{"id":24238,"date":"2018-02-27T14:00:15","date_gmt":"2018-02-27T07:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=24238"},"modified":"2018-02-27T14:55:56","modified_gmt":"2018-02-27T07:55:56","slug":"sepak-bola-dan-pentingnya-diksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/","title":{"rendered":"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat"},"content":{"rendered":"<p>Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/tag\/pelatih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>pelatih<\/strong><\/a> telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang <u>membantu\u00a0<\/u>pemain mengembangkan diri.<\/p>\n<p>Berikut penjabarannya:<\/p>\n<h3><strong>Pemain sebagai penerima informasi<\/strong><\/h3>\n<p>Menentukan diksi serta cara menyampaikannya ke pemain bukan sekadar \u201cmenggunakan bahasa Indonesia\u201d yang baik dan benar. Lebih dari itu, diksi dan penggunaan kalimat harus dapat dipahami pada konteks yang pas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24239\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/1-4.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/1-4.jpg 600w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/1-4-150x150.jpg 150w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/1-4-225x225.jpg 225w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/1-4-380x380.jpg 380w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/1-4-560x560.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Perlu diingat juga, memilih diksi dan penyampaiannya harus memperhatikan kultur (sepak bola) setempat, kelompok usia, dan latar belakang pengetahuan pemain. Ketika pelatih merasa perlu meng-<em>install <\/em>permainan posisional dengan segala prinsip-prinsipnya, ia harus paham, pernahkah filosofi ini dipraktikan (secara turun-temurun).<\/p>\n<p>Ketika permainan posisional merupakan barang baru, jangan kaget apalagi <em>mangkel <\/em>saat pelatih merasa pemain tidak kunjung memahami apa itu permainan posisional, serta apa yang perlu dan harus pemain lakukan di atas lapangan.<\/p>\n<p>\u201cBarang baru\u201d selalu butuh waktu untuk dikenal dan diterima dengan hati terbuka.<\/p>\n<p>Kelompok usia juga memegang peranan sangat penting. Melatih anak usia 12-13 tahun dengan melatih pemain usia 19-21 tahun bisa menjadi dua pengalaman yang sangat berbeda. Mayoritas anak usia 12-13 tahun, umumnya, belum memiliki kemampuan kognitif sebaik pemain berusia 20 tahun. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan kognitif di sini adalah kemampuan untuk fokus pada satu objek.<\/p>\n<p>Ketimbang orang dewasa, fokus anak usia dini lebih mudah terbagi, antara memperhatikan apa yang menjadi tujuan atau topik utama (sesuai yang disampaikan pelatih), dengan apa yang menarik perhatian mereka di sekitar lingkungan tempat berlatih.<\/p>\n<p>Menghadapi hal semacam ini, pelatih bukan hanya perlu bersabar, tetapi ia harus memiliki evaluasi yang detail (yang saya sendiri belum mampu melakukannya secara konsisten dan terstruktur) terkait perkembangan anak. Di luar itu, kewajiban pelatih adalah menemukan diksi dan penyampaian yang mudah diterima sesuai kelompok usia.<\/p>\n<p>Latar belakang pengetahuan (pendidikan) pemain, seperti pendidikan di sekolah formal, pendidikan di rumah, dan pergaulan di lingkungan sekitarnya, menjadi faktor (yang sangat) penting. Bila seorang pemain dibiasakan kritis, terbiasa menganalisis, mempertimbangkan, dan menyimpulkan apa yang mereka hadapi, dan diberikan bekal percaya diri yang tepat, ia memiliki potensi untuk lebih cepat bereaksi atau menangkap hal-hal baru yang sedang mereka pelajari.<\/p>\n<h3><strong>Menentukan diksi dan cara penyampaian<\/strong><\/h3>\n<p>Pada awal Februari 2018, saya sempat menghubungi beberapa kolega untuk meminta pendapat tentang penggunaan istilah ruang apit sebagai padanan <em>halfspace <\/em>dalam Bahasa Indonesia. <em>Coach <\/em>Ganesha Putra, salah satu orang yang saya hubungi, langsung memberikan saran untuk menyingkatnya menjadi RAPI (RuAng aPIt). Saya setuju dan keesokan harinya istilah ini kami gunakan di lapangan.<\/p>\n<p>Di lapangan, penyingkatan istilah dan sosialisasi ke pemain dimulai dari pemahaman bahwa sepak bola bukan hanya tentang RuAng TengAh (RATA) dan RuAng Sayap (RASA), tetapi di antara kedua ruang tadi terdapat RuAng aPIt (RAPI). Kenapa disebut apit, karena ia diapit oleh koridor tengah dan sayap.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24240\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/2.png\" alt=\"\" width=\"615\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/2.png 615w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/2-333x225.png 333w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/2-563x380.png 563w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/2-560x378.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 615px) 100vw, 615px\" \/><\/p>\n<h3>RATA, RAPI, RASA<\/h3>\n<p>Penggunaan istilah RATA, RAPI, dan RASA (yang singkat) membuat pemain mudah mengingatnya. Dan untuk, secara implisit, mengingatkan pemain bahwa RATA dan RAPI memiliki nilai strategis lebih berarti ketimbang RASA, urutan penyebutannya adalah RATA, RAPI, dan RASA.<\/p>\n<p>Langkah berikutnya adalah mendiskusikan apa kegunaan masing-masing ruang. Penjelasan dimulai dari apa dan kenapa pentingnya formasi berlian (belah ketupat) atau segitiga, ketika bola berada di RASA di sepertiga akhir. Kemudian, penjelasan berlanjut dengan apa perbedaan antara melepaskan umpan silang dari RAPI dan RASA.<\/p>\n<p>Kenapa \u201csituasi ketika bola berada di RASA di sepertiga akhir\u201d dan \u201cumpan silang\u201d digunakan untuk menjelaskan RAPI adalah karena, sejak <em>game <\/em>di hari pertama, yang terlihat adalah pemain selalu menyerang melalui RASA. Dan dari RASA, permainan akan \u201cdiakhiri\u201d dengan umpan silang melambung ke depan gawang lawan (kultur sepak bola setempat).<\/p>\n<p><em>Dribble <\/em>cepat ke area depan membuat pemainan menjadi sangat vertikal. Situasi 1 lawan 1 (sama jumlah) bahkan 1 lawan 2 (kalah jumlah) di sayap sering kali tercipta. Salah satu penyebabnya adalah jarak antara pemain sayap dan penyerang tengah serta pemain belakang dan gelandang terlalu berjauhan antara satu pemain dengan yang lain.<\/p>\n<p>Seiring berjalannya waktu, saya mulai berdiskusi dengan pemain untuk memainkan sepak bola dengan akses yang lebih dekat antara satu dengan yang lain. Ke mana gelandang kanan harus bergerak ketika bola masuk ke sepertiga akhir di RASA kanan; ke mana penyerang tengah dan gelandang kiri jauh sebaiknya berposisi; di mana gelandang tengah sebaiknya bergerak; dan di mana bek serta kiper sebaiknya berpatroli.<\/p>\n<p>Kepada setiap pemain di posisinya masing-masing, mereka mendapatkan panduan apa saja tugas mereka ketika melakukan <em>Build Up Dari Kiper <\/em>(disingkat BUDiKi)saat tendangan gawang. BuDiKi sendiri kami bagi menjadi dua, yaitu BuDiki setelah berhasil menggagalkan serangan lawan di dekat kotak penalti dan BuDiKi dari tendangan gawang. Karena kedua BuDiKi ini memiliki sifat-sifat berbeda, pemain diberikan panduan dan penjelasan yang membedakan keduanya.<\/p>\n<p>Ide lainnya adalah menyuntikkan serum <em>pressing <\/em>ke dalam darah pemain. Salah satu area paling kentara yang mana pemain belum pernah belajar memainkannya adalah <em>press <\/em>tepat setelah kehilangan bola (<em>gegenpressing<\/em>).<\/p>\n<p>Dalam sebuah obrolan, <em>coach <\/em>Ganesha menyampaikan, di Semarang, ada sebuah tim yang memakai istilah Kebo Langsing, yaitu KEhilangan BOla LANGsung presSING. Karena menarik, istilah ini langsung saya adopsi ke dalam tim (<em>matur nuwun<\/em>, <em>coach <\/em>Ganesha).<\/p>\n<p>Dalam setiap bentuk latihan yang mana pemain wajib melakukan <em>gegenpressing<\/em>, istilah \u2018kebo langsing\u2019 sangat sering kami teriakan. Ini merupakan bagian dari penggunaan rangsangan suara.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan rekaman video latihan dan video dari sepak bola Eropa menjadi media yang kami pakai untuk mendiskusikan apa itu \u2018kebo langsing\u2019 dan bagaimana memainkannya. Dalam level individual, untuk pemain-pemain tertentu yang lebih \u201cpasif\u201d ketika <em>pressing<\/em>, setelah melalui diskusi berkelanjutan, penjelasan \u2018kebo langsing\u2019 kami permudah lagi dengan kalimat \u201crebut kembali secepatnya, setiap kali bola lepas\u201d ditambah beberapa diskusi soal orientasi dan hubungan ruang-waktu (<em>spatio-temporal).<\/em><\/p>\n<h3><strong>Efek ketuk<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_24241\" aria-describedby=\"caption-attachment-24241\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-24241\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"261\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/3-1.jpg 500w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/3-1-350x183.jpg 350w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-24241\" class=\"wp-caption-text\">Dari: seputarforex.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pemilihan diksi serta penyampaian yang berbeda sudah pasti memiliki efek ketuk berbeda. Contoh simpel, kalau pelatih terus-menerus memarahi pemain yang salah umpan ketika BuDiKi, perlahan tapi pasti, si pemain akan \u201ctakut\u201d dan, pada gilirannya, selalu memainkan umpan melambung jauh ke depan tanpa ia paham kapan, bagaimana, dan kenapa ia melepaskan umpan jauh ke depan.<\/p>\n<p>Sama seperti ilustrasi di atas, diksi serta kalimat penyampaian selama pembelajaran awal \u2018kebo langsing\u2019 membuat <em>gegenpressing <\/em>para pemain berkarakter <em>ball oriented<\/em>. Kenapa disebut <em>ball oriented <\/em>(berorientasi ke bola) karena tepat ketika bola lepas dari penguasaan, 2 sampai 4 pemain akan melakukan <em>press <\/em>segera ke area di mana bola berada.<\/p>\n<p>Menyikapi adanya efek ketuk dari setiap kalimat, apa yang kemudian dilakukan oleh pelatih untuk menyikapinya menjadi sangat penting.<\/p>\n<p>Begitu melihat efek ketuk terhadap aksi pemain, ada saatnya seorang pelatih tidak perlu serta-merta melakukan perubahan guna meredam efek yang muncul. Atau, lebih buruknya lagi, pelatih marah-marah serta menggunakan kata-kata yang, walaupun tidak terdengar kasar, tetapi malah membunuh kreativitas pemainnya.<\/p>\n<p>Pelatih bisa mencatataksi aksi yang dilakukan para pemainnya untuk melihat sampai sefasih apa pemain memainkan gaya mereka saat ini. Pelatih (secara independen) dapat menentukan sampai sejauh mana level kefasihan pemain sampai sebelum ia memutuskan untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan.<\/p>\n<p>Contoh, pelatih yang baru satu hari melatih \u2018kebo langsing\u2019 ke dalam tim dan melihat para pemainnya terlalu berorientasi ke bola, sebaiknya tidak perlu segera mendesain dan memberikan instruksi untuk melatih dan memainkan \u2018kebo langsing\u2019 gaya lain yang ia pikir \u201clebih aman\u201d. Biarkan pemain memainkannya sampai pada level kefasihan tertentu bisa menjadi pilihan logis.<\/p>\n<p>Kenapa? Karena desain baru akan terasa terlalu mendadak dan dapat membuat para pemain semakin \u201cpusing\u201d. Bisa saja, penyesuaian mendadak ini membuat pemain tidak dapat mengontrol kompleksitas latihan. Bukannya menjadi mahir, para pemain malah semakin bingung dan akusisi \u201ckemampuan baru\u201d menjadi <em>zonk<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam proses akusisi \u201ckemampuan baru\u201d, pelatih perlu untuk terus memberikan motivasi ekstrinsik dengan cara mendorong pemain untuk lebih konsisten dan berani beraksi walaupun banyak kesalahan mendasar yang dilakukan. Karena, sekali lagi, mempromosikan \u201cbarang baru\u201d butuh waktu dan karenanya membutukan cara-cara yang tepat agar dapat diterima oleh pasar.<\/p>\n<p>Tulisan terkait soal ini bisa dicek di sini:<\/p>\n<ul>\n<li><em>A Coaching Carol \u2013 The Ghost Of Coaching Past by Rene Maric di <a href=\"http:\/\/konzeptfussballberlin.de\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konzeptfussballberlin.de<\/a><\/em><a href=\"http:\/\/konzeptfussballberlin.de\/\"><em>\u00a0<\/em><\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/twitter.com\/NovalAziz\/status\/945337968255942656\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/twitter.com\/NovalAziz\/status\/945337968255942656<\/a> cuitan <a href=\"https:\/\/twitter.com\/NovalAziz\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@NovalAziz<\/a> di <em>Twitter<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Author: <em>Ryan Tank (<\/em><a href=\"https:\/\/twitter.com\/ryantank_\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>@ryantank_<\/em><\/a><em>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri. Berikut penjabarannya: Pemain sebagai penerima informasi Menentukan diksi serta cara menyampaikannya ke pemain bukan sekadar \u201cmenggunakan bahasa Indonesia\u201d yang baik dan benar. Lebih dari itu, diksi dan penggunaan kalimat harus dapat dipahami pada konteks yang pas. Perlu diingat juga, memilih diksi dan penyampaiannya harus memperhatikan kultur (sepak bola) setempat, kelompok usia, dan latar belakang pengetahuan pemain. Ketika pelatih merasa perlu meng-install permainan posisional dengan segala prinsip-prinsipnya, ia harus paham, pernahkah filosofi ini dipraktikan (secara turun-temurun). Ketika permainan posisional merupakan barang baru, jangan kaget apalagi mangkel saat pelatih &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":24242,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3018],"tags":[569,122,3021],"class_list":["post-24238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tribe-tank","tag-pelatih","tag-slider","tag-tribe-tank"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-27T07:00:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-27T07:55:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Guardiola.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"674\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat\",\"datePublished\":\"2018-02-27T07:00:15+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T07:55:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/\"},\"wordCount\":1289,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Guardiola.jpg\",\"keywords\":[\"Pelatih\",\"Slider\",\"Tribe Tank\"],\"articleSection\":[\"Tribe Tank\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/\",\"name\":\"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Guardiola.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-27T07:00:15+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-27T07:55:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Guardiola.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/02\\\/Guardiola.jpg\",\"width\":1200,\"height\":674,\"caption\":\"menemukan diksi serta penggunaan kalimat\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/02\\\/27\\\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat | Football Tribe Indonesia","description":"Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat | Football Tribe Indonesia","og_description":"Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-02-27T07:00:15+00:00","article_modified_time":"2018-02-27T07:55:56+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":674,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Guardiola.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat","datePublished":"2018-02-27T07:00:15+00:00","dateModified":"2018-02-27T07:55:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/"},"wordCount":1289,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Guardiola.jpg","keywords":["Pelatih","Slider","Tribe Tank"],"articleSection":["Tribe Tank"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/","name":"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Guardiola.jpg","datePublished":"2018-02-27T07:00:15+00:00","dateModified":"2018-02-27T07:55:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Dengan menemukan diksi serta penggunaan kalimat yang tepat, pelatih telah melangkah di jalur yang benar terkait perannya sebagai orang yang membantu\u00a0pemain mengembangkan diri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Guardiola.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/Guardiola.jpg","width":1200,"height":674,"caption":"menemukan diksi serta penggunaan kalimat"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/02\/27\/sepak-bola-dan-pentingnya-diksi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tribe Tank: Sepak Bola dan Pentingnya Diksi serta Penggunaan Kalimat yang Tepat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24238"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24238\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}