{"id":18394,"date":"2017-12-28T06:45:33","date_gmt":"2017-12-27T23:45:33","guid":{"rendered":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?p=18394"},"modified":"2017-12-27T23:09:44","modified_gmt":"2017-12-27T16:09:44","slug":"pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/","title":{"rendered":"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Pernyataan kontroversial tersebut diucapkan oleh Fabio Capello, saat mengomentari situasi yang menimpa <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/05\/kritik-pedas-jupp-heynckes-pada-carlo-ancelotti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Carlo Ancelotti<\/a> di Bayern M\u00fcnchen. Lebih lanjut, Capello juga mengatakan kalau para pemain Bayern sengaja melakukan konspirasi agar Jupp Heynckes kembali menjadi pelatih mereka.<\/p>\n<p>\u201cBanyak orang heran, apa yang dilakukan Jupp Heynckes untuk langsung membangkitkan Bayern. Menurut saya, kuncinya ada di pemain. Pelatih memang menentukan strategi tim, tapi pemain yang menentukan nasib tim di atas lapangan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMereka (para pemain Bayern) tidak sepenuh hati bermain saat dilatih Ancelotti. Mereka membuat perang, mereka ingin Ancelotti dipecat, dan mereka ingin Jupp Heynckes kembali.\u201d ungkap Capello pada <em>Sky Italia<\/em>.<\/p>\n<p>Capello sendiri tidak asal melontarkan pernyataan tersebut. Berdasarkan fakta di atas lapangan, Bayern yang di awal musim sempat terpuruk saat ditangani Ancelotti, langsung melesat ketika kembali dinakhodai Heynckes. <em>Die Roten <\/em>kini duduk nyaman di puncak klasemen dengan selisih 9 poin dari posisi kedua, dan melaju ke babak 16 besar <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/category\/eropa\/champions-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Liga Champions<\/a>.<\/p>\n<p>Bahkan, presiden Bayern, Uli Hoeness, juga pernah mengungkapkan pada <em>Radio f\u00fcr Hessen<\/em>, bahwa para pemain sudah tidak percaya dengan arahan Ancelotti. Kemudian <em>ESPN <\/em>juga membuat laporan bahwa ada kemungkinan pemecatan Ancelotti didalangi oleh lima pemain senior, di antaranya adalah Franck Rib\u00e9ry, Arjen Robben, Robert Lewandowski, dan Thomas M\u00fcller.<\/p>\n<p>Bayern tentu tidak bisa memutus kontrak lima pemain sekaligus di tengah jalan untuk meredakan konflik, sehingga jalan termudah sekaligus tercepat adalah memecat Ancelotti. Itulah yang kemudian terjadi pada Don Carletto usai kekalahan 0-3 dari Paris Saint-Germain (PSG).<\/p>\n<p>Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik. Kali ini dari Heynckes, yang menyalahkan Ancelotti karena di bursa transfer musim panas tidak bergerak mencari pelapis Lewandowski.<\/p>\n<p>\u201cIngatkah kalian, dia (Ancelotti) secara terbuka mengatakan tidak ingin membeli penyerang pelapis. Apa yang bisa klub lakukan?\u201d kata Heynckes pada\u00a0S<em>uddeutsche Zeitung<\/em>.<\/p>\n<p>Kini kita ketahui hubungan Ancelotti dengan Bayern berakhir sangat buruk. Namun, kita belum mendengar pembelaan dari Ancelotti. Sampai pelatih kawakan Italia tersebut belum buka suara, semuanya masih menjadi misteri. Apa yang sebenarnya terjadi antara Ancelotti dan Bayern?<\/p>\n<p><strong>Author: <\/strong><em><strong>Aditya Jaya Iswara (<a href=\"https:\/\/twitter.com\/joyoisworo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@joyoisworo<\/a>)<\/strong><br \/>\n<\/em><em>Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan kontroversial tersebut diucapkan oleh Fabio Capello, saat mengomentari situasi yang menimpa Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen. Lebih lanjut, Capello juga mengatakan kalau para pemain Bayern sengaja melakukan konspirasi agar Jupp Heynckes kembali menjadi pelatih mereka. \u201cBanyak orang heran, apa yang dilakukan Jupp Heynckes untuk langsung membangkitkan Bayern. Menurut saya, kuncinya ada di pemain. Pelatih memang menentukan strategi tim, tapi pemain yang menentukan nasib tim di atas lapangan.\u201d \u201cMereka (para pemain Bayern) tidak sepenuh hati bermain saat dilatih Ancelotti. Mereka membuat perang, mereka ingin Ancelotti dipecat, dan mereka ingin Jupp Heynckes kembali.\u201d ungkap Capello pada Sky Italia. Capello sendiri tidak asal melontarkan pernyataan tersebut. Berdasarkan fakta di atas lapangan, Bayern &hellip; <a href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/\" class=\"tribe-more-link\">Continue reading &#8220;\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":18371,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,73],"tags":[918,143,539,129],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d | Football Tribe Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d | Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Football Tribe Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-27T23:45:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-12-27T16:09:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@footballtribeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"tribeindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/\",\"name\":\"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d | Football Tribe Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png\",\"datePublished\":\"2017-12-27T23:45:33+00:00\",\"dateModified\":\"2017-12-27T16:09:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\"},\"description\":\"Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png\",\"width\":720,\"height\":404,\"caption\":\"nasib Ancelotti\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website\",\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/\",\"name\":\"Football Tribe Indonesia\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3\",\"name\":\"tribeindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"tribeindonesia\"},\"url\":\"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d | Football Tribe Indonesia","description":"Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d | Football Tribe Indonesia","og_description":"Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik.","og_url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/","og_site_name":"Football Tribe Indonesia","article_publisher":"http:\/\/facebook.com\/footballtribeindonesia","article_published_time":"2017-12-27T23:45:33+00:00","article_modified_time":"2017-12-27T16:09:44+00:00","og_image":[{"width":720,"height":404,"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png","type":"image\/png"}],"author":"tribeindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@footballtribeid","twitter_site":"@footballtribeid","twitter_misc":{"Written by":"tribeindonesia","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/","name":"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d | Football Tribe Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png","datePublished":"2017-12-27T23:45:33+00:00","dateModified":"2017-12-27T16:09:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3"},"description":"Sedihnya, nasib Ancelotti tak berhenti sampai di situ. Bahkan ketika sudah meletakkan jabatannya sebagai pelatih Bayern, ia masih saja jadi sasaran kritik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png","contentUrl":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/12\/Carlo-Ancelotti.png","width":720,"height":404,"caption":"nasib Ancelotti"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/2017\/12\/28\/pemecatan-ancelotti-adalah-konspirasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u201cPemecatan Carlo Ancelotti di Bayern M\u00fcnchen adalah Konspirasi\u201d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#website","url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/","name":"Football Tribe Indonesia","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/b231262f35f999de79cdfac5e14501f3","name":"tribeindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/154726d4a2ab1006505c35ea7c41652f?s=96&d=mm&r=g","caption":"tribeindonesia"},"url":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/author\/tribeindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18394"}],"collection":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/football-tribe.com\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}