{"id":2653,"date":"2017-03-24T10:20:33","date_gmt":"2017-03-24T03:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=2653"},"modified":"2017-03-24T10:20:33","modified_gmt":"2017-03-24T03:20:33","slug":"rivalitas-klasik-persib-dan-psms","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/","title":{"rendered":"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan"},"content":{"rendered":"<p>Meskipun sering terjadi letupan-letupan selama satu dekade terakhir, nyatanya cukup banyak pihak yang menganggap bahwa partai El Clasico bukanlah antara Persib Bandung berhadapan dengan Persija Jakarta. Bagi para penikmat sepak bola nasional, partai antara Persib Bandung berhadapan dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019 ala El Clasico.<\/p>\n<p>Persib dan PSMS sudah lama tidak bertemu di satu kompetisi karena PSMS Medan terdegradasi. Total pertemuan kedua tim sudah mencapai 52 kali di seluruh kompetisi sejak pertama kali saling beradu pada tahun 1952. Terakhir, Persib bertemu PSMS Medan pada lima tahun lalu di stadion Teladan, Medan tepatnya pada 17 Juni 2012.<\/p>\n<p>Dan kedua tim penguasa era klasik sepakbola Indonesia ini akan bertemu kembali di laga uji tanding jelang gelaran kompetisi mendatang. Tanggal 26 Maret nanti akan menjadi pertemuan perdana kedua klub setelah sekian lama. Berikut kami rangkumkan empat pertemuan paling seru diantara total 52 pertemuan antara PSMS berhadapan dengan Persib:<\/p>\n<h3><strong>Final Perserikatan tahun 1983<\/strong><\/h3>\n<p>Duel akbar perdana yang mempertemukan antara PSMS dengan Persib terjadi pada tahun 1983. Final perserikatan yang digelar pada Kamis, 10 November 1983, ini mempertemukan dua tim yang sepanjang kompetisi bermain luar biasa. Persib yang berstatus sebagai tim promosi menggebrak dengan berhasil melaju ke partai final. Sementara PSMS berusaha untuk kembali menjadi juara karena pada edisi dua tahun sebelumnya upaya mereka digagalkan oleh Persija Jakarta.<\/p>\n<p>Kedua tim sudah bertemu sejak putaran pertama yang digelar di stadion Imam Bonjol, Padang. Kedua tim kembali bertemu di babak empat besar kala Persib berhasil menaklukan PSMS melalui dua gol yang disarangkan oleh Adjat Sudrajat. Berbekal kemenangan di babak empat besar inilah tim berjuluk Maung Bandung berkeyakinan besar untuk membawa pulang trofi juara nasional pada tahun 1983. Apalagi Adjat Sudrajat memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan delapan gol.<\/p>\n<p>Namun yang terjadi selanjutnya justru diluar perkiraan. Persib kesulitan menjebol gawang PSMS, karena kiper Ponirin Meka tampil luar biasa. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti dan Ponirin tampil sebagai pahlawan setelah berhasil menggagalkan tiga algojo penalti Persib yaitu Adeng Hudaya, Dede Iskandar, dan kapten tim, Giantoro.<\/p>\n<p>Laga final inilah yang menjadi awal rivalitas kompetitif antara PSMS dengan Persib Bandung.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2654 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg\" alt=\"\" width=\"633\" height=\"420\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg 633w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985-339x225.jpg 339w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985-573x380.jpg 573w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 633px) 100vw, 633px\" \/><\/p>\n<h3><strong>Final Perserikatan tahun 1985<\/strong><\/h3>\n<p>Kedua tim kembali bertemu pada partai final Kejuaraan Nasional dua tahun berselang. Final edisi tahun 1985 yang disaksikan lebih dari 150.000 penonton ini kabarnya masuk sebagai rekor dunia dari segi jumlah penonton untuk pertandingan sepak bola kelas amatir. Sebagai catatan, kala itu stadion Utama Senayan hanya berkapasitas maksimal 120.000 penonton. Bisa dibayangkan bagaimana padat dan berdesak-desakannya penonton kala itu karena fasilitas stadion tidak sebaik sekarang.<\/p>\n<p>Laga puncak yang terjadi 23 Februari 1985 itu merupakan ulangan pertemuan kedua tim dua tahun sebelumnya. Pertandingan berjalan dramatis. Persib mampu memupus keunggulan PSMS dengan menyarangkan dua gol balasan di babak kedua. Sebenarnya Persib bisa saja unggul andai satu gol lagi melalui sundulan kepala Robby Darwis tidak dianulir wasit Djafar Umar karena terjadi pelanggaran terlebih dahulu terhadap Ponirin Meka.<\/p>\n<p>Pertandingan kemudian berlanjut ke\u00a0 babak adu penalti. Kiper PSMS, Ponirin kembali menjadi pahlawan tim Ayam Kinantan. Eksekusi Adeng Hudaya, Dede Iskandar, dan Robby Darwis sukses dibendung. Eksekusi dari Mameh Sudiono kemudian memastikan PSMS kembali membawa pulang gelar juara.<\/p>\n<h3><strong>Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2006<\/strong><\/h3>\n<p>Partai menarik lainnya terjadi 11 tahun lalu kala PSMS berhasil menumbangkan Persib di kandangnya sendiri, stadion Siliwangi. Dalam laga yang digelar pada 16 April 2006 tersebut, PSMS berambisi untuk meraih kemenangan karena ingin memberikan hadiah untuk hari jadi mereka yang ke-56 pada 21 April. Apalagi lawan yang dihadapi kala itu adalah sang rival klasik. Sementara Persib mesti mengamankan poin agar tidak jatuh ke jurang degradasi.<\/p>\n<p>Tim PSMS pada liga tersebut adalah embrio dari tim yang setahun kemudian berhasil melaju ke partai final Liga Indonesia. Dua pahlawan lokal, Saktiawan Sinaga dan Mahyadi Panggabean sedang berada dalam puncak permainan mereka. Kala itu mereka punya pemain asing dengan kualitas kelas satu seperti Alejandro Tobar dan Alcido Fleitas. Plus Supardi Nasir yang tengah berkembang.<\/p>\n<p>Laga kemudian berakhir dengan skor 0-2 untuk keunggulan PSMS. Laga ini menjadi spesial bukan saja karena PSMS berhasil menaklukkan Maung Bandung di kandangnya sendiri, tetapi salah satu gol kemenangan PSMS kala itu dicetak oleh Alejandro Tobar yang sebelumnya merupakan pahlawan di Bandung. Gol Tobar terbilang spesial, sebuah tendangan <em>chip<\/em> ke gawang Persib. Satu gol lain dicetak oleh Saktiawan Sinaga.<\/p>\n<h3><strong>Liga Super Indonesia tahun 2009<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu pertemuan terakhir kedua tim sebelum PSMS kemudian terdegradasi dan mengalami dualisme kepengurusan. Pada era Liga Super, pertemuan kedua klub agar berkurang letupan dan intensitasnya karena di satu sisi Persib bertransformasi menjadi klub yang kaya raya setelah berhasil menggaet banyak sponsor. Sementara itu, PSMS berada dalam kondisi yang agak kepayahan dalam urusan keuangan karena sulit mendapatkan sponsor.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, pertandingan di Liga Super edisi 2008\/2009 tetap berlangsung seru. PSMS yang baru saja menerima kepulangan kembalinya Markus Haris Maulana berada dalam kondisi optimis untuk menghindar dari zona degradasi. Sementara Persib berusaha untuk mengejar posisi kedua klasemen karena tampaknya Persipura Jayapura sudah tidak bisa lagi terkejar sebagai pimpinan liga.<\/p>\n<p>Yang akan selalu diingat oleh banyak orang terutama para Bobotoh adalah gol yang dicetak oleh bek asing asal Kamerun, George Nyeck Nyobe. Pemain belakang bertubuh raksasa tersebut mencetak gol sensasional yang mewarnai kemenangan 2-0 Persib atas PSMS melalui tendangan bebas keras dari jarak 28 meter yang menghujam gawang PSMS. Satu gol lain dicetak melalui eksekusi penalti Rafael Alves Bastos.<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Aun Rahman (<span class=\"username u-dir\" dir=\"ltr\"><a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/aunrrahman\" target=\"_blank\">@<b class=\"u-linkComplex-target\">aunrrahman<\/b><\/a>)<\/span><br \/>\n<\/em><\/strong><em>Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun sering terjadi letupan-letupan selama satu dekade terakhir, nyatanya cukup banyak pihak yang menganggap bahwa partai El Clasico bukanlah antara Persib Bandung berhadapan dengan Persija Jakarta. Bagi para penikmat sepak bola nasional, partai antara Persib Bandung berhadapan dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019 ala El Clasico. Persib dan PSMS sudah lama tidak bertemu di satu kompetisi karena PSMS Medan terdegradasi. Total pertemuan kedua tim sudah mencapai 52 kali di seluruh kompetisi sejak pertama kali saling beradu pada tahun 1952. Terakhir, Persib bertemu PSMS Medan pada lima tahun lalu di stadion Teladan, Medan tepatnya pada 17 Juni 2012. Dan kedua tim penguasa era klasik sepakbola &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2654,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagi penikmat sepak bola nasional, partai Persib Bandung dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi penikmat sepak bola nasional, partai Persib Bandung dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-24T03:20:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"633\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"420\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan\",\"datePublished\":\"2017-03-24T03:20:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/\"},\"wordCount\":872,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/1985.jpg\",\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/\",\"name\":\"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/1985.jpg\",\"datePublished\":\"2017-03-24T03:20:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Bagi penikmat sepak bola nasional, partai Persib Bandung dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/24\\\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/1985.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/1985.jpg\",\"width\":633,\"height\":420,\"caption\":\"Final edisi tahun 1985 dimana penonton begitu membludak.\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan | Football Tribe Indonesia","description":"Bagi penikmat sepak bola nasional, partai Persib Bandung dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan | Football Tribe Indonesia","og_description":"Bagi penikmat sepak bola nasional, partai Persib Bandung dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-03-24T03:20:33+00:00","og_image":[{"width":633,"height":420,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan","datePublished":"2017-03-24T03:20:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/"},"wordCount":872,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg","inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/","name":"Mengenang Rivalitas Klasik Persib Bandung dan PSMS Medan | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg","datePublished":"2017-03-24T03:20:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Bagi penikmat sepak bola nasional, partai Persib Bandung dengan PSMS Medan adalah yang dianggap berhak diberikan titel sebagai \u2018partai klasik\u2019.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/24\/rivalitas-klasik-persib-dan-psms\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/1985.jpg","width":633,"height":420,"caption":"Final edisi tahun 1985 dimana penonton begitu membludak."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2653\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}