{"id":2688,"date":"2017-03-25T09:49:12","date_gmt":"2017-03-25T02:49:12","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=2688"},"modified":"2017-03-25T11:39:31","modified_gmt":"2017-03-25T04:39:31","slug":"para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p>Hari-hari terakhir, publik dikejutkan dengan dua peristiwa bunuh diri. Yang pertama, tentu saja adalah peristiwa mengenaskan seorang pria yang merekam dan menyiarkan kematiannya di Facebook Live. Diduga, itu ia lakukan karena kekecewaannya terhadap sang istri karena ditinggal pergi.<\/p>\n<p>Pria kedua, seorang ekspatriat Jepang yang berprofesi sebagai manajer <em>idol group<\/em> JKT 48, Inao Jiro. Mendiang ditemukan tewas mengenaskan oleh asisten rumahtangganya dengan leher terjerat tali. Polisi menyebut tragedi ini dipicu oleh beban kerja yang terlampau berat.<\/p>\n<p>Sontak masyarakat terkejut. Akhirnya kita dibuat sadar bahwa depresi tidak bisa dipandang sebelah mata. Dikutip dari laman <em>Tirto.id <\/em>(10\/9\/2016), tahun 2012 angka bunuh diri di Indonesia berkisar di angka 0,5% dari 100 ribu populasi, atau 1.170 kasus bunuh diri dalam setahun.<\/p>\n<p>Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri. Seperti kasus-kasus lainnya, keputusan nahas tersebut mereka ambil akibat tekanan yang mendera jiwa.<\/p>\n<p>Di Arsenal sendiri tercatat ada dua pemain yang mengaku depresi, meski tidak berakhir dengan memutus nyawanya sendiri. Pertama ada Emmanuel Eboue, yang mengalami tekanan berat akibat larangan bermain sepanjang satu tahun yang diberikan FIFA. Pemain yang menjadi <em>cult hero<\/em> di Arsenal ini terbukti melanggar kesepakatan dengan agennya. Karena ini pula Eboue gagal membela Sunderland.<\/p>\n<p>Ada pula Paul Vessen yang membela The Gunners pada 1978 sampai 1982. Mengawali karier dengan begitu baik, yakni dengan mencetak gol ke gawang raksasa Eropa, Juventus, kariernya mengalami jalan terjal karena cedera parah. Setelah malam yang membuat namanya menjadi tajuk berbagai surat kabar, Vessen menghabiskan waktu merutuki nasib dan heroin. Tahun 2001 ia ditemukan tewas akibat overdosis obat.<\/p>\n<p>Berikut adalah lima pemain yang mengakhiri hidupnya dengan cara teramat tragis:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2689 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/3430130.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"470\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/3430130.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/3430130-284x225.jpg 284w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/3430130-480x380.jpg 480w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/3430130-560x443.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3>Hughie Gallacher (1903-1957)<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gallacher adalah penyerang legendaris Newcastle United, yang berjasa besar bagi klub Tyneside tersebut. Meski baru direkrut di awal musim, hal tersebut tak menahannya untuk bisa menceploskan 23 gol hanya dari 19 laga saja.<\/p>\n<p>Pada musim 1926\/1927, Gallacher mencetak 36 gol dari 38 penampilan. Sesuatu yang membuat namanya masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak The Magpies dalam semusim. Ketajamannya membuat pria asli Skotlandia ini dijuluki penyihir Wembley.<\/p>\n<p>Pada 1957, salah satu anaknya, Mattie, membuatnya kesal. Dengan gelap mata ia melempar anak itu asbak, yang membuat sang anak berdarah. Mattie mengadu kepada kakaknya, yang membuat keluarga itu cekcok dengan hebat. Atas kejadian ini, polisi sampai mendatangi kediaman pemain yang juga pernah membela Chelsea tersebut.<\/p>\n<p>Pengadilan dan larangan bertemu anak membuatnya putus asa. Ditambah, Gallacher juga sembrono dalam mengatur keuangan. Ia sering ditemukan dalam kondisi merana, berjalan sendirian di lingkungan rumahnya.<\/p>\n<p>11 Juni 1957, Gallacher berjalan ke lintasan kereta, lalu menabrakkan dirinya ke kereta api yang sedang melintas.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_2690\" aria-describedby=\"caption-attachment-2690\" style=\"width: 594px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2690 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Syd-King.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"456\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Syd-King.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Syd-King-293x225.jpg 293w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Syd-King-495x380.jpg 495w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Syd-King-560x430.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2690\" class=\"wp-caption-text\">Syd King (kiri).<\/figcaption><\/figure>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3>Ernest Sydney atau Syd King<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Meski tak berkiprah dengan apik kala menjadi pemain, King adalah sosok berjasa bagi West Ham United di awal abad ke-20. Ia melatih tim tersebut selama tiga puluh tahun, sejak 1902 sampai 1932.<\/p>\n<p>Jasa terbesarnya adalah membawa West Ham terdafar di liga profesional pada 1919. Ia juga membawa The Hammers ke final Piala FA pada 1923, meski takluk dari Bolton Wanderers. Saking dominannya figur King, sebuah surat kabar menulis bahwa, \u201cSyd King adalah West Ham, dan West Ham adalah Syd King.\u201d<\/p>\n<p>Sayang, meski manajemen menggajinya lumayan tinggi, King seorang penenggak alkohol yang taat. Saat klub tersebut terdegradasi, King mengalami depresi.\u00a0 Ia mengakhiri hidup pada 1933 dengan cara meminum alkohol yang telah dioplos cairan korosif.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2691 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Justin-Fashanu.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Justin-Fashanu.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Justin-Fashanu-331x225.jpg 331w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Justin-Fashanu-559x380.jpg 559w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Justin-Fashanu-560x381.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3>Justin Fashanu<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Homoseksualitas adalah hal yang buram dan tabu dibicarakan di kancah sepak bola. Sampai saat ini, seorang pemain masih belum mudah untuk membuka preferensi seksualnya. Padahal preferensi seksual seorang pemain tidaklah berpengaruh terhadap permainan sang pemain.<\/p>\n<p>Tak ada kisah yang lebih tragis terkait hal ini selain kisah yang dialami Justin Fashanu. Pemain yang telah membela lebih dari 20 klub ini mengaku kepada publik <em>(coming out)<\/em> tentang orientasi seksualnya pada 1990 lewat sebuah tulisan di tabloid <em>The Sun<\/em>.<\/p>\n<p>Maret 1998, seorang bocah berusia 18 tahun mengaku kalau dirinya dianiaya secara seksual oleh Fashanu. Kejadian tersebut terjadi di Maryland, Amerika Serikat. Awalnya, pemain yang pernah dilatih Bryan Clough ini hanya dimintai keterangan oleh polisi. Ketika aparat mendatangi kediamannya untuk menindak Fashanu, pemain keturunan Nigeria-Guyana ini telah minggat ke Inggris.<\/p>\n<p>Di Inggris pula, Fashanu memutuskan untuk memupus nyawanya sendiri. Ia gantung diri di sebuah garasi yang ia bobol pada 2 Mei 1998.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2692 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gary-Speed.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gary-Speed.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gary-Speed-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gary-Speed-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gary-Speed-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3>Gary Speed<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tim nasional Wales tampil gemilang pada Piala Eropa 2016 lalu. Gareth Bale dan kawan-kawan menjadi salah satu tim selain Islandia yang berhasil mencuri perhatian publik.<\/p>\n<p>Namun banyak pengamat yang mengatakan bahwa Gary Speed turut berperan penting dalam membentuk tim tersebut. Speed adalah manajer Wales pada 2010 sampai kematiannya di tahun 2011. Speed pula orang yang berperan besar atas karier Aaron Ramsey, saat dirinya memberi jabatan kapten utama timnas kepada gelandang Arsenal tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai pemain, prestasi Speed mentereng. Bersama Leeds United menjuarai divisi satu Liga Inggris pada 1991\/1992, sebelum berganti format menjadi Liga Primer tahun berikutnya. Speed juga merupakan salah satu pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Primer Inggris.<\/p>\n<p>Kematian Speed sampai saat ini menjadi misteri. Ada pihak yang mengatakan Speed tidak tahan atas tekanan sebagai manajer Wales. Speed juga dikatakan mengalami pertengkaran hebat dengan sang istri, pada malam sebelum ia gantung diri. Namun hal-hal tersebut masih menjadi sebatas asumsi.<\/p>\n<p>Speed ditemukan tewas gantung diri di garasi rumahnya pada 27 November 2011. Ia tewas di umur 42 tahun.<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2693 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg\" alt=\"Robert Enke\" width=\"594\" height=\"363\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke-350x214.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke-560x342.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3>Robert Enke<\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mungkin tragedi Enke inilah yang paling mengenaskan. Dari riwayat Enke akhirnya publik tahu bagaimana tingginya tekanan yang harus dialami para atlet, tak terkecuali pesepak bola.<\/p>\n<p>Enke menjalani karier yang penuh dengan lika-liku. Kadang dirinya begitu dipuja, namun banyak juga momen menyedihkan yang membuat penyakit depresinya kembali kambuh. Dalam buku karangan Robert Reng, <em>A Life Too Short: The Tragic Story of Robert Enke <\/em>(<a href=\"http:\/\/www.goodreads.com\/book\/show\/11295616-a-life-too-short\" target=\"_blank\">2011<\/a>), Enke bahkan sempat mengaku cedera, padahal yang sebenarnya ia alami adalah ia terlalu takut mendapat banyak tekanan.<\/p>\n<p>Peristiwa yang paling mengguncang Enke tentu saja saat ia melakoni pertandingan debut sebagai kiper Barcelona. Blaugrana tampil memalukan, takluk atas klub divisi 3 Novelda FC di ajang Copa del Rey. Barca kalah 2-3, dan Enke dianggap sebagai biang keladinya. Di pertandingan tersebut bahkan<br \/>\nEnke diteriaki rekan setim, Frank de Boer.<\/p>\n<p>Di usia ke-32, Enke mengakhiri nyawanya dengan menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melintas kencang. Istrinya, Teresa, menyatakan bahwa Enke telah mengalami gangguan mental selama enam tahun terakhir. Polisi menemukan surat kematian di tubuhnya, tetapi tidak memublikasikannya ke khalayak.<\/p>\n<p>Padahal saat itu namanya dipercaya sebagai kiper utama tim nasional jerman untuk Piala Dunia 2010.<\/p>\n<p><strong>Author<\/strong><em><strong>: Fajar Martha<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Esais dan narablog Arsenal FC di <a href=\"https:\/\/indocannon.wordpress.com\/\" target=\"_blank\">indocannon.wordpress.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari-hari terakhir, publik dikejutkan dengan dua peristiwa bunuh diri. Yang pertama, tentu saja adalah peristiwa mengenaskan seorang pria yang merekam dan menyiarkan kematiannya di Facebook Live. Diduga, itu ia lakukan karena kekecewaannya terhadap sang istri karena ditinggal pergi. Pria kedua, seorang ekspatriat Jepang yang berprofesi sebagai manajer idol group JKT 48, Inao Jiro. Mendiang ditemukan tewas mengenaskan oleh asisten rumahtangganya dengan leher terjerat tali. Polisi menyebut tragedi ini dipicu oleh beban kerja yang terlampau berat. Sontak masyarakat terkejut. Akhirnya kita dibuat sadar bahwa depresi tidak bisa dipandang sebelah mata. Dikutip dari laman Tirto.id (10\/9\/2016), tahun 2012 angka bunuh diri di Indonesia berkisar di angka 0,5% dari 100 ribu populasi, atau &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2693,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[93,90],"tags":[715,129,224],"class_list":["post-2688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serba-serbi","category-turun-minum","tag-bunuh-diri","tag-featured","tag-sepak-bola"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-25T02:49:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-03-25T04:39:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"363\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri\",\"datePublished\":\"2017-03-25T02:49:12+00:00\",\"dateModified\":\"2017-03-25T04:39:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/\"},\"wordCount\":1048,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Robert-Enke.jpg\",\"keywords\":[\"Bunuh Diri\",\"Featured\",\"Sepak Bola\"],\"articleSection\":[\"Serba-Serbi\",\"Turun Minum\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/\",\"name\":\"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Robert-Enke.jpg\",\"datePublished\":\"2017-03-25T02:49:12+00:00\",\"dateModified\":\"2017-03-25T04:39:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/25\\\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Robert-Enke.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Robert-Enke.jpg\",\"width\":594,\"height\":363,\"caption\":\"Robert Enke Pesepak bola\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri | Football Tribe Indonesia","description":"Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri | Football Tribe Indonesia","og_description":"Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-03-25T02:49:12+00:00","article_modified_time":"2017-03-25T04:39:31+00:00","og_image":[{"width":594,"height":363,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri","datePublished":"2017-03-25T02:49:12+00:00","dateModified":"2017-03-25T04:39:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/"},"wordCount":1048,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg","keywords":["Bunuh Diri","Featured","Sepak Bola"],"articleSection":["Serba-Serbi","Turun Minum"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/","name":"Depresi dan Para Pesepak Bola yang Memutus Nyawanya Sendiri | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg","datePublished":"2017-03-25T02:49:12+00:00","dateModified":"2017-03-25T04:39:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Para pesepak bola, sebagai orang yang berprofesi di dunia yang sarat akan tekanan, juga terdapat banyak contoh kasus bunuh diri.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/25\/para-pesepak-bola-yang-bunuh-diri\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Robert-Enke.jpg","width":594,"height":363,"caption":"Robert Enke Pesepak bola"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2688"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2688\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}