{"id":20371,"date":"2018-01-21T10:30:16","date_gmt":"2018-01-21T03:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=20371"},"modified":"2018-01-21T11:03:31","modified_gmt":"2018-01-21T04:03:31","slug":"pendar-cahaya-frenkie-de-jong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/","title":{"rendered":"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam"},"content":{"rendered":"<p>Sudah menjadi rahasia umum bila akademi sepak bola kepunyaan Ajax Amsterdam, <em>De Toekomst<\/em>, adalah satu dari sekian akademi sepak bola nomor satu di dunia. Sejak didirikan, <em>De Toekomst<\/em> begitu konsisten menelurkan bakat-bakat andal untuk Ajax maupun tim nasional Belanda.<\/p>\n<p>Baru-baru ini, ada satu nama jebolan <em>De Toekomst<\/em> yang sedang naik daun di telingan penikmat sepak bola. Dialah Frenkie de Jong, pemain berumur 20 tahun yang aksi-aksinya di atas lapangan kerap memunculkan apresiasi.<\/p>\n<p>Pelatih Ajax yang sudah diberhentikan beberapa waktu lalu, Marcel Keizer, adalah figur yang memberinya kesempatan untuk tampil bareng skuat utama. De Jong dan Keizer sebelumnya telah bahu membahu di tim junior Ajax.<\/p>\n<p>Mempunyai posisi natural sebagai gelandang, khususnya nomor 6, sejauh ini de Jong telah membuktikan bahwa dirinya memiliki kapasitas jempolan. Dalam usia yang masih tergolong hijau, atribut yang dipunyai de Jong malah seperti pemain veteran yang sudah kenyang makan asam garam di lapangan.<\/p>\n<p>Mentalnya, terutama di sisi ketenangan, kecerdasan dan keberanian sungguh luar biasa. Hal tersebut ditambah dengan kemampuan dribel, akurasi umpan akselerasi, sisi eksplosif, dan pengambilan keputusan yang brilian, membuatnya jadi figur yang layak buat diperhatikan secara seksama tatkala bermain.<\/p>\n<p>Seperti data yang dihimpun via <em>Transfermarkt<\/em>, musim ini de Jong tak hanya dimainkan sebagai gelandang nomor 6 tapi juga satu dari dua bek tengah Ajax dalam pola dasar 4-3-3. Akan tetapi, di saat permainan berjalan dengan cair, de Jong bertransformasi menjadi gelandang nomor 6 dan membentuk pola berlian di sektor tengah plus berdiri tepat di depan trio bek (satu bek sentral murni dan dua <em>fullback<\/em> yang merapat ke tengah)<\/p>\n<p>Berada di posisi tersebut memberi de Jong keleluasaan dalam bermain. Dirinya bisa turun jauh menjemput bola lalu menginisiasi serangan dari bawah usai menerima umpan pendek dari kiper atau membuka ruang di area tengah begitu mendapat sodoran dari rekan-rekannya di lini belakang.<\/p>\n<p>Layaknya gelandang-gelandang beken seperti <a href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=1&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=0ahUKEwiVlZ3i_ubYAhUIj5QKHYPpCDQQFggoMAA&amp;url=https%3A%2F%2Ffootball-tribe.com%2Findonesia%2F2017%2F12%2F24%2Fmenikmati-kegeniusan-sergio-busquets%2F&amp;usg=AOvVaw2zRgFl1gXDd9EH-InNxnGM\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Sergio Busquets<\/strong><\/a>, <a href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=1&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=0ahUKEwiD-6vn_ubYAhUMGZQKHda_BbAQFggoMAA&amp;url=https%3A%2F%2Ffootball-tribe.com%2Findonesia%2F2017%2F09%2F09%2Fsempurnanya-hidup-luka-modric%2F&amp;usg=AOvVaw0HgJ76GO1ICPQzGrtQJL_E\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Luka Modric<\/strong><\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=2&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=0ahUKEwiZxsXs_ubYAhXCUZQKHX-xBz8QFggtMAE&amp;url=https%3A%2F%2Ffootball-tribe.com%2Findonesia%2F2017%2F07%2F31%2Fnemanja-matic-dan-nuansa-lengas%2F&amp;usg=AOvVaw3ZZx_L_egjMTUgWH2QD1TG\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Nemanja Matic<\/strong><\/a>, de Jong sangat awas dalam mengamati bola dan ruang yang ada di sekitarnya. Tribes bisa mencermati bagaimana seringnya de Jong melakukan <em>shoulder check<\/em> sehingga memungkinkan ia buat mengetahui apa yang bisa dilakukannya sesaat setelah menerima bola.<\/p>\n<p>Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan <em>skill<\/em> mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki <em>pressing resistance<\/em> yang prima sehingga bola yang ada di kakinya sulit direbut oleh pemain lawan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_20372\" aria-describedby=\"caption-attachment-20372\" style=\"width: 1023px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20372 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2.png\" alt=\"via spielverlagerung.de\" width=\"1023\" height=\"1643\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2.png 1023w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2-768x1233.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2-374x600.png 374w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2-140x225.png 140w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2-237x380.png 237w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/1-2-560x899.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1023px) 100vw, 1023px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-20372\" class=\"wp-caption-text\">via spielverlagerung.de<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pada grafis di atas (laga Ajax kontra PSV Eindhoven), kita bisa sama-sama melihat bagaimana pemain-pemain PSV melakukan <em>man-oriented pressing<\/em>. Sadar akan situasi tersebut, alih-alih melepas umpan panjang ke depan, de Jong justru memilih untuk melakukan dribel menuju area tengah dan depan sebelum melepas umpan menyusur tanah kepada <em>winger<\/em> kanan Ajax.<\/p>\n<p>Selain itu, visi bermain kelas atas yang menempel pada de Jong juga membuatnya tahu harus berbuat apa di atas lapangan. Apakah mendribel bola melewati lawan, melakukan pergerakan tanpa bola guna membuka ruang sekaligus menerima umpan sampai mengkreasikan peluang buat mencetak gol.<\/p>\n<figure id=\"attachment_20374\" aria-describedby=\"caption-attachment-20374\" style=\"width: 1023px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20374 size-full\" src=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2.png\" alt=\"via spielverlagerung.de\" width=\"1023\" height=\"1643\" srcset=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2.png 1023w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2-768x1233.png 768w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2-374x600.png 374w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2-140x225.png 140w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2-237x380.png 237w, https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/2-560x899.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1023px) 100vw, 1023px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-20374\" class=\"wp-caption-text\">via spielverlagerung.de<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sementara pada grafis ini, de Jong membuktikan kegeniusannya dengan mengirim umpan panjang yang jatuh di belakang bek kanan tim lawan. Ruang yang tersedia di situ lantas dimaksimalkan <em>winger<\/em> kiri Ajax yang berlari menyongsong.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/twitter.com\/BarcaTimemedia1\/status\/952429289571459072\">https:\/\/twitter.com\/BarcaTimemedia1\/status\/952429289571459072<\/a><\/p>\n<p>Bila Tribes menyaksikan de Jong bermain untuk Ajax di musim ini, bakal sangat mudah untuk melihatnya beroperasi di area mana saja. Area belakang, tengah sampai kotak penalti lawan.<\/p>\n<p>Tak ayal, publik pun mengangguk takzim bila de Jong disebut-sebut sebagai pemain serbabisa yang fasih berperan jadi pemain nomor 6, 8, 10 atau bahkan bek tengah dengan tipe layaknya pesepak bola legendaris Jerman, Franz Beckenbauer.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/09\/11\/kasidah-sepak-bola-franz-beckenbauer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga:\u00a0Kasidah Sepak Bola Franz Beckenbauer<\/strong><\/a><\/p>\n<p>De Jong seolah menyerap dalam-dalam filosofi <em>Totaalvoetbal<\/em> khas Belanda yang membuat para pemain di atas lapangan bermain dengan cair dan nyaris \u2018tanpa posisi\u2019.<\/p>\n<p>Kemampuan dribel dan akurasi umpannya yang mantap itu bahkan membuatnya disamakan dengan figur <em>dual-threat quarterback<\/em> dalam permainan <em>american football<\/em> yang kesohor di Amerika Serikat. Posisi <em>quarterback<\/em> (QB) sendiri bisa dianggap sebagai otak permainan dalam fase menyerang di <em>american football<\/em>.<\/p>\n<p><em>American football<\/em> sendiri memiliki dua pola dasar yakni <em>passing game<\/em> dan <em>rushing game<\/em> guna mendapatkan ruang sedekat mungkin dengan <em>end zone<\/em>, area untuk mencetak poin lewat <em>touchdown<\/em>.<\/p>\n<p>Tidak seperti QB konvensional yang umumnya lebih banyak melepas umpan dan memanfaatkan <em>passing game<\/em>, <em>dual-threat quarterback<\/em> juga fasih memainkan <em>rushing game<\/em>.<\/p>\n<p>Saat bermain, mereka tak hanya sanggup melepas umpan, pendek ataupun panjang, kepada rekan-rekannya di posisi lain. Pada momen tertentu, mereka akan melancarkan serangan dengan cara berlari sendiri membawa bola guna lolos dari tembok pertahanan lawan dan mendekati <em>end zone<\/em>.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Cam Newton Mix &quot;Too Much Sauce&quot;\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/qzkYK7t8lWc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Lewat video tersebut, Tribes bisa melihat bagaimana <em>dual-threat quarterback<\/em> seperti Cam Newton menginisiasi serangan timnya guna mencetak <em>touchdown<\/em> yakni via <em>passing game<\/em> dan juga <em>rushing game<\/em> sekaligus. Meski belum sekalipun membawa Panthers menjadi kampiun Super Bowl, kemampuan Newton tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik di NFL.<\/p>\n<p>Pun, de Jong dianggap memiliki kemampuan layaknya <em>dual-threat quarterback<\/em> sebab kemampuan dribel, akurasi berikut <em>pressing resistance<\/em> serta agresivitas dan kecepetan membuatnya sanggup memberi ancaman lebih bagi jantung pertahanan musuh. Entah via umpan matang kepada rekan atau bahkan membawa bola sendirian ke kotak penalti lawan demi menciptakan peluang.<\/p>\n<p>Namun mengingat usianya yang masih belia, de Jong tetap harus menempa kemampuannya agar sampai di titik yang lebih tinggi. Karena hanya itulah satu-satunya cara supaya ia bisa menjadi pemain berkelas di masa yang akan datang, baik untuk klub yang dibelanya maupun tim nasional Belanda.<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Budi Windekind (<a href=\"https:\/\/twitter.com\/Windekind_Budi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@Windekind_Budi<\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah menjadi rahasia umum bila akademi sepak bola kepunyaan Ajax Amsterdam, De Toekomst, adalah satu dari sekian akademi sepak bola nomor satu di dunia. Sejak didirikan, De Toekomst begitu konsisten menelurkan bakat-bakat andal untuk Ajax maupun tim nasional Belanda. Baru-baru ini, ada satu nama jebolan De Toekomst yang sedang naik daun di telingan penikmat sepak bola. Dialah Frenkie de Jong, pemain berumur 20 tahun yang aksi-aksinya di atas lapangan kerap memunculkan apresiasi. Pelatih Ajax yang sudah diberhentikan beberapa waktu lalu, Marcel Keizer, adalah figur yang memberinya kesempatan untuk tampil bareng skuat utama. De Jong dan Keizer sebelumnya telah bahu membahu di tim junior Ajax. Mempunyai posisi natural sebagai gelandang, khususnya &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":20354,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,78],"tags":[361,248,2736,122],"class_list":["post-20371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-eropa","category-lannya","tag-ajax-amsterdam","tag-eredivisie","tag-frenkie-de-jong","tag-slider"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan skill mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki pressing resistance yang prima.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan skill mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki pressing resistance yang prima.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-21T03:30:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-01-21T04:03:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Frenkie-de-Jong.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"tribeindonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"headline\":\"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam\",\"datePublished\":\"2018-01-21T03:30:16+00:00\",\"dateModified\":\"2018-01-21T04:03:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/\"},\"wordCount\":913,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Frenkie-de-Jong.png\",\"keywords\":[\"Ajax Amsterdam\",\"Eredivisie\",\"Frenkie de Jong\",\"Slider\"],\"articleSection\":[\"Eropa\",\"Lainnya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/\",\"name\":\"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Frenkie-de-Jong.png\",\"datePublished\":\"2018-01-21T03:30:16+00:00\",\"dateModified\":\"2018-01-21T04:03:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan skill mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki pressing resistance yang prima.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Frenkie-de-Jong.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/10\\\/2018\\\/01\\\/Frenkie-de-Jong.png\",\"width\":720,\"height\":404,\"caption\":\"skill mumpuni Frenkie de Jong\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/2018\\\/01\\\/21\\\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/football-tribe.com\\\/indonesia\\\/author\\\/tribeindonesia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia","description":"Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan skill mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki pressing resistance yang prima.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia","og_description":"Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan skill mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki pressing resistance yang prima.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2018-01-21T03:30:16+00:00","article_modified_time":"2018-01-21T04:03:31+00:00","og_image":[{"width":720,"height":404,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Frenkie-de-Jong.png","type":"image\/png"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/"},"author":{"name":"tribeindonesia","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"headline":"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam","datePublished":"2018-01-21T03:30:16+00:00","dateModified":"2018-01-21T04:03:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/"},"wordCount":913,"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Frenkie-de-Jong.png","keywords":["Ajax Amsterdam","Eredivisie","Frenkie de Jong","Slider"],"articleSection":["Eropa","Lainnya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/","name":"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Frenkie-de-Jong.png","datePublished":"2018-01-21T03:30:16+00:00","dateModified":"2018-01-21T04:03:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Alasan lain mengapa Keizer memberinya kebebasan juga berkaitan dengan skill mumpuni Frenkie de Jong. Terlebih, dirinya memiliki pressing resistance yang prima.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Frenkie-de-Jong.png","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/Frenkie-de-Jong.png","width":720,"height":404,"caption":"skill mumpuni Frenkie de Jong"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2018\/01\/21\/pendar-cahaya-frenkie-de-jong\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendar Cahaya Frenkie de Jong bersama Ajax Amsterdam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e261cc9d8b5106a5a4a06406beeb1dc1cd161c3adc882f7b3be38f6d1c464097?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}