{"id":2478,"date":"2017-03-19T10:36:31","date_gmt":"2017-03-19T03:36:31","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=2478"},"modified":"2017-03-19T10:36:31","modified_gmt":"2017-03-19T03:36:31","slug":"pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/","title":{"rendered":"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina"},"content":{"rendered":"<p>Dalam kurun lima musim terakhir, geliat Liga Super Cina untuk menjadi salah satu kompetisi paling populer di Asia terlihat semakin serius. Liga tertinggi di negeri tirai bambu ini sanggup berevolusi menjadi tempat ideal bagi bintang-bintang sepak bola dunia untuk mencari nafkah. Di kawasan Asia, gemerlap Liga Super Cina bahkan telah melampaui J.League di Jepang atau liga-liga di negara Arab.<\/p>\n<p>Pelan tapi pasti, bintang-bintang sepak bola dunia berduyun-duyun hijrah ke negeri tirai bambu. Kans memperoleh bayaran yang lebih tinggi jadi salah satu alasan mengapa para bintang sepak bola yang masih ada di usia prima mau mencicipi liga yang satu ini. Mulai dari Hulk, Ezequiel Lavezzi sampai Axel Witsel, rela terbang jauh ke timur meski punya kans bermain untuk tim-tim raksasa di Eropa, kiblat sepak bola dunia saat ini.<\/p>\n<p>Bahkan, eks bintang tim nasional Argentina, Carlos Tevez, berani menanggalkan kostum Boca Juniors dan menempuh perjalanan udara selama berjam-jam demi mendarat di Cina dan membela Shanghai Shenhua. Hijrahnya Tevez ke Liga Super Cina pun membuat dirinya kini duduk sebagai pesepak bola dengan upah tertinggi di planet Bumi.<\/p>\n<p>Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Alibi melanjutkan karier kepelatihan dan mencari tantangan baru jadi salah satu hal yang paling sering dikemukakan.<\/p>\n<p>Walau lagi-lagi, perihal upah yang nilainya gemuk itu juga jadi salah satu faktor yang tak bisa ditepikan begitu saja. Maka tak perlu heran juga andai di masa depan akan semakin banyak pelatih-pelatih beken yang bersedia menekuni karier di Liga Super Cina.<\/p>\n<p>Dan khusus di musim ini, setidaknya ada delapan nama populer yang tengah membesut klub-klub di Liga Super Cina. Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2479 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg\" alt=\"Fabio Cannavaro\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>1) Fabio Cannavaro<\/strong><\/h3>\n<p>Sosok berusia 43 tahun ini adalah pelatih klub Tianjin Quanjian. Mulai menjabat per Juni 2016 yang lalu, Cannavaro pula yang sukses mengantar tim dengan kostum utama berwarna biru muda itu meraih tiket promosi ke Liga Super Cina setelah menjadi kampiun China League One musim kemarin.<\/p>\n<p>Para pencinta sepak bola sudah pasti mengenal sosok yang satu ini. Pasalnya, semasa berkarier sebagai pemain, Cannavaro memang terbilang amat sukses. Dirinya bermandikan gelar bersama klub-klub yang diperkuatnya seperti Parma, Juventus dan Real Madrid. Bersama tim nasional Italia, Cannavaro juga sanggup menggondol titel Piala Dunia 2006. Pertanyaannya, akankah karier gemilang Cannavaro sebagai pemain juga berlanjut kala melatih?<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2480 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Felix-Magath.jpg\" alt=\"Felix Magath\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Felix-Magath.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Felix-Magath-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Felix-Magath-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Felix-Magath-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>2) Felix Magath<\/strong><\/h3>\n<p>Namanya jelas tidak asing bagi penggemar sepak bola, khususnya Bundesliga di Jerman. Karier kepelatihan lelaki kelahiran Asschaffenburg ini memang terbentang cukup panjang, dimulai pada 1995 silam sampai sekarang. Prestasinya pun cukup mentereng dengan merebut tiga titel Bundesliga, bareng Bayern Munchen dua kali dan VFL Wolfsburg satu kali.<\/p>\n<p>Sosok yang semasa aktif bermain dahulu melegenda bersama Hamburger SV ini per Juni 2016 kemarin dikontrak oleh kesebelasan yang pernah menjuarai Liga Super Cina sebanyak tiga kali, Shandong Luneng.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2481 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Jaime-Pacheco.jpg\" alt=\"Jaime Pacheco\" width=\"594\" height=\"378\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Jaime-Pacheco.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Jaime-Pacheco-350x223.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Jaime-Pacheco-560x356.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>3) Jaime Pacheco<\/strong><\/h3>\n<p>Mantan pelatih Beijing Guoan ini barangkali tak sepopuler Cannavaro atau Magath, namun jangan pernah menyepelekannya. Pacheco pernah menggegerkan kancah sepak bola Portugal di musim 2000\/2001 yang lalu ketika berhasil membawa tim kelas dua di kota Porto, Boavista, menjadi kampiun Liga Portugal.<\/p>\n<p>Per 2016 kemarin, Pacheco ditunjuk sebagai pelatih baru Tianjin Teda yang musim lalu cuma finis di peringkat sepuluh Liga Super Cina. Manajemen klub berjuluk Harimau Tianjin itu tentu berharap Pacheco bisa membuat tim ini tampil lebih baik.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2482 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Manuel-Pellegrini.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Manuel-Pellegrini.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Manuel-Pellegrini-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Manuel-Pellegrini-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Manuel-Pellegrini-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>4) Manuel Pellegrini<\/strong><\/h3>\n<p>Namanya mulai naik daun ketika menukangi klub asal Spanyol, Villarreal, pada tahun 2004 sampai 2009. Setelah itu, dirinya bahkan sempat duduk sebagai <em>entrenador<\/em> klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Selepas petualangan singkat bersama Los Blancos, Pellegrini sempat menangani Malaga dan Manchester City.<\/p>\n<p>Bersama klub yang disebut terakhir, sosok asal Cile ini bahkan menyumbang satu gelar Liga Primer Inggris dan dua trofi Piala Liga. Sayangnya, kedatangan Pep Guardiola sebagai manajer anyar membuat Pellegrini mesti angkat kaki dari stadion Etihad. Pria berusia 63 tahun ini didapuk sebagai manajer anyar Hebei China Fortune per Agustus 2016 yang lalu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2483 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gustavo-Poyet.jpg\" alt=\"Gustavo Poyet\" width=\"594\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gustavo-Poyet.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gustavo-Poyet-350x225.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gustavo-Poyet-591x380.jpg 591w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Gustavo-Poyet-560x360.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>5) Gustavo Poyet<\/strong><\/h3>\n<p>Mantan penggawa tim nasional Uruguay ini merupakan andalan Real Zaragoza dan Chelsea ketika masih aktif bermain. Bersama dua klub itu juga, Poyet berhasil angkat nama. Sejumlah prestasi juga didapatnya bareng kedua tim tersebut. Antara lain Piala Raja 1993\/1994,\u00a0 Piala FA 1999\/2000 serta Piala Winners 1994\/1995 dan 1997\/1998.<\/p>\n<p>Kini, Poyet telah resmi menjadi pelatih Shanghai Shenhua sejak November 2016 kemarin. Sebelumnya, perjalanan karier kepelatihan Poyet memang lebih banyak berkutat di benua Eropa, khususnya Inggris. Setidaknya, ada tiga klub yang pernah menggunakan jasanya yakni Leeds United (asisten pelatih), Brighton &amp; Hove Albion dan Sunderland. Dirinya juga sempat menimba pengalaman di Yunani (AEK Athens) dan Spanyol (Real Betis) sampai akhirnya menyetujui pinangan Shenhua.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2484 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Luiz-Felipe-Scolari.jpg\" alt=\"Luiz Felipe Scolari\" width=\"594\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Luiz-Felipe-Scolari.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Luiz-Felipe-Scolari-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Luiz-Felipe-Scolari-571x380.jpg 571w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Luiz-Felipe-Scolari-560x372.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>6) Luiz Felipe Scolari<\/strong><\/h3>\n<p>Siapa yang tak mengenal sosok gaek yang satu ini. Namanya sudah begitu kondang sebagai salah satu pelatih dengan prestasi gemilang. Scolari yang kini berumur 68 tahun tersebut adalah pelatih yang mengantar tim nasional Brasil menjadi kampiun Piala Dunia 2002 dan Piala Konfederasi 2013 silam.<\/p>\n<p>Di kancah klub, sosok yang kerap disapa Felipao ini juga terbilang cukup sukses dengan mengantar Gremio menjadi juara Liga Brasil dan Piala Libertadores di era 1990-an. Scolari memperkokoh statusnya sebagai salah satu pelatih jempolan di muka Bumi dengan membawa klub yang ditukanginya kini, Guangzhou Evergrande, sebagai klub terbaik di Cina maupun Asia lewat serangkaian titel juara. Di antaranya dua gelar Liga Super Cina dan satu titel Liga Champions Asia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2485 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Dragan-Stojkovic.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Dragan-Stojkovic.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Dragan-Stojkovic-338x225.jpg 338w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Dragan-Stojkovic-570x380.jpg 570w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Dragan-Stojkovic-560x373.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>7) Dragan Stojkovic<\/strong><\/h3>\n<p>Saat berkarier sebagi pesepak bola, popularitas Stojkovic melejit tatkala mengenakan seragam Olympique Marseille. Bersama tim dari pesisir selatan Prancis itu, Stojkovic berhasil merengkuh titel Liga Prancis 1990\/1991 dan Liga Champions 1992\/1993. Setelah itu, Stojkovic menghabiskan sisa kariernya di J.League bersama Nagoya Grampus Eight dan menghadiahi eks klub Arsene Wenger itu dua titel Piala Kaisar.<\/p>\n<p>Usai pensiun sebagai pemain, Stojkovic lantas memulai karier kepelatihannya bersama klub yang bermarkas di stadion Toyota itu di tahun 2008 silam. Gelar juara J.League tahun 2010 menjadi torehan manisnya sebagai pelatih Nagoya. Sempat menganggur usai kontraknya sebagai pelatih tak diperpanjang manajemen Nagoya, Stojkovic kemudian mengadu nasib di Liga Super Cina bersama Guangzhou R&amp;F sejak 2015 kemarin.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2486 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Andre-Villas-Boas.jpg\" alt=\"\" width=\"594\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Andre-Villas-Boas.jpg 594w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Andre-Villas-Boas-350x216.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Andre-Villas-Boas-560x345.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><\/p>\n<h3><strong>8) Andre Villas-Boas<\/strong><\/h3>\n<p>Keberhasilannya mengantar F.C. Porto meraih <em>treble winners<\/em> dengan menyabet titel Liga Portugal, Piala Portugal dan Liga Europa di musim 2010\/2011 silam membuatnya dijuluki pelatih muda bertangan dingin. Dirinya bahkan disebut-sebut bakal menjadi pelatih nomor satu dunia di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>Sayang, karier eks asisten Jose Mourinho ini justru berantakan saat membesut Chelsea di musim 2011\/2012 dan Tottenham Hotspur rentang 2012\/2013-2013\/2014. Dirinya dipecat karena dinilai gagal membuat tim asuhannya tampil memuaskan walau punya materi pemain yang cukup oke. Upaya figur yang akrab disapa AVB ini guna memulihkan nama baiknya baru menemui hasil saat hijrah ke Rusia buat membesut Zenit Saint Petersburg di musim 2014\/2015-2015\/2016.<\/p>\n<p>Bersama klub berkostum biru muda itu AVB sukses mempersembahkan tiga titel juara, masing-masing satu titel juara liga, Piala Rusia dan Piala Super Rusia. Setelah kontraknya bareng Zenit habis, AVB memutuskan untuk pindah ke Cina dan menukangi Shanghai SIPG per November 2016 yang lalu.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\">@<span class=\"u-linkComplex-target\">Windekind_Budi<\/span><\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kurun lima musim terakhir, geliat Liga Super Cina untuk menjadi salah satu kompetisi paling populer di Asia terlihat semakin serius. Liga tertinggi di negeri tirai bambu ini sanggup berevolusi menjadi tempat ideal bagi bintang-bintang sepak bola dunia untuk mencari nafkah. Di kawasan Asia, gemerlap Liga Super Cina bahkan telah melampaui J.League di Jepang atau liga-liga di negara Arab. Pelan tapi pasti, bintang-bintang sepak bola dunia berduyun-duyun hijrah ke negeri tirai bambu. Kans memperoleh bayaran yang lebih tinggi jadi salah satu alasan mengapa para bintang sepak bola yang masih ada di usia prima mau mencicipi liga yang satu ini. Mulai dari Hulk, Ezequiel Lavezzi sampai Axel Witsel, rela terbang jauh &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2479,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,79],"tags":[110,129,677],"class_list":["post-2478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asia","category-dunia","tag-asia","tag-featured","tag-liga-super-cina"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Siapa saja mereka?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Siapa saja mereka?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-19T03:36:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"594\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"396\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina\",\"datePublished\":\"2017-03-19T03:36:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/\"},\"wordCount\":1130,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Fabio-Cannavaro.jpg\",\"keywords\":[\"Asia\",\"Featured\",\"Liga Super Cina\"],\"articleSection\":[\"Asia\",\"Dunia\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/\",\"name\":\"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Fabio-Cannavaro.jpg\",\"datePublished\":\"2017-03-19T03:36:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Siapa saja mereka?\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/19\\\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Fabio-Cannavaro.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/Fabio-Cannavaro.jpg\",\"width\":594,\"height\":396,\"caption\":\"Fabio Cannavaro Liga Super Cina\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina | Football Tribe Indonesia","description":"Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Siapa saja mereka?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina | Football Tribe Indonesia","og_description":"Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Siapa saja mereka?","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-03-19T03:36:31+00:00","og_image":[{"width":594,"height":396,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina","datePublished":"2017-03-19T03:36:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/"},"wordCount":1130,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg","keywords":["Asia","Featured","Liga Super Cina"],"articleSection":["Asia","Dunia"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/","name":"Barisan Pelatih Papan Atas di Liga Super Cina | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg","datePublished":"2017-03-19T03:36:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Selain para pemain, ada cukup banyak pelatih sepak bola kenamaan yang akhirnya berani mengadu nasib di Liga Super Cina. Siapa saja mereka?","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/19\/pelatih-papan-atas-di-liga-super-cina\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Fabio-Cannavaro.jpg","width":594,"height":396,"caption":"Fabio Cannavaro Liga Super Cina"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}