{"id":26440,"date":"2018-03-20T13:00:49","date_gmt":"2018-03-20T06:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=26440"},"modified":"2018-03-20T07:30:55","modified_gmt":"2018-03-20T00:30:55","slug":"tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/","title":{"rendered":"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain"},"content":{"rendered":"<p>Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan <em>game<\/em> besar. Yang dimaksud dengan <em>game <\/em>besar adalah pemain berlatih atau bertanding dalam lapangan berukuran maksimal dan jumlah pemain maksimal sesuai kelompok usia (KU). Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium.<\/p>\n<h3><strong>Kebiasaan yang umum ditemui<\/strong><\/h3>\n<p>Mayoritas pelatih yang pernah penulis temui, menganalisis kemampuan pemain melalui latihan <em>game <\/em>besar atau latihan teknik terisolasi. Contoh latihan teknik terisolasi adalah latihan <em>dribble<\/em>, mengumpan, atau mengontrol bola yang kesemuanya dilakukan dalam kondisi tanpa lawan (<em>unopposed training<\/em>). Biasanya, si pelatih akan mengoreksi kalau: umpan pemain dirasa terlalu pelan, pergerakan kurang lincah, salah arah <em>dribble<\/em>, atau bola lepas kontrol.<\/p>\n<p>Cara lain adalah menilai pemain melalui penampilan dalam <em>game <\/em>besar, yang biasanya dimainkan di akhir sesi latihan. Di sini, pelatih mengoreksi apabila ada kesalahan umpan, <em>finishing <\/em>gagal, umpan lambung dari sayap yang tidak tepat target, atau bek kalah lari dari penyerang lawan.<\/p>\n<p>Mengoreksi aksi pemain adalah kewajiban pelatih. Mengarahkan aksi pemain untuk berorientasi kepada kepentingan tim merupakan salah satu amanah pelatih. Yang sering sekali menjadi masalah adalah ketika penilaian pelatih tidak terhubung erat atau tidak memiliki hubungan dengan model permainan dan permainan itu sendiri. Akan menjadi masalah bila penilaian pelatih tidak membuat pemain <em>ngeh<\/em> bagaimana mentranfser masukan pelatih ke dalam sebuah <em>game <\/em>besar.<\/p>\n<p>Karenanya, adalah penting bagi pelatih untuk tidak salah alamat dalam menilai pemain dan yang kedua, penting bagi pelatih untuk mendesain situasi latihan yang <u>terkait<\/u> dengan pertandingan (<em>game-related<\/em>) \u201csebenarnya\u201d atau mendesain latihan yang \u201csama persis\u201d dengan pertandingan (<em>game-situation<\/em>) \u201csebenarnya\u201d.<\/p>\n<h3><strong>Desain latihan yang bersifat <em>game-related <\/em>dan <em>game-situation<\/em><\/strong><\/h3>\n<p>Dalam <em>game-related <\/em>pelatih mempersiapkan pemain untuk, salah satunya, siap menghadapi situasi-situasi yang mungkin mereka temui. Contohnya, memainkan <em>rondo <\/em>4 lawan 2 yang mana \u201c4\u201d harus dapat melepaskan umpan sebanyak jumlah tertentu; \u201c4\u201d dibatasi 1 sentuhan bola; dan dilakukan dalam lapangan bujur sangkar berukuran kecil. Salah satu kegunaannya adalah menyiapkan pemain untuk siap ketika menerima <em>press <\/em>dalam ruang sesak sekaligus mampu mempertahankan penguasaan bola.<\/p>\n<p><em>Game-situation, <\/em>yang beberapa pelatih menyebutnya <em>shadowing<\/em>, adalah desain latihan di mana salah satu tim (A, misalnya) menghadapi tim lain (B), yang mana, oleh pelatih, tim B didesain untuk bermain sepersis mungkin dengan strategi dan taktik lawan terdekat yang akan dihadapi A.<\/p>\n<p>Yang perlu dipahami, <em>game-situation <\/em>bukan melulu berbentuk <em>game <\/em>besar. <em>Game-situation <\/em>dapat dilakukan dalam lapangan berukuran medium dengan situasi sedekat (dan serelevan) mungkin dengan situasi sesungguhnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_26441\" aria-describedby=\"caption-attachment-26441\" style=\"width: 578px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-26441\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/1-2.png\" alt=\"\" width=\"578\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/1-2.png 578w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/1-2-302x225.png 302w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/1-2-511x380.png 511w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/1-2-560x417.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 578px) 100vw, 578px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26441\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 1) 5 lawan 3 game-situation untuk melatih komunikasi antara lini belakang, pos 6, dan duo gelandang 8 dan melatih model pressing ketiga kuning<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tentu penamaan istilah-istilah di atas dapat diubah sesuai kebutuhan tim. Yang terpenting adalah desain latihan mampu membuat kedua pihak, yakni pelatih dan pemain, guna mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu pelatih dapat mengontrol aspek-aspek penilaian dalam konteks yang pas dan, <strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/06\/mengenal-priming-di-sepak-bola\/)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sisi lain, pemain dibiasakan<\/a><\/strong> untuk berada dalam situasi yang mana aksi-aksi yang mereka lakukan selalu berorientasi ke bola, kawan, lawan, ruang, dan waktu.<\/p>\n<h3><strong><em>Rondo <\/em><\/strong><strong>sebagai media untuk menilai kemampuan pemain<\/strong><\/h3>\n<p>Salah satu <a href=\"https:\/\/www.kickoffindonesia.com\/single-post\/2015\/05\/11\/Lebih-Serius-Bermainmain-dengan-4v2.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bentuk <em>rondo <\/em>yang paling populer adalah <strong>4 lawan 2<\/strong><\/a> di mana Anda bisa menemui bentuk latihan ini di level mana pun, mulai dari akar rumput sampai tim sepak bola level teratas.<\/p>\n<p>Ada satu kesamaan umum ketika pelatih memimpin <em>rondo <\/em>4 lawan 2, yaitu terlalu berfokus pada <em>press<\/em>, rebut, dan umpan. Seringkali pelatih lupa untuk mengingatkan pemain akan esensi latihan 4 lawan 2. Tentang pentingnya berlatih 4 lawan 2 guna memahami bagaimana melakukan progres bola, apa pentingnya posisi dan sudut berdiri terhadap jangkauan pandangan mata dan kecepatan perpindahan bola, apa pentingnya 4 lawan 2 terkait peningkatan level tahan tekan (<em>press-resistance<\/em>), dan lain-lain.<\/p>\n<p>Melalui <em>rondo <\/em>4 lawan 2, 5 lawan 3, atau 4+3 lawan 4, pelatih dapat menilai sejauh mana ketenangan seorang pemain ketika menghadapi <em>press <\/em>dalam ruang sesak; sekreatif apa pemain memanipulasi <em>pressing <\/em>lawan; seberapa banyak si pemain mampu memainkan umpan jalur ketiga (<em>3<sup>rd<\/sup> passing lane<\/em>); atau sebesar apa kepercayaan diri dalam mengolah bola sebelum ia melepaskan umpan.<\/p>\n<p>Melalui <em>rondo <\/em>yang lebih sederhana, seperti 4 lawan 1, pelatih dapat menentukan sesiap apa pemain-pemainnya untuk bermain dalam <em>rondo <\/em>yang lebih kompleks. Dalam bentuk yang lebih simpel, pelatih bisa menilai seberapa baik pemain memahami ruang ketika berhadapan dengan kompleksitas rendah.<\/p>\n<h3><strong>Contoh kasus<\/strong><\/h3>\n<p>Kasus pertama. <em>Rondo <\/em>4 lawan 1. Latihan ini kami mainkan di hari pertama melatih tim KU-14. Penjelasan-penjelasan singkat yang diterima oleh pemain adalah: \u201c4\u201d harus mempertahankan penguasaan bola; di mana saja \u201cdaerah kekuasaan\u201d masing-masing \u201c4\u201d; dan \u201c1\u201d bertindak sebagai pemburu. Sesuai dugaan awal, ini yang terjadi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_26442\" aria-describedby=\"caption-attachment-26442\" style=\"width: 297px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-26442\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/2-2.png\" alt=\"\" width=\"297\" height=\"273\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/2-2.png 297w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/2-2-245x225.png 245w\" sizes=\"auto, (max-width: 297px) 100vw, 297px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26442\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 2) Latihan 4 lawan 1.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Begitu peluit tanda permainan dimulai berbunyi, ketiga pemain bergerak mendekat ke pemegang bola. Apakah yang dilakukan keempat pemain merah adalah salah? Sebelum menjawabnya, satu hal yang bisa kita ketahui adalah dekatnya jarak antara empat pemain merah memudahkan kuning untuk menutup jalur umpan sekaligus memotong umpan dari pemegang bola.<\/p>\n<p>Dekatnya jarak menyebabkan umpan mudah terbaca oleh lawan, sehingga bila seorang pemain melakukan salah umpan dan dengan serta-merta si pelatih menyalahkan \u201cumpan yang terlalu pelan\u201d atau \u201crekan yang tidak meminta bola\u201d, penilaian pelatih harus dievaluasi ulang.<\/p>\n<p>Efek kedekatan jarak antar-pemain juga merupakan aspek yang saya sampaikan ke pemain. Saya bertanya apa maksud mereka beraksi seperti gambar di atas dan karena mereka tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan, aksi mereka menjadi salah.<\/p>\n<p>Sebagai opsi lain, merah diberikan informasi mengenai keuntungan yang mereka dapatkan apabila setiap pemain cukup bergerak atau \u201cmenunggu\u201d di masing-masing garis. Selain itu, merah harus senantiasa membentuk struktur posisional yang membuat kuning berlari atau <em>press <\/em>sejauh mungkin tanpa keempatnya kehilangan bentuk belah ketupat.<\/p>\n<p>Setelah sekian menit latihan berlangsung, informasi yang diberikan ke pemain ditambahkan, seperti posisi tubuh, cara berdiri dan sudut pandang, perkiraan jarak, dan pentingnya menjauh dari jalur <em>press <\/em>demi menyediakan opsi progres bagi pemegang bola.<\/p>\n<figure id=\"attachment_26443\" aria-describedby=\"caption-attachment-26443\" style=\"width: 286px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-26443\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/3.png\" alt=\"\" width=\"286\" height=\"274\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/3.png 286w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/3-235x225.png 235w\" sizes=\"auto, (max-width: 286px) 100vw, 286px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26443\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 3) Bentuk berlian, 2 merah menjauh dari jalur press kuning, dan keempat merah menciptakan formasi dengan jarak antarpemain yang menyulitkan kuning untuk merebut bola<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memberikan informasi dan mendiskusikannya dengan pemain merupakan hal penting karena berangkat dari koreksi-koreksi dan diskusi, pelatih bisa membuat penilaian yang lebih kontekstual dengan kebutuhan individual dan kebutuhan pertandingan.<\/p>\n<p>Setelah koreksi, diskusi, dan latihan dilanjutkan, pelatih akan menemukan pemain mana saja yang mampu menangkap informasi-informasi dengan cepat, pemain mana saja yang paling kreatif dalam memanipulasi <em>pressing <\/em>kuning atau pelatih bisa menilai bagaimana kuning memainkan jebakan <em>pressing<\/em>.<\/p>\n<p>Kasus kedua. Permainan 4+3 lawan 4. Bentuk ini pertama kali kami mainkan pada Februari 2018. Saat itu, para pemain sudah mulai terbiasa memainkan 4 lawan 2, 5 lawan 3, dan terbiasa bermain 7 lawan 7.<\/p>\n<p>Instruksi-instruksi dalam 4+3 lawan 4 adalah: \u201c4 pinggir\u201d (kuning) harus pertahankan penguasaan bola, \u201c4 pinggir\u201d mensirkulasi dari dan ke kedua ujung lapangan bolak-balik sebanyak mungkin; <strong><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">selalu ingat untuk KEBO LANGSING (KEhilangan BOLa LANGsung <em>pressing)<\/em><\/a><\/strong>; bila \u201c4 tengah\u201d (hijau) dalam merebut bola, keempatnya\u00a0 harus mempertahankan penguasaan sekaligus bertukar tempat dengan \u201c4 pinggir\u201d secepatnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_26444\" aria-describedby=\"caption-attachment-26444\" style=\"width: 475px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-26444\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/4.png\" alt=\"\" width=\"475\" height=\"270\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/4.png 475w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/4-350x199.png 350w\" sizes=\"auto, (max-width: 475px) 100vw, 475px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26444\" class=\"wp-caption-text\">(Gambar 4) permainan 4+3 lawan 4<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena baru pertama kali memainkannya dan tanpa diberikan instruksi strategis dari pelatih, beberapa isu segera dapat teridentifikasi. Dua dari beberapa isu yang tampak adalah, yang pertama, isu dalam aspek bertahan, yaitu pengamanan area tengah dan KEBOLANGSING (<em>gegenpress<\/em>) yang nihil dan, kedua, isu dalam aspek penguasaan bola, yaitu adaptasi posisi individual yang minim yang berdampak pada kurangnya dukungan taktis bagi pemegang bola<\/p>\n<div style=\"width: 100%; height: 0px; position: relative; padding-bottom: 56.250%;\"><iframe loading=\"lazy\" style=\"width: 100%; height: 100%; position: absolute;\" src=\"https:\/\/streamable.com\/s\/l2yvh\/rgbvcy\" width=\"100%\" height=\"100%\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<p><em>Trial-error 4+3 lawan 4<\/em><\/p>\n<p>Berdasarkan observasi awal tadi, pelatih berdiskusi dengan pemain tentang apa saja opsi-opsi bagi pemain guna menentukan pra-orientasi dan orientasi, baik dalam fase memburu bola (<em>defense<\/em>) serta fase mensirkulasi bola (<em>ball possession<\/em>), apa prinsip-prinsip untuk mengamankan area tengah bila menggunakan <em>pressing <\/em>zona berorientasi ke lawan (<em>man oriented zonal marking<\/em>), bagaimana melakukan jebakan <em>pressing<\/em>, apa fungsi ketiga netral merah, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Lagi-lagi, berangkat dari prinsip-prinsip yang didiskusikan dan disepakati, pelatih melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menilai kemampuan pemain. Penilaian seharusnya dapat merefleksikan apa aksi-aksi pemain yang berbuah positif maupun negatif yang dikaitkan dengan rekan, lawan, ruang, dan waktu. Kenapa seorang pemain selalu berhasil melakukan aksi tertentu dan kenapa ia gagal di aksi-aksi lain, apakah ada kegagalan berulang dan apa sebabnya, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan, salah satu kekurangan umum pemain adalah pemahaman ruang dan waktu. Satu isu spesifik adalah tendensi pemain untuk memberikan umpan ke kaki penerima ketimbang memberikan umpan terobosan ketika memungkinkan dan seharusnya dilakukan.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan solusi pemecahannya, pelatih perlu mendesain latihan yang secara implisit mampu memicu pemain untuk membentuk karakter dimaksud ke dalam dirinya serta, untuk jangka panjangnya, mematrikan karakter ini ke dalam diri para pemain. <a href=\"https:\/\/www.soccerdrills.de\/fileadmin\/media\/artikel\/orientierungsfaehigkeit.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Salah satu konsep desain yang kami siapkan adalah <strong>berlatih orientasi<\/strong> yang mana pemain berlatih <em>scanning<\/em><\/a>. Efektifkah? Harus dicoba terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Sederhana, tapi tidak mudah!<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Ryan Tank (<a href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@ryantank_<\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Yang dimaksud dengan game besar adalah pemain berlatih atau bertanding dalam lapangan berukuran maksimal dan jumlah pemain maksimal sesuai kelompok usia (KU). Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium. Kebiasaan yang umum ditemui Mayoritas pelatih yang pernah penulis temui, menganalisis kemampuan pemain melalui latihan game besar atau latihan teknik terisolasi. Contoh latihan teknik terisolasi adalah latihan dribble, mengumpan, atau mengontrol bola yang kesemuanya dilakukan dalam kondisi tanpa lawan (unopposed training). Biasanya, si pelatih akan mengoreksi kalau: umpan pemain dirasa terlalu pelan, pergerakan kurang lincah, salah arah dribble, atau bola lepas kontrol. Cara lain &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":26445,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3018],"tags":[1008,122,3021],"class_list":["post-26440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tribe-tank","tag-analisis","tag-slider","tag-tribe-tank"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-03-20T06:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Tribe-Tank.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain\",\"datePublished\":\"2018-03-20T06:00:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/\"},\"wordCount\":1375,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Tribe-Tank.jpg\",\"keywords\":[\"Analisis\",\"Slider\",\"Tribe Tank\"],\"articleSection\":[\"Tribe Tank\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/\",\"name\":\"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Tribe-Tank.jpg\",\"datePublished\":\"2018-03-20T06:00:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\\\/medium.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Tribe-Tank.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/03\\\/Tribe-Tank.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"Menilai kemampuan dan karakter pemain\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/03\\\/20\\\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain | Football Tribe Indonesia","description":"Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain | Football Tribe Indonesia","og_description":"Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-03-20T06:00:49+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Tribe-Tank.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain","datePublished":"2018-03-20T06:00:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/"},"wordCount":1375,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Tribe-Tank.jpg","keywords":["Analisis","Slider","Tribe Tank"],"articleSection":["Tribe Tank"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/","name":"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Tribe-Tank.jpg","datePublished":"2018-03-20T06:00:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Menilai kemampuan dan karakter pemain bukan hanya dapat dilakukan dengan memainkan game besar. Menilai kemampuan pemain juga dapat dilakukan melalui permainan dalam lapangan kecil\/medium.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Tribe-Tank.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/Tribe-Tank.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"Menilai kemampuan dan karakter pemain"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/03\/20\/tribe-tank-menilai-kemampuan-dan-karakter-pemain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tribe Tank: Menilai Kemampuan dan Karakter Pemain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26440\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}