.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/55218b041e997_ori1-560x291.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2799\" class=\"wp-caption-text\">Kredit: Solopos<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>Sriwijaya FC QNB League 2015<\/strong><\/h3>\n<p>Memang agak sulit untuk menilai karena kompetisi kemudian berhenti bahkan belum setengah jalan. Tapi Sriwijaya FC di QNB League 2015 bisa saja masuk kategori Galacticos yang tidak bernasib baik. Sriwijaya berusaha mengembalikan kejayaan mereka dengan mengontrak para pemain berkualitas. Bayangkan saja, lini serang mereka kala itu diperkuat oleh Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, dan Patrich Wanggai.<\/p>\n<p>Tapi tiga laga awal setidaknya menunjukan bagaimana tim <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/02\/01\/momentum-kemunculan-sriwijaya-fc\/\" target=\"_blank\">Sriwijaya FC<\/a> edisi tersebut memang berada dalam kondisi sulit. Tiga laga tidak berhasil dilalui tanpa kemenangan sekalipun. Apalagi ditambah isu bahwa trio penyerang andalan tim agak sulit diatur sehingga berpengaruh terhadap kohesi dan kesatuan tim.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aun Rahman (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\" target=\"_blank\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/b><\/a>)<\/span><\/strong><br \/>\n<\/em><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja. Patennya memang milik klub asal Spanyol tersebut yang dalam setiap tahunnya selalu mendaratkan bintang kelas dunia ke klub mereka. Tetapi istilah tersebut kemudian dipakai di seluruh penjuru dunia untuk menggambarkan sebuah kesebelasan yang bertabur bintang. Termasuk di kancah sepak bola Indonesia. Pada era yang lebih lama mungkin agak sulit mendefinisikan sebuah tim masuk kategori Galacticos atau tidak. Karena ketika kompetisi terbagi antara Perserikatan dan Galatama, keduanya memiliki format yang berbeda terutama terkait komposisi pemain. Kompetisi Perserikatan misalnya, karena klub merupakan milik pemerintah daerah, maka komposisi pemain lebih banyak produksi dari suatu daerah tertentu. Atau dengan kata lain, pada era Perserikatan klub adalah &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2797,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[88,86],"tags":[742,129,105,185,741,285,195,230,293,224,189],"class_list":["post-2790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bola","category-nasional","tag-arema","tag-featured","tag-indonesia","tag-liga-1","tag-pelita-jaya","tag-persebaya-surabaya","tag-persib-bandung","tag-persija-jakarta","tag-persik-kediri","tag-sepak-bola","tag-sriwijaya-fc"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja, tapi bisa menular ke klub yang berhasil mendatangkan pemain bintang, termasuk sepak bola Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja, tapi bisa menular ke klub yang berhasil mendatangkan pemain bintang, termasuk sepak bola Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-29T01:52:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia\",\"datePublished\":\"2017-03-29T01:52:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":1533,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Arema.jpg\",\"keywords\":[\"Arema\",\"Featured\",\"Indonesia\",\"Liga 1\",\"Pelita Jaya\",\"Persebaya Surabaya\",\"Persib Bandung\",\"Persija Jakarta\",\"Persik Kediri\",\"Sepak Bola\",\"Sriwijaya FC\"],\"articleSection\":[\"Bola\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/\",\"name\":\"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Arema.jpg\",\"datePublished\":\"2017-03-29T01:52:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja, tapi bisa menular ke klub yang berhasil mendatangkan pemain bintang, termasuk sepak bola Indonesia.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/29\\\/10-galacticos-di-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Arema.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Arema.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Skuat Arema dengan para pemain bintang di dalamnya. Kredit: Ongisnade\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","description":"Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja, tapi bisa menular ke klub yang berhasil mendatangkan pemain bintang, termasuk sepak bola Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","og_description":"Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja, tapi bisa menular ke klub yang berhasil mendatangkan pemain bintang, termasuk sepak bola Indonesia.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-03-29T01:52:06+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia","datePublished":"2017-03-29T01:52:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/"},"wordCount":1533,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg","keywords":["Arema","Featured","Indonesia","Liga 1","Pelita Jaya","Persebaya Surabaya","Persib Bandung","Persija Jakarta","Persik Kediri","Sepak Bola","Sriwijaya FC"],"articleSection":["Bola","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/","name":"10 Klub Galacticos di Sepak Bola Indonesia | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg","datePublished":"2017-03-29T01:52:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Istilah Galacticos tidak hanya milik Real Madrid saja, tapi bisa menular ke klub yang berhasil mendatangkan pemain bintang, termasuk sepak bola Indonesia.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/29\/10-galacticos-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Arema.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Skuat Arema dengan para pemain bintang di dalamnya. Kredit: Ongisnade"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2790\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}