{"id":2248,"date":"2017-03-14T07:41:35","date_gmt":"2017-03-14T00:41:35","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=2248"},"modified":"2017-03-14T07:41:54","modified_gmt":"2017-03-14T00:41:54","slug":"peristiwa-politik-di-sepak-bola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/","title":{"rendered":"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola"},"content":{"rendered":"<p>Federasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 10 Maret 2017 lalu memutuskan untuk menunda laga kualifikasi Piala Asia antara <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/09\/polemik-malaysia-dan-korea-utara\/\" target=\"_blank\">Malaysia melawan Korea Utara<\/a> yang rencananya berlangsung pada 28 Maret 2017. Keputusan ini diambil mengingat hubungan kedua negara yang tengah memanas setelah kematian Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara di Malaysia sebulan lalu. Namun, AFC sendiri belum memutuskan tanggal berapa laga tersebut dimainkan.<\/p>\n<p>Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pada 13 Februari lalu Kim Jong-Nam tewas di bandara Kuala Lumpur, Malaysia setelah dua wanita berkebangsaan Vietnam dan Indonesia mengusap wajahnya dengan sesuatu yang ternyata racun VX, senjata pemusnah masal yang digunakan saat perang Irak. Namun Korea Utara menolak anggapan tersebut. Ada juga warga negara Korea Utara yang terlibat dan hal ini memicu ketegangan kedua negara. Bahkan kedua negara sudah saling usir duta besar.<\/p>\n<p>Sepak bola memang tidak semata-mata soal menang, kalah atau seri belaka. Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik, atau suatu negara yang menolak bertanding melawan negara tertentu karena pandangan politik.<\/p>\n<p>Berikut ini peristiwa-peristiwa penting dimana sepak bola tidak semata-mata pertandingan, namun dipengaruhi juga oleh peristiwa politik:<\/p>\n<figure id=\"attachment_2249\" aria-describedby=\"caption-attachment-2249\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2249 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil.jpg\" width=\"810\" height=\"451\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil.jpg 810w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil-768x428.jpg 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil-800x445.jpg 800w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil-350x195.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil-680x380.jpg 680w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/Brasil-560x312.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2249\" class=\"wp-caption-text\">Timnas Brasil, jawara Piala Dunia 1958.<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Indonesia tolak tanding lawan Israel (1958)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Ini terjadi di babak kedua penyisihan Piala Dunia Zona Asia. Tim Garuda saat itu tengah berada di puncak penampilan terbaiknya. Pada putaran pertama, Indonesia berhasil memuncaki grup setelah sekali menang dan sekali seri melawan Tiongkok.<\/p>\n<p>Di putaran kedua, Indonesia bergabung dengan Mesir, Sudan, dan Israel. Yang lolos di babak ini akan melawan wakil Eropa di babak <em>play-off<\/em> dan pemenangnya melaju ke Piala Dunia Swedia 1958.<\/p>\n<p>Namun <a href=\"http:\/\/panditfootball.com\/index.php?uri=\/ketika-timnas-indonesia-menolak-bertanding-demi-palestina\/\" target=\"_blank\">Indonesia lebih memilih melewatkan pertandingan melawan Israel<\/a> (sekalipun sempat meminta agar laga dilangsungkan di tempat netral). Mesir dan Sudan sendiri menolak bertanding lawan Israel. Mirisnya, FIFA menjatuhkan sanksi bagi Indonesia, yang memilih tidak berlaga di Piala Dunia 1958 ketimbang harus berlaga melawan Israel.<\/p>\n<p>Israel bisa dibilang \u201dmusuh bersama\u201d karena menduduki wilayah Palestina hingga saat ini. Negara yang ditunjuk menggantikan Indonesia oleh FIFA pun juga menolak bertanding melawan Israel sehingga FIFA bingung harus mencari lawan dari benua Eropa.<\/p>\n<p>Akhirnya Wales bersedia tampil dan usai negara asal Gareth Bale ini unggul 2-0, akhirnya Israel harus mengubur mimpinya ke Piala Dunia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_2250\" aria-describedby=\"caption-attachment-2250\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2250 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/El-Salvador-vs-Honduras-1969.jpg\" width=\"616\" height=\"420\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/El-Salvador-vs-Honduras-1969.jpg 616w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/El-Salvador-vs-Honduras-1969-330x225.jpg 330w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/El-Salvador-vs-Honduras-1969-557x380.jpg 557w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/El-Salvador-vs-Honduras-1969-560x382.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 616px) 100vw, 616px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2250\" class=\"wp-caption-text\">Timnas El Salvador.<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Perang Sepak Bola Berdarah El Salvador vs Honduras (1969)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>El Salvador dan Honduras adalah negara bertetangga di Amerika Tengah. Memanasnya hubungan kedua negara dipicu oleh beberapa faktor sebelum \u201dPerang Sepak Bola\u201d itu terjadi, salah satunya karena tidak meratanya distribusi lahan di El Salvador.<\/p>\n<p>Hal ini memicu migrasi <a href=\"http:\/\/www.espnfc.com\/story\/933162\/rewind-to-1969-the-football-war\" target=\"_blank\">para petani El Salvador ke Honduras<\/a>. Namun, pemerintah Honduras membuat aturan yang mengambil lahan secara paksa (karena warga Honduras merasa imigran El Salvador mengambil lahan penghidupan mereka) dan dikembalikan ke warga Honduras. Hal ini yang memicu perang. Parahnya, kedua negara yang tengah berseteru ini harus bertemu di kualifikasi Piala Dunia Meksiko.<\/p>\n<p>Siapapun yang menjadi tim tamu harus siap dengan teror gila-gilaan suporter tuan rumah. <em>Leg<\/em> pertama berlangsung di Honduras dan El Salvador takluk 1-0. Kalahnya El Salvador memicu seorang gadis pendukung El Salvador bernama Amelia Bolanios bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri menggunakan pistol ayahnya. Diberitakan Amelia bunuh diri karena tidak tahan tanah airnya dipermalukan. Berita itu tersebar dan memicu kemarahan pendukung El Salvador.<\/p>\n<p>Di tengah situasi tersebut, laga kedua dilangsungkan di El Salvador. Honduras kalah 1-0 di laga kedua yang makin memanas. Pelatih Honduras Mario Griffin justru lega timnya kalah di <em>leg<\/em> kedua mengingat ganasnya pendukung El Salvador yang tidak terima Amelia bunuh diri.<\/p>\n<p>Kedua tim saling mengalahkan dan belum ada sistem gol agregat. Maka laga ketiga dilangsungkan di tempat netral pada 26 Juni 1969 dan Meksiko menjadi tuan rumah. Akhirnya, El Salvador menang 3-2.<\/p>\n<p>Namun, masalah tidak berhenti sampai di situ. Beberapa hari setelah laga, perang yang sesungguhnya dimulai. Saling serang pasukan militer kedua negara menyebabkan 6.000 orang tewas dan 15.000 terluka. Pertempuran ini berlangsung selama 100 jam.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2251 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/11-1.jpg\" width=\"620\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/11-1.jpg 620w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/11-1-350x198.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/11-1-560x316.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Uni Soviet tolak tanding lawan Cili (1973)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di laga <em>play<\/em><em>&#8211;<\/em><em>off<\/em> kualifikasi Piala Dunia 1974, Uni Soviet harus berhadapan dengan salah satu wakil Amerika Latin, Cili pada November 1973. Namun, Soviet menolak bertanding melawan Cili jika laga dilangsungkan di Santiago, ibu kota Cili.<\/p>\n<p>Stadion Nasional Santiago, yang digunakan saat final Piala Dunia 1962 Cili, adalah tempat para aktivis yang pro terhadap pemimpin sosialis Cili, Salvador Allende, disekap dan dibunuh oleh pasukan di bawah pimpinan diktator militer Augusto Pinochet, yang akhirnya mengambil alih pemerintahan.<\/p>\n<p>FIFA menolak permintaan Soviet untuk memindahkan laga ke tempat netral (yang berakhir dengan didiskualifikasinya Soviet). Namun, laga tetap berlangsung sebagaimana dijadwalkan. Pengarang Uruguay <a href=\"http:\/\/www.thedaisycutter.co.uk\/2012\/11\/on-this-weekend-in-football-history-ussr-refuse-to-play-in-chile\/\" target=\"_blank\">Eduardo Galeano<\/a> menggambarkan laga tersebut sebagai \u201dyang paling miris\u201d dalam sejarah sepak bola. Pemain Cili tetap berada di stadion yang menjadi tempat penyiksaan dan darah belum sepenuhnya terhapus. Dan mereka menendang bola tanpa lawan di hadapan 18.000 penonton.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2252 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/argper-00-600x366.jpg\" width=\"600\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/argper-00-600x366.jpg 600w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/argper-00-600x366-350x214.jpg 350w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/argper-00-600x366-560x342.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Peru sengaja mengalah karena intimidasi pemerintahan militer Argentina (1978)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Era 1970-an adalah saat pemerintahan militer di Amerika Latin berkuasa. Ternyata hal ini berpengaruh juga pada sepak bola. Pada Piala Dunia 1978, pemerintahan militer Argentina di bawah Jorge Videla diberitakan kerap membuat lawan merasa terintimidasi dan menghalalkan segala cara agar bisa juara.<\/p>\n<p>Brasil adalah salah satu yang merasa ada yang tidak beres dengan menangnya Argentina. Mario Kempes dan kawan-kawan harus menang minimal empat gol lawan Peru, sementara Brasil hanya butuh seri agar lolos ke semifinal. Lalu, kecurigaan makin jelas saat Peru terlihat tidak begitu berniat main dan \u201cmerelakan\u201d gawang mereka kebobolan enam gol tanpa balas atas Argentina.<\/p>\n<p>Menurut artikel tahun 1986 oleh <a href=\"http:\/\/edition.cnn.com\/2010\/SPORT\/football\/06\/08\/world.cup.soccer.politics\/\" target=\"_blank\">Maria Laura Avignolo dari <em>Britain&#8217;s Sunday Times<\/em><\/a> (didukung juga oleh David Yallop dalam buku \u201d<em>How They Stole The Game\u201d<\/em>), pemerintahan Argentina menyuap Peru dengan memberikan pinjaman tanpa bunga sebesar 50 juta dolar kepada pemerintah Peru dan mengirim 35.000 ton gandum untuk Peru.<br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2253 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg\" width=\"620\" height=\"430\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg 620w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag-324x225.jpg 324w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag-548x380.jpg 548w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag-560x388.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><strong>Bendera Pemicu Kerusuhan di laga Serbia vs Albania (2014)<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bubarnya negara Yugoslavia di awal 1990-an (dan perang saudara setelahnya) ternyata masih menyisakan luka lama. Laga kualifikasi Piala Eropa 2016 yang berlangsung dua tahun sebelumnya menjadi bukti panasnya aroma nasionalisme tersebut. Serbia menjamu Albania pada 14 Oktober 2014 di Stadion Partizan, Belgrade. Wasit Martin Atkinson terpaksa menghentikan laga beberapa menit menjelang turun minum karena ada suporter Serbia yang masuk lapangan dan menyerang pemain Albania.<\/p>\n<p>Namun, ada hal yang membuat laga makin memanas. Yaitu, adanya bendera yang diturunkan lewat mainan berupa <em>drone<\/em>. Bendera itu bukan sembarang bendera, melainkan bendera bergambar elang kepala dua (simbol negara Albania). Bendera tersebut juga bertuliskan \u00a0&#8220;Autochthonous&#8221;, yang arti aslinya (menyinggung upaya Serbia yang walau bukan etnis Albania namun ingin menguasai Kosovo yang dihuni mayoritas etnis Albania).<\/p>\n<p>Selain itu, ada dua figur penting dalam sejarah Albania di bendera tersebut: Ismail Qemal yang merupakan pemimpin Albania di era modern dan Isa Boletini, pejuang yang memimpin pemberontakan etnis Albania melawan Serbia tahun 1910.<\/p>\n<p>Pemain Serbia Stefan Mitrovic sudah melihat bendera itu saat hendak turun dan hendak mengamankannya. Namun keburu dihadang pemain-pemain Albania yang ingin merebutnya dan inilah yang membuat suporter tuan rumah terprovokasi. Para bintang Serbia seperti <a href=\"http:\/\/www.viva.co.id\/bola\/read\/548387-apa-arti-bendera-pemicu-kerusuhan-laga-serbia-vs-albania\" target=\"_blank\">Branislav Ivanovic dan Aleksander Kolarov<\/a> berusaha menenangkan suporter tuan rumah yang semakin brutal dan melindungi para pemain lawan.<\/p>\n<p>Serbia dan Albania sudah mengalami ketegangan sejak kekaisaran Ottoman, Perang Balkan, Perang Dunia, pecahnya Yugoslavia, dan hingga sekarang. Tahun 1990-an, setelah Yugoslavia pecah, sempat terjadi perang antara etnis Albania di provinsi Kosovo yang berada di wilayah Serbia dengan tentara Serbia. <a href=\"http:\/\/www.bbc.com\/sport\/football\/29624259\" target=\"_blank\">Tahun 2008, Kosovo menjadi negara merdeka<\/a> yang diakui Amerika Serikat dan beberapa negara Uni Eropa (namun Serbia belum mengakui kemerdekaan Kosovo).<\/p>\n<p><strong>Author: <em>Yasmeen Rasidi (<a class=\"ProfileHeaderCard-screennameLink u-linkComplex js-nav\" href=\"https:\/\/twitter.com\/melatee2512\" target=\"_blank\">@<span class=\"u-linkComplex-target\">melatee2512<\/span><\/a>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Federasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 10 Maret 2017 lalu memutuskan untuk menunda laga kualifikasi Piala Asia antara Malaysia melawan Korea Utara yang rencananya berlangsung pada 28 Maret 2017. Keputusan ini diambil mengingat hubungan kedua negara yang tengah memanas setelah kematian Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara di Malaysia sebulan lalu. Namun, AFC sendiri belum memutuskan tanggal berapa laga tersebut dimainkan. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pada 13 Februari lalu Kim Jong-Nam tewas di bandara Kuala Lumpur, Malaysia setelah dua wanita berkebangsaan Vietnam dan Indonesia mengusap wajahnya dengan sesuatu yang ternyata racun VX, senjata pemusnah masal yang digunakan saat perang Irak. Namun Korea Utara menolak anggapan tersebut. Ada juga &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2253,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79,95],"tags":[635,187,636,634,129,637,213,224,480],"class_list":["post-2248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-lainnya","tag-albania","tag-argentina","tag-chile","tag-dunia","tag-featured","tag-peru","tag-piala-dunia","tag-sepak-bola","tag-serbia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-03-14T00:41:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-03-14T00:41:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"430\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola\",\"datePublished\":\"2017-03-14T00:41:35+00:00\",\"dateModified\":\"2017-03-14T00:41:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/\"},\"wordCount\":1205,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/drone-albania-flag.jpg\",\"keywords\":[\"Albania\",\"Argentina\",\"Chile\",\"Dunia\",\"Featured\",\"Peru\",\"Piala Dunia\",\"Sepak Bola\",\"Serbia\"],\"articleSection\":[\"Dunia\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/\",\"name\":\"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/drone-albania-flag.jpg\",\"datePublished\":\"2017-03-14T00:41:35+00:00\",\"dateModified\":\"2017-03-14T00:41:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2017\\\/03\\\/14\\\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/drone-albania-flag.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2017\\\/03\\\/drone-albania-flag.jpg\",\"width\":620,\"height\":430,\"caption\":\"Peristiwa Politik Sepak Bola\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","description":"Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/","next":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","og_description":"Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-03-14T00:41:35+00:00","article_modified_time":"2017-03-14T00:41:54+00:00","og_image":[{"width":620,"height":430,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola","datePublished":"2017-03-14T00:41:35+00:00","dateModified":"2017-03-14T00:41:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/"},"wordCount":1205,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg","keywords":["Albania","Argentina","Chile","Dunia","Featured","Peru","Piala Dunia","Sepak Bola","Serbia"],"articleSection":["Dunia","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/","name":"Ketika Peristiwa Politik Mempengaruhi Sepak Bola | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg","datePublished":"2017-03-14T00:41:35+00:00","dateModified":"2017-03-14T00:41:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Suatu peristiwa politik di suatu negara bisa sangat memengaruhi suatu pertandingan, terlebih lagi jika ada kedua negara yang berseteru secara politik.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/03\/14\/peristiwa-politik-di-sepak-bola\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/03\/drone-albania-flag.jpg","width":620,"height":430,"caption":"Peristiwa Politik Sepak Bola"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2248"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2248\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}